Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

STRATEGI PEMBELAJARAN MENYIMAK

No description
by

Ruslan Khan

on 15 November 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of STRATEGI PEMBELAJARAN MENYIMAK

Kegiatan untuk mendapatkan informasi, berarti meningkatkan pengetahuan, berarti meningkatkan daya pikir (Sabarti –at all:1992):

1. Dasar belajar bahasa
2. Menunjang keterampilan berbicara, membaca, dan menulis
3. Pelancar komunikasi
4. Menambah informasi/pengetahuan
B. TUJUAN MENYIMAK
Menyimak ada berbagai macam jenis. Namun beberapa jenis tersebut dibedakan berdasarkan kriteria tertentu, yakni berdasarkan sumber suara, berdasarkan bahan simak, dan berdasarkan pada titik pandang aktivitas menyimak.
C. JENIS-JENIS MENYIMAK
PEMBELAJARAN B.I DENGAN FOKUS MENYIMAK
1. BERDASARKAN SUMBER SUARA
Berdasarkan sumber suara yang disimak, dikenal dua jenis nama penyimak yaitu intrapersonal listening atau menyimak intrapribadi dan interpersonal listening atau menyimak antarpribadi.
Sumber suara yang disimak dapat berasal dari diri kita sendiri. Ini terjadi di saat kita menyendiri merenungkam nasib diri, menyesali perbuatan sendiri, atau berkata-kata dengan diri sendiri. Jenis menyimak yang seperti inilah yang disebut
intrapersonal listening
.
Sumber suara yang disimak dapat pula berasal dari luar diri penyimak. Menyimak yang seperti inilah yang paling banyak kita lakukan misalnya dalam percakapan, diskusi, seminar, dan sebagainya. Jenis menyimak yang seperti ini disebut
interpersonal listening.
2) BERDASARKAN CARA PENYIMAKAN
Berdasarkan cara penyimakannya, menyimak dibagi menjadi dua ragam, yakni menyimak intensif dan menyimak ekstensif.

adalah kegiatan menyimak dengan penuh perhatian, ketentuan dan ketelitian sehingga penyimak memahami secara mendalam. Dengan cara menyimak yang intensif, penyimak melakukan penyimakan dengan penuh perhatian, ketelitian, dan ketekunan, sehingga penyimak memahami secara luas bahan simakannya. Jenis menyimak seperti ini dibagi atas beberapa jenis, yaitu :

Menyimak kritis,
bertujuan untuk memperoleh fakta yang diperlukan. Penyimak menilai gagasan, ide, informasi dari pembicara. Contoh: orang yang menghadiri seminar akan memberikan tanggapan terhadap isi seminar.

Menyimak introgatif
,
merupakan kegiatan menyimak yang menuntut konsentrasi dan selektivitas, pemusatan perhatian karena penyimak akan mengajukan pertanyaan setelah selesai menyimak. Contoh: seseorang yang diinterogasi oleh polisi karena telah melakukan kejahatan.

Menyimak penyelidikan
, yakni sejenis menyimak dengan tujuan menemukan. Contoh: seorang yang masih diduga telah membunuh orang lain sedang diselidiki oleh polisi dengan mengutarakan beberapa pertanyaan yang harus di jawab. Maka polisi melakukan menyimak penyelidikan saat sang tersangka menjawab pertanyaannya.

Menyimak kreatif,
mempunyai hubungan erat dengan imajinasi seseorang. Penyimak dapat menangkap makna yang terkandung dalam puisi dengan baik karena ia berimajinasi dan berapresiasi terhadap puisi itu.

Menyimak konsentratif,
merupakan kegiatan untuk menelaah pembicaraan/hal yang disimaknya. Hal ini diperlukan konsentrasi penuh dari penyimak agar ide dari pembicara dapat diterima dengan baik. Contoh: saat mahasiswa melaksanakan tes TOEFL sesi listening, ia melakukan simak konsentratif agar dapat memahami maksud sang pembicara dengan tepat.

