Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

randy djon

on 31 March 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

Peran Setiap
Profesi Kesehatan Oleh: IPE 33 Peran Profesi Kesehatan Hambatan dan Strategi
dalam Kolaborasi Hambatan-hambatan dalam Kolaborasi Kesehatan Referensi Strategi
Mencapai Kolaborasi Interprofesional
yang Efektif Filosofi Apoteker Sejarah Perkembangan
Kesehatan Masyarakat Sejarah Perkembangan Apoteker Sejarah Perkembangan
Perawat Sejarah Perkembangan
Dokter Gigi di Indonesia Filosofi Seorang Dokter Sejarah Perkembangan Dokter Dokter Zaman Prasejarah
Zaman Masyarakat Paleolistik
Zaman Neolitik
Zaman Mesir Kuno
Zaman Yunani dan Roma
Akhir abad Pertengahan
Abad ke 19 Belas kasihan dan cinta terhadap sesama manusia
Empati dan keinginan untuk menolong
Tenang dan percaya diri
Menahan diri, melakukan hal yang harus dilakukan
Berpegang pada sumpah dokter (hippocrates oath) Zaman Purba
Zaman Keagamaan
Permulaan Masehi
Permulaan Abad XVI
Masa Sebelum Perang Dunia II
Masa Selama Perang Dunia II
Masa Pascaperang Dunia II
Sejak Tahun 1950 Periode Sebelum
Mengenal Pengetahuan Pharmacon obat atau racun.
Ilmu tradisional Cina, Yunani, Timur-Tengah dan Asia.
Turun-temurun dalam keluarga
Asclepius (Dewa Pengobatan) menugaskan Hygieia untuk meracik campuran obat.
Hygieia apoteker (Inggris : apothecary) Pelayanan Farmasi sesuai dengan SK Menkes Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999:

Berorientasi kepada pelayanan pasien
Penyediaan obat yang bermutu
Farmasi rumah sakit bertanggung jawab terhadap semua barang farmasi yang beredar di rumah sakit tersebut. OUTLINE Dokter Dokter Gigi Farmasi Keperawatan Kesehatan Masyarakat Hambatan Kolaborasi Strategi Kolaborasi Dokter Gigi Peran Seorang Dokter Peran Dokter
Dalam Bencana Era Kolonial EraKemerdekaan Era PascaKemerdekaan Filosofi Kedokteran Gigi Instingtive

Empiric
Magic

Priestly

Scientific Peran Dokter Gigi Peran Dokter Gigi
Dalam Bencana Peran Profesi
Kesehatan Perawat Apoteker Kesehatan
Masyarakat Kewajiban Apoteker Menjalankan profesi sesuai kompetensi
Apoteker Indonesia
Aktif mengikuti perkembangan dunia farmasi
Mengutamakan kepentingan masyarakat
Menghormati hak azasi penderita
Membangun dan meningkatkan hubungan
profesi Peran Apoteker Pelayanan optimal dalam keadaan apapun
Menyelenggarakan kegiatan pelayanan profesional
KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) tentang obat
Pengawasan terhadap obat
Memberi dan mengawasi pelayanan bermutu
Penelitian di bidang farmasi Peran Apoteker dalam Bencana Filosofi Keperawatan “human care is the heart of nursing”
Watson: 1985 Peran Perawat Peran Perawat dalam Bencana Periode Setelah Mengenal Pengetahuan Periode Sebelum Mengenal Pengetahuan Mulai ada regulasi tentang pembuangan limbah di Mesir, Babylonia, Yunani dan Roma
Dibuat tempat pembuangan kotoran namun belum karena alasan kesehatan Periode Ilmu Pengetahuan Mulai ditemukan penyebab dari penyakit-penyakit menular

Louis Pastur menemukan vaksin, pencegah cacar.

