Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

pelaporan Keuangan Segmen dan Interim

No description
by

werdhy astuti

on 19 May 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of pelaporan Keuangan Segmen dan Interim

Pelaporan Keuangan
Segmen dan Interim

Semua perusahaan kecuali perusahaan non-publik wajib mengikuti persyaratan pelaporan segmen dalam statement No.14. tanggung jawab pelaporan segmen suatu perusahaan tunggal ditentukan oleh operasinya di berbagai industri dan wilayah geografi dan oleh penjualannya kepada konsumen utama, atau dengan kata lain oleh luas diversifikasinya.
Dalam statement No. 14, suatu perusahaan dapat mengungkapkan salah satu informasi berikut:
1. Operasi pada berbagai industri,
2. Operasi domestic dan luar negeri,
3. Penjualan ekspor,
4. Konsumen yang utama.
Operasi Pada Industri yang Berbeda
Untuk menentukan apakah informasi mengenai operasi pada industri yang berbeda harus dilaporkan, perusahaan harus mengidentifikasi segmen industrinya. Segmen industri didefinisikan sebagai “suatu kompenen dari suatu perusahaan yang bergerak dalam penyediaan produk atau jasa atau suatu group produk yang saling terkait atau jasa yang utamanya kepada konsumen yang tidak terafiliasi untuk memperoleh laba”. Suatu segmen industri pelaporan adalah suatu segmen industri atau group segmen industri yang sangat terkait dimana informasi yang demikian perlu dilaporkan. Segmen industri ditetapkan sebagai segmen yang perlu pelaporan jika memenuhi uji :
Uji pendapatan 10%
Uji aktiva 10%
Uji Laba 10%
Penilaian Ulang Segmen Pelaporan

Segmen indutri yang memenuhi satu atau lebih uji 10% masih harus dievaluasi kembali sebelum penentuan akhir sebagai segmen pelaporan dibuat.

Segmen Industri Dominan

Jika pendapatan satu segmen tunggal, aktiva yang dapat diidentifikasi, dan laba usaha atau rugi usaha masing-masing melebihi 90% dari total gabungan seluruh segmen industry,
Pengungkapan yang Diharuskan Untuk Operasi Pada Berbagai Industri
Adapun informasi yang harus dimasukkan dalam segmen pelaporan dan segmen industry lain secara agregat dapat diikhtisarkan sebagai berikut:

Pendapatan

Aktiva

Profitabilitas

Pengungkapan-Pengungkapan Lain
Kelompok 7
Made Yunita Windasari
Ketut Alit Werdhi Astuti
Natasha Rizky Annisa
Pande Kd. Ary Raditya
Nyoman Budhi Setya Dharma

EVOLUSI PERSYARATAN PELAPORAN SEGMEN

Di Amerika persyaratan akan pelaporan segmen usaha bermula tahun 1964 ketika ada kebutuhan oleh SEC agar perusahaan public melaporkan usahanya pada segmen operasi. Tahun 1967, APB mengeluarkan statement no.2 mengenai A Disclosure of Supplemental Financial Information by Diver-sified Companies.
LINGKUP STANDAR PELAPORAN SEGMEN
Standar pelaporan segmen pertama kali ditetapkan dalam [FASB Statement No.14] yang berlaku untuk seluruh perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan lengkap menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum. Pernyataan ini kemudian diubah dengan FASB Statement No.21 yang mengecualikan berlakunya FASB Statement No.14 bagi perusahaan non-publik.

Informasi Segmen harus mengungkap :
a) Penjualan atau pendapatan operasi lainnya, dibedakan antara pendapatan yang dihasilkan dari pelanggan di luar perusahaan dan pendapatan dari segmen lain
b) Hasil segmen
c) Aktiva segmen yang digunakan
d) Dasar penetapan harga antar segmen
Operasi Domestik dan Luar Negeri

Operasi luar negeri adalah operasi penghasil pendapatan yang beralokasi di luar negeri tempat kantor pusat perushaaan berada dan yang meghasilkan pendapatan dan penjualan kepada pihak-pihak yang tidak terafiliasi atau penjualan atau transfer antar perusahaan antar wilayah geografi. Operasi domestik adalah penghasil pendapatan dari perusahaan yang beralokasi di negara tempat kantor pusat berada yang meghasilkan pendapatan dari penjualan kepada pihak-pihak yang tidak terafiliasi atau dari penjualan atau transfer antar wilayah.
IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORAN SEGMEN
Suatu perusahaan diharuskan untuk mengungkap informasi mengenai operasi domestic dan luar negeri dalam laporan keuangan jika :

