Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Alat Pengering

No description
by

Qurry Mawaddana

on 27 January 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Alat Pengering

Alat Pengering

Mekanisme Utama Pertumbuhan Granul

TERIMA KASIH

Pengeringan Solid

Pengeringan Granul

Pembentukan Inti
 Permulaan granulasi ketika partikel-partikel berkontak satu sama lain dan melekat karena adanya jembatan cair
 Inti dapat tumbuh melalui 2 mekanisme:
Partikel tunggal dapat ditambahkan pada inti oleh jembatan pendular
Dua/lebih inti dapat bergabung

Transisi (Peralihan)
 Inti gabungan dibentuk kembali dengan pengadukan lapisan. Tahap ini ditandai dengan adanya sejumlah besar granul kecil dengan distribusi ukuran yang agak luas. Jika distribusi ukuran tidak berlebih, titik ini merupakan titik akhir yang sesuai untuk granul yang digunakan dalam pembuatan kapsul dan tablet

Pertumbuhan Bola
 Pertumbuhan granul selanjutnya menghasilkan granul bulat besar dan ukuran partikel dari sistem granulasi meningkat seiring waktu. Jika agitasi diteruskan, penggabungan granul akan terus terjadi.

Mekanisme ikatan dalam granulasi basah tergantung pda gaya kapiler dan gaya antar permukaan partikel.
Teori granulasi menurut Newit, Conway-Jones dan Barlow :
Pendular
Funikular
Partikel
tetes


Gaya yang berperan :
Gaya kohesif ( selama proses )
Gaya tarik antarmolekular
Gaya elektrostatis
Gaya Van der Waals


Mekanisme Ikatan dalam Granulasi Basah

Jenis Pengikat

Pengikat : suatu zat adhesive yang ditambahkan pada formulasi tablet.
Peranan :
memberikan kohesivitas yang diperlukan untuk mengikat partikel partikel padat di bawah pengempaan untuk membentuk suatu tablet yang kompak
Meningkatkan pembesaran ukuran untuk granul sehingga dapat memperbaiki mampu alir campuran selama proses pembuatan
Memperbaiki kekerasan tablet
Mengurangi friabilitas tablet

Pengikat dan Pelarut

Manitol


Jenis Granulasi

Pelapisan

Penghancuran
dan Pelapisan

3. Penggabungan


4. Transfer Kikisan

Proses menghilangkan cairan dari suatu bahan/zat dg menggunakan panas, dan dicapai dengan memindahkan cairan dari permukaan ke dalam suatu fase uap yang tidak jenuh.
Paling umum : unit proses dalam pembuatan granul -> diracik dalam ruah / diubah menjadi tablet atau kapsul.

GRANUL

Tahap Granulasi

Kristalisasi pengikat terlarut
Pengerasan pengikat
Pencairan partikel atau pengelasan peleburan yang diloklisasi
Deformasi partikel setelah pengerasan
Reaksi kimia

Mekanisme pembentukan jembatan padat

Konsentrasi
Viskositas
Sifat mekanik
Sifat zat aktif dan eksipien
Interaksi pengikat-substrat
Distribusi pengikat

Faktor yang mempengaruhi efisiensi pengikat

Sukrosa dalam granulasi basah




Gula kompresibel



Laktosa


Mikrokristalin selulosa




Selulosa yang deserbukan



Sifat pengempa selulosa

GRANULASI

Granulasi adalah pembentukan partikel-partikel besar dengan mekanisme pengikatan tertentu.

Tujuan granulasi adalah sebagai berikut:
Supaya sifat alirnya baik (free flowing).
Ruang udara dalam bentuk granul jumlahnya lebih kecil jika dibandingkan dengan bentuk serbuk jika diukur dalam volume yang sama.
Agar pada saat dicetak tidak melekat pada stempel (punch) dan mudah lepas dari matriks (die).


Muhamad Syahid Ali
Fio Noviany
Puspita Nur Avivah
Titis Mawarsari
Meri Rahmawati
Henny Pradikaningrum
Erlin Febriyanti
Qurry Mawaddana
Fathiyah
Santi Kurnia Dewi

Kelompok 4
Destrosa




Amilum



3. Pengayakan 6-12 mesh
Massa lambap dibentuk menjadi granul dengan
mengekstruksi melalui mesin oscillating granulator
dengan lempeng penyaring 6-12 mesh.
Oscillating granulator
4. Pengeringan
Granul lembap dikeringkan dalam fluid bed dryer dengan sistem sirkulasi
Udara dan pengendalian temperatur pada suhu 50-60˚ C

5. Pengayakan 18-20 mesh
6. Pencampuran Fase Luar
Granul dicampur dengan lubrikan , glidan & disintegran dalam
twin shell blender atau cone mixer
7. Kompresi Tablet





GRANULASI BASAH

Penimbangan & Pencampuran
Zat aktif, zat pengisi, disintegran ditimbang sesuai
kebutuhan kemudian dicampur dalam
planetary mixer atau twin shell blender

Twin shell blender
2. Pembuatan Granulasi Basah
Menambahkan cairan pengikat dengan campuran serbuk ke dalam mesin seperti sigma
blade mixer atau ribbon type mixer







Sigma blade mixer Ribbon type mixer


GRANULASI BASAH

Granulasi basah adalah proses menambahkan cairan pada suatu serbuk atau campuran serbuk dalam suatu wadah yang dilengkapi dengan pengadukan yang akan menghasilkan aglomerasi atau granul.




Masalah yang signifikan dalam granulasi basah adalah derajat pembasahan dan pembuatan massa granulasi dari serbuk.

Alasan masih digunakannya metode granulasi basah hingga saat ini:
Metode ini umumnya tidak dapat diganti dengan kempa langsung
Distribusi zat terlarut lebih baik dan seragam
Merupakan metode tunggal untuk digunakan dalam granulasi zat aktif dosis besar


KETERBATASAN

Sifat – sifat mengalir lebih baik (diperbaiki)
Pemadatan
Karakteristik pengempan diperbaiki
Distribusi zat pewarna dan zat aktif yang larut lebih baik/jika ditambahkan dalam larutan pengikat
Debu berkurang
Pencegahan pemisahan campuran serbuk
Permukaan hidrofobik menjadi lebih hidrofilik

KEUNTUNGAN

Pengayakan
18-20 mesh

Kompresi

Pengeringan

Pembuatan Granulasi Basah

Pencampuran Fase Luar

Pengayakan
6-12 mesh

Penimbangan
&
Pencampuran

GRANULASI BASAH
Full transcript