Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Psychology Functionalism

Sebagai salah satu tugas dalam Psikologi Umum.
by

Sigit Nopriyanto

on 27 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Psychology Functionalism

Tokoh-tokoh
Edward Lee Thorndike
Robert Sessions Woodworth
Arnold Lucius Gesell
Psikologi Fungsionalisme
Ciri – ciri Fungsionalisme
Menekankan pada fungsi mental dibandingkan dengan elemen-elemen metal.

Fungsi-fungsi psikologis adalah adaptasi terhadap lingkungan sebagaimana adaptasi biologis Darwin. Kemampuan individu untuk berubah sesuai tuntutan dalam hubungannya dengan lingkungan adalah sesuatu yang terpenting.
Metode Fungsionalisme
1. Metode Observasi Tingkah Laku

2. Metode Instropeksi
Tokoh-tokoh Fungsionalisme
William James (1842-1910)
Lahir pada tanggal 1 November 1842 di New York City. Masuk Unibersitas Harvard pada tahun 1861. James menjadi pelopor psikologi Amerika Serikat pertama karena studynya mengenai aliran Fungsionalisme.

Yaitu bebas mengeluarkan dan mengembangkan ide atau kritik yang orisinil. Salah satu ciri jalan pikirannya adalah berusaha sedekat mungkin dengan kenyataan.
Sumbangsih bagi Dunia Psikologi
1. Mengembangkan ruang lingkup psikologi dari segi kelompok subyek (anak, binatang) maupun bidang kajian (psikologi abnormal, psychological testing, psikologi terapan).

Hal ini dimungkinkan karena aliran fungsionalisme lebih terbuka kepada perbedaan individual dan bidang aplikasi daripada strukturalisme. Salah satu pelopor psychological testing adalah James McKeen Cattell, mantan murid Wundt.

Selanjutnya bidang psychological testing ini menjadi salah satu bidang kajian penting dan paling populer dalam psikologi.
Kritik terhadap Fungsionalisme
• Kritik utama dari aliran strukturalisme adalah lebih pentingnya isi/elemen mental daripada prosesnya. Pada masa dimana terjadi persaingan ketat antara fungsionalisme dan strukturalisme, kritik ini cukup mendapat perhatian penting.

• Kurang adanya fokus yang jelas dan terarah dalam aliran fungsionalisme. Para tokoh tidak pernah terlalu jelas dan elaboratif dalam mengungkapkan konsep-konsepnya dalam karya mereka. Akibatnya aliran ini dianggap tidak terlalu utuh dan terintegrasi dan berdampak pada posisinya yang kurang kuat sebagai sebuah sistem.
Fungsionalisme
adalah orientasi dalam psikologi yang menekankan pada
proses mental
dan mempelajari
fungsi-fungsi kesadaran
dalam menjembatani antara kebutuhan
manusia dan lingkungannya
.
Fungsionalisme
menekankan pada totalitas dalam hubungan pikiran dan perilaku. Dengan demikian, hubungan antar manusia dengan lingkungannya merupakan bentuk manifestasi dari pikiran dan perilaku.
Fungsionalisme
juga memandang bahwa psikologi tak cukup hanya mempersoalkan apa dan mengapa terjadi sesuatu (strukturalisme) tetapi juga mengapa dan untuk apa (fungsi) suatu tingkah laku tersebut terjadi.
Sangat memandang penting aspek terapan atau fungsi dari psikologi itu sendiri bagi berbagai bidang dan kelompok manusia.

Aktivitas mental tidak dapat dipisahkan dari aktivitas fisik, maka stimulus dan respons adalah suatu kesatuan.

