Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

kerajaan ternate dan tidore

No description
by

on 19 October 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of kerajaan ternate dan tidore

KERAJAAN TERNATE
Masuk Islam ke Maluku erat kaitannya dengan kegiatan perdagangan oleh pedagang dari Malaka dan Jawa.
Pada abad 13, di Maluku sudah berdiri Kerajaan Ternate. Selain itu, ada juga kerajaan lain seperti Jaelolo , Tidore , Bacan, dan Obi. Diantara kerajaan-kerajaan tersebut, Ternate lah yang paling maju.
Ibu kota Ternate terletak di sampalu (pulau Ternate)
Kerajaan ini memiliki banyak rempah-rempah sehingga sering dikunjungi oleh berbagai pedagang.
Tokoh pendiri kerajaan
Raja pertama di Maluku yaitu Sultan Marhun/Gapi Baguna (1465-1495M)
Wafat
Digantikan putranyam yaitu Zainal Abidin ( 1495-1500M)
Digantikan oleh Sultan Sirullah -> Sultan Hairun -> dan terakhir Sultan Baabullah (anak dari sultan Khairun & mencapai puncak kejayaan pada pemerintahannya)
Wilayah kerajaan Ternate meliputi Mindanao(Filipina), seluruh kepulauan di Maluku, Papua, dan Timor. Bersamaan dengan itu, agama Islam juga tersebar sangat luas.
Kehidupan Politik
Kerajaan ternate sebagai pemimpin Uli Lima(ketuanya ternate) yaitu persekutuan lima bersaudara. Uli Siwa(ketua nya tidore) yang berarti persekutuan sembilan bersaudara. Ketika bangsa portugis masuk, portugis langsung memihak dan membantu ternate, hal ini dikarenakan portugis mengira ternate lebih kuat. Begitu pula bangsa spanyol memihak tidore akhirnya terjadilah peperangan antara dua bangsa tersebut, untuk menyelesaikan, Paus turun tangan dan menciptakan perjanjian saragosa. Dalam perjanjian tersebut bangsa spanyol harus meninggalkan maluku dan pindah ke Filipina, sedangkan Portugis tetap berada di maluku.
SULTAN HAIRUN
Portugis mendirikan benteng Santo Paulo
namun tindakan nya dibenci rakyat dan para penjabat, kerena itu sultan Hairun secara terang-terangan menentang
Bangkit menentang portugis.
Tahun 1575 M Portugis dapat dikalahkan dan meninggalkan benteng.
Sultan baabullah (Putra Sultan Hairun)


Perdagangan dan pelayaran mengalami perkembangan yang pesat sehingga pada abad ke-15 telah menjadi kerajaan penting di Maluku. Para pedagang asing datang ke Ternate menjual barang perhiasan, pakaian, dan beras untuk ditukarkan dengan rempah-rempah. Ramainya perdagangan memberikan keuntungan besar bagi perkembangan Kerajaan Ternate sehingga dapat membangun armada laut yang cukup kuat.
KEHIDUPAN EKONOMI
KEHIDUPAN SOSIAL BUDAYA !
Sebagai kerajaan yang bercorak Islam, masyarakat Ternate dalam kehidupan sehari-harinya banyak menggunakan hukum Islam .
Hasil kebudayaan yang cukup menonjol dari kerajaan Ternate adalah keahlian masyarakatnya membuat kapal, seperti kapal kora-kora.
Komunikasi yang dilakukan penduduk Ternate dalam interaksi kontak dagang dengan suku/bangsa lain di tempat ini menggunakan Bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar (Lingua Franca). Bahasa Melayu adalah satu-satunya bahasa pergaulan antara berbagai daerah di kepulauan Nusantara pada waktu itu. . Aksara Arab–Melayulah mulai dipakai untuk menuliskan bahasa Ternate (Arab Gundul). Bahkan sampai sekarang masih ada sejumlah kecil masyarakat Ternate (orang tua-tua) masih menggunakannya.
Setiap penulisan dokumen kerajaan selalu menggunakan tulisan Arab berbahasa Ternate (Semua dokumen kesultanan dalam sejarah Ternate yang ditemukan menggunakan aksara Arab). Saat ini aksara Arab sudah jarang digunakan dalam tiap penulisan dokumen.
Al-quran dari kayu
Kapal Kora-kora
Mahkota Ternate
Faktor Penyebab Kemunduran
Kemunduran Kerajaan Ternate disebabkan karena diadu domba dengan Kerajaan Tidore yang dilakukan oleh bangsa asing (Portugis dan Spanyol ) yang bertujuan untuk memonopoli daerah penghasil rempah-rempah tersebut.

