Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Pembabakan Waktu Zaman Praaksara

No description
by

Latifa Amalia

on 9 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pembabakan Waktu Zaman Praaksara

Pembabakan Waktu Zaman Praaksara
Kelompok 4
1. Anas Abrori (02/XC)
2. Evianita Ika M. (08/XC)
3. Khalista A. H. (13/XC)
4. Latifa Amalia (14/XC)
5. Wulandari S. (27/XC)

Pembagian Masa Praaksara Berdasarkan Geologi
Pembagian Masa Praaksara Berdasarkan Arkeologi
Arkeologi: Ilmu kepurbakalaan yang mempelajari peninggalan-peninggalan sejarah purbakala manusia purba berupa benda-benda budaya, artefak untuk menyusun kembali (rekonstruksi) kehidupan manusia dan masyarakat purba. Berdasarkan arkeologi, masa praaksara dikelompokkan menjadi :
Thank You
1. Zaman Arkaikum/Azoikum (Zaman Tertua)

Pada zaman ini belum stabil, kondisi bumi dan udara masih panas, kulit bumi masih dalam proses pembentukan dan belum ada tanda-tanda kehidupan. Zaman ini berlangsung kurang lebih 2500 juta tahun.
2. Zaman Palaeozoikum (Zaman Kehidupan Tertua)

Keadaan bumi belum stabil, iklim masih berubah-ubah dan curah hujan sangat besar. Pada zaman ini sudah mulai tanda-tanda kehidupan. Seperti makhluk bersel satu (mikroorganisme),hewan-hewan kecil yang tak bertulang punggung, jenis ikan dan jenis ganggang atau rumput-rumputan. Zaman ini juga disebut Zaman primer (zaman pertama). Zaman ini berlangsung kurang lebih 340 juta tahun.
4. Neozoikum atau Kenozoikum (Zaman Kehidupan Baru)

Keadaan bumi pada zaman ini semakin membaik. Perubahan cuaca tidak begitu besar walaupun zaman es masih ada. Kehidupan berkembang dengan pesat sekali. Zaman ini berlangsung kurang lebih 60 juta tahun lalu. Zaman ini dibagi menjadi beberapa zaman, antara lain:
3. Mesozoikum (Zaman Kehidupan Pertengahan)

Pada zaman ini kehidupan di bumi semakin berkembang. Binatang-binatang pada masa itu mencapai bentuk yang besar sekali. Antara lain Dinosaurus dan Atlantosaurus.
Jenis burung sudah mulai ada. Zaman ini disebut pula dengan zaman reptil, karena pada zaman jenis binatang reptil yang paling banyak sekali. Zaman ini dinamakan Zaman Sekunder (Zaman Kedua) berlangsung kurang lebih 140 juta tahun.

a. Tersier

Pada zaman ini ditandai dengan semakin berkurangnya binatang raksasa. Binatang menyusui sudah mulai ada. Beberapa jenis monyet dan kera telah mulai hidup. Zaman ini dibagi menjadi beberapa masa :
1. Paleosen
2. Eosen
3. Oligosen
4. Miosen
5. Pliosen

b. Kuarter

Pada zaman ini telah ada tanda-tanda kehidupan manusia. Bagian-bagian zaman ini disebut dengan istilah kala. Zaman ini dibagi dalam dua bagian yaitu :

1) Kala Pleistosen (Dilluvium)
Disebut juga zaman es/glacial. Es dari Kutub Utara mencair hingga menutupi sebagian Eropa Utara, Asia Utara, dan Amerika Utara. Sedangkan daerah jauh dari kutub terjadi hujan lebat selama bertahun-tahun.
Zaman pleistosen masih dibagi menjadi 3, yaitu pleistosen atas, pleistosen tengah, dan pleistosen bawah.

