Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Isu - Isu Terkini Mengenai Penyusunan Standar

No description
by

Septian Maulana Yusuf

on 26 April 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Isu - Isu Terkini Mengenai Penyusunan Standar

Penyusunan Standar Akuntansi
Results
Isu-Isu
Isu Penyusunan Standar Akuntansi
Penyesuaian IFRS terhadap Akuntansi Syariah
Tantangan
Proses Penyusunan Standar
Design
Approval
Education
Implementation
Enforcement
Penyusunan Standar Menurut DSAK
Issue Identification.
Preliminary Consideration.
Preparation of Accounting Discussion Paper.
Preparation of Exposure Draft (ED).
Publication of ED.
Public Hearings.
PSAK Preparation.
Approval and Promulgation.
Perkembangan SAK
Roadmap PSAK Konvergensi IFRS
Why IFRS ?
Globalization
Market
Production
Capital Sources
Konvergensi IFRS terhadap Transaksi Keuangan Syariah Indonesia
Perbedaan Pendapat
AAOFI
MASB
IAI
SUBSTANSI MENGUNGGULI BENTUK
Menurut Kerangka Konseptual IASB dalam PWC (2011) substansi mengungguli bentuk merupakan bagian integral yang mewakili transaction faithfully:
“Faithfully representation berarti bahwa informasi keuangan merupakan substansi dari suatu fenomena ekonomi daripada hanya mewakili bentuk hukumnya.”
Isu : ketika pembuat standar konvensional menganggap substansi mengungguli bentuk terpisahkan dengan pelaporan keuangan, ada keraguan tentang penerimaan dari perspektif Islam
Ukuran Probabilitas
Kerangka Konseptual IASB (dalam PWC, 2011) melakukan pengakuan aktiva dan kewajiban ketika kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke atau dari entitas:
“Konsep probabilitas digunakan … untuk merujuk pada tingkat ketidakpastian bahwa manfaat ekonomi masa depan berhubungan dengan item tersebut akan mengalir ke atau dari entitas.” (Ayat 4,40)
IFRS mengakui biaya-biaya tertentu ketika kemungkinan bahwa manfaat ekonomi masa depan dapat dipastikan.
Masalah yang muncul di sini adalah apakah ada larangan syariah terhadap pengakuan aset-aset ikewajiban, pendapatan, dan biaya didasarkan pada ketika kemungkinan tersebut terjadi?
Time Value For Money
Banyak Standar IASB menggunakan konsep nilai waktu uang. Sebagai contoh, dalam IAS 39, aktiva tertentu dan kewajiban diukur pada biaya diamortisasi (mengakui pendapatan pembiayaan atau beban pada hasil konstan).
“Pinjaman dan piutang … harus diukur dengan biaya diamortisasi dengan menggunakan metode efektif bunga.” (IAS 39, Par. 46 dalam PWC, 2011)
Masalah yang terjadi adalah apakah tidak pantas untuk mencerminkan nilai waktu dari uang dalam pelaporan transaksi keuangan syariah, apabila tidak ada bunga yang jelas untuk dibebankan atau dikeluarkan dalam transaksi tersebut?
konvergensi IFRS terhadap standar akuntansi syariah yang dilakukan di Indonesia tidak akan bisa sempurna 100%
Menurut Khairul Nizam, direktur pengembangan teknis di AAOIFI (dalam Ibrahim, 2009) bahwa kesenjangan dan perbedaan ada dan akan terus ada di antara set kedua standar, karena kesenjangan dan perbedaan adalah hasil alami dari struktural tujuan yang berbeda dari IASB dan AAOIFI.
IFRS yang ada tidak bisa dipaksakan untuk akuntansi syariah yang memiliki prinsip yang berbeda, seperti yang dikatakan oleh Ibrahim (2009) dalam pendahuluan papernya yaitu “
one size doesn’t fit all!

Penyatuan dua prinsip yang berbeda tidak akan menyelesaikan masalah di antara kedua teori akuntansi yang berbeda, maka penyesuaian merupakan salah satu strategi untuk menghadapi konvergensi IFRS di Indonesia ini.

Apabila memang sebuah konsep tidak sesuai dengan IFRS
sebaiknya jangan dipaksakan
untuk digunakan dan apabila dapat digunakan maka
pergunakanlah sebaik mungkin
.
Conclusion
Tantangan untuk para pembuat standar dan pihak yang berkepentingan adalah untuk
meningkatkan komparabilitas lintas batas transaksi keuangan syariah
, sementara memperhatikan
sensitivitas agama
dan bukannya memaksakan standar IFRS yang ada untuk digunakan
Full transcript