Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

LOBI & NEGOSIASI

No description
by

Danny Permana

on 11 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of LOBI & NEGOSIASI

LOBI & NEGOSIASI
DALAM
KOMUNIKASI BISNIS

Kemampuan melakukan lobi adalah pendekatan yang sering digunakan dalam mencapai kesepakatan tertentu (transasksi).

Melakukan lobby adalah melancarkan persuasi, yakni mempengaruhi orang lain tanpa harus merasa dipengaruhi oleh orang lain itu.
Pengertian lobi tidak hanya diartikan dalam sudut pandang yang sempit, yaitu pembicaraan 2 org/lebih yang hanya membicarakan dagang/bisnis tetapi lebih lebih kepada semua bentuk pendekatan awal yang menjurus pada kegiatan yang menguntungkan 2 belah pihak.
Komunikasi yang baik dalam kegiatan lobi mencakup 1) faham akan konten yang akan dibicarakan, 2) merebeut perhatian dari pendengar, 3) menciptakan hubungan baik, 4) faham akan minat dan selera pendengar, 5) waktu yang terkondisikan dalam memulai komunikasi, 6) menjadi pendengar yang baik, 7) memahami pesan yang disampaikan, 8) menghentikan komunikasi disaat yang tepat.
Strategi pendekatan lobi :
kenal dengan objek yang dituju;
persiapan informasi;
persiapan diri;
menarik perhatian pendengar;
pesan disampaikan dengan jelas dan dapat difahami;
menutup pembicaraan dengan kesan menyenangkan.
A. LOBI
B. NEGOSIASI
B. NEGOISASI
Keterampilan negoisasi merupakan suatu esensial dalam meraih sukses, karena mampu memecahkan permasalahan dengan solusi yang dapat diterima oleh semua pihak.

Ada 2 pihak yang terlibat dalam kegiatan negoisasi, yaitu negosiator (pihak 1) dan adversary (pihak2).
Negosiator
karakteristik negosiator, 1) pressure group (senang bersaing & menang dalam segala hal), 2) cooperative group (senang bekerja & ingin mencapai persetujuan yang terbaik utk semua pihak.
adversary
4 gaya adversary
gaya promotor : agresif, kreatif, muluk, suka akan hal yang baik.
gaya fasilitator : diplomatis, diterima oleh lingkungan
gaya kontroler : berorientasi pada hasil, otoriter
gaya analitikal : sabar, spesifik, terinci, pemikir, berorientasi pada data.
Aktivitas
Tahap
Persiapan
Tiga Tahapan Proses Negoisasi
Persiapan (Preparation)

Pelaksanaan (Negotiation Process)

Tindak lanjut ( Following Trought)

