Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Persentasi Payung Geulis

A presentation to welcome my students to their first day of school, and introduce them to me, my expectations, and my classroom rules and procedures.
by

fauzi firdaus

on 21 January 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Persentasi Payung Geulis

Matrix Partners preso!
Harvard Business Review
How to lower the cost of enterprise sales?
welcome !
A. Latar Belakang
Sejarah Perkembangan Payung Geulis
What are they?
Payung Geulis
Peta Konsep
B. Pembahasan Karya Seni Rupa Payung Geulis
Help me!
T
H
N
A
K
Y
O
U
P
R
E
Z
I
Simbol/Motif/Lambang yang diterapkan dalam Seni Rupa Payung Geulis
HAND
SIGNALS

Questions?
Kelompok 1
Dhaifina Nur Hadayani
M Fauzi Firfaus
Renaldi Ferdiansyah
Sinli Nur Habibah
Tiara Kusumah
Anggota :
Perkembangan Sejarah Karya Seni Rupa Payung Geulis
Bahan berkarya Seni Rupa Payung Geulis
Teknik Berkarya Seni Rupa Payung Geulis
Nilai Estetikanya Seni Rupa Payung Geulis
C. Contoh Lampiran
Fungsi Karya Seni Rupa Payung Geulis
Proses/Langkah-Langkah Pengerjaan Karya Seni Rupa Payung Guelis
D. Kesimpulan
Payung Geulis merupakan ikon dari Kota Tasikmalaya yang keberadaannya hampir punah. Pada masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1926 dipakai oleh none–none Belanda. Payung geulis yang terbuat dari bahan kertas dan kain mengalami masa kejayaan pada era 1955 sampai 1968. Namun masa kejayaan itu berangsur-angsur surut setelah pemerintah pada tahun 1968 menganut politik ekonomi terbuka. Sehingga payung buatan pabrikan dari luar negeri masuk ke Indonesia. Hal ini berdampak pada hancurnya usaha kerajinan payung geulis di Tasikmalaya. Usaha kerajinan ini mulai bersinar kembali sejak tahun 1980-an. Para perajin mulai membuka kembali usaha pembuatan payung walau dalam jumlah kecil.

Agar kerajinan ini dapat terus bertahan, Pemerintah Kota Tasikmalaya telah melakukan berbagai pembinaan, diantaranya pelatihan dan bantuan peralatan agar perajin dapat meningkatkan kualitas. Pemerintah Kota Tasikmalaya juga membuat peraturan untuk mewajibkan penggunaan payung geulis sebagai hiasan depan pintu disetiap hotel, perkantoran dan rumah makan yang ada di wilayah Kota Tasikmalaya.
Payung merupakan alat pelindung dari hujan dan panas sedangkan Geulis memiliki arti elok atau molek sehingga Payung Geulis memiliki arti payung cantik yang bernilai estetis. Terdapat dua motif payung geulis yaitu motif hias geometris berbentuk bangunan yang lebih menonjol seperti garis lurus, lengkung dan patah-patah, dan motif hias non geometris diambil dari bentuk alam seperti manusia, hewan dan tanaman.

Payung geulis ini rangkanya terbuat dari bambu. Setelah dirangkai dan dipasangi kain dan kertas, ujung payung dirapikan dengan menggunakan kanji. Agar menarik, rangka bagian dalam diberi benang warna–warni. Proses pembuatan payung ini bergantung pada sinar matahari, karena setelah diberi kanji, payung dijemur hingga keras. Payung kemudian diberi warna, serta dilukis dengan corak bunga. Semua proses pembuatan payung geulis dibuat secara manual dengan buatan tangan/handmade kecuali gagang payung dibuat dengan menggunakan mesin.
Pembuat payung geulis ini, umumnya para orang tua yang menguasai kerajinan ini secara turun temurun, seperti Mak Cicih istri dari A. Sahrod (Alm). Saat ini nyaris hanya sedikit perajin yang masih menekuni pembuatan payung ini, sekitar empat unit usaha. Para perajin payung geulis berdomisili di Panyingkiran Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Saat ini setelah bapak meninggal usaha payung geulis ini diteruskan oleh menantu mak cicih yaitu Pak Warsono dan istrinya.

