Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kata Kunci Brand

No description
by

fadhilin khair

on 8 June 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kata Kunci Brand

Merek adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan di antaranya untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi atau perusahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk jasa lainnya.
Dengan adanya merek yang membuat produk yang satu beda dengan yang lian diharapkan akan memudahkan konsumen dalam menentukan produk yang akan dikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta menimbulkan kesetiaan terhadap suatu merek (brand loyalty)
Merek dapat dipahami pada 3 hal berikut ini :
1. Brand Name : Nintendo , Aqua , Bata , Rinso , Kfc , Acer
2. Brand Mark : Gambar atau simbol pada sayap motor Honda
Gambar jendela pada Windows
3. Trade character : Ronals = Mc Donals
Si Domar = Indomart

1. Brand
Brand Architecture adalah suatu strategi penyusun brand yang menentukan hubungan antara brand dalam suatu perusahaan. Dimana brand architecture mempengaruhi konsumen dalam memandang dan mempersepsikan brand-brand yang ada dalam suatu perusahaan sekaligus memperngaruhi konsumen dalam membuat keputusan pembelian. Pembagian penyusunan brand archictecture dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Monolitik atau Singelbrand
Seluruhportofolio brand memakaiidentitas yang sama.
Pro/Kontra:
• Komunikasibisalebihefisien
• Konsistensilebihterjaga
• Rusak/baiksatuberpengaruhke yang lain
• Kurangfleksibel, keunikanmasing-masingtidaktampak
• Tidakbisadikembangkankekategori yang tidakberhubungan

2. Brand Architecture
5. Brand Culture
b. Pluralistik atau Multibrand
Masing-masing brand dalamportofoliosebuahperusahaan/indukmemakaiidentitas yang berbeda.
Pro/Kontra:
• Investasilebihbesar; masing-masingberkomunikasi
• Saturusak/baiktidakterlaluberpengaruhke yang lain
• Bisamunculbeberapa brand dalamsatukategori
• Bisamemperluasdirikekategori yang tidakberhubungan
• Fleksibel, keunikanmasing-masingbisamaksimal


Adv -C
Fadhilin Khair 13410030
Imad Aqil 134100
Bagas Maulana 134100
Annisa Qarima 134100

Kata Kunci Brand
Sederet produser yang berfokus pada konsumen untuk menilai kesehatan merek, mengungkap sumber ekuitas mereknya, dan menyarankan cara untuk meningkatkan dan mengangkat ekuitasnya.


3. Brand Audit
4. Brand Comunnity
Suatu komunitas yang disusun atas dasar kedekatan dengan suatu produk atau merek yang berawal dari sekedar menyalurkan hobi atau dapat diartikan bahwa sekolompok orang yang memiliki kesamaan hobi dan pencinta merek yang sama, dimana ada rasa saling bertanggung jawab dan kebersamaan diantara anggota.
Adapun kompenen-komponen brand comunnity adalah :
a. Kesadaran Bersama
b. Ritual dan Tradisi
c. Rsa tanggung jawab moral


Nilai suatu merek berdasarkan seberapa kuat merek tersebut mempunyai loyalitas merek, kesadaran konsumen akan nama merek, kualitas yang dipersepsikan, asosiasi merek dan berbagai aset lainnya seperti paten , merek dagang, dan hubungan jaringan distribusi.
Ekutitas merek yang tinggi memberikan sejumlah keuntungan kompetitif seperti yang dikemukakan oleh Phlip Kotler yaitu :
a. Perusahaan akan menikmati biaya pemasaran yang kecil
b. Perusahaan akan mempunyai posisi yang lebih kuat dalam negosiasi dengan distributor dan pengecer
c. Perusahaan dapat mengenakan harga yang lebih tinggi daripada pesaingnya
d. Perusahaan lebih mudah untuk meluncurkan perluasan merek
e. Merek itu melindungi perusahaan dari persaingan harga yang ganas

