Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Perubahan fisiologis maternal selama persalinan

No description
by

seli felyana

on 9 September 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Perubahan fisiologis maternal selama persalinan

Kelompok 4 :

Nurul Noviliani
Nurul Syawalita
Puji Agustiani
Riska Andriana
Seli Felyana
Siti Sarah Nurul Zakiah

Perubahan fisiologis maternal selama persalinan
PENDAHULUAN
Persalinan adalah proses fisiologis yang dialami oleh seorang wanita dalam masa akhir kehamilannya yang diikuti oleh perubahan fisiologis dan psikologis yang akan dialami oleh ibu bersalin.
Definisi persalinan
Persalinan normal yaitu proses pengeluaran buah kehamilan cukup bulan yang mencakup pengeluaran bayi, plasenta dan selaput ketuban, dengan presentasi kepala (posisi belakang kepala), dari rahim ibu melalui jalan lahir (baik jalan lahir lunak maupun kasar), dengan tenaga ibu sendiri (tidak ada intervensi dari luar).



kala 1 persalinan adalah dimulainya proses persalinan yang ditandai dengan adanya kontraksi yang teratur, adekuat dan menyebabkan perubahan pada serviks hingga mencapai pembukaan lengkap

PERUBAHAN FISIOLOGIS PADA PERSALINAN KALA I
1. Tekanan darah

Sedikit meningkat selama persalinan tertinggi selama dan segera setelah melahirkan.yang dianggap normal ialah peningkatan suhu yang tidak lebih dari 0,5 sampai 1derajat celcius yang mencerminkan peningkatan metabolisme selama persalinan.
6. Perubahan pada ginjal :
a. Poliuria
Poliuria sering terjadi selama persalinan, mungkin disebabkan oleh peningkatan kardiak output, peningkatan filtrasi dalam glomerulus, dan peningkatan aliran plasma ginjal.

b. Proteinuria yang sedikit dianggap biasa
Proteinuria (+1) dapat dikatakan normal dan hasil ini merupakan respons rusaknya jaringan otot akibat kerja fisik selama persalinan.
Terima Kasih
Meningkat selama kontraksi disertai peningkatan sistolik rata-rata 15 (10-20) mmHg dan diastolik rata-rata 5-10 mmHg pada waktu-waktu kontraksi tekanan darah kembali ketingkat sebelum persalinan.
Ada beberapa faktor yang mengubah tekanan darah ibu, yaitu:
Aliran darah yang menurun pada arteri uterus akibat kontraksi, diarahkan kembali ke pembuluh darah perifer.
Timbul tahanan perifer, tekanan darah meningkat dan frekuensi denyut nadi melambat.
Rasa sakit, takut dan cemas, akan meningkatkan TD.


Ibu dapat mengalami hipotensi dan janin akan mengalami asfiksia. Dengan mengubah posisi tubuh dari terlentang ke posisi miring, perubahan tekanan darah selama kontraksi dapat dihindari.


Selama persalinan, metabolisme karbohidrat baik aerob ataupun anaerob meningkat dengan kecepatan tetap. peningkatan ini disebabkan oleh ansietas dan aktifitas otot rangka.peningkatan aktifitas metabolik terlihat dari peningkatan suhu tubuh denyut nadi, pernafasan,curah jantung dan carian yang hilang.
2. Metabolisme
3. Suhu

frekunsi denyut nadi diantara kontraksi sedikit lebih tinggi dibanding selama periode selama persalinan. Hal ini mencerminkan peningkatan metabolisme yang terjadi selama persalinan.



4. Denyut nadi
Sedikit peningkatan frekuensi pernafasan masih normal selama persalinan dan mencerminkan peningkatan metaboisme yang terjadi. Hiperventilasi yang memanjang adalah temuan abnormal dan dapat menyebabkan alkalosis.



5. Pernapasan
Selama persalinan wanita dapat mengalami kesulitan untuk berkemih secara spontan karena berbagai hal, yaitu:
a. edema jaringan akibat tekanan bagian presentasi
b. Rasa tidak nyaman
c. Sedasi
d. Rasa malu
e. Ibu dengan posisi persalinan terlentang

Kandung kemih harus sering dievaluasi setiap 2 jam untuk mengetahui adanya distensi, untuk mencegah:
a) Obstruksi persalinan akibat kandung kemih penuh, yang akan mencegah penurunan bagian presentasi janin.

b) Trauma pada kandung kemih akibat penekanan lama, yang akan menyebabkan hipotonia kandung kemih dan retensi urin selama periode pasca persalinan awal.



Mobilitas dan absorbsi lambung terhadap makanan padat jauh berkurang. Apabila kondisi ini diperburuk oleh penurunan lebih lanjut sekresi asam lambung selama persalinan, maka saluran cerna bekerja dengan lambat sehingga waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama.
7. Perubahan pada saluran cerna

Hemoglobin meningkat 1,2 gm/100 ml selama persalinan dan kembali ke kadar sebelum persalinan pada hari pertama pasca patum jika tidak ada kehilangan darah yang abnormal. Waktu koogulasi darah berkurang dan terdapat peningkatan fibrinogen plasma lebih lanjut selama persalinan.

