Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

"SISTEM KOORDINASI"

No description
by

Suparto Smile

on 3 June 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of "SISTEM KOORDINASI"

TERIMA KASIH Struktur Neuron 1. Dendrit adalah serabut-serabut yang merupakan tonjolan sitoplasma dan berfungsi untuk menjalarkan impuls saraf menuju ke badan sel saraf. Dendrit merupakan percabangan dari badan sel saraf yang biasanya berjumlah lebih dari satu pada setiap neuron. Macam-macam Neuron Berdasarkan Fungsinya: SKEMA SUSUNAN SISTEM SARAF MANUSIA 12 pasang saraf otak(Saraf Kranial): Sumsum tulang belakang berfungsi menghantarkan impuls menuju otak dan berperan dalam proses gerak refleks. Sumsum tulang belakang pada laki-laki umumnya mempunyai panjang sekitar 45 cm, sedangkan pada wanita adalah 43 cm. Sumsum tulang belakang dilindungi oleh bagian-bagian tulang belakang, yaitu tulang serviks, toraks, lumbar, dan sakral. Setiap bagian tulang tersebut mempunyai dua fungsi jenis saraf dalam tubuh yang berlainan. Selain berfungsi menghubungkan impuls ke otak, sumsum tulang belakang berperan juga dalam mekanisme pergerakan refleks. "SISTEM KOORDINASI" DISUSUN OLEH KELOMPOK 1: GURU PEMBIMBING : Drs. Abdul Muis Saad Nip. 195901021986031013 STANDAR KOMPETENSI : 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan dan atau penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtmas KOMPETENSI DASAR : 3.6 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/ penyakit yang dapat terjadi pada sistem regulasi manusia (saraf, endokrin, dan pengindraan) INDIKATOR : Menjelaskan struktur dan fungsi sel saraf
Menjelaskan susunan sistem saraf manusia
Mengidentifikasi sistem hormon pada manusia
Menjelaskan struktur dan fungsi alat indra pada manusia
Mengidentifikasi berbagai kelainan/ penyakit yang terjadi pada sistem regulasi
Mengkomunikasikan pengaruh narkoba terhadap sistem saraf PETA KONSEP SISTEM KOORDINASI Sistem Saraf Terdiri Dari Sistem Saraf Pusat Sistem Saraf Tepi Otak Sum-sum Otak Besar (Serebrum)
Otak Tengah
(Mesencephalon)
Otak Depan
(Diensefalon)
Jembatan Varol
(Pons Varoli)
Otak Kecil
(Cerebellum) Sumsum Tulang Belakang
(Medula Spinalis) 12 Pasang Saraf Otak
(Saraf Kranial) 31 Pasang Saraf
Sumsum Tulang
Belakang
(Saraf Spinal) Saraf Somatik Saraf Otonom Saraf Simpatik Saraf Parasimpatik Sistem Hormon Kelenjar Hipofisis
Kelenjar Tiroid
Kelenjar Paratiroid
Kelenjar Timus
Kelenjar Adrenal
Kelenjar Pankreas
Kelenjar Ovarium
Kelenjar Testis Sistem Indra Penglihat (Mata)
Pendengar (Telinga)
Perasa/ Peraba (Kulit)
Pembau (Hidung)
Pengecap (Lidah) Sistem Saraf Sel saraf atau Neuron adalah unit terkecil penyusun sistem saraf. Sistem saraf berfungsi untuk mengatur penerimaan, penghantaran dan pemberian tanggapan terhadap rangsangan (stimulus). Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri atas bagian utama yang berupa badan sel saraf, dendrit, dan akson. 3. Nukleus merupakan organel terbesar yang berada di dalam sel, memiliki diameter sekitar 10 mikrometer. Nukleus biasanya terletak di tengah sel dan berbentuk bulat atau oval. Nukleus berfungsi Mengendalikan seluruh kegiatan sel, misalnya metabolisme. 2. Badan sel saraf adalah bagian sel saraf yang paling besar. Di dalamnya terdapat nukleus dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yang berfungsi membangkitkan energi untuk membawa rangsangan. 4. Bukit Kecil Akson (Neurit) adalah serabut pendek dan bercabang-cabang yang merupakan penjuluran dari akson. Bukit kecil akson disebut juga neurit tetapi memiliki perbedaan yaitu Neurit lebih dahulu menerima rangsangan dari badan sel dibanding Akson. 5. Akson adalah sel yang panjang, tipis dan berukuran sekitar satu mikrometer dan lebih panjang dibandingkan dengan Dendrit. Akson berfungsi sebagai Berfungsi untuk membawa rangsangan dari bukit kecil akson(neurit) ke sel saraf lain. (membawa rangsangan meninggalkan badan sel) 6. Sel Schwann adalah sel yang akan menghasilkan lemak dan membentuk selubung myelin yang menempel pada akson. Sel Schwann berfungsi untuk membentuk selubung lemak yang akan menjadi cikal bakal terbentuknya selubung myelin. 7. Terminal Akson adalah percabangan akson yg terakhir dan berfungsi untuk menyampaikan sinyal listrik ke dendrit sel neuron kedua. 8. Nodus Ranvier adalah bagian yang tidak tertutupi(diselubungi) oleh Selubung Myelin. Fungsi Nodus Ranvier adalah untuk mempercepat penghantaran atau jalannya impuls. Karena Selubung myelin bersifat isolator. Sedangkan nodus ranvier bersifat konduktor. Sehingga, impuls elektrik dipaksa untuk meloncat-meloncat(melewati nodus ranvier dan melompati myelin). Loncatan2 tersebut membuat impuls elektrik cepat mencapai tujuan. 9. Selubung Mielin adalah selubung yang membungkus akson atas perluasan dari membran Sel Schwann. Selubung Mielin adalah berfungsi untuk isolator, melindungi Akson dan pemberi makan sel saraf.
Kecepatan Jalannya rangsangan sangat dipengaruhi oleh Selubung Mielin. Saraf yang diselubungi oleh Selubung Mielin memiliki kecepatan 120 m/detik sedangkan Saraf yang tidak diselubungi oleh Selubung Mielin memiliki kecepatan 1m/detik. Sumsum Lanjutan
(Medula Oblongata) Sistem saraf adalah jaringan komunikasi yang disusun oleh sel-sel yang dibedakan menjadi 2 yaitu: Nuron (Sel-sel saraf) dan Neuroglea.
Neuron adalah sel yang mempunyai sifat melanjutkan informasi baik dari organ penrima rangsang ke pusat atau sebaliknya.
Sedangkan Neuroglea merupakan sel yang berfungsi untuk membantu Neuron serta memberikan nutrisi dan bahan hidup Neuron. 3 Peranan Sistem Saraf yaitu: 1. Reseptor, (Reseptor terdapat pada alat-alat indra), reseptor merupakan alat penerima rangsangan atau impuls.

