Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Interaksi Sosial

No description
by

on 25 November 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Interaksi Sosial

Interaksi Sosial
A. Hakikat Interaksi Sosial
interaksi sosial adalah hubungan timbal balik berupa aksi saling mempengaruhi antarindivdu , antar individu dengan kelompok , dan antar kelompok
B.Faktor-faktor pendorong interaksi sosial
1.Imitasi
2.Sugesti
3.Identifikasi
4.Simpati
5.Empati
Aturan dalam Interaksi Sosial :
1. aturan ruang
1.pada jarak intim (
sekitar 0-45 cm
)
2.jarak pribadi (
sekitar 45-1,22m
)
3.jarak sosial (
sekitar1,22-3,66
)
4.jarak publik (
di atas 3,66
)
2. aturan waktu
3. aturan gerak tubuh
D. Status dan peran individu dalam interaksi social
Status dan peran merupakan unsur-unsur struktur sosial yg mempunyai arti penting bagi sistem social.sistem social adalah pola yang mengatur hubungan timbal balik antar individu dan masyarakat. Dalam hubungan tsb,status dan peran individu mempunyai peran penting karena kelanggengan masyarakat tergantung pada keseimbangan kepentingan individu.
Sosiologi BAB 3
A. Hakikat interaksi sosial
B. Faktor-faktor pendorong interaksi sosial
C. Status,peran,dan hubungan individu dalam interaksi sosial
D. Bentuk-bentuk interaksi sosial

Syarat terjadinya interaksi sosial:
1. kontak sosial
2. komunikasi
1.kontak sosial
kata "kontak" (inggris: "contact") berasal dari bahas latin "con" atau "cum" yang artinya bersama-sama dan "tangere" yang artinya menyentuh.
Dalam sosiologi Kontak sosial tidak selalu menjadi terjadi melalui hubungan fisik,sebab hubungan fisik bukan syarat utama terjadinya kontak.
2.Komunikasi
komunikasi merupakan syarat terjadinya interaksi sosial. Hal terpenting dalam komunikasi adalah adanya kegiatan saling menafsirkan perilaku (gerakan-gerakan fisik,atau sikap)
5 unsur pokok dalam komunikasi
1. Komunikator
2. Komunikan
3. Pesan
4. Media
5. Efek
3 Tahap penting dalam proses komunikasi
1. Encoding
2. Penyampaian
3. Decoding
W.I Thomas mengatakan bahwa dalam interaksi,seseorang tidak langsung memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan (stimulus) dari luar.Orang itu akan memberikan tafsiran lebih dlu atau melakukan definisi situasi yang akan menentukan tindakan apa yang harus dilakukan
Tiga pokok pemikiran interaksionisme simbolik menurut Blumer,yaitu:
- Tindakan (act)
- Sesuatu (thing)
- Makna (meani)
biasanya berasal dari:
1. orang yang berwibawa
2. orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari penerima sugesti
3. kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas
4. reklame atau iklan di media massa
bisa juga dari beberapa faktor dalam diri yang diberi sugesti:
1. Terhambatnya daya berpikir kritis.

2. Kemampuan berpikir terpecah belah.

3. Orang yang ragu-ragu dan pendapat yang serah.
sumber Informasi yang Mendasari Interaksi
- Warna kulit
- Usia
- Jenis kelamin
- Penampilan fisik
- Bentuk tubuh
- Pakaian
- Wacana
Tahap pendekatan dan perenggangan Hubungan dalam Interaksi Sosial
Tahap pendekatan




Tahap Perenggangan
Tahap pendekatan dijabarkan menjadi:
Tahap memulai (initiating)
Menjajaki (experimenting)
Meningkatkan (intesifying)
Menyatupadukan (intergrating)
Mempertalikan (bonding)
Tahap perenggangan
Tahap membeda-bedakan (differentiating)
Membatasi (circumscribing)
Memacetkan (stagnating)
Menghindari (avoiding)
Memutuskan (terminating)
Kedudukan (status)
status social merupakan posisi seorang secara umum di masyarakat dalam hubungannya dengan orang lain.
menurut Ralph linton, dalam kehidupan masyarakat terdapat 3 macam status:
1.
Ascribed status
Status seseorang yang dicapai dengan sendirinya tanpa memerhatikan perbedaan rohaniah dan kemampuan. Status tsb bsa diperoleh sejak lahir.
2.
Achieved status
Status seseorang yang diperoleh melalui usaha-usaha yang disengaja.status ini tidak diperoleh atas dasar keturunan, akan tetapi bergantung pada kemampuan individu dalam mencapai tujuannya. Bisa diperoleh siapa saja
3.
Assigned status
Status yang diperoleh dari pemberian pihak lain. Status ini berhubungan erat dengan achieved status. Artinya, suatu kelompok/golongan memberikan status yg lbh tinggi kepada orang yang berjasa karena telah memperjuangkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan masyarakat

Peran social:
Peran adalah perilaku yg diharapkan oleh pihak lain terhadap seseorang dalam melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan status yang dimilikinya.
3 hal yang tercakup dalam peran :
1. Peran meliputi norma-norma yang berhubungan dengan posisi atau kedudukan seseorang dalam masyarakat

2. Peran merupakan suatu konsep tentang kewajiban individu dalam masyarakat sebagai organisasi

3. Peran merupakan perilaku individu yang penting bagi struktur social masyarakat

Mengukur hubungan individu dalam interaksi social
Untuk mengukur akrab atau tidaknya seseorang, umumnya digunakan sociometri.