6. Brand Equity
c. Brand Dualistik atau endorsing brand
Sebuahprodukmenampilkandua brand yang salingmempengaruhi.
Pro/Kontra:
• Investasirelatifefisien; bisamendompleng brand yang reputasinyabaik
• Semi fleksibel, keunikanmasing-masingmasihbisaditonjolkan

7. Brand Essense
Brand Essence adalah sebuah tools untuk memudahkan menemukan
dan menciptakan Value, Karakter, serta keunikan perusahaan ataupun produk sehingga mampu membuat orang mengenali keberadaan produk dimanapun dan dalam hal sekecil apapun karena kemudahan produk untuk di ingat. Esensi yang terkandung dalam suatu brand, biasanya berupa ungkapan yang lebih mudah dimengerti.
Contoh : Rinso membersihkan paling bersih

8. Brand Exentions
Brand extension adalah strategi yang paling popular
saat ini untuk memperkenalkan produk baru dalam kategori produk yang berbeda dengan menggunakan merek induk yang telah terlebih dahulu memasuki pasar untuk mendongkrak penjualan dengan menggunakan ketenaran merek induk. Alasan penggunaan konsep ini dalam peluncuran produk baru jelas mengharapkan merek yang sudah terkenal dapat mendorong penjualan, sehingga consumer tidak merasa asing lagi dengan produk yang baru ditawarkan tersebut. Sebagai contoh kasus yang dilakukan PT. Unilever terhadap produk sabun mandi Lifebouy dengan meluncurkan produk baru dengan merek yang sama untuk kategori sampo dipenghujung tahun 2001. Pemakaian brand extension “Lifebuoy” untuk sampo, merupakan jalan pintas untuk menembus pasar sampo yang lebih dulu dimasuki Rejoice, Pantene dan Head & Shoulders (Procter and Gamble, competitor Unilever) serta bersaing dengan produk Unilever sendiri seperti Sunslik dan Clear.

Salah satu keuntungan yang menarik dari brand extension adalah biaya yang lebih murah dalam membangun merek extension. Adalah suatu fakta bahwa membangun merek yang sama sekali baru bukanlah kegiatan dengan biaya yang murah. Mengkapitalisasi kekuatan merek yang saat ini dimiliki adalah jauh lebih murah dibandingkan dengan membangun merek baru.
Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh Aaker (1996), Keller (2000) dan Hem Lief (2001), menyebutkan bahwa factor yang menjadi tantangan dari ekuitas merek adalah membandingkan kategori produk baru dengan produk lama (parent brand). Artinya semakin besar kesesuaian persepsi antara merek awal dengan brand extension, maka akan semakin besar pengaruh yang ditimbulkan oleh merek awal terhadap merek perluasannya. Dengan demikian, perusahaan yang ingin memindahkan nama merek, harus meneliti seberapa baikkah asosiasi merek sesuai dengan produk baru. Hasil yang terbaik akan terlihat apabila nama merek menciptakan penjualan dari produk baru dan produk yang ada. Suatu hasil dapat diterima apabila produk baru terjual dengan baik tanpa mempengaruhi penjualan dari produk yang ada dan hasil yang terburuk adalah dimana produk baru gagal dan mencederai penjualan yang sudah ada.
Merek produk perluasan merek dapat lebih banyak dan beragam,
kemungkinan untuk pilihan konsumen. Perluasan merek, dari perspektif tertentu pada segmentasi pasar adalah untuk memenuhi kebutuhan target pelanggan yang berbeda. Produk untuk konsumen, maka kategori, kaya yang lebih lengkap, pilihan yang lebih besar, saat memberikan konsumen kemudahan yang lebih besar.