2. Pengahantaran Impuls, dilakukan oleh saraf itu sendiri, yang dimana tersusun atas berkas serabut penghubung (Akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel khusus tersebut disebut Neuron

3. Efektor, adalah bagian yang menanggapi atau memberikan respon yang telah dihantarkan oleh penghantar impuls. Efektor disini berupa otot dan kelenjar. Mekanisme Kerja Neuron : Neuron terdiri dari 3 bagian mekanisme kerja, yaitu Dendrit, Badan Sel, dan Neurit(Akson).

1. Mekanisme kerja Dendrit yaitu meneruskan impuls dari reseptor menuju ke badan sel. Dendrit berhubungan dengan reseptor atau dengan ujung-ujung akson dari neuron lain.

2. Mekanisme kerja Badan Sel adalah meneruskan impuls dari Dendrit menuju ke Neurit atau Akson. 3. Mekanisme kerja Neurit atau Akson adalah menyalurkan impuls dari badan sel ke dendrit milik neuron lainnya. Perlu diketahui bahwa antara akson dengan dendrit dari neuron lain terdapat celah yang disebut dengan SINAPSIS. Sinapsis merupakan titik temu antara ujung akson dari suatu neuron dengan ujung dndrit dari neuron lainnya. 1. Neuron Sensorik (Neuron Aferen), merupakan neuron yang badan selnya bergerombol membentuk ganglia, aksonnya pendek, tetapi dendritnya panjang. Neuron sensorik berhubungan dengan alat indra untuk menerima rangsangan. sel saraf ini berfungsi menghantarkan impuls saraf dari alat indra menuju ke otak atau sum-sum tulang belakang. Sehingga Neuron ini dikenala dengan Neuron Indra 2. Neuron Motorik (Neuron Eferen), merupakan neuron yang memiliki dendrit yang pendek dan akson yang panjang. Dendrit berhubungan dengan akson lain, sedangkan akson berhubungan dengan efektor yang berupa oto atau kelenjar. Neuron motorik berfungsi membawa impuls dari otak atau sum-sum tulang belakang menuju ke otot atau kelenjar tubuh. Oleh karena itu, Neuron ini sering disebut sebagai Neuron penggerak. 3. Neuron Konektor, merupakan neuron multipolar yang memiliki dendrit yang pendek tetapi berjumlah banyak, serta akson ada yang panjang dan ada yang pendek. neuron ini berfungsi meneruskan rangsangan dari neuron sensorik ke neuron motorik. Bedasarkan fungsinya dibedakan menjadi 3 yaitu: A. Neuron Interneuron berfungsi sebagai penghubung antara neuron yang satu dengan neuron yang lainnya. B. Neuron Adjustor berfungsi sebagai penghubung neuron sensorik dengan neuron motorik di otak. C. Neuron Asosiasi berfungsi sebagai penghubung antara neuron sensorik dan motorik di otak. Prinsip penghantaran Impuls dari Neuron yang satu ke Neuron yang lainnya. Penghantaran Impuls melalui sel saraf terjadi karena terdapat perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel. prinsip penghantaran impuls adalah sebagau berikut: jika tidak ada rangsangan, dikatakan bahwa neuron dalam keadaan istirahat. muatan listrik diluar membran neuron adalah positif karena kelebihan kation Na+, sedangkan muatan listrik didalam neuron adalah negatif karena kelebihan ion Ka+ dan anion organik. kedaaan seperti ini disebut juga polarisasi. Apabila ada impuls yang merambat, segera terjadi perbedaan muatan dengan cepat karena mpuls menyebabkan membran menjadi permaebel terhadap Na+ yang kemudian berdifusi kedalam sehingga bangian dalam bermuatan positif.
setelah implus berlalu membran neuron memulihkan keadaannya seperti semula. selama keadaan pemulihan ini, impuls tidak bisa melewati neuron tersebut. waktu ini disebut dengan periode refraktori. Gerak Biasa dan Gerak Refleks Gerak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf.
Gerak pada umumnya terjadi secara sadar yang disebut gerak biasa, namun ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. 1. Gerak biasa adalah gerakan yang terjadi karena disengaja atau disadari. Impuls yang menyebabkan gerakan ini disamapaikan melalui jalan tyang panjang. gerakan yang dihasilkan melalui pengolahan oleh sistem saraf otak.
jalan rangsang gerak biasa adalah sebagai berikut: 2. Gerak refleks sebenarnya merupakan gerak respont dalam usaha mengelak dari suatu rangsang yang dapat mebahayakan atau mencelakakan, gerak refleks berlangsung dengan cepat sehingga tidak disadari oleh yang bersangkutan. Gerak refleks adalah gerakan mendadak yang proses terjadinya melalui jalan terpendek tanpa melalui pusat saraf terlebih dahulu. Jalur perjalanan gerak refleks adalah sebagai berikut: berdasarkan tempat konektornya gerak refleks dapat dibedakan sebagai berikut: A. Refleks otak, yaitu gerak refleks yang melibatkan saraf perantara yang terdapat didalam otak. Contoh: gerakan memejamkan mata karena ada angin yang membawa debu.

