Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Lesson Study berbasis sekolah

presentasi ini menjelaskan tentang implementasi lesson study berbasis di sekolah seperti apa dalam memperbaiki mutu pend
by

Tris Sutrisno

on 28 May 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Lesson Study berbasis sekolah

Lesson Study Berbasis Sekolah Latar Belakang - Rendahnya mutu pendidikan

- Guru merupakan aktor utama dan agen pembaharu.

- Rendahnya kualitas hasil belajar peserta didik

- Pentingnya peningkatan mutu pendidikan Rumusan Masalah Masalah Umum:
“Bagaimana penerapan Lesson study Berbasis Sekolah di sekolah?”

Masalah Khusus:
1.Apa itu Lesson Study Berbasis Sekolah?
 2.Apa tujuan dan manfaat dari Lesson Study Berbasis Sekolah?
3. Bagaimana implementasi Lesson Study di sekolah? Tujuan Tujuan Umum:
Menjelaskan penerapan Lesson Study Berbasis Sekolah di Sekolah

Tujuan Khusus:
1.Mengetahui apa itu Lesson Study berbasis sekolah
2.Mengetahui tujuan dan manfaat dari Lesson Study berbasis sekolah
3.Mengetahui bagaimana implementasi layanan Lesson Study Berbasis sekolah di  sekolah Lesson Study Berbasis Sekolah Lesson study yaitu suatu model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar . Dengan demikian, Lesson Study bukan metoda atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan Lesson Study dapat menerapkan berbagai metoda/strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi guru.

Pada praktiknya, ada 3 jenis lesson study yang biasa dilaksanakan:

1.Lesson Study Berbasis Kelompok Sekolah
2.Lesson Study Berbasis Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)
3.Lesson Study Berbasis Sekolah. Lesson study dapat dilakukan oleh sejumlah guru dan pakar pembelajaran yang mencakup 3 (tiga) tahap kegiatan, yaitu perencanaan (planning), implementasi (action) pembelajaran dan observasi serta refleksi (reflection) Planning 1. Identifikasi masalah pembelajaran :
materi ajar, teaching material, strategi pembelajaran
2. Menentukan guru model
3. Perencanaan pembentukan kelompok siswa pada saat pembelajaran berlangsung, serta denah tempat duduk agar mudah diamati obserber
4. Menentukan pihak-pihak yang akan diundang sebagai obserber :
guru sebidang, guru mata pelajaran lain, kepala sekolah, ahli pendidikan bidang studi, pejabat yang berkepentingan, masyarakat pemerhati pendidikan. Cara melakukan observasi dalam LS Membuat catatan tentang aktivitas belajar peserta didik (tuliskan nama atau posisi tempat duduk perserta didik) :
- diskusi yang dilakukan,
- interaksinya dengan guru, dengan siswa lain, dengan materi ajar,
- waktu saat perhatian, tidak ada perhatian (kebosanan), dll
-tingkahlaku (ngelamun, mikir, mempermainkan benda, …) implementasi (action) pembelajaran > Briefing yang dilakukan kepala sekolah menjelaskan :
-LS yang akan dilakukan secara umum,
- mempersilahkan guru model menjelaskan rencana pembelajarannya,
- mengingatkan kepada obserber untuk tidak melakukan intervensi kepada peserta didik saat pembelajaran. > Memasuki kelas untuk melaksanakan pembelajaran dan obserber menempatkan diri pada tempat strategis sesuai rencana pengamatannya masing-masing, rencana melakukan rekaman video Kepala sekolah (fasilitaor, pemandu diskusi), guru model, dan pakar duduk didepan.
Fasilitator memperkenalkan peserta refleksi
Guru model memberi komentar tentang proses pembelajaran yang telah dolakukan
Perwakilan guru yang menjadi anggota kelompok pada saat pengembangan RPP memberi komentar tambahan
Setiap obserber mengajukan hasil pengamatan dan pendapatnya
Tenaga ahli merangkum atau menyimpulkan hasil diskusi
Pengumuman LS berikutnya. Observasi/Reflection Tindak Lanjut LS mendorong terbentuknya sebuah komunitas belajar (learning community) yang secara konsisten melakukan continuous improvement baik pada level individu, kelompok, maupun sistem yang lebih umum
Pengetahuan yang dibangun dari LS merupakan modal untuk meningkatkan kinerja pembelajaran
LS mendorong peserta didik menunjukkan potensinya masing-masing
Peserta PPL perlu dilibatkan dalam LS
LS yang dirancang dengan baik, dapat memunculkan kegiatan lain yang inovatif. Tujuan dan Manfaat LSBS Mengurangi keterasingan guru
Membantu guru untuk mengobservasi dan mengkritisi pembelajarannya
Memperdalam pemahaman guru tentang materi pelajaran, cakupan, dan urutan materi dalam kurikulum
Membantu guru memfokuskan bantuannya pada seluruh aktivitas belajar siswa
Menciptakan terjadinya pertukaran pengetahuan tentang pemahaman berfikir dan belajar siswa
Meningkatkan kolaborasi pada sesama guru. Pelaksanaan Lesson Study Berbasis Sekolah Robinson (2006) mengusulkan ada delapan tahap berdasarkan pada banyaknya kegiatan yang diperlukan dalam pelaksanaan lesson study, yakni: Tahap 1: Pemilihan topik lesson study

