Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

identifikasi kerangka2

No description
by

jessica christanti

on 7 September 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of identifikasi kerangka2

ASPEK ANTROPOLOGI FORENSIK disusun oleh:
Inne Rizkiani 22010110200009
Rosalia Purbandari 22010110200138
Jefri Sutanto 22010111200087
Jessica Christanti 22010111200088
Karunia Ayu Permatasari 22010111200089
Khrist Gafriela Josefa 22010111200090
Lasni Tiurmauli Pardosi 22010111200091 Latar Belakang

Antropologi forensik definisi sebagai identifikasi sisa hayat manusia yang jaringan lunaknya telah hilang sebagian atau seluruhnya sehingga tinggal kerangka, dalam konteks hukum.

Dalam konteks hukum antropologi forensik diposisikan  sebagai konsultan akademis yang berkerja sama dengan penyidik di kepolisian, dokter forensik di kedokteran kehakiman, maupun organisasi internasional  indentifikasi korban perang atau pelanggaran hak asasi manusia. BAB 1
PENDAHULUAN Permasalahan

Bagaimanakah anatomi kerangka manusia?
Bagaimanakah cara identifikasi melalui kerangka tubuh manusia?

Tujuan

Umum:
- Mampu mengetahui anatomi kerangka manusia
- Mampu melakukan identifikasi melalui kerangka tubuh manusia
Khusus:
- Mampu membedakan temuan berupa kerangka manusia atau hewan.
- Mampu mengetahui jumlah individu dari kerangka tubuh manusia.
- Mampu mengetahui jenis ras dari kerangka tubuh manusia.
- Mampu mengetahui jenis kelamin dari kerangka tubuh manusia.
- Mampu mengetahui umur dari kerangka tubuh manusia.
- Mampu mengetahui tinggi badannya dari kerangka tubuh manusia.
- Mampu mengetahui adanya bekas trauma premortem dari kerangka tubuh manusia

Manfaat

Menambah pengetahuan dan sumber pustaka mengenai antropologi forensik Manusia memiliki 190 tulang
Dibedakan:
Tulang panjang (ex. Os. humerus, os. femur)
Tulang pendek (ex. Os. Metacarpal)
Tulang pipih (ex. Os. frontal, os.parietal)
Tulang tidak teratur (ex. Os. Vertebra) Bagian-bagian tulang panjang
Diaphysis bagian yg panjang dan silindris
Epiphysis  ujung akhir tulang panjang
Metaphysis  ujung tulang panjang yg melebar ke samping


Eksternal  periosteum (vaskularisasi  nutrisi tulang)
Internal  endosteum (membran seluler)
Periosteum & endosteum  jar. osteogenik
Trauma/periostitis  jmlah sel-sel pembentuk tulang bertambah  ditandai pembentukan tulang baru dipermukaan eskternal tulang (spt jalan/trabekular) POSTMORTEM PERIMORTEM ANTEMORTEM TRAUMA PERLU DIBEDAKAN!
Tulang tanpa jar. lunak dikremasi/dibakar  retakan tulang adalah cracking, checking dan splitting (pecah & terbelah-belah)
Tulang dgn jar. lunak yg dikremasi/dibakar ; pola patahan tulang transversal/melintang dan terbelah longitudinal
Trauma api yg menuju pd kematian  posisi khas spt petinju (pugilist) krn m. pectoralis mayor mengkerut Injuri wajah akibat pukulan benda tumpul seperti tinju tangan  fraktur os. Zygomaticus, os. nasal, os. Orbita
Tinjuan tangan  kadang sebabkan fraktur os. Costae
Pencekikan dengan tangan  kadang sebabkan fraktur os. hyoid / cart. thyroid & cart. Cricoid, fraktur os. vertebra cervicalis Ada tidaknya noda pd permukaan tulang yang patah menunjukkan bahwa fraktur/injuri mendahului peristiwa-peristiwa ttt.
noda  pendarahan
 cairan badan yg meresap slma
dekomposisi
 kontaminasi tanah
 air kotor
 noda dedaunan Fraktur pd tulang hidup: Tulang hidup - fraktur 48 jam sebelum kematian

Sobek saluran Haversi

Osteosit dekat lakuna mati

Proliferasi lapisan osteogenik pd periosteum

Dekomposisi Tulang hidup  material organik (t.u. ion Ca dan fosfat, kolagen & air)