B. Refleks sumsum tulang belakan (refleks spinalis) yaitu gerak refleks yang melibatkan saraf perantara yang terdapat disumsum tulang belakang. Contoh: gerakan menarik tangan saat menyentuh benda panas atau sentakan lutut karena kaki menginjak batu yang runcing. Keterangan:
Saraf Sensorik : I, II, VIII
Saraf Motorik : III, IV, VI, XI, XII
Saraf Sensorik Motorik : V, VII, IX, X 31 Pasang Saraf Sumsum Tulang Belakang : 7 Pasang Saraf Cervicalis
12 Pasang Saraf thorakalis
5 pasang saraf lumbaris
5 pasang saraf sacralis
1 pasang saraf koksialis OTAK Cerebellum
(Otak Kecil) Cerebrum (otak besar) Thalamus Hypothalamus Diencefhalon Mensefalon
(Otak Tengah) Pons Varoli
(Jembatan Varol) Medulla Oblongata
(Sumsum Lanjutan) Otak terdiri atas Otak besar, Otak tengah, Otak depan, dan Otak kecil. 1. Otak besar (serebrum), terdiri atas bagian-bagian(lobus) sebagai berikut:
a. Lobus Frontalis, terdiri bagian yang berperan dalam pengendalian gerak otot motorik dan bagian yang berperan dalam pengendalian saraf sensorik.
b. Lobus Temporalis, berperan dalam pendengaran
c. Lobus Oksipitalis, berperan dalam sistem penglihatan
d. Lobus Parietalis, berperan dalam sentuhan pada alat indra di kulit RIKO ALIF UTAMA
9962614203
rikoalif99@gmail.com CICILIA VALENSI PARRANGAN
9970381990
chichivalen@gmail.com PUTRI SHEILA IKA JUNEYANTHI
9972198580 SRY HANDAYANI NURDIANA @rikoalif IRGA PIKAT BUDIANGGA KELOMPOK 1 IMAGINATION
XI.IA.3 SMANSA VELIX 014 2. Otak Tengah (Mensefalon), berperan dalam refleks mata dan kontraksi otot yang terus-menerus. 3. Otak Depan (Diensefalon) terdiri atas 2 lobus berikut:
A. Talamus, berfungsi menerima semua rangsangan yang berasal dari reseptor(kecuali bau) ke area sensorik serebrum.
B. Hipotalamus, berfungsi dalam pengaturan suhu, nutrien dan penumbuh sifat agresif. Hipotalamus merupakan pusat koordinasi sistem saraf otonom SUPARTO
9962612622
suparto23@ymail.com 5. Otak Kecil (cerebelum), terletak dibangian belakang dibawah otak besar. Otak kecil berfungsi mengkoordinasikan kerja otot, tonus otot, keseimbangan dan posisi tubuh Selaput yang membungkus otak manusia adalah selaput meninges yang terdiri atas 3 lapisan yaitu: 1. Durameter (Lapisan Sebelah Luar)
Selaput keras pembungkus otak yang berasal dari jaringan ikat tebal dan kuat. Durameter pada tempat tertentu mengandung rongga yang mengalirkan darah vena dari otak, rongga ini dinamakan sinus longitudinal superior, terletak diantara kedua hemisfer otak. 2. Arakhoid (Lapisan Tengah)
Merupakan selaput halus yang memisahkan durameter dengan piameter, membentuk sebuah kantong atau balon yang berisi cairan otak yang meliputi seluruh susunan saraf sentral. 3. Piameter (Lapisan Sebelah Dalam)
Merupakan selaput tipis yang terdapat pada permukaan jaringan otak. Piameter berhubungan dengan arakhoid melalui struktur-struktur jaringan ikat yang disebut trabekel. Sistem Hormon Alat Indra 9962613925 9962614089 9962613650 Cara kerja sistem saraf otonom dapat dipengaruhi oleh Hipotalamus. bagian posterior dan lateral hipotalamus bila dirangsang akan meningkatkan denyut jantung, tekanan darah, kecepatan respirasi, melebarkan pupil, dan menghambat kerja saluran pencernaan. Namun, bila bagian depan dan sisi medial dirangsang maka efeknya akan mengaktifkan kerja syaraf parasimpatik. Fungsi dari Medula Spinalis (Sumsum Tulang belakang) adalah 1. Menghubungkan sistem saraf tepi ke otak (Impuls saraf dari dan ke otak)
2. Memungkinkan jalan terpendek dari gerak refleks. Sehingga sum-sum tulang belakang juga biasa disebut saraf refleks.
3. Mengadakan komunikasi antara otak dan semua bagian tubuh. Apakah yang dimaksud kelenjar endokrin dan hormon ? Kelenjar Endokrin disebut kelenjar buntu (karena tidak memiliki saluran tersendiri) adalah kelenjar yang mensekresikan suatu zat yang disebut dengan HORMON yang langsung kedalam darah (melalui pembuluh darah dikelenjar dan akan beredar mengikuti aliran darah). Kelenjar tersebut dapat berdiri sendiri maupun berupa sel didalam organ. Contohnya pada organ seks.

Hormon merupakan senyawa kimia organik "Pembawa Pesan" yang mengontrol berbagai aktifitas di dalam organisme. Perbandingan antara Sistem Saraf dengan Sistem Hormon 1. Sistem Saraf : Sinyal yang dibawanya berupa impuls syaraf. Sedangkan Sistem Hormon : Sinyal yang dibawaberupa cairan hormon.

2. Sistem Saraf : Impuls sarafnya berjalan dengan cepat karena dihantarkan melalui serabut saraf. Sedangkan Sistem Hormon : Efek hormonnya berjalan lambat, karena dihantarkan melalui sistem peredaran darah. 3. Sistem Saraf : Organ targetnya biasanya bersifat khusus, misalnya jika kaki terkena paku, impuls khusus dari kaki kembali lagi ke kaki. Sedangkan Sistem Hormon : Organ targetnya ada yang khusus dan ada pula yang umum, misalnya hormon vasopressin berpengaruh pada penyebaran air di ginjal, sedangkan hormon pertumbuhan berpengaruh ke seluruh tubuh. 4. Sistem Saraf : Tanggapan dari organ target berlangsung cepat. Sedangkan Sistem Hormon : Tanggapan organ target ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Macam-macam kelenjar Endokrin pada tubuh Manusia Kelenjar Hipofisis ( Pituitari) disebut sebagai "master of gland" karena dia mampu mempengaruhi kelenjar-kelenjar lainnya untuk mengeluarkan hormon.