8. Perubahan hematologi

Segmen terdiri dari 2 bagian :
1. Segmen atau rahim yang dibentuk oleh corpus uteri
2. Segmen bawah rahim yang terjadi dari isthmus uteri.
Segmen atas berkontraksi, menjadi tebal dan mendorong bayi keluar sedangkan segmen bawah dan serviks mengadakan relaksasi dan dilatasi dan menjadi saluran yang tipis dan teregang yang akan dilalui bayi.
9. Perubahan pada uterus dan jalan lahir dalam persalinan.
Kontraksi otot rahim mempunyai sifat yang khas :
• Setelah kontraksi maka otot tersebut tidak berrelaksasi kembali keadaan sebelum kontraksi tapi menjadi sedikit lebih pendek walaupun tonusnya seperti sebelum kontraksi. Kejadian ini disebut retraksi. Dengan retraksi ini maka rongga rahim mengecil dan bayi akan didorong kebawah dan tidak banyak naik lagi keatas setelah his hilang. Akibat retraksi ini segmen akan makin tebal dengan majunya persalinan apalagi setelah bayi lahir.


• Kontraksi tidak sama kuatnya, tapi paling kuat di daerah fundus uteri dan berangsur berkurang kebawah dan paling lemah pada segmen bawah rahim.
Jika kontraksi dibagian bawah sama kuatnya dengan kontraksi dibagian atas, maka tidak akan ada kemajuan dalam persalinan.



Berbentuk panjang sedangkan ukuran melintang maupun ukuran muka belakang berkurang. Pengaruh perubahan bentuk ini ialah :
• Karena ukuran melintang berkurang, maka lengkungan tulang punggung anak berkurang, artinya tulang punggung menjadi lebih lurus dan dengan demikian kutub atas anak tertekan pada fundus, sedangkan kutub bawah ditakan kedalam pintu atas panggul.


10. Perubahan bentuk rahim
• Dengan adanya kontraksi dari ling. Rotundum fundus uteri terlambat, sehingga waktu berkontraksi , fundus tidak dapat naik keatas. Kalau fundus uteri dapat naik ke atas waktu kontaksi, maka kontraksi tersebut tidak dapat mendorong anak kebawah.




Agar anak dapat keluar dari rahim maka perlu terjadi pembukaaan dari cervix. Pembukaan cervix ini biasanya didahului oleh pendataran dari cervix.



11. Perubahan pada serviks

Yang dimaksud dengan pendataran cervix ialah pendekatan dari canalis cervicalis, yang semula berupa berupa sebuah saluran yang panjangnya 1-2 cm, menjadi suatu lubang saja dengan pinggir yang tipis. Pendataran cervix sudah dimulai dalam kehamilan dan cervix yang pendek (lebih dari setengahnya telah merata) merupakan tanda dari cervix yang matang.


12. Perubahan pendataran terutama dari servix.

Pembesaran dari ostium externum yang tadinya berupa suatu lubang dengan diameter beberapa millimeter menjadi lubang yang dapat dilalui anak, kira- kira 10 cm diameternya. Pada pembukaan lengkap tidak teraba lagi bibir portio, segmen bawah rahim, cervix dan vagina telah merupakan saluran utama.


13. Pembukaan deri cervix
Faktor- faktor yang menyebabkan pembukaan cervix adalah :
1. Mungkin otot- otot cervix menarik pada pinggir ostium dan membesarkannya.
2. Waktu kontraksi segmen bawah rahim dan cervix digegang oleh isi rahim terutama oleh air ketuban dan ini menyebabkan tarikan pada cervix.
3. Waktu kontraksi, bagian dari selaput yang dapat diatas canalis cervicalis ialah yang disebut ketuban, menonjol kedalam canalis cervicalis dan membukannya.



Dalam kala I ketuban ikut meregangkan bagian atas vagina yang sejak kehamilan mengalami perubahan- perubahan sedemikian rupa, sehingga dapat dilalui oleh anak. Setelah ketuban pecah, segala perubahan, terutama pda dasar panggul ditimbulkan oleh bagian depan anak.oleh yang depan yang maju itu, dasar panggul diregang menjadi saluran dengan dinding – dinding yang tipis.
14. Perubahan pada vagina dan luar panggul.
Waktu sampai kevulva, lubang vulva menghadap kedepan atas. Dari luar, peregangan oleh bagian depan nampak pada perinium yang menonjol dan menjadi tipis sedangkan anus menjadi terbuka. Regangan yang kuat ini imungknkan karena bertambahnya pembuluh darah pada vagina dan dasar panggul, tetapi kalau jaringan tersebut robek, mka menimbulkan perdarahan yang banyak.

Sistem endokrin aktif saat proses terjadinya persalinan menyebabkan kadar estrogen, prostaglandin dan oksitosin meningkat serta terjadinya penurunan progesteron. Perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron menyebabkan oksitosin yang dikeluarkan oleh hipofise parst posterior dapat menimbulkan kontraksi rahim (his).

15. Endokrin
Dalam persalinan frekuensi kontraksi semakin sering. Oksitosin diduga bekerja sama melalui prostaglandin yang makin meningkat dengan semakin tuanya kehamilan yang berpengaruh terhadap terjadinya kontraksi rahim (his).
Kontraksi uterus selama kala I, dibagi menjadi 2 fase, yaitu:
a) Fase laten
Dimulai sejak awal kontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap (± 2 x 10') selama 20".

b) Fase aktif
Frekuensi dan lama kontraksi uterus meningkat secara bertahap.
Kontraksi dianggap adekuat jika terjadi ± 3 x 10' selama ≥ 40".


a. Motilitas lambung dan absorpsi makanan padat berkurang.
b. Pengurangan getah lambung berkurang.
c. Pengosongan lambung menjadi sangat lambat

16. Gastro intestinal (GI)
Motilitas lambung dan absorbsi makanan padat secara substansial berkurang banyak sekali selama persalinan. Apabila kondisi ini diperburuk oleh penurunan lebih lanjut sekresi asam lambung selama persalinan, maka saluran cerna bekerja dengan lambat sehingga waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama.
Full transcript