Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kode Etik Profesi Akuntan Menuju Era Global

No description
by

Ulfi Syahara

on 1 December 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kode Etik Profesi Akuntan Menuju Era Global

Kasus
Arthur Anderson dengan Enron
Pada awal abad ke-21 ini, AA buabar akibat berbagai pelanggran etika yang dilakukan oleh para akuntan dan pimpinannya, saat memberikan jasa audit dan non-audit
2. Penjelasan pelanggaran Etika menggunakan pedoman Kode Etik IFAC


SOX melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut. Selain itu, kini CEO dan CFO harus membuat surat membuat surat pernyataan bahwa laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan SEC (Securities Exchange Commission) dan semua informasi yang dilaporkan adalah wajar dan tidak ada kesalahan material. Sebagai tambahan menjadi semakin banyak ancaman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini.
Dalam SOX diatur tentang akuntansi, pengungkapan dan pembaharuan governance, yang mensyaratkan adanya pengungkapan yang lebih banyak mengenai informasi keuangan, keterangan tentang hasil-hasil yang dicapai manajemen, pembatasan kompensasi eksekutif dan pembentukan komite audit yang independen. Dalam hal pelaporan SOX mewajibkan semua perusahaan public untuk membuat suatu sistem pelaporan yang memungkinkan bagi pegawai atau pengadu (whistleblowers) untuk melaporkan terjadinya penyimpangan.

4. Perilaku pejabat puncak Enron dan AA dengan menggunakan teori hakikat manusia utuh dan teori-teori etika:
- Teori hakikat manusia utuh
yaitu dengan memadukan dan menyeimbangkan kualitas kesehatan fisik, pengetahuan intelektual, kematangan emosional dan kerukunan sosial, dan kesadaran spiritual.
Berdasarkan kasus ini Enron dan AA termasuk dalam hakikat manusia yang tidak utuh karena keduanya berorientasi mengejar kekayaan materi, kesenangan indriawi, dan kekuasaan sehingga kurang sekali atau bahkan lupa untuk mengembangkan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual sehingga terbentuknya karakter yang negatif.


Kesimpulan
Tidak hanya KAP dan perusahaan, namun bagi seluruh organisasi harus menerapkan SPI yang baik dan menerapkan Kode Etik yang sesuai, sehingga tidak akan ada kasus seperti diatas yang merugikan pihak internal dan eksternal. Pentingnya peranan profesi guna melindungi kepentingan publik, menjaga kualitas dan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. Dalam kasus diatas seorang eksekutif Enron yang bernama Sherron Watkins yang dalam kasus ini berperan sebagai whistleblower ( orang yang melaporkan kesalahan perusahaan). Mindset seperti inilah yang diperlukan dalam suatu organisasi.
1. Identifikasi Pelanggaran Prinsip Etika dan Aturan Etika menurut Kode Etik AICPA
Prinsip-prinsip dan aturan etika AICPA
Tanggung jawab, dalam menjalankan tanggung jawab AA kurang profesional, anggota AA tidak menjalankan pertimbangan moral dan profesional secara sensitif
Kepentingan Publik, AA telah menerima kewajiban dan melayani kepentingan publik, namun tidak menghormati kepercayaan publik karena tidak mengungkapkan kesalahan Enron sejak awal, hal ini tidak memcerminkan profesionalisme AA
Integritas, AA kurang menunjukan integritasnya dalam kasus Enron dan tidak melaksanakan semua tanggung jawab profesional
Objektivitas dan Independensi, AA tidak objektif dan termasuk dari konflik kepentingan Enron, tidak menjaga independensi dalam praktik audit saat memberikan jasa auditing dan atestasi lainnya.
Kehati-hatian, AA tidak mengikuti standar-standar etika dan teknis profesi, terlihat dari kebangkrutan AA yang diakibatkan kasus Enron
-Teori Etika:
1. Teori utilitarisme yang mengatakan "perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, manfaat disini bukan hanya satu atau dua orang saja, melainkan manfaat, manfaat disini bukan hanya satu atau dua orang saja, melainkan manfaat untuk masyarakat luas" Nampak terlihat bahwa para eksekutif enron hanya mengedepankan ekonomis, dengan menyampingkan etika dan moral. Teori ini juga telah dilanggar oleh enron dengan cara memanipulasi pencatatan keuangan sehingga membuat wall street memberikan tahta tinggi untuk harga saham enron. kasus ini telah mengurangi kepercayaan terhadap para akuntan publik sebagai salah satu sumber daya perusahaan yang menghitung dan menangani keuangan perusahaan.
2. Teori Deontologi yang mengatakan bahwa "suatu perbuatan tidak akan pernah dinilai baik karena hasilnya yang baik", juga telah dilanggar oleh enron. Mungkin hasil yang akan diperoleh enron dengan menjalankan scandalnya adalah memperoleh profit yang tergolong tinggi, namun disamping itu, ia telah merugikan orang lain, ia sebenarnya telah merugikan dirinya sendiri, dengan cara memanipulasi laporan keuangan, mencatat hutang menjadi pendapatan, dan hanya mengejar faktor ekonomis saja tanpa mempedulikan faktor etika dan moral, membuatnya lenyap hanya dengan hitungan beberapa bulan setelah ia dinobatkan menjadi salah satu perusahaan terbesar di Amerika Serikat.
3. Teori Egoisme, suatu teori yang menjelaskan bahwa semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri. Keduanya sama-sama tidak mementingkan kepentingan orang lain, yang akibatnya merugikan banyak pihak.
Kode Etik Profesi Akuntan Menuju Era Global
1. Arthur Anderson (AA)
2. Peat, Marwick, Mitchell (PMM)
3. Ernst and Whinney (EW)
4. Coopers and Lybrand (CL)
5. Price Waterhouse (PW)
6. Arthur Young (AY)
7. Deloitte Haskins and Sells (DHS)
8. Touche Ross (TR)
Big Eight tahun 1985
"Kasus manupulasi dan rekayasa laporan keuangan yang menimpa Enron pada tahun 2001 - yang merupakan salah satu klien AA- telah menyeret AA menuju jurang Kebangkrutan."
Kewajiban kepada Masyarakat Pelayanan Kepentingan Publik
Objektif:
Memenuhi Harapan Profesionalisme, Kinerja, dan Kepentingan Publik
Kebutuhan Dasar:
Kredibilitas, Profesionalisme, Jasa Kualitas Tertinggi, Kerahasiaan


































































Prinsip-prinsip Fundamental:
Integritas, Objektivitas, Kompetensi Profesional, dan Kehatian-hatian, Perilaku Profesional, dan Standar Teknis
3. Ketentuan-ketentuan yang ada dalam Sarbanes-Oxley Act untuk mengatasi ancaman pelanggaran etika sebagaimana telah dilakukan oleh personel AA
Nama Kelompok:
Aulia Fitriana (12030113060068)
Ressa Asih F. (12030113060091)
Ulfi Syahara B. (12030113060107)
Filia Lalansya (12030113060110)
Vivi Anggraeni (12030113060136)
Full transcript