Solutions
Works with
Pricing
Log in
Teams
Get started
Log in
Get started
Untitled
MF
by
Melisa Fitri Arizah
·
4 views
·
Updated Nov 3, 2023
Share
Embed
Re-use content
Create your own
Chapters
00:00
Chapter 1
00:13
Chapter 2
00:23
Chapter 3
00:56
Chapter 4
01:13
Chapter 5
02:25
Chapter 6
04:05
Chapter 7
05:08
Chapter 8
06:17
Chapter 9
06:55
Chapter 10
07:40
Chapter 11
08:19
Chapter 12
09:46
Chapter 13
10:15
Chapter 14
11:28
Chapter 15
12:51
Chapter 16
14:06
Chapter 17
14:07
Chapter 18
14:08
Chapter 19
Audio Transcript
Auto-generated
00:00 - 00:02
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh.
00:02 - 00:05
Halo, perkenalkan nama saya Melissa. Video
00:06 - 00:09
saya masih suami Bagian pra Jalankan gelombang satu
00:10 - 00:11
dua ribu dua puluh tiga
00:11 - 00:13
di Universitas Pendidikan Indonesia.
00:16 - 00:18
Di sini saya akan menjelaskan pemahaman
00:18 - 00:20
tentang peserta didik dan pembelajaran nya
00:21 - 00:23
ya ada di dalam topik dua.
00:25 - 00:29
Nah, ada memaknai ragam kerangka strategi dalam pembelajaran
00:29 - 00:32
Anda. Pun di dalamnya pembelajaran yang berdaya via
00:32 - 00:34
bir. Diferensiasi
00:36 - 00:38
setelah mental i appropriate berarti
00:39 - 00:41
ada juga miskonsepsi tentang
00:42 - 00:42
tersebut.
00:43 - 00:45
Ada ciri ciri proses pembelajaran, di samping
00:47 - 00:49
ada pembelajaran yang tanggap budaya
00:49 - 00:51
belajar yang sesuai level
00:52 - 00:53
naik level,
00:54 - 00:55
ada juga ke
00:56 - 00:57
kurikulum merdeka.
00:59 - 01:04
Dan yang kedua di dalam eksplorasi. KONSEP ini ada penerapan kerana strategi
01:04 - 01:05
dalam
01:05 - 01:06
perencanaan pembelajaran,
01:07 - 01:09
ada rencana pelaksanaan pembelajaran,
01:09 - 01:13
Ada juga rencana pembelajaran yang berpihak pada peserta didik.
01:16 - 01:19
Baik. Saya akan mulai dari pembelajaran yang
01:19 - 01:20
diferensiasi
01:21 - 01:22
tersebut.
01:22 - 01:24
Pengertian di apa itu? Apa sih?
01:25 - 01:27
Data itu bukan merupakan kurikulum
01:27 - 01:30
atau seberapa standar ke aku mainkan seperangkat kerangka kerja,
01:31 - 01:32
melainkan
01:33 - 01:33
filosofi
01:34 - 01:36
atau pendekatan dalam perkembangan anak.
01:37 - 01:39
Terkait penerapan di apa tersebut?
01:39 - 01:41
Astari Aryanti dan media
01:41 - 01:42
gue di Asia dua ribu sembilan belas
01:43 - 01:48
memposisikan anak sebagai pemegang peranan utama dalam proses pembelajaran
01:48 - 01:50
yang di dalam proses pembelajaran ini
01:50 - 01:53
hal utama atau pemeran utama yaitu anak tersebut
01:55 - 01:59
pada pendekatan ini, media pembelajaran juga dapat disesuaikan
01:59 - 02:02
dengan karakter perkembangan anak usia pra sekolah
02:02 - 02:05
yang masih berada dalam TAHAP Rock Operasional,
02:05 - 02:06
yaitu saat anak
02:06 - 02:08
membutuhkan menda konkret
02:08 - 02:09
dan lingkungan.
