Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

MODEL PENGUKURAN KEKUATAN KARAKTER

No description
by

bayu DESMON

on 9 December 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of MODEL PENGUKURAN KEKUATAN KARAKTER

MODEL PENGUKURAN KEKUATAN KARAKTER
Tujuan
Mendapatkan suatu model pengukuran kekuatan karakter
2. Courage
“Kekuatan emosional yang mengandung keinginan yang kuat untuk menyelesaikan tujuan walaupun terdapat halangan yang bersifat eksternal maupun internal”.

PREFACE
Rumusan Masalah
Bagaimana model Pengukuran karakter ?
Kekuatan karakter
Kekuatan karakter merupakan karakter positif yang membawa individu pada perasaan positif.

1. Wisdom and Knowledge
“Sikap positif yang berhubungan dengan kemahiran menggunakan informasi dalam mencapai kehidupan yang berkualitas”.

Apa yang dimaksud dengan kekuatan karakter?
Matakuliah Pendidikan Nilai
Presented by: Bayu Saputra, S.Pd
Karakter
KEKUATAN KARAKTER
Keutamaan
Tujuan Kurikulum 2013 “Membentuk siswa yang tidak hanya membentuk yang pintar namun juga berkepribadian”

Mengintegrasikan kekuatan karakter ke dalam setiap mata pelajaran di sekolah

Pengukuran kekuatan karakter

Bagaimana melakukan pegukuran kekuatan karakter ?
Bagimana melakukan pengukuran kekuatan karakter dalam pembelajaran kimia ?
Peterson dan Seligman (2004) mendefinisikan kekuatan karakter sebagai good character yang mengarahkan individu pada pencapaian keutamaan (virtues).

Keutamaan merupakan karakteristik inti yang dihargai oleh semua orang yang terdiri dari enam kategori, yaitu: wisdom, courage, humanity, justice, temperance, and transcendence.
Seseorang dikatakan memiliki karakter baik apabila seseorang memiliki seluruh keutamaan tersebut.

Creativity

Curiosity

Open mindedness

Love of learning

Perspective (wisdom)

Bravery

Integrity

Persistence

Vitality

3. Humanity
“Kekuatan interpersonal yang meliputi keinginan untuk dekat dan bersahabat dengan orang lain”.

Love

Social Intelligence
Kindness
4. Justice
“Kekuatan publik yang mendasari kehidupan masyarakat yang sehat”.

Citizenship


Leadership

Fairness

5. Temperance
“Kekuatan yang dapat menciptakan hubungan yang dekat antara individu dengan alam semesta dan memberi makna bagi individu tersebut.”
Forgiveness and mercy

Prudence

Humility and modesty

Self-regulation

6. Transcendence
“Kekuatan yang melindungi individu dari suatu tindakan yang berlebihan, dimana temperance mengacu pada ekspresi yang sesuai dan tidak berlebihan akan sesuatu yang diinginkan.”

Appreciation of
beauty and
excellence

Hope

Gratitude

Humor (playfulness):

Sprituality

PENGUKURAN KEKUATAN KARAKTER
VIA-IS

PENGUKURAN
KEKUATAN
KARAKTER

VIA-RTO

VIA-YOUTH

VIA-SI

VIA-IS
(Values in Action Inventory of Strengths)
Penilaian diri yang ditujukan untuk orang dewasa dan untuk anak muda pada rentang usia 10-17 agar dapat mengukur 24 kekuatan karakter.

VIA-IS dibuat dengan skala Likert.

Memuat pernyataan “Saya selalu...” agar responden merespon sesuai tanggapan mereka bukan respon orang lain.

Setiap kekuatan karakter terdiri dari dua pernyataan (pernyataan positif dan negatif)

penyelesainnya VIA-IS memakan waktu 30 menit.

VIA-RTO
(Values in Action Rising to the Occasion Inventory)
Sebuah kuesioner yang bertanya tentang lawan kekuatan-kekuatan karakter.

Responden diberikan pertanyaan terkait seberapa sering mereka berada dalam situasi kekuatan karakter-relevan. Kemudian mereka diminta untuk menjawab pertanyaan terbuka. Selanjutnya, secara eksplisit ditanyakan apakah tanggapan ini mencerminkan kekuatan karakter yang diinginkan.
VIA-YOUTH
(Values in Action Inventory of Strength for Youth)
Responden menjawab menggunakan skala Likert 5 poin (5 = sangat seperti saya; 4= sebagian besar seperti saya; 3=agak seperti saya; 2= sedikit seperti saya; dan 1 = sama sekali tidak seperti saya) untuk menanggapi setiap pertanyaan.

Versi terbaru dari VIA-Youth berisi 198 item (6 sampai 12 item untuk masing-masing 24 kekuatan).

VIA-SI
(Values in Action Structured Interview )
VIA–SI mengadopsi logika dan format VIA-RTO ke format wawancara individu.

Hal-hal yang diungkap dalam Values in Action (VIA) Structured Interview adalah: (a) Tanggapan mereka mengenai masing-masing kekuatan karakter, (b) Karakter apa yang dimiliki orang tersebut, (c) Pendapat teman-teman dan anggota keluarga mengenai karakter orang tersebut.

Pengukuran Kekuatan Karakter
dalam Pembelajaran Kimia
Karakter yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran kimia

Instrumen
pengukuran
karakter

Lembar
Observasi
Penilaian diri

Penilaian teman
sejawat

Jurnal

Kesimpulan
Kekuatan karakter adalah karakter positif yang membawa individu pada pencapaian keutamaan. Kekuatan karakter tergolong menjadi 24, yaitu: creativity, curiosity, open mindedness, love of learning, perspective (wisdom), bravery, persistence, integrity, vitality, love, kindness, social intelligence, citizenship, fairness, leadership, forgiveness and mercy, humility and modesty, prudence, self-regulation, appreciation of beauty and excellence, gratitude, hope, humor, sprituality. Tergolong kepada 6 virtue (keutamaan).
Pengukuran kekuatan karakter dapat dilakukan dengan menggunakan VIA-IS, VIA-RTO, VIA-Youth yang merupakan instrumen jenis nontes dengan bentuk daftar isian sikap dan VIA-SI atau lebih dikenal wawancara terstruktur.
Pengukuran kekuatan karakter dalam pembelajaran kimia mengacu pada kurikulum 2013, yang mana pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan lembar observasi, lembar penilaian diri, lembar penilaian teman sejawat, dan jurnal.
Full transcript