Analisis diri pribadi melalui S W O T Analysis
Kemampuan berkomunikasi efektif
Menguasai materi negoisasi & membuat urutan butir butir masalah sesuai dengan skala prioritas
Usaha untuk mendapatkan informasi dan data dari adversary maupun perusahaan yang diwakilinya, melalui lobi yang dilaksanakan sebelumnya atau dari pihak ketiga
Sasaran yang akan dicapai (min. or max) untuk menentukan kemungkinan pencapaiannya.
Menyiapkan strategi negoisasi dengan menentukan, kapan akan dilaksanakan negoisasi, tempat negoisasi, taktik yang akan dipergunakan (win-lose, win-win, lose-win).
Apabila masih ada masalah internal, sebaiknya diselesaikan terlebih dahulu, sehingga tidak akan menggangu jalannya negoisasi
Negosiation Process
Opening = mengawali dengan general topic dalam situasi yang menyenangkan
Managing the difference = meretas sebuah perbedaan melalui kesepakatan.
Closing = menutup pembicaraan dengan butir kepakatan dari hasil pembicaraan (resume) dan rencana tindaklanjut.
Windschuttle & Windschuttle (1998), hal yang paling esensial dari lobi adalah kegiatan ini mengupayakan agar segala sesuatu berjalan bukan dengan cara pemberian perintah atau koreksi melainkan melalui persuasi. Karena itu, para pelobi tidak memaksakan secara langsung kekuasaan yang ada pada dirinya terhadap orang yang dilobinya sehingga para pelobi tidak menyatakan apa yang harus dilakukan orang lain melainkan hanya mempersuasi orang lain untuk melakukan apa yang dikehendakinya, langkah yang biasanya dilakukan pelobi adalah memberikan informasi kepada orang lain yang dilobinya dan kemudian meyakinkan mereka agar mau memberikan dukungan terhadap pelobi.
Jenis Jenis Lobi
Lobi Tradisional
biasanya memanfaatkan orang-orang terkenal, figure public, atau mantan pejabat untuk mendekati kelompok-kelompok kepentingan agar tujuan organisasi/lembaga bisnis dapat tercapai.
Lobi akar rumput
Lobi ini bertujuan mempengaruhi para pengambil keputusan secara tidak langsung. Para pelobi justru mempengaruhi masyarakat dan nantinya, masy. menyatakan pendapatnya sehingga keputusan yang diambil pemerintah sesuai dengan keinginan para pelobi itu yang seolah olah merupakan aspirasi masy..
Lobi political action committe
Komite yang dibentuk oleh perusahaan besar dengan maksud menempatkan calonnya dilembaga legislatif atau eksekutif sehingga keputusan yang diambilnya tidak merugikan perusahaan yang tergabung dalam komite tersebut. bahkan kepentingan perusahaan-perusahaan tersebut kemudian diidentikan dengan kepentingan pemerintah. di berbagai negara, lobi ini menjadi kontroversi dimasy.
dalam komunikasi bisnis, yang pasti melibatkan 2 pihak, dikomunikasikan permasalahan dan kepentingan yang berbeda. masing-masing pihak tentu berdiri pada posisinya, dan ingin membela posisinya tersebut. dalam kondisi seperti itu tersedia tiga kemungkinan yang terjadi, yakni :
kedua belah pihak menerima keadaan status quo;
pihak yang kuat dapat memaksakan kehendaknya;
kedua belah pihak mencapai persetujuan melalui negoisasi.
Jenis Jenis Negoisasi
Bargaining Oriented
Jenis negosiasi dengan pendekatan komunikator yang kompetitif yang berasumsi pada satu pihak yang akan menang. (Lose win oriented negosiation)
Lose Win Oriented
para pihak yang melakukan negosiasi berpacu untuk menjadi pemenang.
Bentuk Kompromi
pengambilan satu pilihan yang didasari oleh sebuah mufakat untuk menentukan sebuah pilihan
Win-Win Oriented
atau sering disebut pendekatan kolaboratif yang mencari solusi dengan mendata bidang ahli para pesaing.
2004
2007
2013
2010
2001
1998
dapat dilakukan secara individual pada satu sisi dan secara kelompok pada sisi lain
menetapkan maksud & tujuan
kesepakatan dibuat secara tertulis sebagai bentuk bukti untuk para pihak
yang harus didiskusikan adalah agenda negosiasi
Bargaining Otority
negosiator harus memiliki otoritas untuk melakukan bargaining demi kepentingan pihaknya.
jangan pernah melakukan negosiasi dengan orang yang bukan pengambil keputusan
Proses Negosiasi :
Dihadapkan pada pilihan antara ketegasan & agresi;
Kaukus, yakni kelompok kecil informal. Kaukus dilakukan a) ketika segala sesuatu berjalan cepat dan anda tidak mau melakukan kesalahan dalam menangani persoalan yang penting, b) didalam menanggapi sebuah prakarsa yang diajukan oleh pihak lawan, kembali pada kaukus menunjukkan keseriusan andalam mengkaji usulan;
Waktu, berkaitan dengan tempo negoisasi, yakni taktiknya adalah a) dimulai secara lamban sehingga waktu habis untuk membahas hal-hal kecil, b) jika ada pembahasan yang tidak perlu dialihkan pembicaraan, c) memanfaatkan kelelahan dengan cara memperpanjang waktu pembahasan, d) membatasi waktu bargaining dengan jam kerja, e) memberi peluang untuk melakukan perumusan ulang pada suatu masalah tertentu.
Full transcript