9. Brand Genealogy
10. Brand Icon
11. Brand Identity
Brand adalah kombinasi lengkap dari asosiasi yang dibayangkan orang ketika mendengar sebuah nama perusahaan atau produk.Brand juga merupakan segala sesuatu yang terkait dengan perusahaan, produk, atau layanan – semua atribut, baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Brand adalah apa yang harus Anda perjuangkan, apa yang harus Anda lakukan, dan apa yang harus Anda katakan dan tampilkan ke depan publik.Ibaratnya, brand bagi sebuah perusahaan adalah reputasi seseorang. Meskipun Anda mungkin menemukan beberapa hal yang membuat Anda tertarik dengan orang tersebut. namun untuk menciptakan hubungan yang mendalam, Anda haruslah memiliki nilai-nilai, peminatan dan otentisitas yang sama.Demikian pula dengan perusahaan. koneksi yang mendalam dan tahan lama antara pelanggan atau klien dengan perusahaan Anda bisa terjadi jika mereka berbagi nilai dengan Anda.
Maka, semakin baik Anda mendefinisikan nilai-nilai Anda, bertindak berdasarkan nilai-nilai tersebut, dan mengkomunikasikan kepada pelanggan Anda, semakin dalam pula koneksi yang Anda ciptakan.Proses mendefinisikan nilai, bertindak berdasarkan nilai, serta mengkomunikasikan nilai-nilai kepada pelanggan itu disebut sebagai proses brand building, proses untuk menunjukkan identitas merek (Brand Identity)Namun demikian, Brand Identity bukan semata-mata nilai yang dianut Brand, melainkan juga mencakup empat hal dibawah ini yaitu :
1. Positioning
Memposisikan product atau services yang ditawarkan ke konsumen.
variablenya meliputi features, benefit, target market, target audience, dan positioning statement.
2. Verbal (Slogan)
Kata-kata yang dituangkan untuk komunikasi produk, yang menggambarkan produk atau jasa. Variable-nya meliputi nama brand, descriptor, positioning tagline.
3. Visual (Berupa Logo)
Menterjemahkan positioning dan verbal menjadi sebuah bentuk nyata dan umumnya adalah gambar. variablenya adalah logo dan visual graphic
4. Experiential (Kisah Brand)
Pengalaman Sesungguhnya ketika menggunakan produk atau jasa tersebut. Variablenya adalah identity, technology support, collateral, reatil store, online shopping. (Agung Saputra S.Kom – Operation Manager)


12. Brand Image
Image konsumen yang positif terhadap suatu brand lebih memungkinkan
konsumen untuk melakukan pembelian. Brand yang baik juga menjadi dasar untuk membangun citra perusahaan yang positif.
Manfaat dari citra merek yang positif , perusaahaan bisa mengembangkan lini produk dengan memanfatkan citra positif yang telah terbentuk terhadap merek produk lama. Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mempertahankan dan meningkatkan citra merek yang sudah positif.
Pandangan konsumen terhadap suatu merek merupakan hal yang sangat penting dalam strategi pemasaran .suatu image brand dapat membatu perusahaan untuk mengetahui apakah strategi pemasaran yang dijaankan sudah tepat atau belum, manfaat dari brand image sendiri adalah :
a. Dibuat sebagai tujjuan pemasaran
b. Dasar bersaing dengan brand lain
c. Membantu memperbarui penjualan suatu brand
d. Dipergunakan untuk mengevaluasi efek kualitas dari strategi pemasaran

13. Brand Loyal
Brand loyal merupakan suatu konsep yang sangat penting dalam
strategi pemasaran, keberadaan konsumen yang loyal pada merek sangat diperlukan agar perusahaan dapat bertahan.
Loyalitas sendiri dapat diartikan sebagai suatu komitmen yang mendalam untuk melakukan pembelian ulang produk atau jasa yang menjadi preferensi secara konsisten pada masa yang akan datang dengan cara membeli ulang merek yang sama meskipin ada pengaruh situasional dan usaha pemasaran yang dapat menimbulkan perilaku peralihan

Contoh :
Salah seorang mahasiswi menggunnakan produk Garnier , ketika memakai produk tersebut yang ia rasakan cocok dikulitnya, karena merasa cocok , secara berskala mahasiswi tersebut menggunakan produk Garnier tersebut, walaupun ada produk lain yang menawarkan lebih, tetapi mahasiswi tersebut tetap menggunakan Garnier hal tersebut yang disebut Brand Loyal.