02:09 - 02:10
Dengan kata lain,
02:10 - 02:11
kegiatan yang
02:12 - 02:14
akan atau sedang berlangsung bertujuan untuk mewadahi
02:15 - 02:17
kebiasaan Anda, memberikan banyak
02:17 - 02:19
aman kesempatan untuk anak aktif
02:19 - 02:21
bergerak dan bertanya
02:21 - 02:22
serta
02:22 - 02:24
bisa menjelajah dan mencoba
02:26 - 02:27
seperti itu. Nah,
02:28 - 02:31
lalu di sini saya masuk menurut Alvian dua dua ribu sembilan
02:31 - 02:32
dua ribu sebelas
02:32 - 02:34
menjelaskan bagaimana anak berkembang dan
02:35 - 02:37
belajar sebagai berikut Nah,
02:37 - 02:39
Live Andra menyatakan
02:39 - 02:41
bahwa perkembangan anak
02:41 - 02:44
merupakan suatu proses kompleks
02:45 - 02:47
yang melibatkan semua indra
02:47 - 02:49
secara aktif, bahkan terkadang
02:50 - 02:52
melahirkan berbagai teka teki
02:53 - 02:54
bahkan spekulasi
02:54 - 02:55
tanggal
02:56 - 02:57
spekulasi. Oleh karena itu,
02:58 - 03:00
tidak dipungkiri terdapat berbagai sudut
03:01 - 03:02
pandang
03:02 - 03:05
dalam menjelaskan dinamika perkembangan anak
03:05 - 03:07
atau belajar anak
03:07 - 03:08
seperti itu.
03:10 - 03:14
Di sini ada perkembangan berlangsung sebagai suatu kesulitan ranah fisik,
03:14 - 03:16
sosial nasional,
03:16 - 03:19
dan kompetitif yang saling berkaitan satu sama lain.
03:20 - 03:23
Ada juga perkembangan terjadi dalam urutan yang relatif
03:23 - 03:26
dapat diprediksi. A itu abilitas
03:26 - 03:30
keterampilan dan pengetahuan yang berdasarkan apa yang sudah diperoleh terlebih
03:31 - 03:31
dahulu.
03:35 - 03:38
Kalau ada pengalaman awal memiliki pengaruh hukum
03:38 - 03:40
kumulatif atau berbanding
03:40 - 03:43
lurus TERHADAP perkembangan anak, hal itu
03:44 - 03:47
berarti sedikit atau banyak yang frekuensi
03:47 - 03:50
paparan pengalaman yang diterima oleh seseorang individu
03:50 - 03:53
dapat berpengaruh dalam perkembangannya.
03:53 - 03:55
Jadi, pengalaman pun bisa berpengaruh
03:55 - 03:56
dalam
03:57 - 03:59
proses perkembangan. Apalagi sudah
03:59 - 03:59
di
04:00 - 04:02
dalam anak press lawan itu
04:02 - 04:03
dan tak jarang ku larut
04:04 - 04:06
atau sekadar pengaruh daraan perkembangannya
04:06 - 04:07
seperti itu.
04:08 - 04:12
Nah, perkembangan dan belajar merupakan hasil dari interaksi ke makanan biologis
04:12 - 04:14
dan lingkungan yang mencakup lingkungan, visi
04:15 - 04:16
dan sosial
04:16 - 04:18
atau tempat tinggal.
04:20 - 04:24
Perkembangan dapat mengalami percepatan jika seorang anak memiliki kesempatan
04:25 - 04:26
untuk mencoba
04:26 - 04:28
Selasa berbagai keterampilan baru
04:28 - 04:30
yang tingkat kualitasnya
04:30 - 04:31
lebih tinggi atau tidak sesuai
04:32 - 04:33
dengan level dia. Kalau dia
04:33 - 04:34
di atas level dia
04:35 - 04:38
dan Jokowi tugas perkembangan anak se usianya.
04:39 - 04:40
Jadi, di sini Anda bisa mencoba
04:41 - 04:42
mengasah berbagai
04:42 - 04:43
keterampilan baru
04:44 - 04:46
yang levelnya mungkin bisa jadi diarah
04:47 - 04:49
seperti itu. Nah, anak
04:49 - 04:52
didemonstrasikan dan memahami lingkungan ya,
04:52 - 04:53
dengan banyak cara.
04:54 - 04:56
Mereka cenderung memiliki cara belajar tertentu
04:56 - 05:00
yang menjadi ciri khasnya atau strategi andalannya. Jadi, SETIAP anak
05:01 - 05:04
terdapat atau mempunyai ciri khas nya tersendiri
05:04 - 05:06
dalam proses pembelajaran atau
05:06 - 05:07
dalam proses perkembangan
05:09 - 05:11
mereka sendiri Seperti itu.
05:13 - 05:16
Besok konsepsi tentang di film yang Talia from pihak
05:17 - 05:18
proaktif
05:18 - 05:19
atau disebut
05:19 - 05:20
tersebut
05:20 - 05:21
yang pertama
05:23 - 05:24
ada.