Psikologi sangat berkaitan dengan biologi dan merupakan cabang yang berkembang dari biologi. Maka pemahaman tentang anatomi dan fungsi fisiologis akan sangat membantu pemahaman tentang fungsi mental.
Menerima berbagai metode dalam mempelajari aktivitas mental manusia, meskipun sebagian besar riset dilakukan di Univ. Chicago (pusat perkembangn fungsionalisme) menggunakn metode eksperimen, pada dasarnya aliran fungsionalisme tidak berpegang pada satu metode inti. Metode yang digunnakan sangat tergantung dari permasalahan yang dihadapi
a.Metode Fisiologis
Menguraikan tingkah laku dari sudut pandang anatomi dan ilmu faal. Jadi, mempelajari perilaku yang dikaitkan dengan organ-organ tubuh dan sistem sarafnya.
b. Metode Variasi Kondisi
Tidak semua tingkah laku manusia dapat dijelaskan dengan anatomi dan fisiologi, karena manusia mempunyai sudut psikologis. Metode variasi kondisi inilah yang merupakan metode eksperimen dari aliran fungsionalisme.
Metode Instrospeksi
Stimulus berasal dari lingkungan secara alamiah, bisa pada banyak bagian sekaligus sehingga jiwa menunjukkan fungsinya. Metode ini terlalu bersifat subjektif sehingga sulit di sistematikan dan sulit dikuantitatifkan.
John Dewey (1859-1952)
Latar belakangnya adalah seorang guru dan mendapat gelar PH.D dalam bidang filsafat. Ia kemudian mengajar di University of Chicago dan ikut dalam perkembangan fungsionalisme di Chicago. Tahun 1904 pindah ke Columbia University dan tinggal di sana hingga akhir hayatnya.
Pandangan utamanya bahwa sebuah aksi psikologis adlaah suatu kesatuan yang utuh, tidak dapat dipecah ke dalam bagian-bagian atau elemen (seperti yang dilakukan oleh strukturalisme).

“Pengalaman tidak dapat dipecah-pecah menjadi bagian yang lebih kecil dan memiliki fitur yang unik.” Aliran lain yang berusaha memecah pengalaman menjadi bagian yang lebih kecil tidak empiris.

Refleks bukanlah gabungan dari bagian yang
terpisah-pisah, tetapi tindakan yang
mengikuti sekuensi tertentu dan berkesinambungan.
Teori Emosi William James :
a. Menjelaskan tentang hubungan antara perubahan fisiologis dengan emosi.
b. Emosi identik dengan perubahan-perubahan peredaran darah.
c. Emosi adalah hasil dari persepsi seseorang tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh terhadap rangsang dari luar.
d. Membantah pernyataan bahwa emosilah yang menyebabkan perubahan pada tubuh.
a. Fungsionalisme
adalah psikologi tentang “mental operation” (aktivitas bekerjanya jiwa) sebagai lawan dari psikologi tentang elemen-elemen mental
J R Angell (1869-1949)
b. Fungsionalisme
Adalah psikologi tentang kegunaan dasar-dasar kesadaran. Ini juga disebut sebagai teori emergensi dari kesadaran
c. Fungsionalisme
Adalah psiko-phisik, yaiitu psikologi tentang keseluruhan organisme yang terdiri dari badan dan jiwa.
Dapat dikatakan bahwa semua cabang-cabang psikologi modern merupakan perkembangan dari fungsionalisme.

Dalam percobaanya Cattel menemukan “kapasitas individual” kemudian ia menciptakan alat-alat untuk mengukur kapasitas, kemampuan individual yang sekaran kita kenal sebagai psikotes / mental test.
Fungsionalisme tidak perlu deskriptif dalam mempelajari tingkah laku, karena yang penting adalah fungsi tingkah laku. Sehingga yang harus dipelajari adalah hubungan (korelasi) antara satu tingkah laku dengan tingkah laku lainnya.
Fungsionalisme tidak perlu menganut paham dualisme karena manusia dianggap sebagai keseluruhan yang merupakan suatu kesatuan.
James Mckeen Cattell
(1860-1944)
Lahir pada tanggal 25 mei 1860 di Pennsylvania. Cattell termasuk tokoh dari aliran Fungsionalisme Columbia.

"Kebebasan dalam mempelajari tingkah laku"
Lahir di Williamburg pada tanggal 31 Agustus 1874.

Edward Lee pernah bekerja di “Teachers College of Columbia” dibawah kepemimpinan James Mc. Keen Cattel. Thorndike lebih menekankan penelitiannya pada cara dan dasar belajar. Dasar pembelajaran yaitu asosiasi dan cara coba-salah (trial and error).
a.
The Law of Effect
yaitu hukum yang menyatakan intensitas hubungan antara stimulus-respons akan meningkat jika mengalami keadaan yang menyenangkan, sebaliknya akan melemah jika keadaan tak menyenangkan.

b.
The Law of Exercise atau The Law of use and disuse
adalah hukum bahwa stimulus-respons dapat timbul atau didorong dengan latihan berulang ulang. Jika tak dilatih hubungan tersebut akan melemah dan kemudian menghilang.
Dilahirkan pada tanggal 17 Oktober 1869 di Balchertown, Massachusetts.

