Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KERAJAAN BANTEN

No description
by

Nadya Arnan

on 1 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KERAJAAN BANTEN

KESULTANAN
BANTEN
Sejarah terbentuknya Kerajaan Banten
Pasukan Kerajaan Demak di bawah pimpinan Maulana Hasanudin datang ke kawasan Banten Girang (bagian dari kerajaan Sunda) untuk perluasan wilayah juga sekaligus penyebaran dakwah Islam.

Atas perintah Trenggana (Raja Demak), Maulana Hasanudin bersama dengan Fatahillah (Panglima Demak) melakukan penyerangan dan penaklukkan Pelabuhan Sunda Kelapa sekitar tahun 1527, yang waktu itu masih merupakan pelabuhan utama dari Kerajaan Sunda.

Maulana Hasanuddin juga melanjutkan perluasan kekuasaan ke daerah penghasil lada di Lampung. selain itu ia juga telah melakukan kontak dagang dengan raja Malangkabu (Minangkabau, Kerajaan Inderapura), Sultan Munawar Syah

Seiring dengan kemunduran Demak terutama setelah meninggalnya Trenggana, Banten yang sebelumnya berasal dari Kerajaan Demak, mulai melepaskan diri dan menjadi kerajaan yang mandiri.
Letak Geografis
+ Terletak di Jawa Barat bagian utara

+ Kerajaan Banten menjadi penguasa jalur pelayaran dan perdagangan yang melalui Selat Sunda. Karena posisi yang strategis ini, Kerajaan Banten berkembang menjadi kerajaan besar di Jawa Barat dan menjadi saingan VOC yang ada di Batavia.

kehidupan politik
Dasar Kerajaan Banten diletakkan oleh
Hasanuddin (putra Fatahillah) dan mencapai
kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan
Ageng Tirtayasa
kehidupan ekonomi
Kerajaan Banten dapat berkembang menjadi pusat perdagangan karena:
1. Banten terletak di Teluk Banten dan pelabuhannya memiliki syarat sebagai pelabuhan terbaik
2. Kedudukan Banten yang sangat strategis di tepi Selat Sunda, karena aktivitas pelayaran perdagangan dari pedagang Islam semakin ramai sejak Portugis berkuasa di Malaka
3. Banten memiliki bahan ekspor penting, yaitu lada yang menjadikan daya tarik yang kuat bagi pedagang-pedagang asing
4. Jatuhnya Malaka ke tangan Portugis mendorong pedagang-pedagang mencari jalan baru di Jawa Barat di samping Cirebon
kehidupan sosial
Kehidupan sosial masyarakat Banten mulai berlandaskan ajaran atau hukum yang berlaku dalam agama Islam sejak diislamkan oleh Fatahillah. Bahkan pengaruh Islam semakin berkembang ke daerah pedalaman setelah Kerajaan Banten berhasil mengalahkan Kerajaan Hindu Pajajaran. Pendukung setia Kerajaan Pajajaran menyingkir ke pedalaman yaitu daerah Banten Selatan yang kemudian dikenal sebagai Suku Baduy. Kepercayaannya disebut Pasundan Kawitan yang artinya Pasundan yang pertama. Mereka ini mempertahankan tradisi-tradisi lama dan menolak pengaruh dari luar yang baru.
kehidupan budaya
Banten merupakan sebuah kerajaan dengan sistem kehidupan masyarakatnya yang berkecimpung dalam dunia pelayaran dan perdagangan. Tidak banyak yang dapat diketahui tentang hasil karya budaya masyarakatnya.