05:25 - 05:27
Hanya ada satu cara pandang mengimplentasikan dia,
05:28 - 05:29
yaitu ada pandangan yang
05:29 - 05:32
menolak pengalaman belajar yang struktur
05:32 - 05:34
dengan alasan terlalu kaku dan
05:34 - 05:35
bir pusat
05:35 - 05:37
pada guru.
05:38 - 05:38
Iya,
05:40 - 05:42
ada pendekatan dengan pendekatan di Apa
05:42 - 05:44
yang membuat proses pembelajaran tidak optimal?
05:44 - 05:47
Guru yang melakukan ya apa? DIANGGAP MELAKUKAN PENGAJARAN SECARA MINIMAL
05:48 - 05:49
bahkan TIDAK ada sama sekali.
05:50 - 05:53
Walaupun belajar yang BERORIENTASI dan pada pendekatan di apa YA?
05:54 - 05:55
Mengabaikan aspek akademik?
05:56 - 06:00
Interpretasi keliru ini berasal dari ketakutan orang TERHADAP PANDANGAN bahwa
06:00 - 06:03
jika anak terlalu dini memperoleh simulasi angka demi,
06:03 - 06:05
bahkan mereka akan mengalami kesulitan
06:06 - 06:08
pada tingkat pendidikan yang lebih tinggi
06:10 - 06:12
seperti itu
06:17 - 06:19
Kita masuk jangan
06:20 - 06:22
masih di dalam konsepsi.
06:23 - 06:25
Adapun praktik pembelajaran yang berorientasi deh sampai
06:26 - 06:29
dapat mencapai melalui permainan dan materi tertentu,
06:30 - 06:33
bisa konferensi ini merupakan bentuk omong kosong dan persen
06:34 - 06:37
karena memang terpuruk bahkan pandangan yang terlalu menyederhanakannya.
06:37 - 06:37
Persoalan
06:40 - 06:42
lalu oknum pelajar
06:42 - 06:45
pembelajaran ke orientasi dan saya tidak berpikir tujuan yang jelas
06:46 - 06:50
besok seksi ini berasal dari kekeliruan mengartikan istilah tujuan pembelajaran
06:50 - 06:52
meliputi semua dimensi
06:53 - 06:54
perkembangan,
06:58 - 06:59
lalu kurikulum dapat
07:00 - 07:02
dalam plak tidak apa adalah perkembangan anak.
07:03 - 07:04
Bahwa disiplin ilmu lain
07:05 - 07:06
dalam pelayaran mesti
07:06 - 07:07
bersih
07:07 - 07:09
diri dengan ilmu perkembangan anak
07:09 - 07:12
untuk memastikan anak dapat mewujudkan potensinya.
07:13 - 07:16
Nah, di api merupakan salah satu kecenderungan atau tren pendidikan
07:18 - 07:22
besok. Konsesi ini terjadi karena adanya pola pikir yang beranggapan bahwa
07:22 - 07:23
dalam pendataan dia
07:24 - 07:27
menuntut guru untuk melakukan banyak perbuatan perubahan
07:27 - 07:29
dalam pembelajaran. Padahal
07:29 - 07:32
pernah pada apa yang tidak menurut guru untuk merubah
07:32 - 07:34
segala sesuatu yang dilakukan nya.
07:35 - 07:36
Nah, inilah beberapa
07:36 - 07:36
nih
07:37 - 07:38
konsepsi tentang dia
07:38 - 07:39
tersebut.
07:44 - 07:46
Lalu di sini ada ciri ciri di apa? Ya?
07:48 - 07:50
Kegiatan disesuaikan
07:50 - 07:52
dengan perkembangan anak dengan fokus
07:53 - 07:57
agak anak mampu melakukan konstruksi pengetahuan secara mandiri.
07:57 - 08:02
Bagian lalu ada kegiatan belajar, mampu mencakup aku aspek perkembangan anak.
08:02 - 08:05
Ada rencana pembelajaran yang disusun beradasarkan
08:06 - 08:09
hasil observasi dan pengukuran secara berkelanjutan
08:09 - 08:11
mang aktivitasi manga tivitas
08:12 - 08:12
anak mina
08:13 - 08:15
kebutuhan dan tingkat keterlibatan.
08:15 - 08:16
Nah,
08:18 - 08:20
berikut adalah beberapa ciri cirinya, deh.
