Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Pelanggaran PT. MERPATI NUSANTARA AIRLINES

No description
by

Dzul Fahmi

on 7 June 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Pelanggaran PT. MERPATI NUSANTARA AIRLINES

Company Profile
Rekomendasi
Pelanggaran
Etika

Pelanggaran Etika
Company Profile:
Merpati "lahir" berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.19 tahun 1962 yang menetapkan pendirian perusahaan negara perhubungan udara daerah dan penerbangan serbaguna Merpati Nusantara.

Kata merpati adalah Indonesian for "merpati ", dan Nusantara adalah kata Jawa ditemukan dalam Pararaton ("Kitab Raja-raja",mungkin ditulis pada abad ke-16 ) dan berarti "pulau-pulau luar" dan sekarang mengacu pada kepulauan Indonesia. Merpati juga terdaftar dalam kategori 1 oleh Otoritas Penerbangan Sipil Indonesia untuk kualitas keselamatan penerbangan dan rencana untuk mendapatkan IATA Operational Safety Audit ( IOSA ) dari International Air Transport Association.
Kepemilikan MNA 93,2% dimiliki oleh pemerintah, dan garuda Indonesia 6,8%.
Pelanggaran Etika PT. Merpati Nusantara Airlines
Pelanggaran PT. MERPATI NUSANTARA AIRLINES
Dzul Fahmi
Aruni Diah Asriani
Dwi Anggoro Deskianto
Sovia Febriana
Amelia Puspita
Krisis PT. Merpati Nusantara Airlines
Merpati berhenti beroperasi lantaran tidak mampu membayar Asuransi
Terbebani hutang yang mencapai 7,3 Trilyun Rupiah
Tertundanya gaji karyawan selama tiga bulan (November, Desember, Januari 2014)
50 orang pilot mengundurkan diri atau resign
PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) menghentikan operasional penerbangan sejak Sabtu 1 Februari
1. Mogok kerja karyawan karena gaji karyawan yang tidak dibayarkan selama tiga bulan terakhir.
Terdapat pada judul berita “Krisis Mendera, Sampai Kapan Merpati Nusantara Mampu Bertahan?”.
Diunduh pada hari Jumat 30/05/2014 pukul 11.11 WIB.
a. Hal ini termasuk pelanggaran yang dalam Pasal 95 ayat (2) UU Ketenagakerjaan yang menyatakan:
(2) Pengusaha yang karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran upah, dikenakan denda sesuai dengan persentase tertentu dari upah pekerja/buruh.

2. Penggelapan dana jaminan hari tua Jamsostek (kini Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan) karyawan PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)
Terdapat dalam Judul ”Karyawan Merpati Kami Kelaparan, Tak Bisa Tidur, Uang Jamsostek Tak Dibayar”.Di unggah pada hari Jumat, 30/05/2014 12:10 WIB.
Pelanggaran yang dilakukan oleh PT Merpati dapat dikenakan Pasal 372 KUHP. Perbuatan mengambil barang milik orang lain (sebagian atau seluruhnya) di mana penguasaan atas barang itu sudah ada pada pelaku.

3. Kasus korupsi mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) Hotasi Nababan dan mantan General Manager Aircraft Procurement PT MNA, Tony Sudjiarto Mantan. Permintaan anggota Komisi XI terhadap direksi Merpati adanya uang yang sudah diberikan Merpati sebesar Rp 5 miliar ke anggota dewan
Terdapat pada judul berita “Direksi Merpati Jadi Tersangka Kasus Korupsi Sewa Pesawat”.Diunduh pada hari Jumat 30/05/2014 pukul12.40 WIB.

Pelanggaran yang dilakukan oleh Hotasi dan Tony melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 UU Pemberantasan Korupsi. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.Pasal 2 ayat (1) UU Pemberantasan Korupsi, unsur melawan hukum tak terbukti.

4. 50 orang pilot mengundurkan diri

Terdapat pada judul berita “KrisisMendera, Sampai Kapan Merpati Nusantara Mampu Bertahan?”. Diunduh pada hari Jumat 30/05/2014 pukul 11.18WIB.

Pelanggaran yang dilakukan oleh PT Merpati dapat dikenakan Pasal 1 angka 32 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan mendefinisikan pengawasan ketenagakerjaan adalah kegiatan mengawasi dan menegakkan pelaksanaan peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.

2. Rekomendasi kepada seluruh karyawan :
• Bertanggung jawab dalam setiap kerjanyan dan tetap loyal dengan perusahaan
• Menjalin hubungan formal maupun informal yang baik dengan sesama karyawan
• Harus melakukan komunikasi vertical, horizontal, dan antar divisi dalam perusahaan
• Selalu update informasi tentang perusahaan

1. Rekomendasi kepada Pemimpin :

Pemimpin diharapkan mampu bertindak tegas, khususnya dari segi keuangan. Karena mereka tidak hanya mengelola keuangan untuk PT. Merpati Nusantara Airlines, namun juga kepada lembaga-lembaga yang terkait dengan kebangkitan perusahaan.
Merpati mengajukan restrukturisasi kredit kepada kreditor. Tentu saja, Merpati harus lebih dulu menyusun rencana bisnis (business plan) minimal satu hingga tiga tahun ke depan. Restrukturisasi kredit itu sangat penting dan mendesak saat ini sebagai salah satu jalan keluar dari risiko likuiditas
Restrukrusisasi manajemen, “pemecatan” Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines dan mantan General Manager Aircraft Procurement PT MNA.
Tindakan selanjutnya, masalah diserahkan kepada Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sehingga tidak terlalu banyak tim. PPA dapat diberi tugas khusus untuk menyelesaikan semua masalah Merpati mulai dari masalah ”sederhana” seperti biaya pengembalian tiket penumpang, gaji pegawai, biaya avtur, asuransi, hingga masalah pelik yakni utang Rp7,3 triliun Kedua, mengambil pakar perbankan.
Harus menjalin hubungan baik secara formal maupun non formal kepada lembaga-lembaga terkait kebangkitan PT. Merpati Nusantara Airlines
Harus menjalin hubungan baik secara formal maupun informal kepada media.

Rekomendasi
Krisis
Agenda
Press Briefing
Workshop Problem Solving
Buletin Dinas
Family Gathering
5. PT Pertamina (Persero) menyatakan tidak akan lagi menyediakan permintaan avtur dari maskapai penerbangan Merpati Airlines jika dengan cara mengutang. Sebab, maskapai ini telah memiliki tunggakan utang avtur mencapai Rp 165 miliar kepada Pertamina.

Etika berkaitan dengan Menjamin rahasia serta kepercayaan yang diberikan oleh klien atau atasan, maupun yang pernah diberikan oleh mantan klien atau mantan atasan yaitu ada pada perilaku terhadap klien atau atasan

Etika berkaitan dengan Menjamin rahasia serta kepercayaan yang diberikan oleh klien atau atasan, maupun yang pernah diberikan oleh mantan klien atau mantan atasan yaitu ada pada perilaku terhadap klien atau atasan

5. PT Pertamina (Persero) menyatakan tidak akan lagi menyediakan permintaan avtur dari maskapai penerbangan Merpati Airlines jika dengan cara mengutang. Sebab, maskapai ini telah memiliki tunggakan utang avtur mencapai Rp 165 miliar kepada Pertamina.
Full transcript