Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Museum Tanaman di Pulomas, Jakarta Timur

Studio Perancangan Arsitektur 8
by

Fernandi Kesuma

on 19 April 2016

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Museum Tanaman di Pulomas, Jakarta Timur

http://prezibase.com
prezibase
prezibase.com
www.prezibase.com
prezi templates
prezibase templates
LAPORAN STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 8.21

Museum Botani di Cibubur, Jakarta Timur
BY :
Fernando Kesuma
315110009
LATAR BELAKANG MASALAH
Kajian Teoritis
Alasan Pengusulan Proyek
PERSYARATAN
MUSEUM
Persyaratan Bangunan
Persyaratan Koleksi Museum
STUDI KASUS
Kesimpulan
Jenis koleksi
Tipologi perkembangan
museum
OUTLINE
Data Tapak &
studi literatur
Struktur Organisasi
Data Tapak
Kapasitas Pengunjung
Sirkulasi
TERIMA KASIH
1. Latar Belakang Masalah
2. Alasan Pengusulan Proyek
3. Kajian Teoritis
4. Analisis Proyek
5. Studi Kasus & Studi Literatur
6. Program Ruang
7. Kesimpulan
Fernando Kesuma
315110009

pengunjung museum
Jumlah Pengunjung Museum (2006-2009)
(Sumber: Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Jaringan, Depbudpar 2009)
Koleksi museum adalah sekumpulan benda-benda bukti material manusia dan lingkungannya yang berkaitan dengan satu atau berbagai bidang atau cabang ilmu pengetahuan.
PEMBAHASAN PROYEK
Museum Botani terdiri dari sebuah susunan program-program yang saling berkaitan satu dengan yag lain. Program ruang utama di Museum Botani ialah:
1. Ruang Pameran
2. Ruang Bioskop
3. Ruang Simulasi
4. Ruang Seminar
5. Botanical Garden
6. Toko Tanaman Hias
Daftar Program Ruang
Ir. Diah Anggraini, M.Si.
Ir. Rudy Surya, M.M.
Kontekstual
Menurut Bill Raun, kontekstual menekankan bahwa sebuah bangunan harus mempunyai kaitan dengan lingkungan (bangunan yang berada di sekitarnya). Keterkaitan tersebut dapat dibentuk melalui proses menghidupkan kembali nafas spesifik yang ada dalam lingkungan (bangunan lama) ke dalam bangunan yang baru sesudahnya.
Flora S Kaplan, Encarta ’95: Museum, USA: A History of building types.
Pedoman Pendirian Museum, Kecil Tetapi Indah, Jakarta: Dirjen Kebudayaan Dept. P & K, 1993, hal. 14-20.
Pedoman Pendirian Museum, Kecil Tetapi Indah, Jakarta: Dirjen Kebudayaan Dept. P & K, 1993, hal. 14-20.

AJM: AJ Matrix Handbook
TSS: Time Saver Standard
NAD: Neufert Architect Data
ASM: Asumsi berdasarkan Studi Kasus
PPM: Pedoman Pembakuan Museum
Letak Geografis : 6°21'57"S 106°53'23"E
Alamat: Jl. Karya Bakti
Luas Tapak: 6.800 m2
Batasan:
Utara: Komplek Perumahan Angkatan Darat
Selatan: GOR POPKI Cibubur
Barat: Jl. Jambore
Timur: SOS Children’s Villages Jakarta
Lokasi site tergolong pada kawasan kepadatan penduduk tinggi, sehingga peraturan pemerintah yang berlaku pada lokasi site yang dipilih adalah sebagai berikut:
Peruntukan Lahan: Zona pelayanan umum dan sosial
Koefisien Dasar Bangunan (KDB): 40%
Koefisien Lantai Bangunan (KLB): 1.6
Koefisien Daerah Hijau (KDH): 40%
Garis Sepadan Bangunan (GSB): Minimum 5 meter
Ketinggian Lantai: 4 lantai
Luas Bangunan Maksimum: 40% x 6.837 m2 = 2.734 m2
Luas Lantai Maksimum: 1.6 x 6.837 m2 = 10.939 m2
Kebutuhan Parkir
Berikut ini merupakan sebagian dari jenis-jenis tanaman yang sesuai dengan suhu, iklim dan kondisi tanah di museum botani yang di pamerkan secara langsung maupun tidak langsung dan berada di dalam atau di luar museum botani:
Bunga Jeumpa (Michelia champaca)