Harga payung ini di pasaran lokal sangat murah. Untuk satu payung ukuran kecil hanya dihargai Rp. 20.000, sedangkan ukuran sedang sampai ukuran besar berkisar Rp. 30.000 hingga Rp. 50.000. Pesanan terbanyak saat ini datang dari Bali.
Terhambatnya perkembangan usaha perajin payung karena perajin belum mau melakukan inovasi dan kreativitas produk dan masih tetap mempertahankan model dan motiflama; Para generasi muda enggan menekuni kerajinan membuat payung ini karena upahnya sangat kecil, membutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam proses pembuatannya dan payung hanya dibuat berdasarkan pesanan; Pemasaran payung geulis masih terbatas; dan modal kerja yang masih terbatas.
Bahan Berkarya Seni Rupa Payung Geulis
1.
Bambu
di pakai pada sebagian besar untuk rangka dan jari jari payung yang sudah di bentuk dan di susun sedemikian rupa sehingga menjadi berbentuk menjadi sebuah rangka payung setengah jadi.

2.
Kayu
di pakai untuk gagang atau pegangan sebuah payung yang sudah di bentuk atau di bubut dengan alat mesin bubut sehingga menjadi halus dan bulat, kayu juga di gunakan pada bagian ujung atas yang di sebut kuncung yang sebenarnya menjadi satu bagian dengan gagang atau pegangan hanya pemasangannya terpisah.

3.
Kain atau Kertas
di pakai sebagai penutup bagian atas payung yang di tempel atau di lem pada rangka payung bagian luar agar menempel kuat. Untuk bahan terbuat dari kertas bagian sisi atau pinggir di rekatkan dengan menggunakan lem dan untuk bahan yang terbuat dari bahan kain dengan cara di jahit dengan menggunakan mesin jahit sekelilingnya sehingga bahan penutup payung menjadi kuat merekat

4.
Benang atau tali pengikat
di pakai untuk mengikat dan merekatkan bagian bagian rangka atau jari jari payung agar tersusun rapi dan tidak lepas.

5.
Cat atau pewarna
yaitu untuk mewarnai atau menggambar bagian bagian payung terutama untuk lukisan atan motif payung agar terlihat bagus dan menarik, pada umumnya lukisan atau motif yang di lukis yaitu bentuk bentuk bunga tapi itu tergantung keinginan pembeli.Cat kayu atau pernis biasa di gunakan untuk mewarnai bagian gagang atau pegangan payung yang terbuat dari kayu, bahkan untuk jari jari payung bisa saja cat dengan warna tertentu sesuai warna yang di inginkan.Cat tembok juga bisa di gunakan untuk bahan pewarnaan payung.

6.
Tepung kanji atau tepung tapioka
( aci sampeu istilah bahasa sunda ) yang sudah di olah sedemikian rupa yang biasa di gunakan sebagai warna dasar pada penutup atau bagian atas agar cat tidak boros dan hemat.umumnya di gunakan pada payung yang berbahan kertas.Tapi bisa juga di gunakan untuk bahan penutup dari bahan kain sebelum di cat permukaan kain tersebut di lumuri dengan larutan tepung tapioka..

7.
Kawat
di pasang pada bagian tengah gagang payung yang berfungsi sebagai pengunci payung agar bisa tetap terbuka.

8.
Lem
di gunakan untuk merekatkan bagian bagian tertentu agar merekat kuat. lem yang di gunakan umumnya lem kayu.
Alat Berkarya Seni Rupa Payung Geulis
Kuas
Untuk memoleskan lem pada bagian rangka dan kertas,
Palu
Untuk memasang gagang atau pegangan payung pada bagian rangka
Gunting
Untuk memotong kertas ketika akan di rekatkan pada bagian rangka payung

Selain peralatan tersebut sebagai alat tambahan yaitu
gergaji
pisau
dan
penahan payung
agar bisa tetap berdiri tegak.

Alat Berkarya Seni Rupa Payung Geulis
Kesimpulan
Payung geulis merupakan kerajinantradisional khas Tasikmalaya yangmengalami pasang surut usaha sesuaiperkembangan jaman tetapi dapatbertahan dan mengalami grafik yangmeningkat tanpa meninggalkan ciri khasmotif payung geulis
Motif yang diterapkan Dalam Seni Rupa Payung Geulis
Terdapat 2 Motif Payung Geulis, yaitu :

Motif Hias Bentuk Geometris berbentuk bangunan yang lebih menonjol seperti garis lurus, melengukung dan patah - patah







Motif Hias Non Geometris diambil dari bentuk alam seperti manusia, tumbuhandan tanaman
Payung Geulis
Karya Seni Rupa Payung Geulis
Fungsi karya Seni Rupa Payung Geulis


3. Media lukisan
Sebagai upaya untuk melestarikan sekaligus memperkenalkan produk kerajinan asli Indonesia payung geulis banyak di pakai media seni lukis, para pelukis menggunakan payung tersebut seabagai media saja.