Menyimak selektif,
yakni kegiatan menyimak yang dilakukan dengan menampung aspirasi dari penutur / pembicara dengan menyeleksi dan membandingkan hasil simakan dengan hal yang relevan. Contoh: menyimak acara televisi dan memilah-milah mana yang boleh ditonton oleh anak kecil dan mana yang dilarang
1. MENYIMAK INTESIF
2. MENYIMAK EKSTENSIF
Adalah proses menyimak yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti: menyimak radio, televisi, percakapan orang di pasar, pengumuman, dan sebagainya. Menyimak siperti ini sering pula diartikan sebagai kegiatan menyimak yang berhubungan dengan hal-hal yang umum dan bebas terhadap suatu bahasa. Dalam prosesnya di sekolah tidak perlu langsung di bawah bimbingan guru. Pelaksanaannya tidak terlalu dituntut untuk memahami isi bahan simakan. Bahan simakan perlu dipahami secara sepintas, umum, garis besarnya saja atau butir-butir yang penting saja.
Jenis menyimak ekstensif dibagi 4:
1. MENYIMAK SEKUNDER
Menyimak sekunder, yakni sejenis mendengar secara kebetulan, maksudnya menyimak dilakukan sambil mengerjakan sesuatu.

Contoh : Ahmad sedang mencuci motor tanpa sadar ia mendengar Ibunya bercerita di teras dengan tetangganya.

2. MENYIMAK ESTETIK
Menyimak estetik, yakni penyimak duduk terpaku menikmati suatu pertunjukkan.
Misalnya, lakon drama, cerita, puisi, baik secara langsung maupun melalui radio.
Secara imajinatif penyimak ikut mengalami, merasakan karakter dari setiap pelaku.
3. MENYIMAK PASIF
Menyimak pasif, merupakan penyerapan suatu bahasa tanpa upaya sadar yang biasanya menandai upaya penyimak.

Contoh : Tukang Becak yang biasa mengantar turis secara tidak langsung pandai berkomunikasi menggunakan bahasa asing.
4. MENYIMAK SOSIAL
Menyimak sosial, berlangsung dalam situasi sosial, misalnya orang mengobrol, bercengkrama mengenai hal-hal menarik perhatian semua orang dan saling menyimak satu dengan yang lainnya, untuk merespon yang pantas, mengikuti bagian-bagian yang menarik dan memperlihatkan perhatian yang wajar terhadap apa yang dikemukakan atau dikatakan orang.
3. BERDASARKAN TITIK PANDANG AKTIVITAS MENYIMAK
1. Kegiatan menyimak bertarap rendah
Kegiatan menyimak bertaraf rendah berupa penyimak baru sampai pada kegiatan memberikan dorongan, perhatian, dan menunjang pembicaraan. Biasanya aktivitas itu bersifat nonverbal seperti mengangguk-angguk, senyum, sikap tertib dan penuh perhatian atau melalui ucapan-ucapan pendek seperti benar, saya setuju, ya, ya dan sebagainya. Menyimak dalam taraf rendah ini dikenal dengan nama silent listening.Contoh: siswa yang sedang mendengarkan penjelasan dari guru, yang hanya menunjukkan respon mengangguk, tersenyum, dan sebagainya.
2. Kegiatan menyimak bertaraf tinggi
Aktivitas menyimak yang bertaraf tinggi, penyimak sudah dapat mengutarakan kembali isi bahan simakan. Pengutaraan kembali isi bahan simakan menandakan bahwa penyimak sudah memahami isi bahan simakan. Jenis menyimak seperti ini disebut dengan nama active listening.Contoh: setelah siswa menerima pembelajaran, secara bergantian siswa mengutarakan apa yang didapatnya pada hari itu.
4) Berdasarkan taraf hasil simakan
terdapat beberapa ragam, antara lain:
1. Menyimak terpusat
Menyimak terpusat adalah menyimak suatu aba-aba atau perintah untuk mengetahui kapan harus mulai melaksanakan sesuatu yang diperintahkan.
Contoh: ketika belajar membuat kue, saya selalu mendengarkan intruksi dari ibu kapan saya harus memasukkan telur, kapan harus mengeluarkan adonan dari oven, dan sebagainya.
2. Menyimak untuk membandingkan
Penyimak menyimak pesan tersebut kemudian membandingkan isi pesan tersebut dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak yang relevan.

Contoh: kemarin sore, saya mendengarkan siaran berita yang memberitakan seorang siswa MAN yang kepergok membawa minuman keras ke sekolah. Setelah mendengar itu, saya kemudian membandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan saya bahwa siswa MAN adalah siswa yang dikenal religi. Tapi hal ini berlawanan dengan berita yang saya dengarkan. Maka saya membandingkannya.
3. Menyimak organisasi materi
Yang dipentingkan oleh penyimak disini ialah mengetahui organisasi pikiran yang disampaikan pembaca, baik ide pokoknya maupun ide penunjangnya.