Amerika mulai membentuk departemen kesehatan untuk menyelenggarakan pelayanan kesehatan Filosofi Kesehatan
Masyarakat Preventif Promotif Peran Kesehatan
Mayarakat Peran Kesehatan Masyarakat
Dalam Bencana Profesi-Profesi Lain dalam Bidang Kesehatan Role Stress Role Oveload Role Conflict Lack of Inter Professional Understanding Autonomy
Straggles Faktor
Internal Sebab Dibutuhkan Strategi
dalam Kolaborasi Untuk mencapai kualitas dan perawatan pasien yang efisien
Mencegah meningkatnya biaya dan kompleksitas teknologi perawatan kesehatan
Adanya kebutuhan untuk mengkoordinasikan manusia langka dan sumber daya keuangan untuk memaksimalkan hasil pasien Strategi Mencapai Kolaborasi
yang Efektif 1. Kerjasama/Kooperatif
2. Asertifitas
3. Tanggung Jawab
4. Otonomi
5. Koordinasi Indikator keberhasilan
Strategi Membentuk Kolaborasi
yang Efektif
Aksesibilitas pasien lebih baik
Meningkatnya koordinasi antar profesi kesehatan.
Kesadaran pengobatan dan dampak kesehatan akan membaik Lambert T. A Brief History of Dentistry [internet]. [cited on 13 Mar 2013]. Available from http://www.localhistories.org/dentistry.html
Asmadi, S.Kep., Ns. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC
Prof. Dr. Soekidjo Notoadmojo. Prinsip – Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. 2003. Jakarta: Rineka Cipta
Standar Pelayanan Farmasi Di Rumah Sakit. Jakarta : 2006
Kode Etik Apoteker Indonesia. Denpasar: 2005.
Basuki E, Komunikasi Antar Petugas Kesehatan. Maj Kedokt Indon September 2008; 58(9):340-345.
Canadian medical association. Putting patients first: patient-centred collaborative care-a discussion paper.2007.pp.3
Ontario family health teams. Guide to collaborative team practice.2005.pp.10
O’Daniel M., Rosenstein A.H, Professional Communication and Team Collaboration. No year
Victorian Quality Council Secretariat, Promoting effective communication among healthcare professionals to improve patient safety and quality of care.2010.pp.5 Randika Dwiputra
Agnesstacia Vania
Brilliant Putri
Cymilia Gityawati
Dwi Febria R.
Evalina Romauli
Fida Naqiyah
Innet Maysyarah
Khodijah
M. Ade Rahman Rahma Amran
Mariska Anindhita
Mega Dwi Rahayu
Nurhasanah
Riski Septianing A.
Rizki Gustianur Putri
Sonya Aprella Diva
William
Yona Kurnia Sari
Zahra Adiyati Rr. Tutik Sri Hariyati, S.Kp, MARS Radiologi Audiologist Okupasi Terapi Fisioterapi Excercise Physiologist Oral Health Speech Phantology Memeriksa, mendiagnosis, dan mengobati korban bencana.
Mengidentifikasi mayat
Memulihkan kondisi psikologis korban
Memberikan Pertolongan pertama Memeriksa, mendiagnosis, dan mengobati korban bencana.
Mengidentifikasi mayat
Memulihkan kondisi psikologis korban
Memberikan pertolongan pertama Menyuplai obat
Menjamin persediaan obat
“Bisa saja tidak langsung turun ke lapangan” Memberikan pertolongan pertama
Mengontrol kondisi pasien secara kontiniu
Melakukan perencanaan asuhan keperawatan
Mengatur alur evakuasi
Mengatur distribusi logistik
Mendata penyakit yang menyerang pasien
Penghubung ke Dinas kesehatan, puskesmas, dan rumah sakit
Sebagai kolabolator
Merancang apakah bekas bencana itu nantinya akan di relokasi Diagnosis tepat
Preventif
Pengobatan (treatment)
Melakukan diagnosis, treatment kuratif dan melakukan tindakan preventif yang lebih spesifik kepada bagian oral dan gigi
Merawat pasien
Membantu peran dokter/dokter gigi tanpa intervensi diagnosis/prognosis
Berhak untuk melakukan P3K
Membuat diagnosis keperawatan
Melakukan pengkajian terhadap pasien
Mencukupi kebutuhan dasar manusia (KDM) selama pasien menjalani perawatan Preventif, sasaran ke masyarakat, langsung mencari akar permasalahan
Menangani kebijakan kesehatan
Melakukan administrasi rumah sakit
Menyusun rencana keselamatan kerja Terima Kasih
Full transcript