Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Studi Kasus Kepemimpinan

No description
by

Yoan Hardy

on 23 March 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Studi Kasus Kepemimpinan

Kepemimpinan
Studi Kasus
Komang Nehru Utamayasa (1215251058)
Sella Bitha (1215251059)
Nia Anjani (1215251062)
Biografi Singkat Sri Mulyani Indrawati
Sri Mulyani Indrawati atau biasa disingkat SMI lahir di Bandar Lampung, Lampung, 26 Agustus 1962.
Sebelum menjabat Menteri Keuangan, dia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani sebelumnya dikenal sebagai seorang pengamat ekonomi di Indonesia.
Ia menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998.
Pada 5 Desember 2005, ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengumumkan perombakan kabinet, Sri Mulyani ditunjuk menjadi Menteri Keuangan menggantikan Jusuf Anwar.
Sejak tahun 2008, ia menjabat Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, setelah Menko Perekonomian Dr. Boediono dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia.
Pada tahun 2010, Sri Mulyani menjadi tokoh yang hangat diperbincangan berkaitan dengan kasus Bank Century. Di tengah penyelidikan terhadap Sri Mulyani tiba-tiba saja Bank Dunia menunjuknya sebagai Direktur Pelaksana di Bank Dunia. Sri Mulyani menjadi satu-satunya perempuan pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia yang membawahi 70 lebih negara.
Kepemimpinan Sri Mulyani
Reformasi Birokrasi
Reformasi birokrasi adalah salah satu hal penting yang dijalankan oleh Sri Mulyani selama masa jabatannya di kementerian keuangan.
Saat pelantikan menteri keuangan pengganti SMI, Presiden SBY menyatakan salah satu tugas menteri keuangan yang baru adalah meneruskan reformasi perpajakan dan bea cukai yang telah dimulai oleh SMI.
Agus Martowarjono, Menteri Keuangan penggantinya menyatakan bahwa “SMI telah membangun landasan sistem yang kuat di Kementerian Keuangan dan lingkungannya, dan akan meneruskan apa yang telah dilakukan oleh SMI”.
SMI berhasil mencatat beberapa prestasi penting di bidang pembangunan ekonomi dan
good governance
. Salah satunya ialah keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi di Departemen Keuangan melalui terbentuknya transparansi dan akuntabilitas di internal departemen, upaya itu sekaligus dapat menjadi landasan untuk membuat kebijakan fiskal yang lebih baik di masa depan.
SMI juga berhasil meningkatkan penerimaan negara dari pajak selama kepemimpinannya. Keberhasilan Direktorat Jenderal Pajak menambah jumlah pemegang nomor pokok wajib pajak (NPWP) dan kebijakan
sunset policy
diyakini juga tidak terlepas dari perannya.
Mulai diberikannya insentif fiskal bagi beberapa sektor dan komoditas yang berpotensi ekspor ataupun menyerap tenaga kerja, adalah hasil penting lain yang dihasilkan dalam rangka menjadikan pajak sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.
SMI juga berkomitmen dalam upaya pembangunan keuangan daerah melalui desentralisasi fiskal dan juga bisa bersikap tegas ketika ada daerah yang terlambat membelanjakan anggaran.
Pada 2007, Depkeu mulai menerapkan sanksi pada daerah-daerah yang kurang disiplin dalam mengelola APBD, seperti keterlambatan penetapan APBD ataupun kegagalan dalam mengelola DAK.
Kepemimpinan Sri Mulyani tak hanya diakui di tingkat kementerian keuangan yang dipimpinnya dan di tingkat nasional. Sosoknya juga cemerlang di kancah internasional.
Pengaruhnya sangat besar dalam sejumlah forum ekonomi baik dengan negara-negara maju maupun sesama negara berkembang, misalnya, dalam forum G-20. Ada beberapa forum dalam lingkup G-20 yang merupakan hasil inisiatif Indonesia dan didorong oleh prakarsa Sri Mulyani, seperti forum Bali Dialogue of Climate Change.
Para pegawai yang bekerja bersama SMI menyatakan bahwa dia adalah orang yang tegas dan disiplin, rasional tapi juga tulus. SMI dengan tegas, berani mereformasi seluruh struktur keoorganisasian yang menjadi inti unit kerja di kementerian keuangan dan membuat banyak terobosan dalam kebijakan serta berani mengambil risiko yang tinggi, misalnya keputusan menyelamatkan Bank Century.
Sri Mulyani dinilai mampu menggawangi perekonomian Indonesia yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia hingga mampu melampaui krisis.
Menurut Bisnis.com, 5 Mei 2010, kalangan ekonom menilai pengunduran diri SMI sebagai Menteri Keuangan menyusul posisi barunya sebagai pejabat tinggi di Bank Dunia merupakan solusi terbaik di tengah tekanan poltik mengenai kasus Bank Century, kerja keras SMI didukung oleh para pegawainya seperti yang mereka nyatakan dalam website Dirjen Perbendaharaan (21 Mei 2010), ingin tetap melanjutkan reformasi keuangan yang telah dimulai SMI.
Dalam kebijakan fiskal di masa kepemimpinannya, di Direktorat Jenderal Pajak telah melakukan reformasi jilid II dengan memperbaiki sistem data base, dengan melakukan intesifikasi dan ekstensifikasi dengan menggunakan
based marking profiling
, dan sisi
governence
tata kelola untuk mengurangi penyelewengan maupun tindakan-tindakan yang tidak baik dari fiskus maupun wajib pajak.
Di bidang perbendaharaan, sudah banyak reformasi yang dilakukan di Direktorat Jenderal Perbendaharaan, sehingga akan ada percepatan
treasury function
, pelayanan yang baik mulai dari penggunaan anggaran, pengelolaannya dan juga reportingnya.
Kesimpulan
Prof. Dr. Mohammad Mahfud M.D., S.H., S.U. (lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957; umur 55 tahun) adalah Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2011 dan Hakim Konstitusi periode 2008-2013.
Mahfud MD memulai karier sebagai dosen di almamaternya, Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, pada tahun 1984 dengan status sebagai Pegawai Negeri Sipil.
Pada 1986-1988, Mahfud dipercaya memangku jabatan Sekretaris Jurusan Hukum Tata Negara FH UII, dan berlanjut dilantik menjadi Pembantu Dekan II Fakultas Hukum UII dari 1988 hingga 1990.
Pada tahun 1993, gelar Doktor telah diraihnya dari Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.
Sri Mulyani adalah seorang pemimpin transformasional dan sekaligus pemimpin transaksional yang berkarakter, dia memegang teguh etika kerjanya dan memiliki integritas yang kuat sehingga terkenal sebagai pemimpin yang bersih dari faktor KKN (kolusi, korupsi dan nepotisme).
Dia berani mengambil resiko, melawan arus birokrasi yang ada yang sudah berjalan bertahun-tahun dan mengakar dengan kuat dengan cara melakukan pembaharuan dan reformasi proses birokrasi di departemen keuangan dan departemen terkait lainnya, seperti bea cukai, perpajakan, yang terkenal kuat dengan citra KKN.
SMI juga menerapkan sistem
reward
dan
punishment
untuk memacu proses reformasi birokrasi (misal; menaikkan pendapatan pegawai departemen keuangan tetapi menekankan transparansi dan akuntabilitas pegawai; mendorong setiap daerah agar menerapkan desentralisasi fiskal tetapi juga bersikap tegas ketika ada daerah yang terlambat membelanjakan anggaran).
SMI juga telah membuktikan bahwa dia mempunyai kualitas-kualitas dan ciri-ciri sebagai pemimpin yang efektif; seperti berintegritas, beretika, mempunyai visi dan misi yang jelas, berani membuat tindakan/keputusan, berani menempuh resiko, memberikan
reward
dan
punishment
, membawa dan melakukan perubahan, memenuhi target yang diharapkan, dan bertanggung-jawab dan akuntabel atas keputusannya, serta masih banyak lagi kualitas lainnya.
Dari segi kompetensi inti atau skill, SMI memiliki intelektualitas dan pengalaman dibidang perekonomian dan dunia internasional yang sangat baik bahkan diakui oleh pihak internasional serta memiliki kemampuan konseptual yang baik.
Karier Mahfud kian cemerlang, tidak saja dalam lingkup akademik tetapi masuk ke jajaran birokrasi eksekutif di level pusat ketika di tahun 1999-2000 didaulat menjadi Pelaksana Tugas Staf Ahli Menteri Negara Urusan HAM (Eselon I B).
Berikutnya pada tahun 2000 diangkat pada jabatan Eselon I A sebagai Deputi Menteri Negara Urusan HAM, yang membidangi produk legislasi urusan HAM.
Kariernya terus menanjak pada 2000-2001 saat mantan aktivis HMI ini dikukuhkan sebagai Menteri Pertahanan pada Kabinet Persatuan Nasional di era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.
Mahfud MD terpilih menggantikan hakim Konstitusi Achmad Roestandi yang memasuki masa purna tugas. Selanjutnya, pada pemilihan Ketua Mahkamah Konstitusi, yang berlangsung terbuka di ruang sidang pleno Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa 19 Agustus 2008, Mahfud MD terpilih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2011 menggantikan ketua sebelumnya, Jimly Asshiddiqie.
Mahfud MD belajar menjadi seorang pemimpin yang tampil beda dengan arus umum pemimpin-pemimpin masa kini.

