Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Sidang BPUPKI Kedua

No description
by

Cheryl Athallia

on 7 August 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Sidang BPUPKI Kedua

Sidang Kedua BPUPKI
Pembentukan Panitia Kecil
Sebelum sidang BPUPKI kedua berlangsung, BPUPKI membentuk Panitia Sembilan (Panitia Kecil) pada tanggal 1 Juni 1945 yang beranggotakan 9 orang dan diketuai Ir. Soekarno. Tugas Panitia Sembilan sendiri adalah merumuskan hasil sidang pertama dengan lebih jelas.

Sidang BPUPKI Kedua
Pada tanggal 10-16 Juli 1945, BPUPKI mengadakan sidang kedua. Sidang BPUPKI kedua ini membahas penyusunan undang undang dasar, dan rencana lain yang berhubungan dengan kemerdekaan Indonesia.
BPUPKI membentuk tiga panitia kerja:
1. Panitia Perancang Undang-Undang Dasar beranggotakan 19 orang dengan ketua Ir. Soekarno
2. Panitia Pembelaan Tanah Air dengan ketua Abikoesno Tjokrosoejoso
3. Panitia Ekonomi dan Keuangan diketuai Mohamad Hatta.

Konsep proklamasi kemerdekaan negara Indonesia baru rencananya akan disusun dengan mengambil tiga alenia pertama "Piagam Jakarta", sedangkan konsep Undang-Undang Dasar hampir seluruhnya diambil dari alinea keempat "Piagam Jakarta". Sementara itu, perdebatan terus berlanjut di antara peserta sidang BPUPKI mengenai penerapan aturan Islam, Syariat Islam, dalam negara Indonesia baru. "Piagam Jakarta" atau "Jakarta Charter" pada akhirnya disetujui dengan urutan dan redaksional yang sedikit berbeda.

Kelompok 1: -Cheryl Kanza Athallia W. (8)
-M. Ranca Athfal (20)
-M. Rafif F. (17)
-Tika Ayu P. (31)
Pada tanggal 11 Juli 1945, sidang panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang diketuai oleh Ir. Soekarno, membahas pembentukan lagi panitia kecil di bawahnya, yang tugasnya adalah khusus merancang isi dari Undang-Undang Dasar, yang beranggotakan 7 orang yaitu sebagai berikut :
Dr. Soepomo (ketua)
Mr. KRMT Wongsonegoro
Achmad Soebardjo D.
Alexander Andries Maramis 
Agus Salim
Soekiman Wirjosandjojo
Raden Panji Singgih
Pada tanggal 13 Juli 1945, sidang panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang diketuai oleh Ir. Soekarno, membahas hasil kerja panitia kecil di bawahnya, yang tugasnya adalah khusus merancang isi dari Undang-Undang Dasar, yang beranggotakan 7 orang tersebut.
Pada tanggal 14 Juli 1945, sidang pleno BPUPKI menerima laporan panitia Perancang Undang-Undang Dasar, yang dibacakan oleh ketua panitianya sendiri, Ir. Soekarno. Dalam laporan tersebut membahas mengenai rancangan Undang-Undang Dasar yang di dalamnya tercantum tiga masalah pokok yaitu :
Pernyataan tentang Indonesia Merdeka
Pembukaan Undang-Undang Dasar
Batang tubuh Undang-Undang Dasar yang kemudian dinamakan sebagai "Undang-Undang Dasar 1945", yang isinya meliputi :
Wilayah negara Indonesia adalah sama dengan bekas wilayah Hindia-Belanda dahulu, ditambah dengan Malaya, Borneo Utara (sekarang adalah wilayah Sabah dan wilayahSerawak di negara Malaysia, serta wilayah negara Brunei Darussalam), Papua, Timor-Portugis (sekarang adalah wilayah negara Timor Leste), dan pulau-pulau di sekitarnya,
Bentuk negara Indonesia adalah Negara Kesatuan,
Bentuk pemerintahan Indonesia adalah Republik,
Bendera nasional Indonesia adalah Sang Saka Merah Putih,
Bahasa nasional Indonesia adalah Bahasa Indonesia.
Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan karena dianggap telah dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik, yaitu menyusun rancangan Undang-Undang Dasar bagi negara Indonesia Merdeka, dan digantikan dengan dibentuknya "Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia" ("PPKI") atau dalam bahasa Jepang: Dokuritsu Junbi Inkai dengan Ir. Soekarno sebagai ketuanya.
SUMBER
-http://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Penyelidik_Usaha_Persiapan_Kemerdekaan_Indonesia
-http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_anggota_BPUPKI-PPKI
http://globalonlinebook.blogspot.com/2009/09/sidang-ii-bpupki.html
Buku PPKN Halaman 34-35
Full transcript