Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

PENGARUH TERJADINYA PRODUK YANG HILANG PADA AWAL PROSES TERH

No description
by

zamzam muhammad iqbal

on 27 December 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENGARUH TERJADINYA PRODUK YANG HILANG PADA AWAL PROSES TERH

Yusuf Sunandar ( 41033403121008 )
Den Ridwan ( 41033402121022 )
Zamzam M. Iqbal ( 41033403121010 )
Olivia Karley ( 41033402121005 )
Faula Miftahul Aulia ( 41033403121018 )

PENGARUH TERJADINYA PRODUK YANG HILANG PADA AWAL PROSES TERHADAP PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUK PERSATUAN
Dalam departemen produksi pertama, produk yang hilang pada awal proses mempunyai akibat” Menaikan Hraga Pokok”.
Dalam departemen setelah departemen produksi pertama, produk yang hilang pada awal proses mempunyai dua akibat:

1. Menaikan harga pokok produksi persatuan produk yang di terima dari departemen produksi sebelumnya.
2. Menaikkan harga pokok produksi persatuan yang di tambahkan dalam departemen produksi setelah departemen produksi yang pertama tersebut.


harga pokok produk yang hilang pada akhir proses harus di hitung, dan harga pokok ini diperlukan sebagai tambahan harga produk selesai yang di transfer ke departemen produk berikutnya atau ke gudang.
Hal ini akan mengakibatkan harga pokok persatuan produk selesai, yang di transfer ke departemen berikutnya atau ke gudang menjadi lebih tinggi.

METODA HARGA POKOK PROSES LANJUTAN
Persediaan produk dalam proses awal

Dalam suatu depertemen produksi,produk yang belum selesai diproses akhir periode akan menjadi produk dalam proses awal periode berikutnya dalam departemen produksi yang bersangkutan.
Dengan demikian jika dalam periode sekarang dihasilkan produk selesai yang ditransfer ke departemen berikutnya atau ke gudang ,harga pokok yang melekat pada persediaan produk dalam proses awal akan menimbulkan masalah dalam penentuan harga pokok pruduksi selesai tersebut.
Dalam hal ini ada dua metode yang digunakan untukmemperhitungkan harga pokok persediaan produk dalam proses awal adalah
1. Metode harga pokok rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost Method/Average Inventory Method).
2. Metode masuk pertama keluar pertama (MPKP/First In First Out Method(FIFO Method)).

Metode harga pokok rata-rata tertimbang (Weighted Average Cost Method/Average Inventory Method).

biaya yang berasal dari metode sebelumnya ditambah dengan biaya dari periode sekarang kemudian dihitung rata-ratanya dengan cara membagi jumlah tersebut dengan unit ekuivalensi unsur biaya yang bersangkutan.Harga pokok rata-rata per unit ini kemudian dikalikan dengan jumlah unit produksi selesai yang ditranfer ke departemen berikutnya untuk menghitung total harga pokok produk selesai tersebut.Harga pokok rata-rata per unit ini juga digunakan untuk menghitung harga pokok persediaan produk dalam proses akhir periode.

CTambahan bahan baku dalam departemen produksi setelah departemen produksi pertama (missal departemen ke dua/Ke II)
Umumnya bahan baku pertama kali dalam departemen pertama. Departemen produksi berikutnya hanya mengolah lebih lanjut produk hasil departemen pertama dengan mengeluarkan biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Namun seringkali dalam proses produksi, bahan baku ditambahkan dalam departemen produksi setelah departemen produksi pertama.
1. Tidak menambah jumlah produk yang dihasilkan oleh departemen produksi yang menkonsumsi tambahan baku tersebut. Jika tambahan bahan baku tidak menambah jumlah produk yang dihasilkan, maka tambahan ini tidak berpengaruh terhadap perhitungan unit ekuivalensi produk yang dihasilkan, dan sebagai akibatnya tidak mempengaruhi perhitungan harga pokok produksi persatuan produk yang diterima dari departemen sebelumnya.
2. Menambah jumlah produk yang dihasilkan oleh departemen produksi yang menkonsumsi tambahan bahan baku tersebut. Jika terjadi tambahan produk yang dihasilkan dengan adanya tambahan bahan baku dalam departemen setelah departemen dalam produksi pertama, maka hal ini akan berakibat diadakannya penyesuaian harga pokok produksi persatuan produk yang diterima dari departemen produksi sebelumnya. Penyesuaian ini dilakukan karena total harga pokok produk yang berasal dari departemeen sebelumnya, yang semula dipikul oleh jumlah tertentu, sekarang harus dipikul oleh jumlah produk yang lebih banyak sebagai akibat tambahan bahan baku tersebut. Akibatnya harga pokok produk Yang berasal dari departemen sebelumnya menjadi lebih kecil.


Awal periode terdapat persediaan bahan baku 300 Kg yang harga pokoknya Rp 2.000,- per kg. dalam periode tersebut terjadi pembelian bahan baku 1500 kg harga pokoknya Rp 2100,- per kg. pada akhir periode diketahui jumlah bahan baku yang dipakai sebanyak 1250 kg. yang menjadi persoalan haarga pokok yang mana yang akan digunakan untuk bahan baku yang dipakai ?
Cara MPKP :
Persediaan bahan baku 300 kg x Rp 2.000 = Rp 600.000
Pembelian bahan baku selama periode 1500 kg x Rp 2.100 = Rp 3.150.000
Jumlah bahan baku yang tersedia untuk dipakai = Rp 3.750.000

Haraga pokok bahan baku yang dipakai selama periode yang ditentukan atas dasar metoda MPKP adalah :
300 kg x Rp 2.000 = Rp 600.000
950 kg x Rp 2.100 = Rp 1.995.000
Rp 2.595.000 Rp 2.595.000
Persediaan bahan baku pada akhir periode 550kg x Rp 2.100 = Rp 1.155.000


BAB IV
PENGARUH TERJADINYA PRODUK YANG HILANG PADA AKHIR PROSES TERHAADAP PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI PPERSATUAN
Metode masuk pertama keluar pertama (MPKP/First In First Out Method(FIFO Method)).

Metoda masuk pertama, keluar pertama menganggap biaya produksi periode sekarang pertama kali digunakan untuk menyelesaikan produk yang pada awal periode masih dalalm proses, baru kemudian sisanya digunakan untuk mengolah produk yang dimasukan dalam proses dalam periode sekarang. oleh karena itu dalam perhitungan unit ekuivalen, tingkat penyelesaian persediaan produk dalam proses awal harus diperhitungkan.


AKUNTANSI BIAYA
Full transcript