Sociometri
adalah cara mengukur derajat hubungan seseorang dengan orang lain yang ditemukan oleh psikiater Jacob levi Moreno.
Metode ini dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kepemimpinan informal,derajat social,dan individu yang terisolasi.
D. Bentuk-bentuk interaksi social
Hubungan antara keteraturan social dan interaksi social
Menurut proses terbentuknya, keteraturan social terjadi melalui tahap-tahap:
Menurut proses terbentuknya,keteraturan social terjadi melalui tahap-tahap:
1. Tertib social
Kondisi kehidupan masyarakat yang aman,dinamis,dan teratur yang ditandai dengan setiap individu bertidak sesuai hak dan kewajibannya.
2. Order
Sistem norma dan nilai social yang berkembang,diakui,dan dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat.
3. Keajekan
Suatu kondisi keteraturan yang tetapdan tidak berubah sebagai hasil dari hubungan antara tindakan,nilai,dan norma social yang berlangsung terus menerus.
Ciri-ciri tertib social dalam masyarakat adalah sebagai berikut:
1. Terdapat suatu sistem nilai dan norma yang jelas.
2. Individu atau kelompok dalam masyarakat mengetahui dan memahami norma-norma social yang berlaku.
3. Individu dan kelompok masyarakat mampu menyesuaikan tindakan-tindakannya dengan norma dan nilai social yang berlaku.
4. Pola yaitu corak hubungan yang tetap atau ajek dalam interaksi social dan dijadikan model bagi semua anggota masyarakat atau kelompok.
Bentuk-bentuk interaksi social
Interaksi social yang bersifat asosiatif
Interaksi social yang bersifat disosiatif
• Kerja sama
Suatu usaha bersama antarindividu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Kerja sama memiliki 5 bentuk:
1. Kerukunan atau gotong royong
2. Bargaining
3. Kooptasi
4. Koalisi
5. Joint-venture

• Kerja sama
• Akomodasi
• Asimilasi
• Akulturasi
• Akomodasi
Memiliki 2 makna yaitu sebagai keadaan dan proses. Akamodasi merupakan cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan lawan.

Tujuan akomodasi:
1. menghasilkan sintesis atau titik temu antara beberapa pendapat yang berbeda agar menghasilkan suatu pola baru
2. mencegah terjadinya pertentangan untuk sementara
3. mengadakan kerja sama antarkelompok social yang terpisah akibat factor social dan psikologis atau kebudayaan.misalnya:kerja sama antar individu yang berbeda kasta
4. mengusahakan peleburan antarkelompok social yang terpisah,misalnya melalui perkawinan
Bentuk-bentuk akomodasi:
1. Koersi
2. Kompromi
3. Arbitrase
4. Mediasi
5. Konsiliasi
6. Toleransi
7. Stalemate
8. Ajudikasi
9. Segregasi
10. Eliminasi
11. Subjugation atau domination
12. Keputusan mayoritas
13. Minority consent
14. Konversi
15. Genjatan senjata

• Asimilasi
Usaha untuk mengurangi perbedaan antar individu atau antarkelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan bersama

Faktor-faktor yang mempermudah terjadinya asimilasi adalah sebagai berikut:
1. Sikap toleransi
2. Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi(tiap-tiap individu mendapat kesempatan yang sama untuk mencapai kedudukan tertentu atas dasar kemampuan dan jasanya)
3. Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya
4. Sikap terbuka dari golongan penguasa dalam masyarakat
5. Persamaan unsur kebudayaan
6. Perkawinan campuran
7. Adanya musuh bersama diluar

Faktor-faktor
penghalang asilimasi:

1. toleransinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat
2. kurangnya pengetahian mengenai kebudayaan yang dihadapi
3. adanya perasaan takut terhadap kekuatan kebudayaan yang dihadapi
4. adanya perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kelompok atau golongan yang lain
5. adannya perbedaan warna kulit atau cirri-ciri fisik.
6, adanya in group feeling yang kuat.artinya,ada perasaan yang kuat bahwa infividu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan
7. adanya gangguan golongan mayoritas terhadap golongan minoritas
8. adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan-pertentangan pribadi

• Akulturasi
Berpadunya 2 kebudayaan yang berbeda membentuk suatu kebudayaan baru dengan tidak menghlangkan ciri kepribadian masing-masing.
• Persaingan
• Kontravensi
• Pertentangan atau konflik

• Persaingan
Perjuangan berbagai pihak untuk mencapai tujuan tertentu
Ada 2 tipe yaitu bersifat pribadi dan nonpribadi
• Kontravensi
Bentuk proses social yang berbeda antara persaingan dan pertentangan.

Menurut Leopold von wiese dan howard becker, kontravensi memiliki 5 bentuk:
1. Umum
2. Sederhana
3. Intensif
4. Rahasia
5. Taktis

• Pertentangan atau konflik
Perjuangan individu atau kelompok social untuk memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan.
Pertentangan mempunyai bentuk-bentuk khusus, antara lain sebagai berikut:
1. Pertentangan
pribadi
2. Pertentangan
rasial
3. Pertentangan
antarkelas social
4. Pertentangan
politik
5. Pertentangan
internasional

kontak sosial memiliki sifat-sifat berikut:
1. kontak sosial dapat bersifat positif atau negatif. Kontak sosial positif mengarah pada kerja sama,sedangkan kontak sosial negatif mengarah ke pertentangan
2. kontak sosial dapat bersifat primer atau sekunder.
kontak sosial primer terjadi ketika para peserta bertemu scara langsung.kontak sekunder terjadi melalui perantara
VIRYA & ADRIAN X1
Full transcript