Contoh: saya mengikuti seminar proposal skripsi teman saya, berarti saya telah melakukan kegiatan menyimak organisasi materi karena saya tahu ide-ide yang disampaikannya.
4. Menyimak kritis
Menyimak kritis (critical listening) adalah sejenis kegiatan menyimak yang berupa untuk mencari kesalahan atau kekeliruan bahkan juga butir-butir yang baik dan benar dan ujaran seorang pembicara dengan alasan-alasan yang kuat yang dapat diterima oleh akal sehat.

Contoh: ketika mengikuti seminar proposal skripsi, karena ada hal yang kurang bisa diterima dan dimengerti, maka saya meminta pada narasumber untuk menjelaskan maksudnya.
5. Menyimak kreatif dan apresiatif
Menyimak kreatif (creative listening) adalah sejenis kegiatan dalam menyimak yang dapat mengakibatkan kesenangan rekonstruksi imajinatif para penyimak terhadap bunyi, penglihatan, gerakan, serta perasaan-perasaan kinestetik yang disarankan atau dirangsang oleh apa-apa yang disimaknya.

Contoh: suatu saat saya mendengarkan acara TV “hidup ini indah”. Setelah menyimak acara tersebut, saya jadi terinspirasi untuk menjadi seorang wirausaha sukses.
5. BERDASARKAN TUJUAN MENYIMAK DIBAGI MENJADI 6 MACAM:
1. Menyimak sederhana, terjadi dalam percakapan dengan teman atau percakapan melalui telepon.
2. Menyimak deskriminatif: Menyimak untuk membedakan suara atau perubahan suara.
Contoh: orang yang marah mengeluarkan nada suara yang berbeda dengan orang yang sedang bergembira.
3. Menyimak santai: Menyimak untuk tujuan kesenangan.

Contoh: menyimak film, drama, komedi, dan sebagainya.
4. Menyimak informatif: Menyimak untuk mencari informasi.

Contoh: menyimak siaran berita, menyimak pengumuman, dan sebagainya.
5. Menyimak literatur: Menyimak untuk mengorganisasikan gagasan.

Contoh: membahas hasil penemuan.
6. Menyimak kritis: Menyimak untuk menganalisis tujuan pembicara.

Contoh: dalam debat terbuka, ada dua pihak yang saling meminta kebenaran atas topik yang dibahas.
6) BERDASARKAN TUJUAN KHUSUS
1. Menyimak untuk Belajar
Melalui kegiatan menyimak seseorang mempelajari berbagai hal yang dibutuhkan.

Contohnya: siswa yang menyimak penjelasan guru
2. Menyimak untuk Menghibur
Penyimak menyimak untuk menghibur dirinya.

Contohnya: menyimak film, drama komedi, dan sebagainya.
3. Menyimak untuk Menilai
Penyimak mendengarkan dan memahami isi simakan kemudian mengkaji, menguji, dan membandingkan dengan pengalaman dan pengetahuan penyimak.

Contoh: menyimak fakta yang disiarkan di berita TV.
4. Menyimak Apresiatif
Penyimak memahami, menghayati, mengapresiasi materi simakan.

Contoh: menyimak pembacaan puisi, cerpen, drama, dsb.
5. Menyimak untuk Mengomunikasikan Ide dan Perasaan
Penyimak memahami, merasakan gagasan, ide, dan perasaan pembicara.

Contoh: orang yang sedang mendengarkan curahan hati sahabatnya.
6. Menyimak Deskriminatif
Menyimak untuk membedakan suara atau bunyi.

Contoh: perbedaan suara orang yang sedang bergembira dan orang yang sedang marah.
7. Menyimak Pemecahan Masalah
Penyimak mengikuti uraian pemecahan masalah secara kreatif dan analitis yang disampaikan oleh pembaca.

Contoh: seorang psikolog yang mendengarkan keluhan pasiennya dan berusaha memberikan solusi terhadap masalah pasien tersebut.
MODUL 10
A. HAKIKAT PEMBELAJARAN
Kimbe (dalam Hergenhahn, 1982 ) mengemukakan bahwa perubahan tingkah laku siswa setelah melaksanakan pembelajaran adalah tingkah laku yang relatif permanen, tingkah laku yang diakibatkan oleh adanya penguatan (reinforcement) praktis.
B. PEMBELAJARAN BAHASA
Untuk memujudkan karaktesistik pembelajaran bahasa, terdapat beberapa permasalahan yang harus diantisipasi dan didudukan secara proporsional.
Permasalahan tersebut berkaitan dengan hal-hal berikut.

1. Tujuan Pembelajaran
2. Materi Pembelajaran
3. Strategi Pembelajaran
5. Pengajar (Guru)
6. Siswa
4. Evaluasi
Full transcript