Hipofisis terdapat di bagian dasar otak di bawah hipotalamus. Kelenjar ini berbentuk bulat dan berukuran kecil, Besarnya kira-kira sebesar kacang tanah dengan diameter 1,3 cm dan terdiri atas 3 lobi, yaitu: lobus anterior, lobus intermediet, dan lobus posterior. 4. Jembatan Varol (Pons Varol), merupakan serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, serta menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang. Kelenjar Hipofisis terdiri atas 3 Lobus yaitu Lobus Anterior, Lobus Intermedia, lobus Posterior 1. Lobus Anterior (Bagian Depan)
Hormon-Hormon yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
A. Hormon Tirotropin berguna untuk merangsang Kelenjar tiroid untuk memproduksi Tiroksin.
B. Hormon Adrenocotrikotropin (ACTH), Merangsang korteks adrenal untuk memproduksi Hormon Glukokortikoid.
C. Folikel Stimulating Hormon (FSH), Pada wanita, merangsang perkembangan ovarium dan mengurangi sekresi Estrogen. Pada pria, hormon ini berguna untuk menstimulasi testis untuk menghasilkan sperma.
D. Luteinizing Hormon (LH), Pada wanita, bersama dengan estrogen menstimulasi ovulasi dan pembentukan progesteron. Pada pria, menstimulasi sel-sel interstissil pada testis untuk berkembang dan menghasilkan testosteron
E. Prolaktin (Luteotropic Hormon/LTH) atau laktogen, berguna untuk menstimulasi sekresi air susu oleh kelenjar susu.
F. Hormon Somatotrof (STH), berguna merangsang pertumbuhan tubuh terutama tulang. 2. Lobus Intermedia (bagian tengah)
Bagian ini merupakan bagian yang rudimenter pada manusia (mengalami kemunduran) dan fungsinya belum jelas. Sementara itu, pada katak bagian ini menghasilkan Melanosit Stimulating Hormone (MSH) yang berperan mengatur penyuburan pigmen melanin pada sel-sel melanofora kulit sehingga mempengaruhi perubahan warna kulit. 3. Lobus Posterior (Bagian Belakang)
Hormon yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
A. Hormon Oksinosin, berguna membantu kelahiran dengan cara merangsang kontraksi otot polos pada uterus,mempengaruhi pengeluaran air susu, kontraksi uterus pada saat melahirkan, membantu transport sperma, mempengaruhi pengeluaran hipofisis anterior.
B. Hormon Vasopresin/Antidiuretik Hormon (ADH), berguna mengatur kadar air dalam tubuh dan darah melalui penyerapan air oleh tubulus kontortus sehingga mencegah pembentukan urine dalam jumlah banyak. Bola Mata Terdiri Atas 3 Lapisan yaitu: Otot-otot Penggerak
Bola Mata MATA 1. Tunika Fibrosa (Lapisan luar)
2. Tunika Vaskulosa (Uvea)
3. Tunika Nervosa (Retina) 1. Tunika Fibrosa (Lapisan Luar) A. Sklera
Sklera adalah selaput keras yang tersusun atas jaringan ikat kuat dan berwarna putih. B. Kornea
Kornea bersifat bening dan tertutupi oleh jaringan epitel berlapis yang disebut dengan KONJUNGTIVA. Konjungtiva menghasilkan lendir untuk melindungi kornea dari debu dan benda asing lainnya. Maka dari itu, untuk membentuk konjungtiva, tubuh memerlukan Vitamin A. Jika Mata kekurangan Vitamin A maka dapat menyebabkan Katarak.
Kornea merupakan tempat cahaya pertama kali masuk dan membantu memfokuskan bayangan benda pada retina. Kornea tidak mengandung pembuluh darah tetapi hanya mengandung pembuluh syaraf. 2. Tunika Vaskulosa A. Khoroid
Khoroid merupakan Lapisan kedua mata yang didalamnya terdapat iris dan pupil.
Khoroid banyak mengandung pembuluh darah dan berfungsi memberi zat makanan pada sl-sel retina B. Iris
Iris atau yang biasa juga disebut sebagai selaput pelangi dan bertanggung jawab atas warna mata karena mengadung banyak pigmen.
Dalam iris terdapat :
1. Otot Dilator Pupil, yang berfungsi untuk memperlebar pupil
2. Otot sfingter, berfungsi untuk memperkecil diameter pupil C. Pupil
Pupil terletak ditengah-tengah iris dan berfungsi untuk menerima cahaya dari kornea dan berfungsi untuk mengatur besar kecilnya cahaya yang masuk ke mata. 3. Tunika Nervosa A. Lensa
