Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

Agung Nino

on 23 June 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

dukungan dari AAOIFI
Praktek akuntansi ijarah di lembaga keuangan syariah
skema pembiayaan ijarah
like comment share
* Dukungan yang relatif kuat untuk standar AAOIFI
Standar Ijarah dan leasing konvensional secara konseptual memiliki perbedaan, dimana standar Ijarah direkomendasikan oleh AAOIFI dan membandingkannya dengan standar leasing konvensional yang ditetapkan oleh International Accounting Standard (IAS 17) dan Malaysian Accounting Standard Board (MASB 10). AAOIFI adalah satu- satunya standar acuan untuk produk keuangan Islam
like comment share
Al ijarah berasal dari kata al ajru yang berarti al’iwadhu (ganti). Ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang dan jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan atas barang itu sendiri.
Ijarah secara konseptual dipahami sebagai kontrak pertukaran, dimana salah satu pihak menikmati manfaat yang timbul dari pekerjaan oleh pihak lain sebagai imbalan atas layanan yang diberikan atau penggunaan aset. Menurut Kharofa (1997), definisi kontrak Ijarah adalah kontrak menggunakan manfaat atau jasa dengan ganti rugi.
Al-bai’ wal ijarah muntahia bittamlik (IMBT) merupakan rangkaian dua buah akad al-bai’dan akad ijarah muntahia bittamlik (IMBT). Al-bai’ merupakan akad jual-beli, sedangkan IMBT merupakan kombinasi antara sewa-menyewa (ijarah) dan jual beli atau hibah diakhir masa sewa. Dalam ijarah mintahia bittamlik
ijarah

pengertian ijarah dan IMBT
Perbedaan Antara Ijarah dan Leasing Konvensional Dari Perspektif Akuntansi
Perbandingan AAOIFI FAS 8, IAS 17 dan MASB 10
AAOIFI mendefinisikan Ijarah sebagai kepemilikan hak atas manfaat dari menggunakan aset.
IAS 17 mendefinisikan leasing sebagai perjanjian dimana lessor menyampaikan kepada lessee dengan imbalan sewa hak untuk menggunakan aset untuk jangka waktu yang disepakati.
MASB 10 mendefinisikan leasing sebagai perjanjian dimana lessor menyampaikan kepada lessee untuk pembayaran atau serangkaian pembayaran hak dalam menggunakan aset untuk periode waktu yang disepakati
Tingkat Penerimaan dari AAOIFI FAS 8 oleh Lembaga Keuangan Malaysia
Lembaga Keuangan di Malaysia sebagian besar mengadopsi MASB daripada IAS dan Standar AAOIFI.Oleh karena itu, lembaga keuangan di Malaysia yang seharusnya sesuai dengan MASB, merupakan salah satu bagian dari badan pengawas.Sebelum adanya MASB, lembaga keuangan di Malaysia mengikuti persyaratan dari IAS.Oleh karena itu, IAS masih popular dari standar AAOIFI.
Adapun AAOIFI, itu adalah sebuah organisasi yang baru dibandingkan dengan IAS. Selain itu, AAOIFI ditujukan untuk lembaga keuangan Islam. Lembaga-lembagakeuangan konvensional mungkin tidak menyadari keberadaan standar AAOIFI.Organisasi ini berbasis di Bahrain.Dari ketiga standar, AAOIFI memperoleh jumlah pemakai paling sedikit oleh lembaga keuangan.Seperti yang disebutkan sebelumnya, standar AAOIFI ditargetkan pada bank syariah saja.Dengan demikian, Bank Islam harus menyadari adanya standar AAOIFI itu

kesimpulan
Berdasarkan pembahasan yang sudah diuraikan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dari aspek hukum dan akuntansi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara ijarah dan leasing konvensional.Secara karakteristik yang membedaakan antara kedua objek tersebut yaitu objek, metode pembayaran, dan pemindahan kepemilikan.
Masyarakat Malaysia belum menyadari keberadaan standar AAOIFI untuk Ijarah.Oleh karena itu, masih menggunakan MASB 10 dan IAS 17 sebagai pedoman.Situasi ini kemungkinan juga dikarenakan kurangnya perhatian yang diberikan untuk produk perbankan syariah di Malaysia untuk penerapan standar AAOIFI. Dengan kata lain, standar AAOIFI adalah tidak wajib untuk diterapkan di Malaysia, sehingga tidak banyak lembaga keuangan yang mengadopsi standar.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa upaya untuk menyelaraskan praktik akuntansi pada instrumen keuangan Islam yang ditawarkan oleh lembaga keuangan internasional merupakan tugas yang sulit. Standar AAOIFI akan tetap hanya sebagai referensi tetapi tidak memiliki kewenangan hukum, kecuali diadopsi oleh masing- masing negara lembaga regulator. Upaya signifikan yang diperlukan AAOIFI yaitu melalui publisitas negosiasi, dan proses lobi untuk standar akuntansi, agar lebih meningkatkan kredibilitas dan komparabilitas informasi akuntansi pembiayaan Islam seperti ijarah.
Indonesia mengadopsi dan memanfaatkan standar akuntansi AAOIFI dalam pengembangan akuntansi perbankan syariah dan sebagai referensi utama untuk penyusunan Pedoman Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) dan Pedoman Audit Bank Syariah Indonesia (PABSI). Dalam mengatur produk lembaga keuangan islam khususnya ijarah, Indonesia mempunyai dua pedoman standar yaitu Fatwa Dewan Syari’ah Nasional No: 09/DSN-MUI/IV/2000 tentang Pembiayaan Ijarah dan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 107 tentang Akuntansi Ijarah
* dukungan relatif medium standar AAOIFI (Mean 2,5 sampai 2,99)
* Relatif dukungan yang lemah untuk standar AAOIFI (Mean kurang dari 2,5)
THANKS YOU
MATUR NUWUN
AGUNG DWI LAKSONO
NURUL WULANDARI P
ARINDA PUTRI Z
AYA SOFIA ARDELIA
IRCHAS AKBAR
Full transcript