Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

SISTEM EKONOMI MASYARAKAT KOTA

No description
by

yulia hanifah

on 17 November 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of SISTEM EKONOMI MASYARAKAT KOTA

SISTEM EKONOMI MASYARAKAT KOTA
Oleh:
Yulia Hanifah (14416241025)
PuputWijiAstuti (14416241042)
M. Ryan Nur R. (14416241043)




design by Dóri Sirály for Prezi
Menurut Prof. R. Bintarto, (1984:36) melaui Sapari Imam Asy’ari (1993:19), Kota dapat diartikan sebagai suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan strata sosial ekonomi yang heterogen dan coraknya yang matrealistis atau pula diartikan sebagai benteng budaya yang ditimbulakan oleh unsur-unsur alami dan non alami dengan gejala-gejala pemusatan penduduk yang cukup besar dengan corak kehidupan yang bersifat heterogen dan matrealistis dibelakangnya dengan daerah belakangnya.
Lahirnya peradaban sebuah kota serta perkembangan pemukiman dalam bentuk kota diketahui muncul pada masa Neolithikum yang berlangsung sekitar 5.500- 7.500 tahun yang lalu. Sebelum masa tersebut, pemukiman manusia bersifat sementara karena seharusnya mengikuti gerak hewan buruan, serta alasan menghindari musim yang keras. (Eko A, Meinarno, 2011:220).


Daljoeni (1997:44-45) mengatakan bahwa kota pada awalnya bukanlah tempat pemukiman, melainkan pusat pelayanan. Sejauh mana kota menjadi pusat pelayanan bergantung pada sejauh mana pedesaan sekitarnya memanfaatkan jasa-jasa kota. SjobergdalamDaljoeni (1997:30)
Berdasarkan segi jumlah penduduk, kota di definisikan sebagai kesepakatan mengenai jumlah minimum populasi yang dapat digunakan untuk mengualifikasikan pemukiman sebagai suatu kota. Karena suli tmencapai kesepakatan, kota dapat dilihat pada cirinya yaitu :
Peranya besar dipegang oleh sektor sekunder (industri) dan tersier (jasa) dalam kehidupan ekonomi.
Jumlah penduduk yang relatif besar.
Heterogenitas susunan penduduknya.
Kepadatan penduduk yang relatif besar.
Berdasarkan sudut demografis, kota dapat dirumuskan sebagai pengelompokkan orang atau penduduk dalam ukuranj umlah tertentu. Sebagai suatu prosedur yang umum, kota (urban) adalah tempat pemukiman yang mempunyai jumlah penduduk besar.

A. Pengertian Masyarakat Kota
Lingkungan hidup di pedesaan sangat jauh berbeda dengan di perkotaan. Lingkungan pedesaan terasa lebih dekat dengan alam bebas. Udaranya bersih, sinar matahari cukup, tanahnya yang segar diselimuti berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dan berbagai satwa yang terdapat di sela-sela pepohonan, di permukaan tanah, di rongga-rongga bawah tanah ataupun berterbangan di udara bebas. Air yang menetes, merembes atau memancar dari sumber-sumbernya dan kemudian mengalir melaui anak-anak sungai mengairi petak-petak persawahan. Semua ini sangat berlainan dengan lingkungan perkotaan yang sebagian besar dilapisi beton dan aspal. Bangunan-bangunan menjulang tinggi saling berdesak-desakan dan kadang-kadang berdampingan serta berhimpitan dengan gubug-gubug liar dengan permukiman yang padat.
Udara yang seingkali terasa pengap karena tercemar asap buangan cerobong pabrik dan kendaraan bermotor. Hiruk-pikuk, kendaraan ataupun manusia di sela-sela kebisingan yang berasal dari berbagai sumber bunyi yang seolah-olah saling berebut keras satu sama lain. Kota sudah terlalu banyak mengalami sentuhan teknologi, sehingga penduduk kota yang merindukan alam ke dalam rumahnya, baik berupa tumbuh-tumbuhan bahkan mungkin hanya gambaran saja
Untuk menunjang warganya dalam memberikan susana aman, tentram dan nyaman pada warganya yang dihadapkan pada keharusan menyediakan berbagai fasilitas kehidupan dan keharusan untuk mengatasi berbagai maslah yang timbul sebagai akibat aktivitas warganya. Dengan kata lain kota harus berkembang. Secara umum lingkungan perkotaan mengandung lima unsur (Elly M. Setyadi, 2011:855 melalui Adon Nasrullah Jamaludin, 2015: 81-82) sebagai berikut:
1. Wisma
2. Karya
3. Marga
4. Suka
5. Penyempurnaan

.

D. Dampak dari Sistem Ekonomi Masyarakat Kota
Lanjutannnn....
1. Kota mempunyai fungsi-fungsi khusus (sehingga berbeda antar kota dengan fungsi yang berbeda).
2. Mata pencaharian penduduknya di luar agraris (non-agraris).
3. Adanaya spesialisasi pekerjaan warganya.
4. Kepadatan penduduk.
5. Ukuran jumlah penduduk (tertentu yang dijadikan batasan).
6. Warganya (relatif) mobilty.
7. Tempat permukiman yang tampak permanen.
8. Sifat-sifat warganya yang heterogen, kompleks, social relations yang impersonal dan eksternal, serta personal segmentations, karena begitu banyaknya peranan dan jenis pekerjaan seseorang dalam kelompoknya sehingga seringkali orang tidak kenal satu sama lain seolah-olah menjadi asing dalam lingkungannya.

B. Karakteristik Kota dan Masyarakatnya
Kota merupakan pusat kegiatan sektor ekonomi sekunder yang meliputi bidang industri, disamping sektor ekonomi tertier yaitu bidang pelayanan jasa. Jadi kegiatan di desa adalah mengolah alam untuk memperoleh bahan-bahan mentah, baik bahan kebutuhan pangan, sandang maupun lain-lain bahan mentah untuk memenuhi kebutuhan pokok manusia. Sedangkan kota mengolah bahan-bahan mentah yang berasal dari desa menjadi bahan-bahan setengah jadi atau mengolahnya sehingga berwujud bahan jadi yang dapat segera dikonsumsikan. Dalam hal distribusi hasil produksi ini pun terdapat perbedaan antara desa dan kota. Di sejumlah Desa jumlah ataupun jenis barang yang tersedia di pasaran sangat terbatas. Di kota tersedia berbagai macam barang yang jumlahnya melimpah. Bahkan tempat penjualannya pun beraneka ragam. Ada barang-barang yang dijajakan di kaki lima, dijual di pasar biasa dimana pembeli dapat tawar menawar dengan penjual atau yang dijual di supermarket dalam suasana yang nyaman dan harga yang pasti. Bidang produksi dan jalur distribusi di perkotaan lebih kompleks bila dibandingkan dengan yang terdapat di pedesaan, hal ini memerlukan tingkat teknologi yang lebih canggih. Dengan demikian, memerlukan tenaga-tenaga yang memiliki keahlian khusus untuk melayani kegiatan produksi ataupun memperlancar arus distribusinya.

Corak kehidupan di kota sangat heterogen, karena di sana saling bertemu berbagai suku bangsa, agama, kelompok dan masing-masing memiliki kepetingan yang berlainan. Beranekaragamnya corak kegiatan di bidang ekonomi berakibat bahwa sistem pelapisan sosial kota jauh lebih kompleks daripada di desa.

C. Sistem Ekonomi Masyarakat Kota
Full transcript