Setelah Sultan Ternate dan Sultan Tidore sadar bahwa mereka telah diadu domba oleh Portugis dan Spanyol, mereka kemudian bersatu dan berhasil mengusir Portugis dan Spanyol ke luar Kepulauan Maluku.

Namun kemenangan tersebut tidak bertahan lama sebab VOC yang dibentuk Belanda untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Maluku berhasil menaklukkan Ternate dengan strategi dan tata kerja yang teratur, rapi dan terkontrol dalam bentuk organisasi yang kuat.
Kesultanan Banjar atau Kesultanan Banjarmasin berdiri pada 1520
•Masuk Islam 24 September 1526, dihapuskan Belanda 11 Juni 1860, pemerintahan darurat/pelarian berakhir 24 Januari 1905)

• merupakan sebuah kesultanan yang wilayahnya saat ini termasuk ke dalam provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia.
Kesultanan ini semula beribukota di Banjarmasin kemudian dipindahkan ke Martapura dan sekitarnya (kabupaten Banjar).
•Kesultanan Banjar merupakan penerus dari Kerajaan Negara Daha yaitu kerajaan Hindu yang beribukota di kota Negara.
Awal terbentuk dan tokoh pendiri kerajaan
•Kesultanan Banjar adalah nama lain dari Kerajaan Banjarmasin atau Kerajaan Banjar. Kesultanan Banjar yang berkembang sampai abad ke-19