Cempaka wangi adalah flora identitas untuk Provinsi Aceh yang memiliki pohon hijau abadi besar yang bunga putih atau kuningnya dikenal luas sebagai sumber wewangian.
Sirih (Piper betle)

Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain. Di Indonesia, sirih merupakan flora khas provinsi Kepulauan Riau. Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 15 m. Daunnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas. Panjangnya sekitar 5 - 8 cm dan lebar 2 - 5 cm.
Rafflesia Arnoldii (Rafflesia Arnoldii)

Rafflesia adalah genus tumbuhan bunga parasit. Rafflesia terdiri atas kira-kira 27 spesies, semua spesiesnya ditemukan di Asia Tenggara, di semenanjung Malaya, Kalimantan, Sumatra, dan Filipina. Pada beberapa spesies, seperti Rafflesia arnoldii, diameter bunganya mungkin lebih dari 100 cm, dan beratnya hingga 10 kg. Bahkan spesies terkecil, Rafflesia manillana, bunganya berdiameter 20 cm.
Gandaria (Bouea macrophylla)

Buah Gandaria terpilih sebagai buah yang menjadi identitas kebanggaan warga Jawa Barat, yang menjadi flora identitas Jawa Barat. Secara fisik, tinggi pohon Gandaria bisa mencapai 27 meter. Gandaria dapat dimanfaatkan dengan baik. Buahnya yang masih muda dapat dikonsumsi sebagai campuran rujak maupun sambal, sedangkan untuk buah yang sudah matang dapat dikonsumsi langsung. Daunnya sering digunakan sebagai peranti lalapan. Dan, batangnya dapat dimanfaatkan sebagai papan atau bahan bangunan.
Sedap Malam (Polyanthes tuberosa)

Sedap malam (Polianthes tuberosa) adalah tumbuhan hijau abadi dari suku asmat Minyak dari bunga ini digunakan dalam pembuatan parfum. Sedap malam merupakan tanaman erumbi dengan tinggi tanaman 0.5 – 1.4 m, daun sebagian duduk pada umbi batang dan disepanjang batang yang tegak. Tabung bunga panjangnya 2 – 5.5 cm dengan ujung melebar.
Anggrek hitam (Coelogyne pandurata)

Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang tumbuh di Semenanjung Malaya, Kalimantan, dan Sumatera. Anggrek hitam adalah maskot flora provinsi Kalimantan Timur. Saat ini, habitat asli anggrek hitam mengalami penurunan jumlah yang cukup besar karena semakin menyusutnya luas hutan di Kalimantan namun masih bisa ditemukan di cagar alam Kersik Luway dalam jumlah yang sedikit.
Cengkeh (Syzygium aromaticum)

Cengkeh adalah tanaman asli Indonesia, banyak digunakan sebagai bumbu masakan pedas di negara-negara Eropa, dan sebagai bahan utama rokok kretek khas Indonesia. Pohon cengkih merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh dengan tinggi 10–20 m. Tangkai buah pada awalnya berwarna hijau, dan berwarna merah jika bunga sudah mekar. Cengkih akan dipanen jika sudah mencapai panjang 1,5–2 cm.
Eboni (Diospyros celebica)

Kayu-hitam Sulawesi adalah sejenis pohon penghasil kayu mahal dari suku eboni-ebonian. Pohon, batang lurus dan tegak dengan tinggi sampai dengan 40 m. Diameter batang bagian bawah dapat mencapai 1 m, sering dengan banir (akar papan) besar.
Perencangan proyek Museum Botani yang dibuat akan dapat menghasilkan suatu hasil rancangan yang dapat dijadikan bangunan sebagai suatu wadah untuk menyimpan dan melestarikan koleksi berbagai jenis tumbuhan dan juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai tentang pentingnya tumbuhan dan dapat memberikan ruang terbuka hijau yang lebih luas. Kesimpulan dari hasil perencangan proyek museum botani, antara lain:

1. Terdapat perbedaan sirkulasi pendatang dan sirkulasi staff berdasarkan jalan masuk menuju museum
2. Harus memiliki pembagian antara ruang pameran di dalam dan di luar bangunan yang jelas
3. Sirkulasi yang ada harus dapat memaksimalkan penyampaian kepada pengunjung sehingga alur
sirkulasi harus berurutan
4. Memiliki unsur teknologi yang modern untuk memberikan informasi kepada pengunjung sebagai
daya tarik utama agar pengunjung mudah untuk mendapatkan informasi yang di berikan
5. Terdapat fasilitas pendukung seperti perpustakaan dan ruang seminar yang berguna untuk membantu
pengunjung mendapatkan informasi edukasi dan juga sebagai fungsi tamabahan pada bangunan
DAFTAR PUSTAKA
1. Ching, Francis D.K.,”Bentuk, Ruang dan Susunannya”, Erlangga, Jakarta, 1991
2. Cynthia L. Girling & Kenneth I. Helphand. Yard-Street-Park, The Design of Suburban Open Space. New York: John Wiley & Sons, Inc. 1994 hal.39.
3. Deasy. Designing Places For People. New York: Whitney Library of Deisgn, 1985 hal.127.
4. Direktorat Museum, Pedoman Museum Indonesia, Direktorat Museum, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, 2008.
5. Direktorat Museum, Ayo Kita Mendirikan Museum, Direktorat Museum, Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Jakarta, 2009.
6. Davis, Peer, Ecomuseum and Sustainablity in Italy, Japan and China. 2007. Concept Adoptation Through Implementation, Museum Revolutions. New York: Routledge.
7. Dradjat, Hari Untoro. 2007. Pedoman Pengelolaan Museum. Jakarta : Direktorat Museum. Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala. Depbudpar.
8. D. K. Ching, Francis. 1996. Architecture; Form, Space, And Order. Cetakan ke – 6. Jakarta. Penerbit Erlangga.
9. Flora S Kaplan, Encarta 1995: Museum, USA: A History of building types.
10. Hein, George E. Learning in the Museum, London: Routledge, 2002.
11. Ivor H. Seeley. Outdoor Recreation And The Urban Environment. London: Macmillan Press Ltd. 1973. hal. 124.
12. Moenandir, J. 1996. Ilmu Gulma dalam Sistem Pertanian. PT.RajaGrafindo Persada : Jakarta.
13. Nicolaus Pevner, A History of building types.
14. Neufert, Ernst. 1997. Jilid 1,Data Arsitek. Jakarta : Erlangga. hal. 135.
15. Pedoman Pendirian Museum, Kecil Tetapi Indah, Jakarta: Dirjen Kebudayaan Dept. P & K, 1993, hal. 14-20.
16. Ramadhanil. 2003. Herbarium Celebense (CEB) dan Peranannya dalam Menunjang Penelitian Taksonomi Tumbuhan di Sulawesi. UNS. Solo.
17. Setyawan, A. D, Indrowuryatno, Wiryanto, Winanrno, K dan Susilowati, A. 2005. Tumbuhan Mangrove di Pesisir Jawa Tengah. Jurusan Biologi FMIPA Universitas Sebelas Maret. Surakarta.
18. Suyitno, A.L.2004. Penyiapan Specimen Awetan Objek Biologi. Jurusan Biologi FMIPA UNY. Yokyakarta.
19. Van Steenis, C.G.G.J. 2003. Flora. PT.Pradnya Paramita : Jakarta
20. bappedajakarta.go.id/index.php. Diakses tanggal 4 Januari 2016
21. https://arsitekturbicara.wordpress.com/2012/05/19/studi-literatur-mengenai-arsitektur-kontekstual/. Diakses tanggal 20 Januari 2016
22. http://biologi.lipi.go.id/bio_bidang/bot_indonesia/home.php. Diakses tanggal 3 Maret 2016
23. http://ocw.usu.ac.id. Diakses tanggal 21 Januari 2016
24. http://data.jakarta.go.id/organization/dinas-pariwisata. Diakses tanggal 10 Februari 2016
25. https://marktambunan.wordpress.com/. Diakses tanggal 10 Februari 2016
26. https://id.wikipedia.org/wiki/Museum. Diakses tanggal 5 Januari 2016
27. http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditpcbm/2015/05/11/permasalahan-dan-tantangan-pelestarian-museum/. Diakses tanggal 10 Februari 2016
28. https://puspamentari.wordpress.com/2009/03/09/kontekstual-dalam-arsitektur/. Diakses tanggal 22 Januari 2016