2) Kala Holosen (Alluvium)

Sebagian besar es di Kutub Utara sudah mencair, sehingga permukaan air laut     menaik. Terbentuklah  pulau-pulau di Nusantara, mulai hidup jenis Homo Sapiens (manusia seperti kita sekarang)

1. Zaman Batu 
Terjadi sebelum logam dikenal dan alat-alat kebudayaan terutama dibuat dari batu di samping kayu dan tulang. Zaman batu ini diperiodisasi lagi menjadi 4 zaman, antara lain:
1. Zaman Batu Tua

Zaman batu tua (palaeolitikum) disebut demikian sebab alat-alat batu buatan manusia masih dikerjakan secara kasar, tidak diasah atau dipolis. Apabila dilihat dari sudut mata pencariannya, periode ini disebut masa food gathering (mengumpulkan makanan), manusianya masih hidup secara nomaden (berpindah-pindah) dan belum tahu bercocok tanam.
Terdapat dua kebudayaan yang merupakan patokan zaman ini, yaitu:
1.Kebudayaan Pacitan (Pithecanthropus)
2. Kebudayaan Ngandong, Blora (Homo Wajakinensis dan Homo Soloensis)
Alat-alat yang dihasilkan antara lain: kapak genggam/perimbas (golongan chopper/pemotong), Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa dan Flakes dari batu Chalcedon (untuk mengupas makanan)

b. Zaman Batu Tengah
1. Ciri zaman Mesolithikum:
Nomaden dan masih melakukan food gathering (mengumpulkan makanan)
Alat-alat yang dihasilkan masih merupakan alat-alat batu kasar.
Ditemukannya bukit-bukit kerang di pinggir pantai yang disebut Kjoken Mondinger (sampah dapur)
Alat-alat zaman mesolithikum antara lain: Kapak genggam (Pebble), Kapak pendek (hache Courte) Pipisan (batu-batu penggiling) dan kapak-kapak dari batu kali yang dibelah.
Alat-alat diatas banyak ditemukan di daerah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Flores.
Alat-alat kebudayaan Mesolithikum yang ditemukan di gua Lawa Sampung, Jawa Timur yang disebut Abris Sous Roche antara lain: Flakes (Alat serpih),ujung mata panah.

2.Tiga bagian penting kebudayaan Mesolithikum:

a. Pebble-Culture (alat kebudayaan kapak genggam dari Kjoken Mondinger)
b. Bone-Culture (alat kebudayaan dari Tulang)
c. Flakes Culture (kebudayaan alat serpih dari Abris Saus Roche)

3. Manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum adalah bangsa Papua—Melanosoid

c. Zaman Batu Muda
Ciri utama pada zaman batu Muda (neolithikum) adalah alat-alat batu buatan manusia sudah diasah atau dipolis sehingga halus dan indah. Alat-alat yang dihasilkan antara lain:
Kapak persegi, misalnya beliung, pacul, dan torah yang banyak terdapat di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, Sulawesi, Kalimantan,
Kapak batu (kapak persegi berleher) dari Minahasa,
Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah) ditemukan di Jawa,
Pakaian dari kulit kayu
Tembikar (periuk belaga) ditemukan di Sumatera, Jawa, Melolo (Sunda)
Manusia pendukung Neolithikum adalah Austronesia (Austria), Austro-Asia (Khamer-Indocina)

d. Zaman Batu Besar
Hasil kebudayaan Megalithikum:
a. Menhir
Tugu batu atau tiang batu yang terbuat dari batu tunggal dan ditempatkan pada suatu tempat tertentu
b. Punden Berundak
Bangunan suci tempat memuja roh nenek moyang yang dibuat dengan bentuk bertingkat-tingkat.
c. Dolmen
Meja batu tempat untuk meletakkan sesaji yang akan dipersembahkan kepada roh nenek moyang.