Mati
komponen air hilang kolagen hilang
selama dekomposisi


lebih keras & kaku

tdk terkalsifikasi N kehilangan elastisitas REAKSI TULANG INDENTIFIKASI RAS, JENIS KELAMIN INDENTIFIKASI RAS Ras  penggolongan manusia secara biologis berasarkan penampakan fisiknya ata fenotipnya dan bukan berdasarkan struktur genetisnya.
Secara umum, ras manusia digolongkan menjadi tiga : Monggoloid, Negrid, dan Kaukasid.
Perbedaan morfologis ras pada tulang cranium:
posisi tulang zygomaticus relative terhadap wajah
lebar apertura nasalis
bentuk tulang orbita
lebar dan bentuk tulang palatum
lurus atau berkeloknya sutura zygomaticomaxillaris negrid mongoloid


caucasoid


mongoloid


negroid -- tulang cranium-- -- tulang panggul-- IDENTIFIKASI JENIS KELAMIN perempuan Laki-laki Identifikasi Umur

Umur biologis manusia bisa ditentukan berdasrkan jumlah tulang yang telah muncul, bersatunya epiphysis dengan diaphysis pada tulang panjang, derajat penutupan sutura, maupun derajat kalsifikasi dan erupsi gigi. Penentuan Tinggi Badan

Pada prinsipnya, panjang tulang kaki dan tangan kita berbanding secara proposional dengan tinggi badan kita. Sehingga penentuan tinggi badan bisa dihitung dari panjang tulang panjang dengan rumus regresi. Rumus hasil analisa statistik Regresi untuk perkiraan tinggi badan (Totter dan Glesser, 1958) didapat dari perhitungan 92 Monggolid yang diketahui tinggi badannya adalah sebagai berikut : Tulang Fetus - Tulang panjang: penyatuan tulang terjadi pada batas metafisis dan diafisis
Korteksnya lebih jarang-jarang
Tulang kranium belum punya sutura
Sesudah jaringan lunak membusuk tulang pinggang terpisah Tulang metacarpal dan metatarsal terbentuk belakangan
Ukuran kranium > tulang ekstremitas
Fetus yang dibakar ukurannya berkurang Odontologi Forensik
bhs Yunani  odons : gigi
 logos : ilmu pengetahuan
bhs Romawi  “forensik” : hubungan dgn
pengadilan Odontologi forensik Gigi  jar. keras yg resisten thdp pembusukan &
pengaruh lingk.
 karakteristik individual unik
 tahan panas sampai suhu kira-kira 400ºC
 tahan asam keras
Kemungkinan tersedianya data antemortem gigi dlm bentuk catatan medis gigi (dental record) & data radiologis.
Gigi geligi  lengkungan anatomis, antropologis &
morfologis, yang letaknya terlindung otot-otot bibir & pipi
Bentuk gigi geligi di dunia ini tidak sama, karena berdasarkan penelitian bahwa gigi manusia kemungkinan sama ialah 1:2.000.000.000. Identifikasi gigi Anatomi Gigi a. Penentuan Usia
Pertumbuhan dari gigi ada 5 periode:
1. Periode intra uterine (I.U), melalui benih gigi
2. Periode sebelum gigi tumbuh (0-6bulan)
3. Periode Geligi sementara (6bulan-6tahun)
4. Periode mixed dentition
5. Periode gigi tetap Identifikasi gigi Anatomi Gigi Ukuran dan bentuk gigi juga digunakan untuk penentuan jenis kelamin.
Berdasarkan kaninus mandibulanya
Anderson mencatat bahwa:
 pd 75% kasus mesio distal wanita
berdiameter < 6,7 mm
 pria > 7 mm
Pemeriksaan DNA dari gigi untuk membedakan jenis kelamin. b. Penentuan Jenis Kelamin Incisivus berbentuk sekop. Insisivus pada maksila berbentuk sekop pada 85-99% ras mongoloid. 2 sampai 9 % ras kaukasoid dan 12 % ras negroid memperlihatkan adanya bentuk seperti sekop walaupun tidak terlalu jelas.
Dens evaginatus. Aksesoris berbentuk tuberkel pada permukaan oklusal premolar bawah pada 1-4% ras mongoloid.
Akar distal tambahan pada molar 1 mandibula ditemukan pada 20% mongoloid.
Lengkungan palatum berbentuk elips
Batas bagian bawah mandibula berbentuk lurus c. Penentuan Ras Gigi untuk ras negroid
adalah sebagai berikut:
Pada gigi premolar 1 dari mandibula terdapat dua sampai tiga tonjolan.
Sering terdapat open bite.
Palatum berbentuk lebar.
Protrusi bimaksila. Gigi untuk Ras kaukasoid adalah
sebagai berikut:
Cusp carabelli, yakni berupa tonjolan pada molar 1.
Pendataran daerah sisi bucco-lingual pada gigi premolar kedua dari mandibula.
Maloklusi pada gigi anterior.
Palatum sempit, mengalami elongasi, berbentuk lengkungan parabola.
Dagu menonjol. Gigi seri (incicivus) pertama:
Pipih, kanan kiri garis median
Satu akar lurus
Mahkota lurus
Incicivus atas lebih besar dan panjang

