Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

VLSM,CIDR dan SUBNETING

No description
by

Dennis Oktavianus

on 17 February 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of VLSM,CIDR dan SUBNETING

IPV4
ROUTING & SWITCHING 1
VLSM (Variable Length Subnet Mask)
SUBNETTING
TOPOLOGI
PERHITUNGAN VLSM
VLSM,CIDR dan SUBNETTING
CCNA 1

Classless Inter-Domain Routing (CIDR) adalah sebuah cara alternatif untuk mengklasifikasikan alamat-alamat IP berbeda dengan sistem klasifikasi ke dalam kelas A, kelas B, kelas C, kelas D, dan kelas E.
Disebut juga sebagai supernetting.

CIDR merupakan mekanisme routing dengan membagi alamat IP jaringan ke dalam kelas-kelas A, B, dan C.

CIDR
CIDR (CLASSES INTERDOMAIN ROUTING) digunakan untuk mempermudah penulisan notasi subnet mask agar lebih ringkas dibandingkan penulisan notasi subnet mask yang sesungguhnya. Untuk penggunaan notasi alamat CIDR pada classfull address pada kelas A adalah /8 sampai dengan /15, kelas B adalah /16 sampai dengan /23, dan kelas C adalah /24 sampai dengan /28. Subnet mask CIDR /31 dan /32 tidak pernah ada dalam jaringan yang nyata.
TABEL KELAS A - KELAS C
Kelebihan dari CIDR :
• Lebih efisien dalam propagasi & strategi routing.
• Sangat menghemat bandwidth dalam mempropagasikan route.
• Aggregasi memungkinkan ISP untuk memberitahukan address di bawahnya dalam satu kalimat saja, daripada banyak kalimat.

PERHITUNGAN CIDR
Dik : Network Awal = 192.168.10.0/23
Dit : Buat menjadi 16 subnetwork !
Jawab : - Range network awal : 192.168.10.0/23 – 192.168.11.255/23
- Jumlah alamat IP yang tersedia :
2^n (dimana n merupakan bit dari host id)
2^9 = 512 alamat IP
- Jumlah host / subnet :
Jumlah alamat IP yang tersedia / Jumlah subnet yang diminta =
512 / 16 = 32 host / subnet
Maka maskingnya adalah /27
- Alokasinya
1. 192.168.10.0/27 – 192.168.10.31/27
2. 192.168.10.32/27 – 192.168.10.63/27
3. 192.168.10.64/27 – 192.168.10.95/27
4. 192.168.10.96/27 – 192.168.10.127/27
5. 192.168.10.128/27 – 192.168.10.159/27
6. 192.168.10.160/27 – 192.168.10.191/27
7. 192.168.10.192/27 – 192.168.10.223/27
8. 192.168.10.224/27 – 192.168.10.255/27
9. 192.168.11.0/27 – 192.168.11.31/27
10. 192.168.11.32/27 – 192.168.11.63/27
11. 192.168.11.64/27 – 192.168.11.95/27
12. 192.168.11.96/27 – 192.168.11.127/27
13. 192.168.11.128/27 – 192.168.11.159/27
14. 192.168.11.160/27 – 192.168.11.191/27
15. 192.168.11.192/27 – 192.168.11.223/27
16. 192.168.11.224/27 – 192.168.10.255/27

DENNIS OKTAVIANUS - 672011008
STEFANUS YERIAN - 672011013
Vlsm adalah pengembangan mekanisme subneting, dimana dalam vlsm dilakukan peningkatan dari kelemahan subneting klasik. Pada metode VLSM subnetting yang digunakan adalah berdasarkan jumlah host, sehingga akan semakin banyak jaringan yang akan dipisahkan.
Kelebihan dari VLSM :
• Efisien menggunakan alamat IP karena alamat IP yang dialokasikan sesuai dengan kebutuhan ruang host setiap subnet.
• VLSM mendukung hirarkis menangani desain sehingga dapat secara efektif mendukung rute agregasi, juga disebut route summarization.