Note
Langkah - langkah Pembuatan Karya Seni Rupa Payung Geulis
1. Hiasan atau dekorasi
Memang pada umumnya payung geulis banyak di gunakan sebagai hiasan atau dekorasi mungkin karena bentuknya yang sangat bagus dan unik

2. Properti alat peraga
Pada acara acara tertentu atau acara pentas seni payung geulis banyak di gunakan terutama untuk acara yang berhubungan dengan pertunjukan seni dan budaya tradisional. Tapi acara atau pertunjukan modern pun sekarang banyak di gunakan.
4. Pelindung
Selain fungsi hiasan dan dekorasi payung geulis jaman dahulu banyak di gunakan sebagai pelindung ketika hujan dan panas mungkin ketika itu kita belum mengenal payung payung modern. Sebenarnya sekarang juga payung tradisional ini yang berfungsi sebagai pelindung ini masih ada dan di buat hanya jumlahnya tidak banyak terutama untuk payung berukuran kecil, yang sekarang banyak di pesan dan di buat pengrajin adalah payung berukuran besar untuk tenda di hotel atau restoran besar.
Langkah pertama
Memasang bagian rangka dengan gagang atau pegangan payung sementara bisa dengan bambu atau kayu yang hampir sama dengan gagang/pegangan payung yang asli dengan cara di pasang pada bagian poros tengah ( bola bola ) dengan cara di beri atau di masukan sepotong bambu atau kayu agar tidak bergeser.


Langkah kedua
Membentuk rangka payung sehingga menjadi sebuah payung dengan cara mengikat semua ujung jari jari payung satu persatu sehingga menjadi bulat melingkar, dan biarkan rangka payung tetap berdiri agar memudahkan dalam memasang kertas.ketika di lem

Langkah ketiga
Melapisi lem pada bagian atas jari jari payung setelah itu memasang kertas dengan cara menempelkan kertas penutup payung setelah terlebih dulu bagian tengah kertas di lobangi dan seluruh jari jari bagian atas sudah di lumuri lem kayu atau lem kertas agar kertas tersebut menempel dengan baik.

Langkah ke empat
Mengurut satu persatu jari jari payung agar kertas menempel dengan sempurna, kemudian menggunting bagian sisi agar rapi dan sama sisinya, melipat seluruh bagian ujung kertas sisi atau pinggir payung dengan di lem terlebih dulu seluruh bagian kertas sisi payung tersebut kemudian di rekatkan dengan cara melipatnya sehingga menutupi benang pada ujung jari jari rangka payung

Setelah semua langkah di atas selesai maka proses pembuatan payung kertas sudah hampir jadi, kemudian membuka pegangan sementara dan memasang gagang atau pegangan yang asli dengan cara di ukur terlebih dulu panjangnya ( di stel ) dengan cara di coba di buka dan di tutup kemudian gergaji bagian ujung pegangan yang menonjol atau lebih.

Selanjutnya memasang benang pengikat / hiasan jari jari bagian dalam payung ( rarawat, istilah dalam pembuatan payung ) dan finishing atau mewarnai sesuai keinginan.

Proses pembuatan payung kertas ini hampir sama dengan cara pembuatan payung dari bahan kain hanya perbedaanya pada memasang bagian penutupnya dan cara mengikat dan melipat bagian ujung payung kalau payung dari kain dengan cara di jahit dengan mesin jahit dan kalau kertas dengan cara di lem.

Pemasangan kertas sudah terpasang maka kita harus memasang kuncung bagian ujung tengah atas dan hiasan mahkota kecil yang di sebut omyok sebagai hiasan. Selain sebagai hiasan kuncung dan mahkota kecil itu berguna sebagai penutup sambungan antara bagian tengah kertas dan bagian tengah rangka payung agar kelihatan rapi dan bagus. Pada tahap ini masih di sebut payung kertas setengah jadi dan masih ada lagi tahapan atau proses penyalesaian menjadi sebuah payung kertas atau payung geulis.
Full transcript