Woodworth merupakan salah satu tokoh fungsionalisme ini merasa harus mempelajari pula dinamika hubungan S-R. bagaimana terjadinya hubungan itu, bagaimana perkembangan hubungan itu dalam situasi yang berubah-ubah, itu semua harus dipelajari kalau kita hendak mengenali tingkah laku manusia dengan baik.
Lewis Madison Terman
(1877-1956)
Terman adalah seorang yang sangat produktif dalam publikasi, ia terkenal sebagai orang yang banyak melakukan penelitian dalam bidang pengukuran dan perkembangan intelegensi.

Satu hal yang menjadi sifat teman adalah penelitian-penelitian adalah bahwa ia memebatasi diri pada uraian-uraian deskriptif saja dan menghindar sejauh mungkin pertanyaan-pertanyaan yan besifat teoritis( theoretical statements).
Henry Alexander Murray (1893-1988)
Peranan muray dalam psikolog adalah dalam bidang diagonase kepribadian. ia mengembangkan berbagai teknik eveluasi kepribadian, terutama teknik proyeksi. salah satu tes yang di buatnya adalah thematic apperception test.
Jean Piaget (1896-1980)
Dalam teori tentang inteligensi, Piaget membedakan antara teori umum tentang inteligensi yang berlaku pada setiap tingkat perkembangan dan teori yang khusus berhubungan dengan tingkat perkembangan tertentu.
Dalam teori psikometrinya Louis terkenal dengan cara pendekatan analisa faktor. Ia sampai pada kesimpulan, bahwa dalam inteligensi tidak ada faktor umum( General factor) melainkan hanya ada factor-factor khusus ( specific factors).
Louis Leon Thurstone 1887-1955)
Bukunya Dynamic Psychology (1918) Menyebabkan bahwa Woodworth patut di golongkan dalam pengikut aliran psikodinamik. Sebagai penganut psikodinamik, Woodworth berpendirian bahwa metode instropeksi tidak mesti harus dibuang demikian saja dalam penelitian psikologi. Bahkan untuk mempelajari motivasi, yaitu suatu hal yang mendasari tingkah laku, seorang peneliti harus menggunakan metode instropeksi ini.
Gesell lahir di Alma, Winconsin pada tanggal 21 Juni 1880.
Seorang psikolog dan dokter anak yang membantu mengembangkan bidang perkembangan anak.

Metode yang digunakan Gesell dalam penelitiannya adalah metode observasi yang sederhana dengan dibantu alat-alat seperti kamera film dan cermin satu arah (one-way mirror).

Teory murray tentang kepribadian sangat kompleks. Ia menekankan kepribadian adalah sistem yang rumit. Dari penelitian-penelitiannya dengan menggunakan tes proyeksi, ia mengemukakan adanya 28 kebutuhann (need) dasar yang terdapat pada setiap orang.

Kebutuhan-kebutuhan dasar ini berhubungan erat dengan tekanan-tekanan (presess) yang datang dari obyek dan peistiwa yang terjadi di lingkngan, sehingga menghasilkan suatu tingkah laku tertentu.
Dalam teorinya yang umum Piaget menerangkan asal mula inteligensi dari tingkah laku-tingkah laku yang rendah tingkatannya. Ia percaya bahwa semua tingkah laku baik yang eksternal maupun internal bertujuan beradaptasi.
Ia mengemukakan bahwa ada 7 factor S yang disebutnya primary mental abilities yaitu:
- pengertian verbal
- kemampuan angka-angka
- penglihatan keruangan
- kemampuan pengindraan
- ingatan
- penalaran
- kelancaran kata-kata

Aspek lain yg juga menjadi perhatian louis adalah sikap (attitude), ia berpendapat bahwa sikap dapat di ukur dan karena itu ia menyusun sebuah teknik untuk mengukur sikapyang di sebut skala sikap (attitude scale)
Dalam teori tentang tingkatan-tingkatan perkembangan inteligensi, Piaget membedakan 4 tingkat perkemabangan dari stuktur kognitif :

a. inteligensi sensorimotorik
b. representasi pra oprasional
c. operasi kongkret
c. operasi formal
Adalah salah satu tokoh dari aliran Fungsionalisme Kelompok Chicago.
sir Godfrey Hilton Thomson (1881-1955)
Thomsom mengembangkan "moray house test" yaitu suatu tes verbal untuk menyeleksi anak-anak yang terlau pandai (gifted children).