1. Pendapatan yang dihasilkan oleh operasi luar negeri dari penjualan terhadap pihak-pihak yang tidak terafilasi adalah 10% atau lebih dari pendapatan konsolidasi seperti yang disajikan dalam laopran laba-rugi perusahaan atau

2. Aktiva yang dapat diidentifikasi suatu operasi luar negeri adalah 10% atau lebih dari konsolidasi aktiva seperti yang disajikan neraca perusahaan.
Pengungkapan Untuk Operasi di Berbagai Wilayah Geografi yang Berbeda
Pengungkapan untuk operasi domestic, setiap wilayah geografi luar negeri yang memenuhi salah satu pengujian, dan seluruh wilayah geografi lainnya secara agregat adalah sebagai berikut :

Pendapatan

aktiva

profitabilitas

Pengungkapan Lain Pendapatan
PENGUNGKAPAN EKSPOR

jika penjualan ekspor dari perusahaan induk di dalam negeri yang tidak terafilasi di luar negeri sebesar 10% atau lebih dari total pendapatan konsumen yang tidak terafilasi sebagaimana dilaporkan dalam laporan rugi laba konsolidasi, maka jumlah penjualan tersebut harus dilaporkan dalam jumlah agregat dan berdasarkan wilayah geografis.
PENGUNGKAPAN KONSUMEN UTAMA

Statement No.14 menuntut adanya pengungkapan untuk konsumen (sendirian atau grup) yang memiliki nilai 10% atau lebih dari pendapatan total.
LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Laporan keuangan interim menyediakan informasi mengenai kondisi perusahaan kurang dari satu tahun dan biasanya diterbitkan setiap 3 bulan sekali dan berisi informasi kumulatif dari awal tahun sampai dibuatnya laporan tersebut. Pengungkapan infomasi segmen tidak berlaku untuk pelaporan interim, kecuali jika laporan interim tersebut berupa laporan keuangan yang dimaksudkan untuk menyajikan posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan posisi keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
Penyajian Kembali Secara Retroaktif atas Informasi Segmen yang Diharuskan

1 .Perubahan dalam cara pengelompokan produk atau jasa perusahaan

2. Perubahan dalam prinsip akuntansi yang memerlukan penyajian kembali laporan keuangan tahun sebelumnya (misalnya hasil dari metode penyatuan kepemilikan).
Sifat Laporan Keuangan Interim

Secara konseptual, laporan keuangan interim menyediakan informasi yang lebih tepat waktu tetapi kurang lengkap dibandingkan dengan laporan keuangan tahunan. Laporan interim menunjukkan adanya trade-off antara ketepatan waktu dan kehandalan data-data keuangan karena memerlukan estimasi untuk melakukan review piutang, utang dagang, persediaan, dan infomrasi lainnya yang mendukung pengukuran yang disajikan dalam laporan keuangan tahunan. Laporan keuangan interim biasanya diberi label tidak diauditi.
Biaya Produk
Untuk menghitung biaya produk antara lain dapat digunakan dengan metode sebagai berikut :

Metode Laba Kotor, apabila perusahaan menggunakan metode ini untuk harga sediaan selama masa interim, pengungkapan metode dan rekonsiliasi dengan sediaan tahunan perlu dilakukan.

Metode LIFO, jika sediaan LIFO dilikuidasi pada masa interim tetapi metode tersebut akan diganti pada akhir tahun, harga pokok penjualan (cost of goods sold) harus dimasukkan dalam biaya pergantian metode dari LIFO sebagai konsekuensi likuidasi interim.
Penurunan Nilai Pasar Persediaan
Penurunan nilai pasar persediaan tidak ditangguhkan selama periode interim kecuali jika secara temporer tdk ada kerugian yang akan terjadi selama setahun secara keseluruhan.

Sistem Biaya Standar
rencana varian berdasarkan system biaya standar yang diharapkan akan diserap pada akhir sebaiknya ditangguhkan pada masa inteim.