Lensa mata berbentuk Cembung, bersifat transparan, dan terdiri dari lapisan serat protein. Lensa mata dapat berada pada tempatnya karena dikelilingi oleh ligamentum suspensorium (jaringan yang mengikat lensa tetap pada tempatnya).
Ruang atara lensa terbagi atas 2 yaitu:
1. Ruang antara kornea dengan lensa (ruang muka), berisi aqueous Humor yang berfungsi menjaga bola mata serta memberi nutrisi untuk kornea dan lensa.
2. Ruang antara lensa dengan retina (ruang belakang), berisi Vitreous Humor, yang berfungsi untuk mempertahankan tekanan didalam bola mata agar tetap bundar dan tidak kempes. B. Retina
Retina merupakan Lapisan setelah Lensa mata. Didalam Retina terdapat Fovea (Bintik Kuning 99%) (yang terbagi atas Fotoreseptor basilus dan fotoreseptor kemus) dan Bintik Buta yang terletak dibelakang retina. Retina berfungsi menangkap dan meneruskan cahaya dari lensa ke saraf mata Pada reseptor terdapat 2 macam fotoreseptor yaitu: 1. Fotoreseptor Kerucut adalah sel Fotoreseptor yang breaksi terhadap cahaya terang dan warna. Fotoreseptor ini mentransmisiskan gambar terang. Fotoreseptor kerucut atau yang biasa juga disebut sel kerucut ini, mengandung iodopsin kurang lebih 5 juta. 2. Fotoreseptor Batang adalah sel fotoreseptor yang lebih sensitif terhadap cahaya dan lebih banyak daripada sel kerucut (kurang lebih 125 juta dan mengandung rodopsin). Oleh karena itu, fotoreseptor batang membuat kita dapat melihat pada cahaya redup. Fotoreseptor juga lebih mampu mengenali pergerakan. Tetapi, Fotoreseptor batang tidak dapat membedakan warna kecuali warna jingga. Pada setiap mata terdapat 6 otot lurik yang menghubungkan bola mata dengan tulang disekitarnya.
4 diantaranya disebut otot rektus (rektus Inferior, rektus superior, rektus eksternal dan rektus internal).
2 lainnya adalah otot obligus atas (superior) dan otot obligus bawah (inferior)
Otot-otot ini yang berfungsi menggerakkan bola mata, sehingga mata dapat menggerling kekanan, kiri, atas, bawah. Gerakan bola mata berada dibawah kesadaran. Mekanisme Melihat KORNEA Aqueous Humor Pupil Aqueous Humor Lensa Vetreous Humor Retina Fovea (Binti Kuning) Bintik Buta Saraf Optik Otak Besar Lobus Oxypitalis "TELINGA" Bagian Telinga dibedakan menjadi 3 bagian yaitu: 1. Telinga luar
2. Telinga tengah
3. Telinga dalam 1. Telinga Luar Telinga luar terdiri atas
Bagian-bagian berikut: A. Daun Telinga, yaitu bagian telinga terluar berupa gelambir yang berguna untuk mengumpulkan dan menyalurkan gelombang bunyi ke dalam telinga.
B. Liang Telinga, yaitu saluran sepanjang 2,5 cm menuju membran timpani.
C. Rambut, yaitu bulu-bulu halus untuk menahan dan menjerat kotoran yang melewati lubang telinga.
D. Kelenjar Minyak, menghasilkan cairan seperti malam(wax) untuk meminyaki dan menjerat kotoran yang melewati lubang telinga.
E. Membran Timpani(selaput gendang), yaitu berupa selaput tipis tetapi kuat berguna untuk menangkap getaran. 2. Telinga Tengah Telinga tengah terdiri atas bagian-bagian berikut : A. Tulang-tulang pendengar (Osikula), yaitu Tulang Martil (Maleus), Tulang Landasan (Incus), dan Tulang Sanggurdi (Stapes)
B. Tingkap Oval, yaitu membran yang merupakan pembatas antara telinga tengah dan telinga dalam 3. Telinga Dalam A. Tiga Saluran Setengah Lingkaran (Canalis Semicircularis), yaitu tiga saluran berlengkung-lengkungyang berfungsi sebagi alat keseimbangan tubuh.
B. Rumah Siput (Cohclea), yaitu seperti spiral yang berisi cairan endolimfe. Rumah Siput terbagi menjadi 3 saluran, yaitu kanal vestibular, kanal timpani, kanal tengah.
C. Organ Korti, yaitu bangian cochlea yang peka terhadap rangsang bunyi. Mekanisme Pendengaran Liang Telinga Gendang telinga Osikula (Tulang Martil Tulang Landasan Tulang Sanggurdi Tingkat Oval Rumah Siput Koklea Organ Korti Saraf Auditori Otak Besar Lobus Temporalis KULIT Permukaan kulit mengandung saraf-saraf yang memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda-beda. Ujung saraf tersebut yaitu sebagai berikut :