Tahap 2: Melakukan reviu silabus untuk mendapatkan kejelasan tujuan pembelajaran untuk topik tersebut dan mencari ide-ide dari materi yang ada dalam buku pelajaran. Selajutnya bekerja dalam kelompok untuk menyusun rencana pembelajaran.

Tahap 3: Setiap tim yang telah menyusun rencana pembelajaran menyajikan atau mempresentasikan rencana pembelajarannya, sementara kelompok lain memberi masukan, sampai akhirnya diperoleh rencana pembelajaran yang lebih baik.

Tahap 4: Guru yang ditunjuk oleh kelompok menggunakan masukan-masukan tersebut untuk memperbaiki rencana pembelajaran. Tahap 5: Guru yang ditunjuk tersebut mempresentasikan rencana pembelajarannya di depan semua anggota kelompok lesson study untuk mendapatkan balikan.

Tahap 6: Guru yang ditunjuk tersebut memperbaiki kembali secara lebih detail rencana pembelajaran dan mengirimkan pada semua guru anggota kelompok, agar mereka tahu bagaimana pembelajaran akan dilaksanakan di kelas. Tahap 7: Para guru dapat mempelajari kembali tentang rencana pembelajaran tersebut dan mempertimbangkannya dari berbagai aspek pengalaman pembelajaran yang mereka miliki, khususnya difokuskan pada hal-hal yang penting seperti : hal-hal yang akan dilakukan guru, pemahaman siswa, proses pemecahan oleh murid, dan kemungkinan yang akan terjadi dalam implementasi pembelajarannya.

Tahap 8: Guru yang ditunjuk tersebut melaksanakan rencana pembelajaran di kelas, sementara guru yang lain bersama dosen/pakar mengamati sesuai dengan tugas masing-masing untuk memberi masukan pada guru. Pertemuan refleksi segera dilakukan secepatnya kegiatan pelaksanaan pembelajaran, untuk memperoleh masukan dari guru observer, dan akhirnya komentar dari dosen atau pakar luar tentang keseluruhan proses serta saran sebagai peningkatan pembelajaran, jika mereka mengulang di kelas masing-masing atau untuk topik yang berbeda. Dalam implementasi lesson study yang dilakukan oleh IMSTEP-JICA di Indonesia, Saito, dkk (2005) mengenalkan lesson study yang berorientasi pada
praktik. Lesson study yang dilaksanakan tersebut terdiri atas 3 tahap pokok, yakni:
1. Merencanakan pembelajaran dengan penggalian akademis pada topik dan alat-alat pembelajaran yang digunakan, yang selanjutnya disebut tahap Plan.
2. Melaksanakan pembelajaran yang mengacu pada rencana pembelajaran dan alat-alat yang disediakan, serta mengundang rekan-rekan sejawat untuk mengamati. Kegiatan ini disebut tahap Do.
3. Melaksanakan refleksi melalui berbagai pendapat/tanggapan dan diskusi bersama pengamat/observer. Kegiatan ini disebut tahap See. Undang-undang RI No. 14 Tan 2005 ttg Guru dan Dosen - kompetensi (pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional),
- sertifikat pendidik (diperoleh setelah mengikuti pendidikan profesional) Realisasi Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 yaitu dengan ditetapkannya : 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah,
3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang pedoman pelaksanaannya. Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 Satuan pendidikan dasar dan menengah mengembangkan dan menetapkan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dasar dan menengah sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan.
Satuan pendidikan dasar dan menengah diberi kebebasan untuk mengembangkan KTSP yang memuat standar yang lebih tinggi dari Standar Isi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 dan Standar Kompentesi Lulusan sebagaimana diaturdalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006
BNSP (Badan Standar Nasional Pendidikan) menyusun panduan KTSP sehingga diharapkan setiap satuan pendidikan tidak akan mengalami kesulitan menyusun. Prinsip Pelaksananaan Kurikulum menurut Permendiknas No 22 Tahun 2006 (b) belajar untuk memahami dan menghayati,
(c) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,
(d) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain, dan
(e) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri, melalui pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM). Terima Kasih

Silahkan Bertanya LSBS SMPN
52 Bandung
Full transcript