•Kata “Banjar” berasal dari kata “Banjarmasin”. Banjarmasin adalah sebuah kampung di muara sungai Kuwin, anak sungai Barito. Muara Kuwin terletak di antara Pulau Kembang dan Pulau Alalak. Banjarmasin berasal dari dua kata, “Banjar” yang berarti kampung dan “Masih” yang berasal dari nama kepala suku Melayu yang oleh suku Dayak Ngaju disebut Oloh Masih yang maksudnya adalah Orang Melayu. Disebut Oloh Masih karena kepala sukunya bernama Patih Masih.
Sebelum berdirinya Kesultanan Banjar, terlebih dahulu telah berdiri Negara Daha (Kerajaan Daha) di Muara Hulak. Cikal bakal Kesultanan Banjarmasin berawal dari suksesi perebutan tahta raja di Kerajaan Daha. Perebutan tahta terjadi antara Raden Samudera dan Pangeran Tumenggung.
VS
Raden Samudera merupakan cucu dari Raden Sukarama, penguasa Kerajaan Daha.
•Sebelum Raden Sukarama wafat, beliau telah mewasiatkan tahta Kerajaan Daha untuk diserahkan kepada Raden Samudera.
Tanpa disadari, wasiat ini menimbulkan bibit konflik karena salah satu anak dari Raden Sukarama yang bernama Pangeran Tumenggung diam-diam tidak sependapat dengan wasiat sang ayah.
Setelah Raden Sukarama meninggal, Pangeran Tumenggung merebut tahta dan mengakibatkan Raden Samudera terusir dari istana Kerajan Daha.
Sebagai pihak yang kalah, Raden Samudera terpaksa menyingkir ke luar dari istana Kerajaan Daha menuju ke hilir sungai Barito. Di sana Raden Samudera mendapat perlindungan dari komunitas suku Melayu yang dipimpin oleh Patih Masih.
Masuknya pengaruh Kolonial
Kontak awal antara para pedagang Banjar dengan Belanda terjadi sekitar tahun 1596 M.Dari sinilah Belanda tahu bahwa di Banjarmasin terdapat komoditi lada hitam yang mempunyai nilai ekonomi tinggi di pasaran internasional. Pertemuan dengan para pedagang Banjar tersebut kemudian berlanjut dengan pengiriman ekspedisi oleh Belanda ke Kesultanan Banjar .
Tujuan pengiriman ekspedisi tersebut adalah untuk menjalin hubungan perdagangan. Pada tanggal 14 Februari 1606, Belanda kembali mengirimkan ekspedisi ke Kesultanan Banjar, tetapi ekspedisi kedua ini gagal karena semua orang Belanda yang turut dalam ekspedisi kali ini dibunuh oleh Orang Banjar.
Terbunuhnya orang-orang Belanda oleh Orang Banjar membuat Belanda semakin berambisi untuk memaksakan hubungan dagang, bahkan jika perlu menguasai Kesultanan Banjar. Maka dikirimlah ekspedisi ketiga tahun 1612 M. Akibat serbuan Belanda, kerajaan ini terpaksa memindahkan pusat pemerintahan ke Martapura.
Upaya Belanda untuk menjalin hubungan dagang dengan Kesultanan Banjar lewat ekspedisi pada tahun 1612 tidak sepenuhnya berhasil.
Pengaruh Belanda di Kesultanan Banjar
Akar permasalahan perlawanan terhadap Belanda dimulai dari perebutan tahta antar saudara.
Perebutan ini diawali dari meninggalnya putera mahkota Kesultanan Banjar, Sultan Abdurrahman, pada tahun 1852 M. Meninggalnya putera mahkota meninggalkan bibit-bibit perpecahan di Kesultanan Banjar.
Belanda melakukan adu domba antara pikak yang yaitu dengan mengangkat secara sepihak Pangeran Tamjidillah sebagai putera mahkota.
untuk menghindari perebutan tahta, Belanda menangkap Pangeran Anom dan membuangnya ke Jawa
Terpilihnya Sultan Tamjidillah membuat keadaan menjadi rumit.
Kedekatan sultan dengan Belanda diartikan sebagai keberpihakan Kesultanan Banjar kepada kekuasaan Belanda.
Timbul perpecahan
menimbulkan beberapa gerakan Muning, yaitu gerakan sosial masyarakat tani yang kemudian menjadi motor dalam Perang Banjar (1859-1905).
Besarnya dukungan terhadap Pangeran Hidayatullah membuat Sultan Tamjidillah merasa terdesak.
Akhirnya Sultan Tamjidillah melarikan diri.
Sistem Pemerintahan atau kehidupan politik
Perubahan status kerajaan dan sistem pemerintahan dari Kerajaan Daha menjadi Kesultanan Banjar secara langsung membuat suatu pergeseran politik, dari yang bersifat agraris menjadi kesultanan dengan corak maritime
Sejak awal didirikan, Kesultanan Banjar telah menjalin ikatan dengan Kesultanan Demak di Jawa. Hubungan tersebut merupakan salah satu sikap politik yang diambil oleh Pangeran Samudera untuk menghadapi berbagai ancaman. Selain itu, sikap untuk menempatkan agama Islam sebagai agama negara juga berfungsi sebagai cara untuk mempermudah Kesultanan Banjar dalam menjalin hubungan dengan berbagai kerajaan Islam di nusantara .
Adanya jabatan-jabatan dan gelar tertentu dalam pemerintahan seperti:
Raja : bergelar Sultan/Panambahan/Ratu/Susuhunan
Putra Mahkota : bergelar Ratu Anum/Pangeran Ratu/Sultan Muda
Perdana Menteri : disebut Perdana Mantri/Mangkubumi/Wazir, dibawah Mangkubumi : Mantri Panganan, Sebutan Kehormatan seperti
Masa kejayaan
Kesultanan Banjar mulai mengalami masa kejayaan pada dekade pertama abad ke-17 dengan lada sebagai komoditas dagang.
Mata uang yang beredar di Kesultanan Banjar disebut doit.
Kehidupan social budaya
Adanya pakaian kerajaan yang dikenakan oleh sultan.
Kehidupan sosialnya ditandai dengan perpindahan agama hindu menjadi agama islam
Adanya kehidupan social yang bergotong-royong dalam kerajaan terlihat dari adanya dukungan dari kaum bangsawan saat kerajaan sedang mengalamai masa-masa sulit dan sang raja sedang terdesak saat mengalami pertempuran.
Kehidupan ekonomi
Kehidupan ekonomi masyarakat banjar sangatlah makmur dan maju,walaupun pada awal kerajaan terjadi kelaparan, namun hal tersebut berkembang dan menjadi kerajaan yang makmur dan ditandai dengan adanya perkembangan perekonomian dari bertani menjadi menjadi bandar perdagangan yang besar.
Karena Banjarmasin merupakan wilayah yang kaya akan kekayaan alam seperti lada hitam, rotan, damar, emas, intan, madu, dan kulit binatang . maka para pedagang dari berbagai suku datang ke Banjarmasin untuk mencari berbagai barang dagangan seperti lada hitam, rotan, damar, emas, intan, madu, dan kulit binatang . Khusus lada hitam, komoditi yang satu ini saat itu menjadi primadona dalam perdagangan internasional.
Juga merupakan kerajaan maritime karena Banjarmasin terletak di muara sungai dan memungkinkan kapal-kapal besar berlabuh disana.
Faktor penyebab keruntuhan kerajaan
Dengan meninggalnya raja terakhir yaitu Muhammad Seman yang meninggal dunia dalam suatu pertempuran melawan Belanda di sungai Manawing pada tahun 1905.
Dengan meninggalnya Muhammad Seman, berarti riwayat Kesultanan Banjar juga telah berakhir. Setelah Perang Banjar (1859-1905), Belanda membuat beberapa keputusan, antara lain Kesultananan Banjar dihapuskan dan dengan demikian berakhirlah riwayat Kesultanan Banjar yang telah berlangsung selama 379 tahun (1526-1905).
Full transcript