29. http://sosialisasirdtrdkijakarta.com/view_lamp3-1.php#Jakarta-Timur. Diakses tanggal 6 Januari 2016
30. http://timur.jakarta.go.id/v11/?p=kondisi.demografis. Diakses tanggal 7 Januari 2016
31. http://www.abimuda.com/2015/04/cara-membuat-awetan-kering-berupa-herbarium-dan-insektarium.html. Diakses tanggal 10 Februari 2016
32. http://www.ngasih.com/2015/03/28/29-jenis-tumbuhan-yang-biasa-ada-di-taman-dan-fungsinya/3/. Diakses tanggal 9 Januari 2016
33. http://www.penataanruang.com/ruang-terbuka-hijau.html. Diakses tanggal 4 Januari
34. http://www.proseanet.org/prohati4. Diakses tanggal 11 Maret 2016
35. https://www.travelio.com/en/bogor/herbarium-bogoriense. Diakses tanggal 21 Januari 2016
Kesimpulan Studi Kasus
Kontekstual Lokalitas (Sosial dan Lingkungan)
Arsitektur, sebagai objek yang tidak berdiri sendiri melainkan menjadi satu kesatuan harmonis dengan sekitarnya, menjadi satu kesatuan jaringan secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan yang menjadi tumpuan kehidupan perkotaan saat ini. Sehingga dapat di simpulkan bahwa asas - asas ini dapat membentuk pondasi kawasan baru dan etika desain di lingkungan kota.
Herbarium
Herbarium merupakan suatu spesimen dari bahan tumbuhan yang telah dimatikan dan diawetkan melalui metoda tertentu dan dilengkapi dengan data-data mengenai tumbuhan tersebut.
Program Kegiatan
Pengaturan Herbarium
Ir. Sidhi Wiguna T., M.T.
Suryono Herlambang, S.T., M. ARCH.
"we area similar to a museum. my function
is to present old masterpiece in modern frames"
RUDOLF BING
1. Keadaan alam
2. Rintangan alam
3. Pergerakan hewan di alam bebas
4000 jenis pohon - 1500 pakis - 5000 jenis anggrek
(Berbunga lebih 25 macam & Tidak berbunga 1750 macam)
1. Hanya dapat menampung sebagian dari jenis tumbuhan
2. Hanya sebagai tempat riset mengenai tentang tumbuhan.
3 . Kurangnya SDM & Fasilitas
Ir. Hj. Sarwo Handayani, M.Si
(Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup)
Luas RTH di Jakarta saat ini sekitar 75 kilometer persegi atau hanya 9,8 persen dari total luas daratan Ibu Kota, 661,52 kilometer persegi.
Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2002 tentang Pengelolaan Hutan Kota disebutkan, sebuah kota seharusnya memiliki 20-30 persen RTH.
https://arsitekturbicara.wordpress.com/2012/05/19/studi-literatur-mengenai-arsitektur-kontekstual/.
1. Penataan kurang baik
2. Koleksi tidak menarik
3. Terkesan kuno
1. Pembagian ruang
2. Jumlah dan ukuran ruang
3. Faktor elemen iklim
(udara dan cahaya)
Botani adalah ilmu tumbuh-tumbuhan, termasuk juga jamur dan alga dengan mikologi dan fikologi berada di dalam cabang ilmu botani. Dengan demikian, dalam botani dipelajari semua disiplin ilmu biologi, seperti genetika, pertumbuhan, reproduksi, metabolisme, perkembangan, interaksi dengan komponen biotik dan komponen abiotik,
Botani
Koleksi herbarium
Herbarium Basah
Herbarium Kering
Pembagian Jenis Herbarium
Cryptogamae
Phanaerogamae
Bryophyta
Pteridophyta
Gymnospermae
Angiospermae
Ruangan Khusus
Koleksi disusun berdasarkan takson yang lebih rendah dan ditata menurut abjad.
Penyusunan
Herbarium Bogoriense
Museum of Natural History
Daftar Pengunjung Museum di Jakarta
(Sumber: http://data.jakarta.go.id/organization/dinas-pariwisata)
Rata-rata kepadatan pengunjung dari keseluruhan museum di Jakarta tersebut dan diperoleh hasil 368 pengunjung/m2 (setelah dilakukan pembulatan).
Luas total keseluruhan bangunan adalah 6.800 m2.
Maka, diperoleh estimasi kapasitas dari proyek ini = 368 pengunjung/m2 x 6.800 m2 = 2.502.400 pengunjung. Ini merupakan estimasi total pengunjung dalam 1 tahun.
Kapasitas dari Museum Botani di Cibubur ini adalah 368 orang.

