Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

BAB 3 rerangka pembentukan mindset

No description
by

KRS

on 12 March 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of BAB 3 rerangka pembentukan mindset

BAB 3
RERANGKA PEMBENTUKAN MINSDET

APA YANG TERJADI JIKA MINDSET PERSONEL TIDAK SESUAI DENGAN MINDSET YANG DIGUNAKAN UNTUK MENDESAIN SISTEM MANAJEMEN ?
Ada tiga kemungkinan yang timbul:
Personel melaksanakan tindakan setengah hati, atau bahkan tanpa hati.
Jika manajemen puncak telah mengomunikasikan paradigma costumer value strategy, keyakinan dasar, dan nilai dasar organisasi yang berkaitan dengan paradigma tersebut, namun personel tidak mau menerima, personel ini akan melaksanakan layanan kepada customer secara setengah hati atau bahkan tanpa hati sama sekali. Sistem layanan yang sudah dirancang menjadi tidak efektif, karena personel yang melaksanakannya tidak menggeser mindsetnya ke customer value mindset.

APA YANG TERJADI JIKA MINDSET PERSONEL TIDAK SESUAI DENGAN MINDSET YANG DIGUNAKAN UNTUK MENDESAIN SISTEM MANAJEMEN ?
Personel memerlukan pengawasan dari orang lain untuk memastikan bahwa tindakannya dilaksanakan berdasarkan mindset yang semestinya.
Jika paradigma, keyakinan dasar dan nilai dasar yang telah tertanam dalam diri personel secara individual mampu berfungsi sebagai pengarah dan pengendali sikap tindakan dan perilaku personel secara individual. Dalam kondisi demikian, personel tidak memerlukan pengawasan dari luar dirinya karena sudah memiliki self imposed control pengendalian yang dipacu dari dalam diri pribadi orang yang bersangkutan.
APA YANG TERJADI JIKA MINDSET PERSONEL TIDAK SESUAI DENGAN MINDSET YANG DIGUNAKAN UNTUK MENDESAIN SISTEM MANAJEMEN ?
Personel dapat melakukan sabotase karena ketidaksesuaian antara mindsetnya dengan mindset yang semestinya yang diperlukan untuk melaksanakan tindakan.
Ketidaksesuaian mindset personel dengan mindset organisasi dapat mengakibatkan timbulnya usaha personel untuk melakukan sabotase terhadap sistem yang diterapkan organisasi.
Manajemen puncak mengubah paradigma berkaitan dengan pemasok menjadi sebagai berikut ini:
1. Pemasok adalah mitra bisinis yang menentukan kualitas dan waktu penyerahan masukan untuk memungkinkan perusahaan menyediakan produk dan jasa yang menghasilkan value bagi customer.
Oleh karena itu, hubungan antara perusahaan dengan pemasok harus dilandasai oleh trust-based relationship bukan distrust-based relationship.
Manajemen puncak mengubah paradigma berkaitan dengan pemasok menjadi sebagai berikut ini:
2. Berdasarkan paradigma tersebut, manajemen puncak kemudian mengomunikasikan keyakinan dasar bahwa “ perusahaan merupakan mata rantai yang menghubungkan pemasok dengan customer,” dan “pemasok adalah tujuan pekerjaan fungsi pembelian ” Disamping itu, manajemen puncak mengomunikasikan kepada personel fungsi pembelian tiga nilai dasar: integritas, kerendahan hati, dan kesediaan untuk melayani.
RERANGKA KONSEPTUAL PERUMUSAN MINDSET
Trendwatching
Dalam tahap ini manajemen puncak melakukan pengamatan berbagai tren pemacu perubahan yang akan terjadi di masa depan.
Terdapat empat pemacu perubahan yang berdampak terhadap lingkungan bisnis: (1) globalisasi ekonomi, (2) teknologi informasi, (3) strategic quality management, dan (4) Revolusi Manajemen.

