Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Untitled Prezi

No description
by

fery pepe

on 31 March 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Untitled Prezi

MOBILISASI DINI PADA IBU POST SC PENGERTIAN Mobilisasi adalah suatu pergerakan dan posisi yang akan melakukan suatu aktivitas /kegiatan.

Mobilisasi ibu post partum adalah suatu pergerakan, posisi atau adanya kegiatan yang dilakukan ibu setelah beberapa jam melahirkan dengan persalinan Caesar. TUJUAN MOBILISASI Membantu jalannya penyembuhan penderita / ibu yang sudah melahirkan.

Untuk menghindari terjadinya infeksi pada bekas luka sayatan setelah operasi seksio sesaria.

Mengurangi resiko terjadinya konstipasi.

Mengurangi terjadinya dekubitus, kekakuan atau penegangan otot – otot di seluruh tubuh.

Mengatasi terjadinya gangguan sirkulasi darah, pernafasan, peristaltik maupun berkemih (Carpenito, 2000) Penderita merasa lebih sehat dan kuat dengan early ambulation.

Mobilisasi dini memungkinkan kita mengajarkan segera untuk ibu merawat anaknya.

Mencegah terjadinya trombosis dan tromboemboli. Dengan mobilisasi sirkulasi darah normal/lancar sehingga resiko terjadinya trombosis dan tromboemboli dapat dihindarkan. Oleh : Tati Karyati Peningkatan suhu tubuh karena adanya involusi uterus yang tidak baik sehingga sisa darah tidak dapat dikeluarkan dan menyebabkan infeksi dan salah satu dari tanda infeksi adalah peningkatan suhu tubuh.

Perdarahan yang abnormal. Dengan mobilisasi dini kontraksi uterus akan baik sehingga fundus uteri keras, maka resiko perdarahan yang abnormal dapat dihindarkan, karena kontraksi membentuk penyempitan pembuluh darah yang terbuka

Involusi uterus yang tidak baik. Tidak dilakukan mobilisasi secara dini akan menghambat pengeluaran darah dan sisa plasenta sehingga menyebabkan terganggunya kontraksi uterus. Menurut Carpenito (2000) dalam mobilisasi terdapat tiga rentang gerak yaitu :

Rentang gerak pasif. Rentang gerak pasif ini berguna untuk menjaga kelenturan otot-otot dan persendian dengan menggerakkan otot orang lain secara pasif misalnya perawat mengangkat dan menggerakkan kaki pasien.
Rentang gerak aktif. Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan cara menggunakan otot-ototnya secara aktif misalnya berbaring pasien menggerakkan kakinya.
Rentang gerak fungsional. Berguna untuk memperkuat otot-otot dan sendi dengan melakukan aktifitas yang diperlukan. TAHAP-TAHAP MOBILISASI DINI Mobilisasi dini dilakukan secara bertahap (Kasdu,2003)
Tahap- tahap mobilisasi dini pada ibu post operasi seksio sesarea :
Hari 1 – 4 :

a. Membentuk lingkaran dan meregangkan telapak kaki. Ibu
berbaring di tempat tidur, kemudian bentuk gerak lingkaran dengan telapak kaki satu demi satu.
b. Bernafas dalam.
c. Duduk tegak
d. Bangkit dari tempat tidur
e. Berdiri dan meraih.
f. Berjalan dengan bantal tetap tertekan di atas bekas luka,
berjalanlah ke depan.
g. Menarik perut.
h. Saat menyusui. Tarik perut sembari menyusui PELAKSANAAN MOBILISASI DINI Hari ke 1 :
a. Berbaring miring ke kanan dan ke
kiri yang dapat dimulai sejak 6-10 jam setelah penderita / ibu sadar
b. Latihan pernafasan dapat dilakukan
ibu sambil tidur terlentang sedini mungkin setelah sadar.

Hari ke 2 :
a. Ibu dapat duduk 5 menit dan minta untuk bernafas dalam-
dalam lalu menghembuskannya disertai batuk- batuk kecil yang gunanya untuk melonggarkan pernafasan dan sekaligus menumbuhkan kepercayaan pada diri ibu/penderita bahwa ia mulai pulih.
b. Kemudian posisi tidur terlentang dirubah menjadi setengah
duduk
c. Selanjutnya secara berturut-turut, hari demi hari
penderita/ibu yang sudah melahirkan dianjurkanbelajar duduk selama sehari, Hari ke 3 sampai 5

a. Belajar berjalan kemudian berjalan sendiri pada hari
setelah operasi.
b. Mobilisasi secara teratur dan bertahap serta diikuti
dengan istirahat dapat membantu penyembuhan ibu.
Full transcript