Peti jenazah yang terbuat dari batu utuh (batu tunggal).
d. Sarkofagus
e. Kubur Batu

Peti jenazah yang terdiri dari lempengan batu pipih
f. Waruga
Kubur batu yang berbentuk kubus dan terbuat dari batu utuh.
g. Arca

Patung yang menggambarkan manusia maupun binatang.
2. Zaman Logam
Orang sudah mengenal teknik melebur logam, mencetaknya menjadi alat-alat yang diinginkan. Teknik pembuatan alat logam ada dua macam, yaitu dengan cetakan batu yang disebut bivalve dan dengan cetakan tanah liat dan lilin yang disebut a cire perdue. Zaman logam dibagi menjadi :
a. Zaman Perunggu
Pada zaman perunggu atau yang disebut juga dengan kebudayaan Dongson-Tonkin Cina (pusat kebudayaan) ini manusia purba sudah dapat mencampur tembaga dengan timah.
Contoh alat:
1. Kapak Corong (Kapak perunggu, termasuk golongan alat perkakas)
2. Nekara Perunggu (Moko) sejenis dandang yang digunakan sebagai maskawin.
3. Bejana Perunggu ditemukan di Madura dan Sumatera.
4. Arca Perunggu ditemukan di Bang-kinang (Riau), Lumajang (Jawa Timur) dan Bogor (Jawa Barat)

b. Zaman Besi
Contoh alat: Mata Kapak bertungkai kayu, mata Pisau, mata Sabit, mata pedang, cangkul
Zaman logam di Indonesia didominasi oleh alat-alat dari perunggu sehingga zaman logam juga disebut zaman perunggu.
Di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya tidak mengalami zaman tembaga tetapi langsung memasuki zaman perunggu dan besi secara bersamaan.

1) Masa Meramu dan Berburu
Masa Meramu dan Berburu berlangsung bersamaan dengan Zaman Batu Tua (Palaeolithikum). Kegiatan pokoknya adalah mengumpulkan makanan dari hasil hutan (atau berburu). Manusia pada saat itu bertempat tinggal secara berpindah-pindah (nomaden). Beberapa alat yang digunakan pada Zaman Meramu dan Berburu adalah :
a. Kapak perimbas yang digunakan untuk merimbas (memotong) kayu dan menguliti binatang.
b. Kapak genggam yang digunakan untuk mencari ubi dan memotong daging hasil buruan.
c. Tombak yang digunakan untuk berburu binatang buas.
Pada masa ini, manusia sudah menggunakan api untuk memasak, penerangan, dan menghalau binatang buas.

Pembagian Masa Praaksara Berdasarkan Corak Kehidupan
2) Masa Bercocok Tanam
Di jaman ini, manusia mulai bercocok tanam diladang/sawah. Peralatan pun mulai diasah seperti kapak batu, mata anak panah, mata tombak. Yang terkenal adalah beliung persegi.
Tempat-tempat yang ditemukan kapak dan beliung persegi yang masih kasar disebut atelier. Atelier ditemukan di Punung, Jawa Timur dan Pasir Kawat, Jawa Barat. Manusia mulai bertempat tinggal tetap (sedenter). Tempat tinggalnya perlahan-lahan berbentuk  ke bentuk yang lebih baik.
Mulai mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme. Mulai juga ditemukan kapak lonjong. Kapak lonjong merupakan alat untuk berburu yang tidak bisa ditemukan di daerah Indonesia Barat.

3) Masa Perundagian
Masa ini merupakan perkembangan dari masa bercocok tanam. Masa Perundagian ditandai dengan munculnya kaum undagi, yaitu sekelompok orang yang ahli menciptakan suatu barang berupa cetakan dari perunggu, besi, dan gerabah.
Pada masa itu, ada teknik khusus dalam menciptakan logam, yaitu teknik mencetak logam dengan cara berulang-ulang yang disebut bivalve. Di jaman itu, mulai adanya perkampungan, dan adanya kegiatan perdagangan serta pelayaran. Pada saat itu, masyarakat hidup penuh setia kawan dan solidaritas.
Full transcript