Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Super Posisi Getaran Harmonik

No description
by

Myname Farah Si 'snowpurple'

on 4 December 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Super Posisi Getaran Harmonik

Thank You!
Anggota Kelompok
Farah Azhar Nisrina (1202144143)
Ibnu Teguh Ghifary (1202144191)
Puspita Sari (1202144185)
Rahmaji Dwi Santoso (1202144239)
1. Mengukur frekuensi dan amplitudo getaran harmonik dengan osiloskop

2. Memahami superposisi getaran harmonik yang sejajar melalui osiloskop

3. Memahami superposisi getaran harmonik yang saling tegak lurus melalui osiloskop
I. TUJUAN
II. DASAR TEORI
>SUPERPOSISI GELOMBANG HARMONIK SEJAJAR
Gelombang pelayangan : superposisi dari dua gelombang yang ber-orde sama
Gelombang kompleks : superposisi dari dua gelombang yang berbeda orde

>KALIBRASI
Suatu cara untuk menentukan kebenaran konvensional nilai yang ditunjukkan pada alat inspeksi, alat pengukur, dan alat pengujian.

III. ALAT-ALAT
Osiloskop GOS - 622 (Dual Trece;20 MHz)
Data yang diperoleh
>KALIBRASI FREKUENSI (f) DAN AMPLITUDO (A) PADA AUDIO GENERATOR
FISIKA DASAR
TELKOM UNIVERSITY
SI-5D
Super Posisi Getaran Harmonik
Audio Generator (Osilator)
Kabel Probe
Percobaan
1
2
3
4
Amplitudo
Frekuensi
Osilator
Osiloskop
Osilator
Osiloskop
1
1
500
555,56
1,2
1,4
1,6
1,2
1,5
1,8
550
600
700
606,06
645,16
769,23
>SUPERPOSISI GELOMBANG (GELOMBANG PELAYANGAN)
Pengamatan dilakukan sebanyak tiga kali dengan perincian sebagai berikut:
Pengamatan 1: dua gelombang dengan amplitudo yang sama, frekuensi yang berbeda.
Pengamatan 2: dua gelombang dengan amplitudo yang berbeda, frekuensi yang sama.
Pengamatan 3: dua gelombang dengan amplitudo dan frekuensi yang berbeda.
>SUPERPOSISI GELOMBANG (GELOMBANG KOMPLEKS)
Pengamatan 1
Pengamatan 2
Pengamatan dilakukan dengan f2= 600 Hz, sehingga:
pengamatan 1 memiliki beda orde 101
pengamatan 2 memiliki beda orde 102
6 KHz
60 KHz
>PENCITRAAN LISSAJOUS PADA OSILOSKOP
Pencitraan lissajous dengan perbandingan frekuensi yang ditentukan.
ANALISIS
BAGIAN I

Jelaskan makna amplitudo dan frekuensi audio generator!

amplitudo
: nilai puncak/lembah dari sebuah gelombang sinusoidal yang dihasilkan audio generator

frekuensi
: banyaknya gelombang yang dihasilkan per detik dari gelombang yang dihasilkan audio generator.

Samakah nilai A dan f osilator dengan osiloskop? Mengapa demikian? Jelaskan alasannya!
Nilai A dan f osilator dan osiloskop hampir sama karena sebelumnya telah dikalibrasi terlebih dahulu. Pada hal ini kami membandingkan antara nilai inputan dan outputan.

Perlukah kalibrasi untuk skala ch-1 dan ch-2? Uraikan jawaban!
Sangat diperlukan, agar kami dapat melakukan pengamatan secara tepat.

Pengolahan Data
BAGIAN II
Jelaskan hasil pengamatan getaran harmonik pelayangan!

Superposisi dari dua gelombang yang memiliki amplitudo yang sama menghasilkan gelombang baru yang muncul didalamnya rapatan dan renggangan dalam amplitudo yang konstan.
Sedangkan, superposisi dari dua gelombang yang memiliki frekuensi sama menghasilkan gelombang baru yang memiliki amplitudo yang berubah dalam pola yang teratur dengan frekuensi yang konstan.
Superposisi dengan dua gelombang yang memiliki amplitudo dan frekuensi yang berbeda menghasilkan gelombang baru yang memiliki amplitudo dan frekuensi yang berubah-ubah dalam pola yang teratur.

BAGIAN III
Jelaskan hasil pengamatan getaran harmonik kompleks!

Getaran harmonik kompleks terjadi bila f1 dan f2 memiliki beda orde. Bila perbedaan orde kecil, maka gelombang baru yang terbentuk seperti ada gelombang di dalam gelombang.
Namun, bila perbedaan orde semakin besar, maka gelombang baru yang terbentuk semakin tampak seperti garis tebal yang membentuk sebuah gelombang.
BAGIAN IV
Jelaskan kembali hasil pengamatan anda!
Gambar-gambar lissajous tidak dapat diam karena kedua gelombang merupakan dua sumber getaran yang tidak koheren (beda fase selalu berubah atau tidak konstan).
BAGIAN V
Apa yang terjadi jika penomoran pada lingkaran arahnya sama? Jelaskan!
Jika penomoran pada lingkaran arahnya sama, maka arah gambar lissajous yang terbentuk akan berlawanan dengan gambar lissajous yang semestinya, meskipun fasenya sama.

Bagaimana gambar lissajous yang dihasilkan dari penggambaran manual? Bandingkan dengn gambar lissajous yang muncul di osiloskop saat praktikum!
Gambar lissajous yang dihasilkan secara manual menyerupai seperti apa yang ditampakkan pada layar osiloskop. Hanya saja, pada layar osiloskop, gambar yang dihasilkan bergerak dan setiap perubahan fasanya terlihat perbedaan yang kontinu.
KESIMPULAN
Suatu gelombang dipengaruhi oleh frekuensi dan amplitudo.
Superposisi dari dua gelombang menghasilkan gelombang baru yang sifat-sifatnya merupakan campuran dari sifat-sifat kedua gelombang tersebut.
Kerja osiloskop juga dipengaruhi oleh tegangan arus AC yang tidak stabil, sehingga dapat berpengaruh pada citra gelombang yang dihasilkan osiloskop.
Full transcript