Penyelidikan-penyelidikan thomsom terutama tentang anak-anak yang sangat pandai. Ia juga ahli dalam cara pedekatan analisa factor.
Thomsom mengemukakan teorinya sendiri yang di sebut "sampling theory" dan mengatakan bahwa prestasi-prestasi kesadaran di tentukan oleh sejumlah besar factor yg independen, tetapi hanya sejumlah kecil (sample) dari faktor-faktor itu yang benar-benar operasional dalam saat-saat tertentu atau dalam situasi tertentu.
2. Memperkenalkan pentingnya perilaku nyata sebagai representasi dari aktivitas mental. Pandangan ini mempersiapkan jalan bagi berkembangnya aliran baru, behaviorisme yang berpegang pada perilaku nyata sebagai satu-satunya obyek psikologi
3. Memperkenalkan konsep penyesuaian diri sebagai obyek psikologi. Konsep adaptasi dan adjustmen ini menjadi konsep yang sangat penting dan sentral bagi beberapa bidang studi psikologi selanjutnya, seperti kesehatan mental dan psikologi abnormal.
• Bersifat teleological, sesuatu ditentukan oleh tujuannya. Hal ini menggambarkan orientasi pragmatisme yang seringkali dikritik sebagai lebih berorientasi pada hasil dan tidak memperhatikan proses.

• Terlalu eklektik, mencampurkan berbagai ide dan konsep dari beragam sumber sehingga terkesan kompromistis dan kehilangan bentuk asli. Pada dasarnya, fungsionalisme memang tidak ingin muncul sebagai sebuah aliran yang strict dan lebih memilih untuk dapat lebih fleksibel dalam mencapai tujuan-tujuannya.
Kelompok 2

- Sigit Nopriyanto
- Deska Ervina
- Fridiana Yanti
- Daryanti
- Mirna Widiasih
- M. Reza Firmansyah
Sekian & Terima kasih

Observasi-observasi tersebut gesell mencoba menerangkan perkembangan tingkah laku anak, tetapi tidak cukup meyakinkan karena teorinya lemah.

Proses perkembangan tingkah laku anak hanya di pandangnya sebagai suatu yang mekanistis, mengikuti siklis alam dan ditentukan oleh faktor bawaan.
Conclusion
Aliran fungsionalisme merupakan jenis level pola pikir jangka panjang. Aliran ini dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang. Apabila ada seseorang yang ingin melangkah ke suatu tempat, jalan berpikir secara fungsionalisme menuntut untuk mengikutsertakan faktaor-faktor yang tidak secara langsung terlibat. Barulah dapat ditelusuri simpulan atas hasil pemikirannya tersebut.
Aliran fungsionalisme ini memiliki kekurangan dalam hal profesionalitas. Sebagai analogi, apabila sebuah piring digunakan tidak hanya sebagai tempat nasi, tetapi juga sebagai wakul atau yang lainnya akan berdampak pada hakikat dari piring tersebut. Bahwa secara struktur memang benar bahwa piring adalah tempat nasi, dan sendok adalah alat untuk mengambil nasi.

Tetapi bila piring digunakan untuk mengambil nasi, maka kedudukan piring menjadi tidak jelas. Analogi sederhana tersebut sekiranya dapat menjelaskan garis besar teori fungsionalisme.
Saran..
Kita sebagai mahasiswa yang hidup di tengah-tengah masyarakat hendaknya memahami akan kebudayaan sekitar. Dalam memahami kebudayaan yang semakin kompleks, maka diperlukan berbagai teori atau paham agar kita dapat mengkajinya.
Oleh karena itu, kita sebagai generasi terpelajar hendaknya berusaha menambah ilmu sebanyak mungkin agar bermanfaat bagi kehidupan. Semakin banyak ilmu yang kita kuasai maka semakin berarti kita dalam kehidupan ini.
Full transcript