Mobil pribadi: 30% x 368 = 110 orang
Bus Pariwisata: 5% x 368 = 19 orang
Motor Pribadi: 40% x 368 = 147 orang
Kendaraan lainnya: 25% x 368 = 92 orang

Perhitungan asumsi unit mobil, motor dan bus
Diasumsikan 1 mobil memuat 3 orang : ± 37 mobil
Diasumsikan 1 motor memuat 2 orang : ± 74 motor
Diasumsikan 1 bus memuat 10 orang : ± 2 bus

Perhitungan kebutuhan lahan parkir mobil dan motor
Satuan Ruang Parkir (SRP) mobil : 3 x 5 = 15 m2
Satuan Ruang Parkir (SRP) motor : 0.75 x 2 = 1.5 m2
Satuan Ruang Parkir (SRP) bus : 3.4 x 12.5 = 42.5 m2

Kebutuhan lahan parkir mobil: 15 m2 x 37 mobil = 555 m2
Kebutuhan lahan parkir motor: 1.5 m2 x 74 motor = 111 m2
Kebutuhan lahan parkir bus: 42.5 m2 x 2 bus = 85 m2
Total kebutuhan luas parkir = 751 m2
Skema arus dan sirkulasi pengunjung
Skema arus dan sirkulasi koleksi
“Kecil tapi indah” Pedoman Pendirian Museum.2000
10 - 20 menit
Bergantian
Berdasarkan studi kasus di atas, dapat di simpulkan jika pendekatan seorang arsitek dalam menentukan gaya desain organisasi ruangnya berbeda-beda dikarenakan lebih menyesuaikan dengan target desain. Selain itu kesan ruang yang dihasilkan untuk mencapai tujuan masing-masing pada tiap proyek. Perbedaan dalam tata letak ruang, model ruang, penyampaian infomasi edukasi, bahkan penggunaan material untuk menciptakan kesan ruang dan membentuk susunan ruang. Dengan susunan ruang yang tepat untuk objek desain, maka hal tersebut akan meningkatkan proses penyerapan informasi kepada objek desain sehingga hal tersebut merupakan menjadi fokus utama dalam Museum Botani ini.
Analisa Tapak
Analisa matahari
analisa Sirkulasi dan Pencapaian
analisa Vegetasi dan Kebisingan
Analisa Zoning Bangunan
Analisa Konsep Bentuk Perancangan
analisa fasilitas pendukung
layar dan panel komputer
Museum
adalah institusi permanen, nirlaba, melayani kebutuhan publik, dengan sifat terbuka, dengan cara melakukan usaha pengoleksian, mengkonservasi, meriset, mengomunikasikan, dan memamerkan benda nyata kepada masyarakat untuk kebutuhan studi, pendidikan, dan kesenangan.
https://id.wikipedia.org/wiki/Museum
"as an architect you design for the present
with an awareness of the past for a future
which is essentially unknown"

norman foster
Full transcript