Biaya-Biaya Lain
Biaya Tahunan dalam Laporan Interim, biaya yang dibebankan secara tahunan sebaiknya dialokasikan ke periode interim.
Biaya Iklan, biaya iklan tidak ditangguhkan selama masa interim, kecuali jika manfaatnya juga dapat dirasakan pada periode sesudahnya
Pajak Penghasilan Pajak penghasilan dalam laporan interim dibagi menjadi (a) pajak penghasilan untuk penghasilan dari operasional tidak termasuk item-item yang bukan biaya atau jarang terjadi, dan (b) pajak penghasilan untuk item yang tidak biasa, pemberhentian operasi dan item luar biasa. Biaya pajak penghasilan untuk masa interim berdasarkan pada estimasi tarif pajak efektif tahunan untuk pendapatan kena pajak (PKP) yang berasal dari operasi tidak termasuk item-item luar biasa.


Accounting Principles Board mengeluarkan APB No. 28 yang berisi ringkasan informasi keuangan apa saja yang harus diungkap. Perusahaan publik minimum harus mengungkap hal-hal berikut ini :
1. a. Penjualan dan pajak kotor.
b. Alokasi pajak penghasilan.
c. Pajak penghasilan item luar biasa (net).
d. Pengaruh komulatif perubahan prinsip akuntansi.
e. Laba bersih.
2. Dilusi saham.
3. Pendapatan, biaya, dan beban musiman.
4. Perubahan estimasi pajak penghasilan yang signifikan.
5. Pelepasan segmen bisnis, item luar biasa dan item yang jarang terjadi.
6. Kontijensi.
7. Peubahan prinsip dan estimasi akuntansi.
8. Perubahan posisi keuangan yang signifikan.

PANDUAN PENYUSUNAN LAPORAN INTERIM
Sesi Diskusi
???
Ilustrasi uji 10% untuk segmen industri pelaporan
PT Paku Buwono memiliki empat segmen industri dimana data pendapatan, aktiva, dan pendapatan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 19X7
Uji pendapatan. Uji pendapatan 10% diterapkan dengan menentukan jumlah pendapatan setiap segmen industri dan dengan membandingkannya dengan 10% dari gabungan pendapatan seluruh segmen industri.
Uji aktiva. Uji aktiva 10% melibatkan pembanding antar ttal jumlah aktiva yang dapat diidentifikasik seluruh segmen industri dengan 10% dari gabungan aktiva yang dapat diidentifikasi seluruh segmen industri.
Uji Laba Usaha. Dalam menerapkan uji laba usaha untuk menentukan segmen pelaporan, jumlah absolute masing-masing laba usaha atau rugi usaha dibandingkan dengan 10% dari yang terbesar anatara laba usaha gabungan seluruh segmen yang laba atau rugi usaha gabungan seluruh segmen usaha yang merugi.

Contoh pengungkapan konsumen penting adalah sebagai berikut :
Penjualan kepada konsumen perusahaan yang penting menunjukkan jumlah 39%, 39% dan 30% selama tahun 1994, 1993, dan tahun 1992. Sebagian besar dari penjualan Joint Ventura adalah kepada konsumen utama tersebut. Perusahaan telah memiliki perjanjian dengan konsumen Cost-Plus yang meliputi kurang lebih 50% kapasitas produksi perusahaan. Hasil produksi yang lain termasuk produksi sampingan dijual kepada konsumen-kosumen lainnya.
Sebagai contoh, sebuah perusahaan melakukan likuidasi 100 unit sediaan yang diperhitungkan dengan LIFO pada tiga bulan pertama. Perusahaan tersebut akan membebankan harga pokok penjualan pada current cost 100 unit daripada historical cost LIFO jika 100 unit tersebut akan digantikan pada akhir tahun. Kelebihan nilai current cost di atas historical cost menunjukkan adanya kewajiban lancar pada neraca interim.
Dalam kasus perubahan metode sediaan LIFO, pengaruh komulatif pada awal periode tidak dapat dihitung. Jika perubahan tersebut dilakukan pada periode pertama, fakta tersebut harus diungkap tetapi bukan jumlah pro forma. Jika perubahan dibuat pada periode selanjutnya, perubahan tersebut diungkap bersamaan dengan informasi keuangan pada periode interim sebelum perubahan.
Full transcript