Gigi seri kedua:
Pipih, distal dari gigi seri pertama
Satu akar, ujung kedistal, lebih kecil dari gigi seri pertama
Gigi seri kedua bawah lebih kecil dari gigi seri atas dan lebih besar dari gigi seri pertama bawah Ciri-Ciri Gigi Gigi taring (caninus):
Bentuknya lebih runcing
Mempunyai satu akar dan paling panjang, bentuknya bulat dan lebih besar
Gigi yang atas lebih besar dan kuat

Premolar:
Letaknya dibagian lateral belakang dari gigi caninus
Bentuk nya lebih kecil dan lebih pendek
Mahkota gigi mempunyai 2 cusp yang terdiri dari Buccal, lingual/palatal
Gigi premolar atas umumnya memiliki 2 akar
Premolar atas lebih besar dari premolar bawah Molar Atas:
Gigi M1 ukurannya lebih besar, sedangkan M3 ukurannya lebih kecil
Mempunyai 3 akar yang terdiri 1 bagian palatal, 2 bagian buccal
Mahkota gigi mempunyai 4 cusp yang terdiri dari 2 bagian palatl, 2 bagian buccal
Groove berbentuk “H”



Molar bawah:
M1 mempunyai 5 cusp yang terdiri dari 2 bagian buccal, 2 bagian lingual, 1 bagian distal
M2 dan M3 masing-masing memiliki 4 cusp yang terdiri dari 2 bagian buccal, 2 bagian lingual
Gigi molar bawah masing-masing mempunyai 2 akar yaitu bagian mesial dan bagian distal
Groove berbentuk “+” Mutilasi
Pemotongan bagian gigi baik sebagian maupun seluruhnya, baik untuk tujuan keindahan maupun kepercayaan

Budaya/kebiasaan
Mengunyah daun sirih, daun tembakau, daun koka, merokok, nikotin, merokok dengan pipa cangklong, membersihkan antara gigi dengan batang korek api (indriati,2002a)

Keadaan lingkungan
Kandungan mineral dalam tanah dan air yang banyak cooper/tembaga dan manganese akan menyebabkan permukaan gigi mengalami diskolorisasi kehijauan. Perubahan pada Gigi karena beberapa faktor DETEKSI RANGKA MANUSIA,PENGGALIAN,PEMBERSIHAN DAN RESTORASI RANGKA Deteksi Rangka di atas Permukaan Tanah Penggalian Rangka Pembersihan Restorasi Kesimpulan
Antropologi forensik  identifikasi sisa hayat manusia yang jaringan lunaknya telah hilang sebagian atau seluruhnya sehingga tinggal kerangka, dalam konteks hukum.
Lingkup dalam konteks hukum memposisikan antropolog forensik untuk bekerja sebagai konsultan akademis yang berkerja sama dengan penyidik di kepolisian, dokter forensik di kedokteran kehakiman, maupun organisasi internasional yang mengindentifikasi korban perang atau pelanggaran hak asasi manusia.
Bidang-bidang interdisipliner yang berhubungan dengan antropologi forensik meliputi bioarkeologi, arkeologi, antropologi anatomi, paleopatologi, tafonomi, geologi,kedokteran, kerdokteran gigi, dan berbagai disiplin ilmu lain yang berkaitan dengan biologi manusia.
Di Indonesia jumlah antropologbiologi masih terbatas dan hal ini terdapat pada antropologi forensik pemanfaatan keahlian mereka pun dianggap belum begitu meluas, padahal kasus-kasus pembunuhan dan penggalian rangka yang cukup banyak terjadi
Saran
Kajian mengenai medikolegal identifikasi kerangka perlu diketahui bagi semua penyedia fasilitas kesehatan terutama para dokter mengingat kasus penggalian rangka cukup banyak terjadi  BAB III
Full transcript