Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Kemasan Logam

No description
by

Kurnia Saputri

on 11 July 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kemasan Logam

Kemasan Logam
Pendahuluan
Logam adalah unsur kimia yang memiliki sifat kuat, keras, liat, merupakan penghantar panas dan listrik, serta mempunyai titik lebur tinggi.
Sejarah Logam
Wadah logam sebagai prestise untuk pengawetan pangan. Teknik pengalengan :
1809: Nicholas Appert (era Napoleon Bonaparte)
1810: Aspek legislasi – l’art de conserver kotak kaleng – Peter durant (UK)
1817: Industri pengalengan – W. Underwood (USA) 1819-1826: ekspedisis ke
kutub utara
<1900: pembuka kaleng secara manual
1866: pembuka kaleng dengan kunci putar
1875: pembuka kaleng sistem ungkit
1889: kaleng aerosol
Jenis-Jenis Logam
1. Baja (Steel)
2. Kaleng (Tin Plate) dan Tin Free Steel
3. Alumunium
4. Alumunium Foil
Karakteristik Logam dan Non-Logam
LOGAM NON-LOGAM
Merupakan konduktor yang baik • Isolator yang baik
Dpt ditempa dan dibengkokan dalam • Rapuh dan tidak dapat ditempa keadaan padat dalam keadaan padat
Mempunyai kilap logam • Kilap non logam
Tidak tembus pandang • Bbp jenis bersifat tembus pandang
Densitas (massa jenis) tinggi • Densitas rendah
Berbentuk padat • Berbentuk padat, cait ayau gas

Teknologi Pengemasan Pangan
Bentuk-Bentuk Kemasan
1. Kaleng (Can)
2. Tabung tekan
3. Alumunium Foil dan Nampan (Tray)
4. Drum
5. Aerosol
Kemasan Tin Plate dan Tin Free steel
Jenis kaleng dibedakan berdasarkan komponen pelapisan, cara pelapisan, dan komponen baja utama, sehingga ada yang disebut kaleng pelat timah, kaleng TFS, kaleng 3 lapis dan kaleng lapis ganda. Kandungan Sn harus 1-1.25% dari berat kaleng. Cara pelapisan bisa dengan celup atau elektrolisa.Tipe kaleng antara lain
N: ditambah 0.02% nitrogen untuk meningkatkan daya kaku dan untuk produk berkarbonat; D: ditambah lapisan alumunium; dan 2 CR: cold reduce lebih ringan, dan untuk bir dan sari buah.
Kemasan Alumunium
Keunggulan :
-lebih ringan daripada baja,
-mudah dibentuk,
-tidak berasa,
-tidak berbau,
-tidak beracun,
-dapat menahan masuknya gas,
-mempunyai konduktivitas panas yang baik
-dapat didaur ulang.

Kelemahan :
-kekuatan (rigiditasnya) kurang baik
-sukar disolder
-harganya lebih mahal dan mudah mengalami perkaratan sehingga harus diberi lapisantambahan

Secara komersial penggunaan aluminium murni tidak menguntungkan,sehingga harus dicampur dengan logam lainnya untuk mengurangi biaya danmemperbaiki daya tahannya terhadap korosi. Logam-logam yang biasanya digunakansebagai campuran pada pembuatan wadah aluminium adalah tembaga, magnesium,mangan, khromium dan seng (pada media alkali).

Kemasan Aerosol
Kemasan aerosol banyak digunakan untuk mengemas produk-produk non pangan seperti kosmetika (parfum), pembersih kaca, pengharum ruangan, cat semprot, pemadam kebakaran dan pestisida.
Drum dan Wadah lain
Drum logam untuk bahan pangan umumnya terbuat dari baja atau aluminium.
Drum baja banyak digunakan untuk minyak goreng. Bentuk drum yang lain yaitu jemblung dibuat dari kaleng dengan bahan dasar seng, biasanya digunakan untuk kerupuk atau makanan jajanan kering lainnya
Lapisan Tin Plate
Lapisan Tin Free Steel
Menurut cara dan tujuan pemakaiannya ada 2 jenis kaleng:
Kaleng untuk pengemasan steril :
Kaleng ditutup sampai kedap udara dgn alat khusus sehingga diperoleh sambungan ganda (
double seam
). Bahan kaleng:
tinplate, tinfree steel, alumunium

Kaleng tidak untuk proses steril
Biasanya tidak ditutup dgn alat khusus sehingga tidak ada sambungan
double seam
pada batas badan dan tutup kaleng

Jenis-Jenis Kaleng Plat Timah
-kaleng baja bebas timah (
tin-free steel)
- kaleng 3 lapis (
three pieces cans
)
- kaleng lapis ganda (
two pieces cans
)

KOMPOSISI KIMIA BERBAGAI JENIS KALENG (%)
TIPE-TIPE KALENG UNTUK PENGEMASAN
Lapisan Enamel
Lapisan enamel merupakan lapisan non logam pada kaleng, melapisi metal (mencegah korosi), melindungi kontak langsung dengan produk.