Paccini, merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan berupa tekanan, letaknya di sekitar akar rambut.
Ruffini, merupakan ujung saraf pada kulit yang peka terhadap rangsangan panas.
Meisner, merupakan ujung saraf perasa pada kulit yang peka terhadap sentuhan.
Krause, merupakan ujung saraf perasa pada kulit yang peka terhadap rangsangan dingin.
Lempeng Merkel, merupakan ujung perasa sentuhan dan tekanan ringan, terletak dekat permukaan kulit.
Ujung saraf tanpa selaput, merupakan ujung saraf perasa nyeri. Indra Pengecap Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara.

Indera pengecap pada lidah bekerja sama dengan indera penciuman untuk mengidentifikasi aroma makanan untuk di olah dalam otak sehingga manusia bisa merasakan perbedaan aroma makanan dan minuman yang akan di kosumsi. Indra pembau Fungsi Indra Pembau. Zat yang memiliki sifat gas mencapai reseptor bau melalui udara inspirasi. Zat ini dapat larut dalam lendir pada selaput lendir hidung, kemudian terjadi pengikatan zat dengan protein membran pada dendrit dan timbul impuls yang dijalarkan ke syaraf otak I, traktus olfaktorius, menuju otak untuk:
1) diinterpretasikan di korteks otak pada daerah bau primer
2) dihubungkan dengan pusat lainnya, misalnya dengan pusat muntah bila mencium bau-bauan yang jijik.
3) disimpan di korteks otak sebagai memori (ingatan). Kelainan Pada sistem Koordinasi 1. Amnesia Penyakit amnesia adalah kondisi dimana seseorang mengalami gangguan daya ingat. Amnesia sendiri bisa terjadi karena faktor organik ataupun fungsional. Penyebab penyakit amnesia karena faktor organik terjadi karena otak mengalami kerusakan, trauma atau penyakit dan konsumsi obata-obatan dan bisa juga karena operasi transplantasi sum-sum tulang belakang. Sementara faktor fungsional adalah mekanisme pertahanan ego yakni mereka yang berusaha mempertahankan citra diri sementara tidak sesuai dengan kenyataan. A. Penyebab Amnesia 1. Salah kenangan (confabulation)
2. Masalah neurologis, seperti tremor dan kejang
3. Penuaan
4. Alkoholisme
5. Kerusakan otak, baik karena penyakit atau luka akibat benturan
6. Pertumbuhan otak (yang disebabkan oleh tumor atau infeksi)
7. Infeksi otak, seperti Lymedisease atau sifilis
8. Depresi atau trauma emosional, trauma otak, histeria dan stroke
9. Obat-obatan, seper ti benzodiazepines dan obat-obatan anestetis
10.Terapi elektrokonfulsif (khususnya yang dilakukan dalam jangka panjang)
11. Obat-obatan anestetis
12. Problem nutrisi (kekurangan vitamin B12) B. Gejala Amnesia Gejala utama adalah hilangnya memori. Beberapa penderita hanya mengalami hilangnya sebagian ingat, sementara yang lain terserang dengan penghapusan lengkap dari memori. Ada dua bentuk umum gejala amnesia yaitu:
•Lemahnya kemampuan untuk mempelajari informasi baru (anterograde amnesia).
•Lemahnya kemampuan untuk mengingat kembali kejadian yang lalu dan informasi sebelumnya (retrograde amnesia). C. Pengobatan Amnesia Setelah selesai melakukan pemeriksaan, maka dokter akan menyarankan sebagai berikut:
Pengobatan yang disarankan untuk mengobati gangguan amnesia adalah dengan mengobati penyebab dasarnya. Seperti yang telah dikemukakan di atas, kondisi medis umum yang menyebabkan orang mengalami amnesia yang paling sering adalah cedera kepala. Maka dari itu penanganan yang segera dan tepat harus menjadi prioritas utama.
Selain itu walaupun pada kondisi amnesia, penderitanya sulit mengingat, bantuan kita sebagai keluarganya akan sangat membantu dalam mengenali lingkungan dan orientasinya terhadap waktu, tempat dan orang. Penderita amnesia setiap hari dapat diberitahukan tentang waktu, hari dan tanggal. Penderita juga diorientasikan terhadap tempat dan orang-orang di sekitarnya.
Setelah episode amnesianya terlewati, maka psikoterapi baik dengan teknik kognitif maupun suportif dapat membantu penderita yang telah baik memorinya untuk memahami apa yang telah terjadi dan mampu meneruskan kehidupannya secara baik ke depan. D. Pencegahan Amnesia Berikut beberapa tips agar terhindar dari Amnesia:
1.Ketika berkendara apakah dengan naik sepeda motor maka gunakan helm, sementara jika naik mobil gunakan sabuk pengaman.
2.Tidak mengonsumsi alkohol secara berlebihan apalagi sering.
3.Ketika infeksi terjadi maka lakukan pengobatan sesegera mungkin agar tidak sempat menyebar ke otak.
4.Jika terjadi sakit kepala parah, lumpuh di satu sisi atau mati rasa maka sebaiknya Anda segera mencari perawatan medis. Pencegahan 3. Tersier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan kegiatan alternatif. Pengaruh Narkoba Terhadap Sistem Saraf Pengaruh Narkoba pada seseorang sangat tergantung pada jenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisi pemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik, psikis maupun sosial seseorang. Penggunaan obat-obatan ini memiliki pengaruh terhadap kerja sistem saraf, misalnya hilangnya koordinasi tubuh, karena di dalam tubuh pemakai, kekurangan dopamin. Dopamin merupakan neurotransmitter yang terdapat di otak dan berperan penting dalam merambatkan impuls saraf ke sel saraf lainnya. Hal ini menyebabkan dopamin tidak dihasilkan. Apabila impuls saraf sampai pada bongkol sinapsis, maka gelembung-gelembung sinapsis akan mendekati membran presinapsis. Namun karena dopamin tidak dihasilkan, neurotransmitte tidak dapat melepaskan isinya ke celah sinapsis sehingga impuls saraf yang dibawa tidak dapat menyebrang ke membran post sinapsis. Kondisi tersebut menyebabkan tidak terjadinya depolarisasi pada membran post sinapsis dan tidak terjadi potensial kerja karena impuls saraf tidak bisa merambat ke sel saraf berikutnya. Pengaruh lainnya yaitu merusak organ-organ tubuh terutama otak, dan syaraf yang mengatur pernafasan. Banyak yang meninggal karena sesak nafas, dan tiba-tiba berhenti bernafas karena saraf yang mengendalikan pernafasan sudah rusak dan tidak ada lagi instruksi untuk bernafas, sehingga pernafasannya putus atau berhenti, paranoid, otak sulit digunakan untuk berpikir dan konsentrasi, nafsu makan menurun, memiliki rasa gembira yang berlebihan, denyut jantung cepat, Pupil mata melebar, Tekanan darah meningkat, berkeringat atau merasa dingin, sering mual atau muntah. Gangguan detak jantung, perdarahan otak, Hiperpireksia atau syok pada pembuluh darah jantung yang berakibat meninggal. Hampir semua obat adiktif, secara langsung atau tidak langsung, menyerang sistem imbalan otak dengan membanjiri sirkuit dengan dopamin. Akibatnya, dampak kimia di sirkuit pahala berkurang, mengurangikemampuan pelaku untuk menikmati hal-hal yang sebelumnya membawa kesenangan. Penurunan ini memaksa mereka kecanduan dopamin untuk meningkatkan konsumsi obat dalam rangka upaya untuk membawa hormon "merasa-baik" mereka ke tingkat normal, efek yang dikenal sebagai toleransi. Pengembangan toleransi dopamine akhirnya dapat mengakibatkan perubahan mendasar dalam neuron dan sirkuit otak, dengan potensi untuk sangat membahayakan kesehatan jangka panjang dari otak. Masalah pencegahan narkoba adalah masalah yang kompleks yang pada umumnya disebabkan oleh tiga faktor yaitu: faktor individu, faktor lingkungan dan faktor ketersediaan, menunjukkan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkobayang efektif memerlukan pendekatan yang terpadu dan komprehensif. Oleh karena itu peranan semua sektor terkait, termasuk para orang tua, para guru, tokoh-tokoh masyarakat dan agama, kelompok remaja dalam pencegahan narkoba sangat penting. Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan narkoba. Ada tigatingkat intervensi, yaitu:
1. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, teman sebaya, dan instansi pemerintah. Dalam hal ini sebelum penyalahgunaan narkoba terjadi hendaknya keluarga, teman sebaya dan suatu instansi pemerintah melakukan sosialisasi tentang dampak dari penggunaan narkoba, sehingga yang diberikan sosialisasi menjadi tahu dampaknya dan akan menghindari narkoba. 2. Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan penyembuhan (Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal antara 1-3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik, antara 1-3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap. (Kelainan Pada Sistem Saraf) 2. Hipertiroid (Kelainan Pada Sistem Hormon) Sistem dalam tubuh manusia sangat kompleks, dan melibatkan banyak hal yang menjadi bagian dari proses serta mekanisme kerja tubuh. Salah satunya adalah Tiroid.