NEXT TO SUBNETTING
Subnetting adalah suatu metode untuk memperbanyak network ID dari suatu network ID yang telah dimiliki atau sebuah teknik yang mengizinkan para administrator jaringan untuk memanfaatkan 32 bit IP address yang tersedia dengan lebih efisien.

Teknik subnetting membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (IP Classes) A, B, dan C yang sudah diatur. Dengan subnetting, kita bisa membuat network dengan batasan host yang lebih realistis sesuai kebutuhan.
Subnetting menyediakan cara yang lebih fleksibel untuk menentukan bagian mana dari sebuah 32 bit IP adddress yang mewakili netword ID dan bagian mana yang mewakili host ID.

PERNGERTIAN
Tujuannya adalah untuk meningkatkan efesiensi pengelolaan jaringan pada suatu network. Berikut adalah manfaat dari proses Subnetting :

• Memudahkan kita dalam mengelola jaringan.
• Mereduksi traffic yang disebabkan oleh broadcast storm dan memperkecil broadcast domain maupun benturan.
• Membantu pengembangan jaringan ke jarak geografis yang lebih jauh.
• Mengoptimalisasi unjuk kerja jaringan.

Contoh Subnetting Pada IP Address Class C:
Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?

Jawab :
192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnetmask /26 berarti :
11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192)
Jumlah subnet : 2^2 = 4
Jumlah host per subnet : 2^6-2 = 62

Alamat IP versi 4 adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4 dan panjang totalnya adalah 32-bit.
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis yakni :
• Alamat Unicast
• Alamat Broadcast
• Alamat Multicast

Alamat Ipv4 dibagi ke dalam beberapa kelas:
1. Kelas A (1-126)
Digunakan untuk jaringan dengan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di kelas A selalu diset dengan nilai 0. 7 bit berikutnya untuk melengkapi oktet pertama, sehingga akan terbentuk sebuah network identifier. Dan 24 bit sisanya akan membentuk host identifier. Untuk alamat oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC).

2. Kelas B (128-191)
Digunakan untuk jaringan dengan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas ini selalu diset ke bilangan biner 10. Dan 14 bit berikutnya untuk melengkapi oktet pertama, sehingga akan terbentuk sebuah network identifier. Dan 16 bit sisanya akan membentuk host identifier.

3. Kelas C (192-223)
Digunakan untuk jaringan dengan skala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas ini selalu diset ke bilangan biner 110. Dan 21 bit berikutnya untuk melengkapi oktet pertama, sehingga akan terbentuk sebuah network identifier. Dan 8 bit sisanya akan membentuk host identifier.

4. Kelas D (224-239)
Digunakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas sebelumnya. Empat bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas ini selalu diset ke bilangan biner 1110. Dan 28 bit berikutnya digunakan hanya untuk mengenali host.

5. Kelas E (240-255)
Digunakan untuk jaringan yang bersifat eksperimental (percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan). Empat bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas ini selalu diset ke bilangan biner 1111. Dan 28 bit berikutnya digunakan hanya untuk mengenali host.
Route summarization
Route Summarization adalah metode meminimalkan jumlah tabel routing dalam sebuah IP (Internet Protocol) jaringan.

Route summarization bekerja dengan mengkonsolidasikan beberapa rute ke dalam iklan rute tunggal, berbeda dengan routing datar, di mana setiap tabel routing berisi entri yang unik untuk setiap rute.

Untuk mengimplementasikan rute summarization di IP Versi 4 (IPv4), harus menggunakan Classless Inter-Domain Routing (CIDR). Semua alamat IP di rute iklan harus memiliki panjang prefiks tidak boleh melebihi 32 bit.

Route summarization menawarkan beberapa keunggulan penting yaitu dapat meminimalkan latency dalam jaringan yang kompleks, terutama ketika banyak router yang terlibat. Karena berkurangnya jumlah entri routing, overhead untuk protokol routing diminimalkan.

Contoh perintah summary : ip summary-address rip 10.30.0.0 255.255.252.0

END
TERIMA KASIH

TUHAN
MEMBERKATI
KALIAN SEMUA
Full transcript