Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

TEORI TERBENTUKNYA BUMI

No description
by

Oktavianus Randra

on 16 March 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of TEORI TERBENTUKNYA BUMI

Teori Penciptaan Bumi
Berhubung bumi merupakan bagian dari tata surya, maka sejarah terbentuknya bumi sangat erat sekali dengan sejarah terbentuknya anggota tata surya.
Teori Nebula (Kabut)
Pembentukan jagat raya diawali oleh adanya gumpalan kabut yang berputar terus-menerus sehingga pada bagian tengah kabut tersebut berubah menjadi gumpalan gas yang kemudian menjadi matahari, sedangkan kabut yang berada di sekitarnya menjadi plapnet-planet dan satelit.
Teori Awan Debu
Teori ini diperkenalkan oleh Carl Van Weizsaecker.
Teori Laurasia-Gondwana
Dikemukakan oleh Eduard Suess pada 1884 dan didukung oleh Frank B. Taylor (1910).
TEORI PEMBENTUKAN BUMI
Apa saja teori yang mengemukakan tentang terbentuknya tata surya?
Teori ini dilontarkan oleh Immanuel Kant dan Pierre-Simon de Laplace.
Teori Pasang Surut
(Teori Tidal)
Menurut teori ini mula-mula ada sebuah bintang misterius yang besarnya hampir sama dengan matahari bergerak melintas mendekati matahari dan kemudian menghilang lagi. Pada saat menghilangnya bintang misterius tersebut, ada beberapa bagian massa matahari yang ikut tertarik dan lepas dari matahari namun tidak menyatu dengan bintang misterius melainkan membentyuk bangun-bangun yang kemudian menjadi planet beserta satelitnya.
Teori ini dikemukakan oleh James H. Jeans dan Harold Jeffreys.
Teori Planetisimal
Menurut chamberlin dan Moulton bahwa matahari telah terbentuk sejak dahulu, ketika matahari dan bintang berpapasan maka terjadi gaya grafitasi atau saling tarisk menarik antara matahari dan bintang. Massa matahari sebagian tertarik ke arah bintang dan ketika bintang bergerak menjauh maka sebagian massa matahari akan berhamburan dan membentuk planet-planet.
Teori Bintang Kembar
Teori ini disampaikan oleh Fred Hoyle.
Mula-mula matahari merupakan sepasang bintang kembar yang posisinya sangat dekat. Pada saat tertentu salah satu dari bintang tersebut meledak dan pecah betantakan. Pecahan tersebut tertarik oleh gravitasi bintang yang tidak meledak. Sehingga menimbulkan sebuah irama perputaran yang harmonis dan tidak pernah ada yang bertabrakan. Bintang yang idak meledak adalah Matahari dan material sisa-sisa ledakan yang terpengaruh oleh gravitasi matahari menjadi planet-planet beserta satelitnya.
Teori ini menyebutkan bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Salah satu gumpalan awan mengalami pemampatan sehingga partikel-partikel debu yang berada disekitarnya tertarik ke pusat awan dan membentuk gumpalan bola dan berpilin sehingga memipih dan membentuk seperti cakram dan menjadi matahari. Sedangkan bagain luar dari cakram tersebut terus berputar dan menjadi planet dan satelit.
Teori Pembentukan dan Perkembangan Bentuk Muka Bumi
Bentuk muka bumi selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Terjadinya bumi seperti yang ada saat ini telah melalui perkembangan yang panjang.
Apa saja teori yang mengemukakan tentang pembentukan dan perkembangan bentuk muka bumi?
Teori Kontraksi
Descartes (1596–1650). didukung oleh James Dwight Dana (1847) dan Jean-Baptiste Élie de Beaumont (1852).
Teori ini menyatakan bahwa kerak bumi mengalami pengerutan karena terjadinya pendinginan di bagian dalam bumi akibat konduksi panas. Pengerutan menyebabkan permukaan bumi tidak rata.
Teori ini menyatakan bahwa pada mulanya terdapat dua benua di kedua kutub bumi yaitu benua Laurasia (Asia dan Eropa) dan Gondwana (Amerika Selatan, Afrika, dan Australia). Kedua benua tersebut kemudian bergerak secara perlahan menuju ekuator dan mengalami perpecahan seperti yang terbentuk saat ini.
Teori Apungan Benua
(Continental Drift Theory)
Dikemukakan oleh Alfred Lothar Wegener pada tahun 1912 lewat bukunya yang berjudul Dje Ensfehung der Konfjnenfe und Ozeane atau The Origin of the Continent’s and Ocean’s (Asal Usul Benua dan Lautan).
Pembentukan muka bumi disebabkan adanya pergeseran benua. Menurut Wagner, di permukaan bumi pada awalnya hanya terdiri satu benua (Pangea) dan datu samudera (Panthalasa). Benua tersebut kemudian bergeser secara perlahan ke arah ekuator dan barat hingga mencapai posisi seperti saat ini.

Gerakan benua disebabkan oleh adanya rotasi bumi yang menghasilkan gaya sentrifugal sehingga gerakan cenderung kearah ekuator, sedangkan adanya gaya tarik menarik antara bumi dan bulan menghasilkan gerak ke arah barat.
Teori Konveksi
Dikemukakan oleh Arthur Holmes dan didukung oleh Harry H. Hess (1962) dalam bukunya History of the Ocean Basin.
Teori ini menjelaskan bahwa terjadi aliran konveksi ke arah vertikal di dalam lapisan astenosfer yang agak kental. Aliran tersebut berpengaruh sampai ke kerak bumi yang ada diatasnya. Aliran konveksi yang merambat ke dalam kerak bumi menyebabkan batuan kerak bumi menjadi lunak, sehingga gerak aliran dari dalam mengakibatkan permukaan bumi tidak rata.
Teori Pergeseran Dasar Laut
Robert Diesz mengembangkan teori konveksi dengan melakukan penelitian topografi dasar laut.
Dalam penelitiannya, Diesz menemukan bukti-bukti baru tentang pergeseran dasar laut dari arah pegunungan dasar laut menuju kedua sisinya. Teori ini didukung dengan penyelidikan umur sedimen dasar laut di mana semakin jauh dari punggung laut umurnya semakin tua. Hal tersebut menunjukkan bahwa terjadi pergeseran dari punggung dasar laut.
Teori Lempeng Tektonik
Dikemukakan oleh Mc Kenzie dan Robert Parker, teori lempeng tektonik ini merupakan teori penyempurnaan dari teori-teori yang terdahulu. Pergeseran benua, pergeseran dasar laut dan teori konveksi sebagai satu kesatuan konsep.
Teori ini merupakan teori yang rasional sehingga sangat berharga bagi para ahli geologi. Pada saat ini, terdapat enam lempeng utama, yaitu lempeng Eurasia, Lempeng Amerika, Lempeng Afrika, Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Antartika.
Video
Teori Pembentukan Tata Surya
Video
Teori Pembentukan dan Pembentukan Bentuk Muka Bumi
TERIMAKASIH
Oktavianus Randrastya S. (13405241053)
Andika Surya Ardi (13405241063)
Okta Via Anggraini (13405241068)
Gregorius Nopria Ariandika (13405244001)
Pandu Dewantoro (13405244025)
Disusun oleh:
Full transcript