14. Brand Personality
Brand personality adalah karakter yang dipilih sebagai cara terbaik untuk
mengkomunikasikan tentang brand kepada sasaran pengguna. Dimana sebuah brand personality terbentuk melalui sikap konsumen terhadap merek tertentu, atau dengan kata lain , kepribadian suatu merek berada di benak atau persepsi konsumen yang terbentuk secara langsung maupun tifak langsung melalui pengalaman dalam menggunakan produk atau melalui usaha pemasaran. Dimana kepribadian merek dibentuk melalui nama merek, simbol atau logo, atribut produk dan juru bicara.

Contoh :
Perusahaan mobil menciptakan mobil dengan berbagai macam model, ukuran dan warna karena konsumen mengasosiasikan setiap model dengan kepribadian tertentu. Contohnya :
• Orang mengasosiasikan mobil Mercedes dengan kepribadian yang matang
• BMW dengan pribadi yang berjiwa muda dan mengejar kesuksesan
• Parfum Axe diasosiasikan dengan sensasi kejantanan
• Drakar dengan pribadi yang kuat


15. Brand Portofolio
16. Brand Positioning
Brand Positioning adalah suatu cara untuk mendemonstrasikan keunggulan dari suatu merek dan perbedaanya dari kompetitor yang lain dalam definisi tradisional, positioning didefinisikan sevagai the strategy tio lead your coustumer credibly yaitu suatu upaya untuk mengarahkan pelanggan secara kredibel.Posisi merek adalah bagian dari identitas merek dan proposisi nilai yang secara aktif dikomunikasikan kepada para target konsumen dan menunjukan keunggulan terhadap merek-merek pesaing. Jadi brand positioning adalah cara perusahaan untuk menempatkan dirinya dimata target konsumen yang dilihat dari keunggulan dan kelebihan yang dimiliki dibandingkan dengan brand pesaing.
17. Brand Relation
18. Brand Revizalation
RevitalisasiMerek (Brand Revitalization), secara
singkat dapat diartikan sebagai usaha untuk
menghidupkan/mengaktifkan kembali brand yang ‘usang’. Biasanya,
revitalisasi sebuah merek dilakukan dengan usaha repositioning,
yaitu merubah posisi brand di benak konsumen.Repositioning ini
dapat saja dilakukan dengan
merubah segmen
pasar yang dituju (mempersempit atau memperluasnya),
dilanjutkan dengan merubah citra / persona / image produk itu sendiri.
Yang terakhir dapat dilakukan dengan re-packaging, message
delivering dan lain-lain.


19. Brand Strategy
Brand Strategy adalah suatu manajemen brand yang bertujuan untuk
mengatur semua elemen dalam kaitannya dengan sikap dan perilaku konsumen.
Dapat juga diartikan sebagai suatu sistem komunikasi yang mengatur semua
kontak point dengan suatu produk atau jasa atau organisasi itu sendiri dengan stakeholder dan secara langsung me-support bisnis strategi secara keseluruhan.

Objektif yang baik dalam strategi branding adalah :
a. Dapat menyampaikan pesan dengan jelas
b. Dapat mengkonfrimasi kredibilitas brand tersebut
c. Dapat menghubungkan dengan target pemasaran yang lebih personal
d. Memotivasi pembeli
e. Menciptakan kesetiaan pelanggan

20. Brand Stretch
Brand stretching atau juga disebut brand extension adalah salah satu strategi marketing, yaitu menggunakan brand yang sama untuk digunakan pada kategori jenis produk yang lain. Keller (1998) mengatakan meluncurkan suatu produk baru bukan hanya memakan waktu yang lama tetapi juga membutuhkan dana yang besar untuk menciptakan awareness dan promosi dari keungulan suatu produk baru tersebut. Tauber (1981) juga mengatakan bahwa brand extension adalah salah satu upaya dalam mengembangkan produk baru yang bisa mengurangi risiko dengan menggunakan brand induk untuk memudahkan persepsi konsumen yang diturunkan kepada brand baru tersebut.
21. Co-Branding
Konsep co-branding menurut
masyarakat umum adalah aktivitas pemasaran yang cukup luas dan
melibatkan penggunaan dua merek ataulebih.Sedangkan menurut
Rhenald Kasali doktorbi dang consumer sciences-business administration,
co-branding adalah “segala aktivitas yang harus dapat meningkatkan nilai
tambah, entah berupa asosiasi baru yang positif, diferensiasi produk yang
lebih cespleng, kepercayaan konsumen yang lebih bagus karena kepastian
terhadap kualitas yang lebih besar, atau bahkan strategi-strategi pemasaran
baru seperti jalur distribusi baru dan produk baru”.
Kemudian Kasali membagi co-branding menjadi tiga macam bentuk :