08:22 - 08:25
Nah, kita masuk ke pembelajar yang tanggap budaya
08:25 - 08:27
cultural report. Fonzie
08:27 - 08:29
responsif kencing.
08:30 - 08:33
Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sejuta budaya.
08:34 - 08:36
Mungkin di sini juga pada tahu ya, Indonesia itu
08:37 - 08:39
banyak banget atau kaya akan budaya.
08:39 - 08:41
Kondisi alam yang berani karena gagal
08:41 - 08:44
membuat masyarakat Indonesia memiliki pengalaman
08:45 - 08:48
yang beragam pula dalam menjalani kesehariannya.
08:49 - 08:52
Sudah semestinya pendidikan di negeri ini bisa merangkul seluruh karena
08:53 - 08:55
keragaman dengan memberikan pendidikan yang adil
08:56 - 08:56
pada
08:56 - 08:57
kepada SETIAP
09:00 - 09:03
belajar yang kalah budaya atau yang juga dikenal dengan
09:03 - 09:04
istilah kultur
09:04 - 09:05
kultur ari
09:05 - 09:06
responsif
09:07 - 09:07
atau disebutkan
09:10 - 09:13
adalah suatu metode pembelajaran yang berfokus
09:13 - 09:15
pada adanya persamaan
09:15 - 09:15
hak.
09:16 - 09:18
SETIAP peserta didik untuk mendapatkan
09:18 - 09:21
pelajaran tanpa membedakan latar belakang udah
09:21 - 09:21
budaya
09:22 - 09:23
mereka tersebut.
09:23 - 09:24
Jadi,
09:25 - 09:27
dengan pembelajar yang tanggap budaya ini,
09:28 - 09:28
guru
09:29 - 09:31
atau anak juga tidak bisa
09:31 - 09:33
membeda bedakan karena
09:33 - 09:35
mungkin latar belakang budayanya berbeda
09:36 - 09:38
atau adat yang berbeda. Nah, di sini
09:38 - 09:38
kita
09:39 - 09:43
berfokus pada adanya bersama AS dan peserta didik mendapatkan pengajaran
09:44 - 09:46
tanpa membeda bedakan satu sama lain.
09:49 - 09:51
Tiga. Pru posisi pendidikan kang, GAP budaya
09:52 - 09:55
Ada peserta didik mencapai kesuksesan, akademi
09:55 - 09:59
pasti lagi mampu mengembangkan dan memiliki konsentrasi budaya
09:59 - 10:00
kultural konten.
10:01 - 10:01
Nah, ada juga
10:02 - 10:04
peserta didik membangun kesadaran kritis,
10:04 - 10:04
kritik
10:05 - 10:05
konflik
10:06 - 10:07
kuteks
10:07 - 10:07
kontrol
10:09 - 10:10
sehingga mereka dapat terpasti
10:11 - 10:13
berpartisipasi dalam gerobak
10:13 - 10:15
kata nasional yang tidak adil.
10:17 - 10:18
Nah,
10:18 - 10:20
kalau ada perkembangan
10:20 - 10:22
atau pembelajaran yang sesuai level
10:23 - 10:23
kencing
10:23 - 10:24
naik level.
10:25 - 10:26
Nah, pengertian
10:27 - 10:27
tersebut
10:28 - 10:31
adalah proses interval yang harus dilakukan guru
10:33 - 10:36
dengan memberikan masukan pembelajaran yang relevan
10:36 - 10:38
dan spesifik untuk membeli ling
10:39 - 10:40
menjabat
10:40 - 10:41
menjabat tangannya.
10:42 - 10:43
Menjembatani
10:44 - 10:46
perbedaan yang ditemukan peserta didik
10:46 - 10:47
tidak terkait dengan
10:47 - 10:48
tingkat kan.
10:48 - 10:51
Namun sebenarnya dengan berdasarkan kemampuan prospekt adik yang sama,
10:52 - 10:53
jadi
10:53 - 10:56
di kelompokkan atau tidak disesuaikan dengan.
10:59 - 11:00
Jadi sesuai dengan
11:00 - 11:02
kemampuan peserta
11:02 - 11:03
tersebut. Jadi
11:04 - 11:06
jika peserta didik kesannya level satu
11:07 - 11:08
masih dilakukan satu atau
11:10 - 11:12
prosesnya masih dalam salah satu disamaratakan
11:13 - 11:14
dengan kemampuan yang
11:14 - 11:15
sama seperti itu.