Dalam bidang seni bangunan Banten meninggalkan seni bangunan Masjid Agung Banten (dibangun sekitar abad ke-16), bangunan istana yang dibangun oleh Jan Lucas Cardeel (seorang warga negara Belanda pelarian dari Batavia yang memeluk Islam), dan bangunan gapura-gapura di Kaibon, Banten.
RAJA-RAJA
KERAJAAN BANTEN
1
2
3
4
5
HASANUDDIN
Setelah Banten diislamkan oleh Fatahillah(Panglima Demak), daerah Banten diserahkan kepada putranya yang bernama Hasanuddin. Pada masa pemerintahannya, agama Islam dan kekuasaan Kerajaan Banten dapat berkembang dengan pesat. Ia juga memperluas wilayah kekuasaannya ke Lampung. Karena dengan menduduki Lampung maka Kerajaan Banten merupakan penguasa tunggal jalur perdagangan Selat Sunda, sehingga setiap pedangang yang melalui rute tersebut wajib singgah ke Bandar Banten.
Hasanuddin menikah dengan putri Raja Indrapura. Bahkan Raja Indrapura menyerahkan tanah Selebar kepadanya dan daerah itu banyak menghasilkan lada. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Banten banyak dikunjungi oleh saudagar dari Gujarat, Persia, Cina, Turki, Pegu (Burma Selatan), dan Keling.
PANEMBAHAN YUSUF
Setelah wafatnya Hasanuddin tahun 1570 M, putranya yang bergelar Panembahan Yusuf menjadi raja Banten berikutnya. Ia berupaya untuk memajukan pertanian dan pengairan. Ia juga berusaha untuk memperluas wilayah kekuasaan Kerajaan Banten. Langkah-langkah yang ditempuhnya antara lain, merebut Pakuan pada tahun 1579 M, dimana dalam pertempuran tersebut raja Pakuan yang bernama Prabu Sedah tewas. Kerajaan Pajajaran yang merupakan benteng terakhir Kerajaan Hindu di Jawa Barat berhasil dikuasainya. Setelah 10 tahun memerintah, Panembahan Yusuf wafat akibat sakit keras yang dideritanya.
MAULANA MUHAMMAD
Setelah Panembahan Yusuf wafat digantikan oleh putranya yang baru berumur 9 tahun yang menjadi raja Banten dengan gelar Kanjeng Ratu Banten. Sedangkan Mangkubumi menjadi wali raja. Mangkubumi menjalankan seluruh aktivitas pemerintahan kerajaan sampai rajanya siap untuk memerintah.
Pada tahun 1596 M Kanjeng Ratu Banten memimpin pasukan Kerajaan Benten untuk menyerang Palembang. Tujuannya untuk menduduki bandar-bandar dagang di tepi Selat Malaka agar bisa dijadikan tempat mengumpulkan lada dan hasil bumi lainnya dari Sumatera. Akan tetapi Kanjeng Ratu Banten malah tertembak dan wafat. Tahta kerajaan kemudian berpindah kepada putranya yang baru berumur 5 bulan yang bernama Abu Mufakir.
ABU MUFAKIR
Abu Mufakir dibantu oleh wali kerajaan yang bernama Jayanegara. Akan tetapi, ia sangat dipengaruhi oleh pengasuh pangeran yang bernama Nyai Emban Rangkung.
Pada tahun 1596 M itu juga untuk pertama kalinya orang Belanda tiba di Indonesia di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Mereka berlabuh di pelabuhan Banten. Tujuan awal mereka datang ke Indonesia adalah untuk membeli rempah-rempah.
SULTAN AGEN TIRTAYASA
Setelah Abu Mufakir wafat, ia digantikan oleh putranya yang bergelar Sultan Abu Ma’ali Ahmad Rahmatullah. Tetapi berita tentang pemerintahan sultan ini tidak dapat diketahui dengan jelas. Setelah Sultan Abu Ma’ali Ahmad Rahmatullah wafat, ia digantikan oleh putranya yang bergelar Sultan Ageng Tirtayasa yang memerintah dari tahun 1651-1692 M.
.

Di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Kerajaan Banten mencapai masa kejayaan. Sultan Ageng Tirtayasa berupaya memperluas kerajaannya dan mengusir Belanda dari Batavia. Banten mendukung perlawanan Kerajaan Mataram terhadap Belanda di Batavia. Kegagalan Kerajaan Mataram tidak mengurangi semangat Sultan Ageng Tirtayasa untuk mencapai cita-citanya.
TERIMA
KASIH
Full transcript