Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Deuteromycota

No description
by

agus riyanto

on 22 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Deuteromycota

achmad Hasan
Alan Fajar
David samudra
Bagas Yoga S
Famila Hasan
Herdian Budi P.
Satriyo D.
Nur Cahya

Deuteromycota
Deuteromycota
Deuteromycota bukan kelompok jamur yang sebenarnya dalam klasifikasi jamur. Jamur Deuteromycota adalah jamur yang berkembang biak dengan konidia dan belum diketahui tahap seksualnya. Tidak ditemukan askus maupun basidium sehingga tidak termasuk dalam kelas jamur Ascomycota atau Basidiumycota. Setiap jenis jamur yang sudah diidentifikasi tetapi belum diketahui reproduksi seksualnya dikelompokan dalam deuteromycota oleh karena itu Deuteromycota disebut juga jamur tidak sempurna (fungi imperfecti).
Reproduksi
Jamur Deuteromycota melakukan reproduksi dengan cara aseksual/vegetatif, yaitu dengan cara membentuk konidia atau menghasilkan hifa khusus yang disebut konidiofor. Pembelahan yang terjadi pada ujung konidiofor akan membentuk konidiospora yang bersifat haploid ( Keadaan dalam sel, jaringan atau stadium yang inti-inti selnya hanya mempunyai satu perangkat kromosom yang tidak berpasangan; jadi hanya ada satu perangkat/ setengah pasangan kromosom dalam satu inti sel), sedangkan reproduksi secara seksual/generatifnya belum diketahui. Jika kemudian diketahui perkembangbiakan seksualnya, maka jamur tersebut dipindahkan dari deuteromycota dan dimasukkan ke salah satu subdivisi yang ada,
dan merubah nama spesiesnya.
Cara Hidup
Jamur ini bersifat saprofit dibanyak jenis materi organic, sebagai parasit pada tanaman tingkat tinggi , dan perusak tanaman budidaya dan tanaman hias. Jamur ini juga menyebabkan penyakit pada manusia , yaitu dermatokinosis (kurap dan panu) dan menimbulkan pelapukan pada kayu. Contoh klasik jamur ini adalah Monilia sitophila , yaitu jamur oncom. Jamur ini umumnya digunakan untuk pembuatan oncom dari bungkil kacang. Monilia juga dapat tumbuh dari roti , sisa- sisa makanan, tongkol jagung , pada tonggak – tonggak atau rumput sisa terbakar, konodiumnya sangat banyak dan berwarna jingga.
jika cara reproduksi suatu jenis jamur Deuteromycota diketahui, jamur tersebut dikelompokan ulang menjadi anggota salah satu divisi jamur Zygomycota, Ascomycota, atau Basidiomycota. Jika menghasilkan askospora akan di masukkan ke dalam Ascomycota, dan jika menghasilkan basidiospora akan di golongkan Basidiomycota. Perubahan pengelompokan jamur tersebut akan mengubah nama spesiesnya. Contohnya, Jamur oncom sebelumnya dikelompokan dalam Deuteromycota, nama Monilia sitophila diubah menjadi Neurospora crassa dalam kelompok Ascomycota. Perubahan ini dilakukan setelah ditemukan bahwa jamur oncom tersebut melakukan reproduksi seksual dengan menghasilkan askospora.
Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kelompok jamur Deuteromycota mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1. Belum diketahui cara reproduksi seksual/generatifnya
2. Reproduksi dengan cara aseksual atau vegetatif dengan mengguakan konidia. Konidia adalah spora yang dihasilkan dengan jalan membentuk sekat melintang pada ujung hifa atau dengan diferensiasi hingga terbentuk banyak konidia. Jika telah masak
konidia paling ujung dapat melepskan diri.
3. Memiliki tubuh mikroskopis dan hifa bersekat (asenositik) Hifa adalah deretan atau rantai sel yg membentuk rangkaian berupa benang yg merupakan kesatuan dasar penyusun tubuh jamur.
4. Hidup sebagai saprofit dan ada pula yang parasit
Gambar Struktur tubuh
jamur Deuteromycota.
Konodium sebagai alat perkembangbiakan vegetatif
skema reproduksi jamur Deuteromycota
peranan jamur Deuteromycota yang menguntungkan
Aspergillus

Aspergillus ada yang telah memasukkannya ke dalam Ascomycota. Akantetapi, ada pula yang memasukkannya ke dalam Deuteromycota. Aspergillus bersifat saprofit dan terdapat dimana-mana, baik di negara tropika maupun subtropika. Aspergillus hidup pada makanan, sampah, kayu, dan pakaian. Hifa Aspergillus bercabang-cabang. Pada hifa tertentu muncul
konidifor (pembawa konidia)yangmemiliki konidia spora yang tumbuh radial pada konidiofor. Coba perhatikan jamur berwarna kekuningan atau kecokelatan pada roti dan periksalah dengan mikroskop.
Beberapa diantara spesies Aspergillus ada yang digunakan untuk proses pengo
lahanmakanan, misalnya:
1. Aspergillus niger untuk menjernihkan sari buah
2. Aspergillus oryzae digunakan untuk elunakkan adonan roti
3. Aspergillus wentii digunakan untuk pembuaan kecap, tauco, sake
dan asam oksalat
.
Aspergillus niger
Aspergillus wentii
Aspergillud oryzae
Peranan jamur deuteromycota yang
merugikan
a. Microsporum audodini, Trychophyton, dan Epidermophyton, penyebab kurap dan ketombe(kurap di kepala
b. Epidermophyton floccosum, penyebab penyakit kaki atlet
c. Sclothium rolfsii, penyebab penyakit busuk pada tanaman.
d. Helmintrosporium oryzae, perusak kecambah dan buah
e.Malassezia furfur, penyebab panu
f. Fusarium, menyerang tanaman kentang, tomat, pisang, dan tembakau.
g. Aspergillus flavus dan Aspergillus romigatus.
Terima kasih :)
Full transcript