Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Dhinar Rizki

on 5 July 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

Notes
Contoh LFL
Contoh EOQ
Contoh LUC
Material Requirement Planning
Definisi
Material Requirements Planning merupakan suatu metode yang digunakan untuk perencanaan, pengendalian, dan pengelolaan persediaan barang (komponen) yang tergantung pada Bill of Material.
Fungsi
Prosedur Sistem MRP
Sistem MRP memiliki empat langkah utama yang selanjutnya keempat langkah ini harus diterapkan satu per satu pada periode perencanaan dan pada setiap item.Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut :
Contoh Kasus
Struktur produk X :
Jawaban
MRP komponen A :
1. Mengontrol tingkat persediaan.
2. Penugasan komponen berdasarkan urutan prioritas.
3. Penugasan kebutuhan kapasitas pada tingkat yang lebih detail daripada proses perencanaan pada rough cut capacity requirement
Input dan output MRP
Inputan yang dibutuhkan untuk oleh MRP yaitu :
- Jadwal Induk Produksi (JIP)
perencanaan secara detail tentang jumlah produksi yang dibutuhkan untuk setiap produk akhir beserta periode waktunya.

- Inventory Master File (IMF)/Inventory Status Record (ISR)
terdiri dari semua catatan tentang persediaan produk jadi, komponen dan sub komponen lainnya, baik yang sedang dipesan maupun persediaan pengaman (safety stock).

- Struktur Produk
informasi tentang hubungan antara komponen-komponen dalam suatu proses assembling.

Outputan dari MRP yaitu :
- Untuk mengetahui dan menentukan jumlah pesanan dalam memenuhi permintaan produksi.

- Menentukan jadwal pembuatan komponen untuk produk akhir.

- Menentukan rencana pemesanan,yaitu MRP mampu memberikan acuan kapan pembatalan pesanan harus dilakukan.

- Menentukan penjadwalan ulang produksi atau pembatalan atas suatu jadwal produksi yang sudah direncanakan.
- Periode
Periode atau rentang waktu perencanaan dasar, bisa dalam hari, minggu, bulan atau yang lainnya.

- Schedule Receipt (SR)
Merupakan jumlah item yang telah dibeli, tetapi belum sepenuhnya deterima oleh pembeli (purchaser).

- Gross Requirement (GR)
ditentukan dari melihat tabel JIP.

- Inventory On Hand (OH)
jumlah item yang menjadi inventori pada awal periode dan di akhir periode diharapkan inventory 0.
yaitu, OH = PORc + OHt-1 -GR

dimana : OH = Inventory pada periode t
GR = GR pada periode t

- Net Requirement (NR)
Jumlah produk yang harus di produksi.
NR = GR - OHt-1

- Planned Order Receipt (PORc)
jumlah item yang harus diterima atau diproduksi pada akhir periode Penentuan nilai PORc tergantung dari metoda lot sizing yang digunakan.
PORc = NR

- Planned Order Release (PORl)
Adalah jumlah item yang harus diterima atau diproduksi pada akhir periode waktu particular dengan memperhatikan lead time untuk masing-masing komponen.
Pembuatan MRP
1. Netting
Netting adalah proses perhitungan untuk menetapkan jumlah kebutuhan bersih, yang besarnya merupakan selisih antara kebutuhan kotor dengan keadaan persediaan.
- Kebutuhan kotor untuk setiap periode.
- Persediaan yang dipunyai pada awal perencanaan.
- Rencana penerimaan untuk setiap periode perencanaan.
Setelah kebutuhan kotor ditentukan berikutnya adalah perhitungan kebutuhan bersih.


Dimana:
NR = kebutuhan bersih (nett requirement)
GR = kebutuhan kotor (gross requirement)
SR = jadwal penerimaan (schedule receipt)
2. Lotting
Lotting adalah suatu proses untuk menentukan besarnya jumlah pesanan optimal untuk setiap item secara individual didasarkan pada hasil perhitungan kebutuhan bersih yang telah dilakukan. Ada banyak alternatif metode untuk menentukan ukuran lot.
-Lot For Lot (LFL) :
Pendekatan menggunakan konsep dengan pertimbangan minimasi dari ongkos simpan, jumlah yang dipesan sama dengan jumlah yang dibutuhkan yang akan menghasilkan jumlah On-hand Inventory bernilai nol.
-Economic Order Quantity (EOQ)
Pendekatan yang bertujuan meminimumkan ongkos persediaan, yang biasanya digunakan untuk kebutuhan material yang bersifat kontinu dengan pola permintaan yang stabil. Lot pemesanan dibuat sama dengan EOQ.
Dimana :

d = rata-rata demand,
s = ongkos set-up
h = ongkos simpan (holding cost)
Least Unit Cost (LUC) :
meminimasi ongkos persediaan per unit, yang mana keputusan ditentukan berdasarkan ongkos per unit (ongkos pengadaan per unit + ongkos simpan per unit) terkecil dari setiap ukuran lot yang dipilih.
Jadwal Induk Produksi :
Status masing-masing komponen
Buat MRP untuk komponen A agar jadwal induk produk terpenuhi, jika diketahui biaya sekai pesan adalah Rp.165.000 dan biaya per periodenya adalah Rp.274 (catatan : lot size untuk komponen X1,X2,B,C dan D mengikuti kelipatan dari angka yang tertera dan untuk memudahkan perhitungan, abaikan angka koma)
Produk X Lot Size : LFL LT : 1
Produk X1 Lot Size : 100 LT : 2
Produk X2 Lot Size : 200 LT : 1
Produk X2 Lot Size : 200 LT : 1
Full transcript