11:16 - 11:19
Sudah melakukan pendekatan ini tentunya seorang
11:19 - 11:21
pendidik harus melakukan beberapa tahapan.
11:21 - 11:23
Yang pertama dalam pahami peserta ini.
11:23 - 11:25
Yang kedua adalah rancangan
11:25 - 11:26
perencanaan pembelajaran.
11:27 - 11:29
Yang ketiga ada mengikuti raga pelatihan.
11:31 - 11:32
Lalu ada
11:32 - 11:33
dalam
11:33 - 11:34
kurikulum merdeka
11:35 - 11:38
karena merupakan pendekatan pedagogis yang memperhatikan persamaan
11:38 - 11:42
level kemampuan. Berdasarkan evaluasi,
11:43 - 11:44
kabarnya kelenteng ini
11:44 - 11:46
kuperhatikan level kemampuan.
11:46 - 11:48
Nah, di sini bikin evaluasi
11:49 - 11:52
ini bisa melihat persamaan level tersebut.
11:52 - 11:56
Tapi tadi juga bukan berdasarkan tingkat pembelajaran dari usia. Dan
11:57 - 11:58
selanjutnya, guru harus
11:59 - 12:03
secara konsisten mengukur kemampuan membaca, menulis, dan memahami.
12:03 - 12:07
Jadi sebagai guru atau jangan minder, pendidikan fashion guru
12:07 - 12:10
bisa mengukur kemampuan membaca, menulis, dan memahami.
12:11 - 12:12
Nah, secara konsisten
12:16 - 12:18
merupakan pendekatan belajar yang tidak mengacu
12:19 - 12:20
pada tingkat kelas lainnya.
12:21 - 12:24
Mengacu pada tingkat kemampuan peserta didik.
12:24 - 12:26
Inilah yang menjadi ketel.
12:27 - 12:29
Berbeda dengan pendekatan biasanya
12:34 - 12:38
dapat menjadi jawaban dari persoalan kesenjangan pemahaman
12:38 - 12:40
yang selama ini terjadi di dalam.
12:43 - 12:43
Jadi
12:44 - 12:45
di dalam ini intinya
12:46 - 12:49
mengacu pada tingkat kemampuan peserta di
12:50 - 12:51
tidak mengacu pada
12:54 - 12:56
penerapan. Terangkan strategi dalam
12:56 - 12:58
rencana pembelajaran.
12:58 - 12:59
Yang pertama ada
13:00 - 13:02
rencana pelaksanaan pembelajaran atau disebut
13:03 - 13:04
pasti di sini guru guru
13:05 - 13:07
yang sudah mengajar atau cuma beli deh atau yang
13:07 - 13:09
satu pendidikan sudah tidak.
13:11 - 13:11
Sudah
13:11 - 13:12
tidak
13:12 - 13:14
asing itu Mendengar kata
13:16 - 13:20
dijabarkan dari sebagus untuk mengarahkan kegiatan belajar terus tadi di
13:20 - 13:23
dalam upaya target pembelajaran yang sebenarnya dengan jenjang kemampuan,
13:24 - 13:26
fakta, kesiapan proses ta diri di kelas, jadi
13:27 - 13:29
guru ataupun ini harus memiliki
13:30 - 13:32
terlebih dahulu
13:32 - 13:34
untuk kegiatan belajar
13:35 - 13:35
yang akan
13:36 - 13:38
hantu yang akan dijelaskan kepada
13:38 - 13:40
atau sebelum mengajar
13:42 - 13:43
tersebut.
13:43 - 13:44
Sangat penting
13:46 - 13:48
kalau ada rencana pembelajaran yang
13:48 - 13:49
kadang peserta Redy,
13:50 - 13:50
Nah
13:50 - 13:51
orang jangan
13:51 - 13:54
pembelajaran yang baik memiliki dua ciri utama.
13:55 - 13:55
Yang pertama ada
13:56 - 13:57
keselarasan,
13:57 - 13:59
Yang kedua ada keberagaman
14:02 - 14:04
seperti itu.
14:05 - 14:06
Hm
14:09 - 14:12
terima kasih gundul. Semuanya sudah mendengarkan.
14:13 - 14:14
Mohon maaf bila ada salah kata
14:15 - 14:17
mohon maaf bila ada penjelasan yang
14:17 - 14:18
yang kurang.
14:19 - 14:21
Saya lihat Instagram komentar diri.
14:22 - 14:24
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
See full transcript