Kelenjar tiroid terletak di leher. Ia menghasilkan hormon yang dilepaskan ke dalam aliran darah untuk mengontrol pertumbuhan tubuh dan metabolisme. Hipertiroid atau overactive thyroid (tiroid yang terlalu aktif) berarti tiroid Anda membuat terlalu banyak hormon tiroid.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Kondisi yang sebaliknya pun bisa terjadi, Hipotiroid, dimana tiroid membuat terlalu sedikit hormon tiroid, biasanya hal ini disebabkan operasi pengangkatan kelenjar Tiroid.
A. Penyebab Hipertiroid Dalam hal ini, Hipertiroid dapat disebabkan oleh:
•Penyakit Graves.
•Tumor.
•Ketidak seimbangan hormon (Pemasukkan yang berlebihan dari hormon-hormon tiroid -Pengeluaran yang abnormal dari TSH/Thyroid Stimulating Hormon).
•Tiroiditis (peradangan kelenjar tiroid).
•Pemasukkan yodium yang berlebihan.
B. Gejala Hipertiroid Anda mungkin tidak memiliki gejala sama sekalii atau:
1. Peningkatan frekuensi denyut jantung.
2. Peningkatan tonus otot, tremor, iritabilitas, peningkatan kepekaan terhadapKatekolamin.
3. Peningkatan laju metabolisme basal, peningkatan pembentukan panas, intoleran
terhadap panas, keringat berlebihan.
4. Penurunan berat, peningkatan rasa lapar (nafsu makan baik).
5. Peningkatan frekuensi buang air besar.
6. Gondok (biasanya), yaitu peningkatan ukuran kelenjar tiroid.
7. Gangguan reproduksi.
8. Tidak tahan panas.
9. Cepat letih.
10. Tanda bruit.
11. Haid sedikit dan tidak tetap.
12. Pembesaran kelenjar tiroid.
13. Mata melotot (exoptalmus).
D. Pengobatan Hipertiroid Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, hubungi dokter Anda. Ada beberapa pilihan terapi yang biasanya diberikan untuk penderita hipertiroid yaitu, obat antitiroid, yodium radioaktif dan pembedahan. Yodium radioaktif dan obat antitiroid adalah yang paling sering digunakan.
1) Obat antitiroid.
Obat-obat yang termasuk golongan ini adalah thionamide, yodium, lithium, perchlorat dan thiocyanat. Obat yang sering dipakai dari golongan thionamide adalah propylthiouracyl (PTU), 1 – methyl – 2 mercaptoimidazole (methimazole, tapazole, MMI), carbimazole. Obat ini bekerja menghambat sintesis hormon tetapi tidak menghambat sekresinya, yaitu dengan menghambat terbentuknya monoiodotyrosine (MIT) dan diiodotyrosine (DIT), serta menghambat coupling diiodotyrosine sehingga menjadi hormon yang aktif. PTU juga menghambat perubahan T4 menjadi T3 di jaringan tepi, serta harganya lebih murah sehingga pada saat ini PTU dianggap sebagai obat pilihan.Obat antitiroid diakumulasi dan dimetabolisme di kelenjar gondok sehingga pengaruh pengobatan lebih tergantung pada
konsentrasi obat dalam kelenjar dari pada di plasma. MMI dan carbimazole sepuluh kali lebih kuat daripada PTU sehingga dosis yang diperlukan hanya satu persepuluhnya. Dosis obat antitiroid dimulai dengan 300 – 600 mg perhari untuk PTU atau 30 – 60 mg per hari untuk MMI/carbimazole, terbagi setiap 8 atau 12 jam atau sebagai dosis tunggal setiap 24 jam. Dalam satu penelitian dilaporkan bahwa pemberian PTU atau carbimazole dosis tinggi akan memberi remisi yang lebih besar. Secara farmakologi terdapat perbedaan antara PTU dengan
MMI/CBZ, antara lain adalah :
1. MMI mempunyai waktu paruh dan akumulasi obat yang lebih lama dibanding PTU di clalam kelenjar tiroid. Waktu paruh MMI ± 6 jam sedangkan PTU + 12jam.
2. Penelitian lain menunjukkan MMI lebih efektif dan kurang toksik dibanding PTU.
3. MMI tidak terikat albumin serum sedangkan PTU hampir 80% terikat pada albumin serum, sehingga MMI lebih bebas menembus barier plasenta dan air susu,sehingga untuk ibu hamil dan menyusui PTU lebih dianjurkan. Jangka waktu pemberian tergantung masing-masing pen-derita (6 – 24 bulan) dan dikatakan sepertiga sampai setengahnya (50 – 70%) akan mengalami perbaikan yang bertahan cukup lama. Apabila dalam waktu 3 bulan tidak atau hanya sedikit memberikan perbaikan, maka harus dipikirkan beberapa ke-mungkinan yang dapat menggagalkan pengobatan (tidak teratur minum obat, struma yang besar, pernah mendapat pengobatan yodium sebelumnya atau dosis kurang)
Efek samping ringan berupa kelainan kulit misalnya gatal-gatal, skin rash dapat ditanggulangi dengan pemberian anti histamin tanpa perlu penghentian pengobatan. Dosis yang sangat tinggi dapat menyebabkan hilangnya indera pengecap, cholestatic jaundice dan kadang-kadang agranulositosis (0,2 – 0,7%), kemungkinan ini lebih besar pada penderita umur di atas 40 tahun yang menggunakan dosis besar
Efek samping lain yang jarang terjadi. a.l. berupa : arthralgia, demam rhinitis, conjunctivitis, alopecia, sakit kepala, edema, limfadenopati, hipoprotombinemia, trombositopenia,gangguan gastrointestinal. D. Pencegahan Hipertiroid Untuk mencegah hipertiroid bertambah parah:
•segera berhenti merokok.
•olahraga teratur.
•Relaksasi.
•konsumsi vitamin D.
•Kalsium.
3. Mata Miopi (Kelainan Pada Alat Indra) Rabun jauh atau dalam ilmu fisika dan biologi disebut Myopia yang berasal dari bahasa Yunani yang artinya “Pandangan dekat”(nearsightedness) yang diakibatkan karena kerusakan mata akibat objek jatuh di depan retina sehingga jarak pandang terlampau jauh.
Para penderita mata rabun jauh (myopia) tidak dapat melihat objek atau benda jarak jauh, namun akan terlihat jelas apabila objek atau benda itu berada dalam jarak dekat. Sering kali para penderita rabun jauh merasakan pusing pada kepala jika terlalu memaksa melihat benda yang jauh dari kemampuan jarak pandangnya
Penderita myopia atau rabun jauh dapat dibantu dengan menggunakan lensa (corrective lenses ) seperti lensa kontak (contact lenses), dengan operasi refraktif seperti LASIK atau yang banyak digunakan oleh penderita rabun jauh adalah kacamata dengan kontak lensa negatif atau minus.

