Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

PENDEKATAN LINGKUNGAN DAN KONSTRUKTIVISME

No description
by

galuh karim

on 23 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENDEKATAN LINGKUNGAN DAN KONSTRUKTIVISME

GANTI PENDEKATAN BROOO...
Ideas
PENDEKATAN LINGKUNGAN DAN KONSTRUKTIVISME
Pendekatan Lingkungan
Pendekatan lingkungan dalam proses belajar dan pembelajaran adalah pemanfaatan lingkungan sebagai sarana pendidikan.

siswa itu sendiri.
sumber belajar di sekitar atau di luar sekolah.
peristiwa silam yang terjadi secara teratur maupun kebetulan.
Sumber Belajar
Pendekatan Konstruktivisme
Konstruktivisme adalah satu fahaman bahwa murid membina sendiri pengetahuan atau konsep secara aktif berdasarkan pengetahuan dan pengalaman sedia ada. Dalam proses ini, murid akan menyesuaikan pengetahuan yang diterima dengan pengetahuan sedia ada untuk membina pengetahuan baru.

Implikasi Pembelajaran Konstruktivisme
Siswa
Proses Mengajar
KELOMPOK 2
LIKE KARLINGGA
YENI LUSIANA
NUR KARIM
Cara Pembelajaran
siswa belajar langsung ke lingkungan
siswa belajar di dalam ruangan dengan pembelajaran yang berorientasi ke lingkungan atau hal-hal nyata yang terjadi di lingkungan.

Keuntungan
Memberikan perubahan iklim dan suasana baru dalam pembelajaran.
Memberikan kesempatan siswa melakukan praktik ke alam obyek sebenarnya.
Mengurangi kesenjangan teori dan praktek.
Memungkinkan siswa belajar mandiri.

Ciri-ciri
Tidak melakukan eksploitasi terhadap alam
Memanfaatkan lingkungan sebagai tempat menguji kebenaran materi
Lingkungan sebagai tempat menerapkan konsep-konsep yang dipelajari di sekolah, dan merupakan laboratorium alam
Lingkungan menjadi tempat menemukan masalah untuk diangkat menjadi topik pembahasan kelompok

Konstruktivisme Psikologi Personal
Skema
Setiap orang memiliki struktur kognitif yang disebut skema. Dengan skema orang beradaptasi dan mengkoordinasi obyek, pengalaman dan lingkungannya
Akomodasi
Dapat terjadi pengalaman baru tidak dapat diintegrasikan ke dalam skema dengan proses asimilasi, karena tidak cocok dengan skema yang ada.
Orang lalu secara kognitif membentuk skema baru, atau memodifikasi skema yang sudah ada, agar cocok dengan pengalaman baru itu. Proses kognitif itu disebut akomodasi.
Asimilasi
Ketika orang berinteraksi dengan obyek, pengalaman dan lingkungan yang baru, secara kognitif orang dapat mengintegrasikan persepsi, konsep, atau pengalaman baru ke dalam skema yang sudah dimiliki. Proses kognitif ini disebut asimilasi. Dengan asimilasi skema seseorang dapat terus berkembang.
Ekuilibrasi
Proses asimilasi dan akomodasi berlangsung terus menerus. Proses pengaturan diri secara mekanis agar terjadi keseimbangan antara asimilasi dan akomodasi, disebut ekuilibrasi.
Konstruktivisme Psikologis Sosiokultural
Hukum Genetik
Menurut Vygotsky setiap kemampuan pembelajar tumbuh dan berkembang melewati dua tataran yaitu tataran sosial dan tataran psikologis di dalam diri pembelajar
Zone of Proximal Development
sejenis wilayah penyangga di mana dalam wilayah ini pembelajar dapat mencapai taraf perkembangan yang lebih tinggi. Dalam wilayah ini, fungsi-fungsi atau kemampuan-kemampuan yang belum matang namun sedang dalam proses menjadi matang, akan menjadi matang lewat interaksi dan bimbingan orang dewasa atau berkolaborasi dengan teman sebaya yang lebih kompeten.