a. Ingredient branding dan host branding
Ingredient branding adalah suatu merek dengan asosiasi merek yang kurang kuat di benak konsumen yang menjadi bagian dari merek lainnya yang disebut host branding, dimana host branding adalah merek dengan asosiasi merek yang lebih kuat di benak konsumen untuk mendukung ingredient branding.

b. Corporate branding
Bentuk dari co-branding dimana terdapat dua atau lebih merek yang bergabung menjadi satu yang memiliki peran yang sama serta saling meminjam ekuitas merek. Menurut Nickels, dkk (1999, 418) ekuitas merek adalah kombinasi dari faktor-faktor sepertir espon, loyalitas, persepsi kualitas, image, dan emosi masyarakat pada suatu nama merek yang ada.

c. Complementary branding
Produk-produk yang ada dipasarkan atau diiklankan bersama-sama untuk menunjukkan penggunaannya yang saling melengkapi

22. Corporate Brand
corporate branding merupakan penerapan dari penggunaan nama perusahaan sebagai suatu merek produk, nama perusahaan digunakan sebagai penjamin dari kualitas sebuah produk atau jasa yang ditawarkan oleh suatu organisasi atau perusahaan. Hal ini merupakan sebuah usaha perusahaan dalam memperluas corporate brand equity untuk menciptakan pengakuan atas merek produk (brand recognition). Sebagai contoh, Walt Disney selalu memasukkan kata “Disney” di hampir semua nama produknya, belum lagi perusahaan-perusahaan lain seperti IBM, Pepsi, dan Coca- Cola.
Merek apapun, terutama merek-merek yang mengalami kemunduran, dapat mengambil keuntungan dari nama perusahaan yang sudah lebih terkenal dan mengidentifikasikan apa yang membuat produk tersebut istimewa dan pernah berhasil sebelumnya, kadangkala nama sebuah perusahaan lebih dipercaya oleh konsumen daripada merek sebuah produk itu sendiri.

23. Employee Branding


24. Employeer Branding
Employer Branding adalah suatu strategi mengenai cara suatu organisasi sebagai pemberi kerja dapat berkomunikasi serta berinteraksi kepada calon karyawan, karyawan dan kepada pihak luar baik dulu, sekarang dan juga di masa mendatang. Brand suatu organisasi sebagai pemberi kerja (Employer Branding) bukanlah suatu brand yang akan dihasilkan oleh suatu perusahaan advertising tetapi adalah satu kesatuan dengan identitas behavior yang terlahir atau memang dimiliki oleh suatu perusahaan itu sendiri. Menurut Barrow dan Ambler (2009), definisi dari Employer Branding itu adalah sebagai suatu paket dari fungsi, ekonomi dan juga manfaat psikologi yang disediakan oleh perusahaan serta diidentifikasi dengan pekerjaan yang disediakan oleh perusahaan tersebut.
Fungsi dari Employer Branding adalah untuk memasarkan organisasi itu sendiri sebagai tempat bekerja yang dapat menciptakan permintaan atau daya tarik bagi calon-calon berbakat, untuk menarik, mempertahankan serta mengikat orang yang tepat yang dapat mengerjakan pekerjaan yang cocok pada waktu yang tepat dengan hasil yang tepat pula sehingga pada akhirnya organisasi itu akan menjadi terkenal sebagai tempat berkumpulnya orang-orang berbakat dan juga untuk barang dan jasanya
25. Living The Brand
26. Product Brand
27. Service Brand
28. Viral Branding
Full transcript