A. Penyebab Mata Miopi Berikut ini adalah hal-hal yang bisa menyebabkan mata minus :
1. Jarak terlalu dekat membaca buku, menonton televisi, bermain videogames, main komputer, main hp ponsel, dll. Mata yang dipaksakan dapat merusak mata. Pelajari jarak aman aktivitas mata kita agar selalu terjaga kenormalannya.
2. Terlalu lama beraktifitas pada jarak pandang yang sama seperti bekerja di depan komputer, di depan layar monitor, di depan mesin, di depan berkas, dan lain-lain. Mata butuh istirahat yang teratur dan sering agar tidak terus berkontraksi yang monoton.
3. Tinggal di tempat yang sempit penuh sesak karena mata kurang berkontraksi melihat yang jauh-jauh sehingga otot mata jadi tidak normal. Atur sedemikian rupa ruang rumah kita agar kita selalu bisa melihat jarak pandang yang jauh.

4. Kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan mata kita seperti membaca sambil tidur-tiduran, membaca di tempat yang gelap, membaca di bawah sinar matahari langsung yang silau, menatap sumber cahaya terang langsung, dan lain sebagainya.
5. Terlalu lama mata berada di balik media transparan yang tidak cocok untuk mata dapat mengganggu kesehatan mata seperti sering kelamaan memakai helm, lama memakai kacamata yang tidak sesuai dengan mata normal kita, dan sebagainya.
6. Kekurangan gizi yang dibutuhkan mata juga bisa memperlemah mata sehingga kurang mampu bekerja keras dan mudah untuk terkena rabun jika mata bekerja terlalu diporsir. Vitamin A, betakaroten, ekstrak billberry, alpukat, dan lain sebagainya bagus untuk mata. B. Gejala Mata Miopi Miopi sering terlewatkan. Terutama pada fase awal di mana gangguan penglihatan yang terjadi sangat minim. Beberapa gejala yang mungkin timbul pada fase-fase awal
•Pusing ketika membaca
•Agak kabur ketika melihat jauh
•Sering memicingkan mata ketika melihat jauh
•Sering mengedipkan mata bila melihat dekat
C. Pengobatan Mata Miopi Cara menanggulangi hal ini bisa ditempuh dengan 3 cara:
•Kacamata
Menggunakan kacamata yang berlensa cekung adalah solusi termurah. Jika pemilihan bingkai cocok dengan bentuk muka, maka bukan tidak mungkin penderita miopi bisa terlihat semakin ganteng dan berpendidikan. Dengan biaya kurang dari 350 ribu, semua bisa ditanggung beres.
•Lensa kontak
Mungkin banyak wanita yang lebih memilih menggunakan lensa kontak. Walaupun agak repot mengurusnya, tapi ada hal penting yang menjadi alasan untuk beralih ke lensa kontak. Salah satunya adalah warna mata. Warna-warna pelangi seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu bisa mewarnai mata. Bahkan mungkin kita bisa mengambil contoh heksa desimal dari kode warna yang diinginkan.
•LASIK
Cara baru ini termasuk mahal. Untuk 2 buah mata, kita membutuhkan biaya yang cukup besar, sampai dengan 15 juta rupiah. Prosesnya yang cepat dan hasil yang instan menjadi keunggulan dari metode ini.
Pencegahan Mata Miopi 1. Membaca jangan terlalu dekat (minimal sepanjang siku anda)
Cobalah untuk tidak membaca dengan jarak terlalu dekat dengan objek atau benda, berilah jarak pada mata dan objek (benda) minimal sepanjang siku anda atau lebih. Bagi anda yang sudah menggunakan alat bantu kacamata cobalah untuk tidak terlalu dekat jarak pandang dari kacamata anda dengan objek benda.
2. Membacalah di ruangan yang cukup terang
Usahakan membaca pada ruangan yang cukup mendapatkan cahaya penerangan agar mata tidak terlalu tegang atau kaku.
3. Jangan membaca sambil tiduran
Membaca sambil tiduran merupakan salah satu penyebab utama mata menjadi rabun. Hal dikarenakan retina dan kornea menangkap cahaya terbalik ketika mata dalam posisi keatas, sehingga pantulan cahaya jatuh di belakang retina dan membuat mata terasa lebih perih
Full transcript