Beliau di kenal tegas dan berani dengan gayanya yang elegan. Dalam Sidang Mahkamah Konstitusi selalu di bawanya dengan santai tanpa menghilangkan subtansi.

Gaya bicaranya pun suka ceplas-ceplos tetapi tertata. Ia pun jarang berkomentar tehadap suatu hal yang tidak di ketahui dan bukan menjadi wilayah yang di kuasainya. Apalagi Mahfud MD termasuk sosok yang berani nekat dan selalu tampil tanpa beban dan tidak takut di berhentikan.
Kasus dugaan suap yang dialami lembaga yang dipimpinnya adalah salah satu contoh keberanian seorang Pemimpin seperti Mahfud MD. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD melapor ke KPK terkait temuan dugaan suap dari tim investigasi internal MK yang diketuai Refly Harun.
Mahfud MD sebagai Ketua MK memang telah menunjukkan karakter pribadi yang tegas, lugas, dan terbuka kepada publik.
Gaya kepemimpinan Mahfud MD memang kini terbilang langka, terutama dalam hal sikap antisipatif, reaksi cepat yang ditunjukkan ketika mencuat kasus yang dapat merusak citra lembaganya. Apalagi hal ini menyangkut citra lembaga hukum yang kini banyak disorot masyarakat luas.
Mahfud MD dengan penuh percaya diri justru mengambil inisiatif untuk membongkar, menemukan atau membuktikan kebenaran adanya suap di MK. Tindakan Mahfud MD itu sudah jelas mengangkat figurnya sebagai tokoh yang tidak sekadar bicara, namun bersikap cepat, tegas dan lugas menghadapi tudingan terhadap MK.
Mahfud MD adalah salah satu pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang baik. Mahfud MD memiliki integritas dan kualitas yang mampu membawanya hingga ke Ketua Mahkamah Konstitusi. Dengan kemampuan dan ilmu yang dimilikinya, Mahfud MD mampu menjadi pemimpin yang berkualitas dan juga disegani oleh para bawahannya.
Thank you for your kind attention!
Any question?
Full transcript