Fungsi untuk mencegah korosi, sedangkan enamel luar berfungsi untuk mencegah korosi dan untuk dekorasi.
JENIS-JENIS KALENG DAN PENGEMASANNYA
(Sumber : Syarief et al., 1989)
(Sumber : Syarief et al., 1989)
(Sumber : Syarief et al., 1989)
Proses pengalengan makanan
a. Pembersihan dan persiapan bahan bahan baku.
b. Blansing.
c. Pengisian dan
exhausting
.
d. Penutupan.
e. Sterilisasi.
Kerusakan Makanan
a. Hydrogen Swell
b. Interaksi antara bahan dasar kaleng dengan makanan
c. Kerusakan Biologis
d.Perkaratan (Korosi)

Alumunium Foil
Aluminium foil adalah bahan kemasan berupa lembaran logam aluminum yang padat dan tipis dengan ketebalan <0.15 mm.
Sifat-sifat dari aluminium foil :
-hermetis
-fleksibel
-tidak tembus cahaya

Penggunaan dalam pangan :
untuk mengemas bahan-bahan yang berlemak dan bahan-bahan yang peka terhadap cahaya seperti margarin dan yoghurt.
Aluminium foil banyak digunakan sebagai bahan pelapis atau laminan.
Penggunaan Alumunium dalam Pangan
Penggunaan kemasan aluminium untuk bahan-bahan ini harus memperhatikan beberapa kondisi sebagai berikut :

a. Produk Buah-buahan dan Sayuran
Aluminium yang digunakan untuk mengemasan produk buah-buah harus dilapisi dengan enamel untuk mencegah terjadinya akumulasi gas hidrogen yang dapat menyebabkan terbentuknya gelembung gas dan karat. Penyimpangan warna pada saus apel yang dikemas dengan aluminium, dapat dicegah dengan menambahkan asam askorbat .
b. Produk daging
Pengemasan daging dengan wadah aluminium tidak menyebabkan terjadinya perubahan warna sebagaimana yang terjadi pada logam lain. Produk yang mengandung asam amino dengan sulfur seperti daging dan ikan dapat bereaksi dengan besi dan membentuk noda hitam. Penambahan aluminium yang dipatri pada kaleng tin plate dapat mencegah pembentukan noda karat. Pada produk
daging yang berkadar garam tinggi dan mengandung bumbu yang mudah berkarat, maka penambahan gelatin dapat mengurangi sernagan karat pada logam.
c. Ikan dan Kerang-kerangan
Pengemasan ikan sarden dalam minyak atau saus tomat dan saus mustard degan kemasan aluminium yang berlapis enamel, maka pH nya tidak boleh lebih dari 3.0, karena jika lebih besar enamel tidak dapat melindungi produk. Pengemasan lobster dengan kaleng aluminium tidak memerlukan kertas perkamen yang biasanya digunakan untuk mencegah perubahan warna pada kaleng tinplate
d. Produk-produk susu
Kemasan aluminium untuk produk susu memerlukan lapisan pelindung, terutama pada susu kental yang tidak manis. Penggunaan aluminium untuk produk-produk susu seperti margarin dan mentega, berperan untuk memberikan sifat opaq sehingga menjadi sekat lintasan bagi cahaya dan O2.
e. Minuman
Pengemasan minuman dengan wadah aluminium harus diberi pelapis, yaitu epoksivinil atau epoksi jernih untuk bir dan epoksivinil atau vinil organosol untuk minuman ringan atau minuman berkarbonasi. Pengemasan teh dengan aluminium yang tidak diberi lapis dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna dan flavor.

Penggunaan kemasan aerosol untuk bahan pangan
adalah untuk whipped cream yaitu krim sebanyak 90% erdiri dari susu, sirup jagung, sukrosa dan minyak nabati yang diberi cita rasa dan bahan penstabil.
Kemasan aerosol terdiri dari 3 (tiga) bagian yaitu :
1. produk cair
2. propelen pendorong cairan
3. bagian gas dengan pengaruh tekanan.
Berdasarkan bahan kemasannya maka kemasan aerosol dibedakan atas:
1) kemasan aerosol logam
terbuat dari logam aluminum, plat timah
atau nir karat (
stainless steel
), dan paling
banyak digunakan dibanding kemasan
aerosol lain.
2) kemasan aerosol gelas
mempunyai sifat inert terhadap bahan kimia
dan sesuai untuk produk-produk yang korosif.
3) kemasan aerosol plastik.
terbuat dari asetal, nilon atau propilena, dan
biasanya digunakan untuk pembersih alat
rumah tangga.

Fakultas Teknologi Industri Pertanian
Oleh : Kurnia Agustina Saputri /240210130030
(ebookpangan.com, 2007)
(Sumber : Syarief et al., 1989)
Full transcript