Scaffolding
Pada ZPD seorang pembelajar membutuhkan bimbingan, bantuan dari orang dewasa atau teman sebaya yang lebih kompeten agar dapat mencapai taraf perkembangan yang lebih tinggi.
Konsep Spontan
Konsep spontan adalah hasil generalisasi dan internalisasi pengalaman pribadi sehari-hari. Konsep spontan tidak diperoleh melalui pembelajaran secara sistematis, sehingga bisa keliru
Konsep Ilmiah
Konsep ilmiah adalah generalisasi atas pengalaman manusia yang dibakukan dalam ilmu pengetahuan dan diajarkan melalui pembelajaran yang sistematis, sehingga lebih terjamin kebenarannya
Mediasi
Interaksi sosial dapat berlangsung jika dimediasikan dengan alat-alat psikologis (psychological tools) berupa bahasa, tanda dan lambang atau semiotika. Vygotsky sangat menekankan fungsi mediasi dari bahasa.
Persamaan keduanya
Keduanya mengakui adanya
pengetahuan atau konsep awal.
Piaget menyebutnya skema,
Vygotsky menyebutnya konsep
spontan.
Keduanya sepakat bahwa
pengetahuan itu dibangun oleh
pembelajar. Dalam proses konstruksi
pengetahuan, Piaget lebih menekankan
peran personal, sedang Vygotsky lebih
menekankan peran sosiokultural.

Ciri-ciri
Pengembangan pengetahuan bagi peserta didik dilakukan oleh siswa itu sendiri melalui kegiatan penelitian atau pengamatan langsung sehingga siswa dapat menyalurkan ide-ide baru sesuai dengan pengalaman dengan menemukan fakta yang sesuai dengan kajian teori.
Antara pengetahuan-pengetahuan yang ada harus ada keterkaitan dengan pengalaman yang ada dalam diri siswa.
Setiap siswa mempunyai peranan penting dalam menentukan apa yang mereka pelajari.
Menghargai dan menerima usaha siswa.
Menciptakan proses siswa bertanya dan berdialog dengan siswa & guru.
Menganggap pembelajaran sebagai suatu proses yang sama penting dengan hasil pembelajaran
Peran guru hanya sebagai pembimbing denga menyediakan materi atau konsep apa yang akan dipelajari serta memberikan peluang kepada siswa untuk menganalisis sesuai dengan materi yang dipelajari

Prinsip-Prinsip
Pengetahuan dibangun oleh siswa sendiri
Pengetahuan tidak dapat dipindahkan dari guru ke siswa, kecuali hanya dengan keaktifan siswa sendiri untuk menalar
Siswa aktif megkontruksi secara terus menerus, sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah
Guru sekedar membantu menyediakan saran dan situasi agar proses kontruksi berjalan lancar.
Menghadapi masalah yang relevan dengan siswa
Struktur pembalajaran seputar konsep utama pentingnya sebuah pertanyaan
Mencari dan menilai pendapat siswa
Menyesuaikan kurikulum untuk menanggapi anggapan siswa.

Strategi Belajar Konstruktivisme
Top Down Processing
Top-down processing yaitu belajar dari masalah yang kompleks untuk dipecahkan,kemudian menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan.

Cooperative Learning
belajar untuk menemukan secara komprehensif konsep2 yang sulit jika didiskusikan dengan siswa yang lain/kelompok belajar
Generatif Learning
adanya interaksi yang aktif antara materi atau pengetahuan yang baru melalui skemata. Metode ini melakukan kegiatan mental saat belajar, seperti membuat pertanyaan, kesimpulan, atau analogi yang sedang dipelajari.
Model Pembelajaran Konstruktivisme
Discovery learning
Reception learning
Assited learning
Active learning
Tipe-tipe Konstruktivisme
Konstruktivisme Rasional
Konstruktivisme Radikal
Konstruktivisme Dialektis
Contoh
Strategi Pembelajaran Berbasis Inkuiri
(Inquiry Based Learning)
Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
Strategi Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching & Learning = CTL)
Strategi Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)
Conclusion
Full transcript