RERANGKA KONSEPTUAL PERUMUSAN MINDSET
Envisioning
Envisioning adalah kemampuan kita untuk menggambarkan perubahan dalam lingkungan bisnis yang diakibatkan oleh berbagai pemacu perubahan yang telah diamati dalam trendwatching.
Gambaran lingkungan bisnis masa depan sebagai tren pemacu perubahan di atas adalah (1) customer memegang kendali bisnis, (2) kompetisi menjadi tajam, dan (3) perubahan menjadi berubah.
RERANGKA KONSEPTUAL PERUMUSAN MINDSET
Perumusan paradigma
customer value strategy

suatu pandangan bahwa kelangsungan hidup perusahaan dan kemampuannya untuk bertumbuh ditentukan oleh kemampuan perusahaan tersebut dalam menyediakan value terbaik bagi customer.
continuous improvement
suatu pandangan bahwa kelangsungan hidup perusahaan dan kemampuannya untuk bertumbuh ditentukan oleh kemampuan perusahaan tersebut untuk secara berkelanjutan melakukan improvement terhadap sistem dan peroses yang digunakan untuk menghasilkan value bagi cutomer.
RERANGKA KONSEPTUAL PERUMUSAN MINDSET
organizational system


suatu pandangan bahwa organisasi yang sesuai dengan tuntutan lingkungan bisnis tersebut adalah organisasi lintas fungsional (cross-functional organization) dan yang memberdayakan karyawannya

PERUMUSAN MINDSET
Paradigma merupakan building block dasar, yang pertama kali harus diletakkan dalam membangun kultur organisasi.
Blok-blok bangunan yang harus diletakkan di atas paradigma adalah keyakinan dasar (core beliefs), nilai dasar (core values), dan sistem manajemen.
Mindset terdiri dari tiga komponen: paradigma, keyakinan dasar, dan nilai dasar.
Oleh karena itu dalam merumuskan mindset, setelah paradigma dirumuskan, kemudian dirumuskan keyakinan dasar dan nilai dasar yang sesuai dengan paradigma tersebut.
PENGOMUNIKASIAN MINDSET KEPADA SELURUH PERSONEL ORGANISASI
Paradigma, keyakinan dan nilai dasar organisasi yang dirumuskan dengan jelas dan dikomunikasikan kepada seluruh personel organisasi, akan menjadi shared paradigm, shared beliefs, dan shared values dalam diri setiap personel organisasi, sehingga organisasi sangat diperlukan untuk membangun kekuatan organisasi dalam menghadapi lingkungan bisnis kompetitif.

PENGOMUNIKASIAN MINDSET KEPADA SELURUH PERSONEL ORGANISASI
Paradigma keyakinan dan nilai dasar organisasi perlu dikomunikasikan oleh manajemen puncak kepada seluruh personel melalui dua pendekatan:
Perilaku pribadi (personal behavior) dan
Perilaku operasional (operational behavior)
PERILAKU PRIBADI
Paradigma, keyakinan dan nilai dasar organisasi dikomunikasikan kepada seluruh personel melalui proses internalisasi sistematik. Untuk memperkuat pesan yang terkandung dalam paradigma, keyakinan, dan nilai dasar, manajemen memberikan contoh penghayatan paradigma, keyakinan dan nilai dasar organisasi dalam perilaku keseharian mereka. Action speak louder than words.
Melalui perilaku pribadi, manajemen puncak mengomunikasikan kepada karyawan komitmen manajemen puncak terhadap paradigma, keyakinan, dan nilai dasar organisasi. Ruang lingkup pendekatan perilaku ini bersifat sempit dan jangka waktunya pendek.
PERILAKU OPERASIONAL
Paradigma, keyakinan, dan nilai dasar organisasi dikomunikasikan kepada seluruh personel dengan memasukkan hal tersebut ke dalam peraturan, sistem, dan prosedur, serta keputusan resmi yang dibuat. Setiap keputusan yang dibuat, peraturan yang dirumuskan, dan sistem serta prosedur yang didesain harus dilandasi tiga hal tersebut.
Dengan cara ini, sistem dan prosedur, peraturan, dan keputusan menjadi komunikator secara berkelanjutan bagi paradigma, keyakinan,dan nilai dasar organisasi.
Full transcript