Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

QIYAS SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM

No description
by

Rachmadanti Chairatul Nisa

on 14 March 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of QIYAS SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM

Pengertian Qiyas
Qiyas menurut bahasa artinya membandingkan, hal mengukur dan aturan.
Qiyas menurut ahli ushul fiqh adalah menerangkan hukum sesuatu yang tidak ada nashnya dalam al-Qur’an dan hadits dengan cara membandingkannya dengan sesuatu yang ditetapkan hukumnya berdasarkan nash.
Rukun Qiyas
1. Al-Ashlu Ashl merupakan masalah yang telah ditetapkan hukumnya dalam al-quran dan sunnah.
2. Al Far ’u (cabang) :Sesuatu yang tidak ada ketegasan hukumnya dalam al-qur’an, sunnah atau ijma’, yang hendak ditemukan hukumnya melalui qiyas.
3. Hukum Ashl :Hukum syara’ yang terdapat pada ashl yang hendak ditetapkan pada far’u (cabang) dengan jalan qiyas dan dimaksud dengan ini sebagai pangkal hukum bagi cabang.
4. Al-illat :Suatu sebab yang menjadikan adanya hukum baru dapat di qiyaskan masalah kedua (furu’) kepada masalah yang pertama (ashl) karena adanya suatu sebab yang dapat dikompromikan antara ashl dengan furu’.

Pembagian Qiyas
Dari segi kejelasan illatnya
- Qiyas jali, yaitu qiyas yang illatnya ditetapkan dalam nash bersamaan dengan penetapan hukum ashl
- Qiyas khafi, yaitu qiyas yang illatnya tidak disebutkan dalam nash.

- Qiyas adwan, yaitu qiyas yang berlakunya hukum pada furu’ lebih lemah dibandingkan dengan berlakunya hukum pada ashl meskipun qiyas tersebut memenuhi persyaratan.
- Qiyas musawi, yaitu qiyas yang berlakunya hukum pada furu’ sama keadaannya dengan berlakunya hukum pada ashl karena kekuatan illatnya sama
- Qiyas aulawi, yaitu qiyas yang berlakunya hukum pada furu’ lebih kuat dari pemberlakuan hukum pada ashl karena kekuatan illat pada furu’.
Murabahah Emas dengan Cicilan
Metode menetapkan illat dalam masalah muamalah:
Takhrijul manath
Yaitu usaha menyatakan illat dengan cara mengemukakan adanya keserasian sifat dan hukum yang beriringan serta terhindar dari suatu yang mencatatkan.
Tanqihul manath
Yaitu menetapkan suatu sifat diantara beberapa sifat yang terdapat di dalam ashal untuk menjadi illat hukum setelah meneliti kepantasannya dan menyingkirkan yang lainnya.
Tahqiq al-manath
Yaitu penerapan dari satu illat yang telah diketahui terhadap beberapa kasus


Kesimpulan

Contoh

Allah telah mengharamkan arak,karena merusak akal ,membinasakan badan,menghabiskan harta. Maka segala minuman yang memabukkan hukumnya haram juga. Dalam contoh ini:
a. Segala minuman yang memabukkan ialah far’un/cabang,artinya yang diqiyaskan
b. Arak,ialah yang menjadi ukuran atau tempat menyerupakan/mengqiyaskan hukum,artinya ashal/pokok.
c. Mabuk merusak akal,ialah ‘illat penghubung/sebab
d. Hukum segala minuman yang memabukkan hukumnya “haram”

QIYAS SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM
Nama Anggota Kelompok:
Rachmadanti
Retno Agdianasari

Dari segi kekuatan illat
Penerapan Qiyas dalam
ijtihad ekonomi
Full transcript