Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Merkantilisme

thanks. sorry for any mistaken
by

Mia Utari

on 1 September 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Merkantilisme

Merkantilisme
1. Pengertian Merkantilisme
2. Tokoh-tokoh Merkantilisme
3. Latar Belakang Merkantilisme
4. Tujuan Merkantilisme
5. Jenis-jenis Merkantilisme
6. Aspek Politik Merkantilisme
7. Perkembangan Merkantilisme di berbagai negara (Asia dan Eropa)
8. Dampak Merkantilisme Eropa pada Sejarah Dunia
Tokoh-Tokoh Merkantilisme
Pengertian Merkantilisme
Latar Belakang Merkantilisme
Tujuan Merkantilisme
Jenis-Jenis Merkantilisme
Aspek Politik Merkantilisme
Perkembangan Merkantilisme di berbagai negara (Asia dan Eropa)
1. Jepang
2. Indonesia
Pengaruh di Indonesia : Belanda yang menganut paham merkantilisme juga menerapkan paham tersebut di negeri jajahannya termasuk di Indonesia.Revolusi industri menyebabkan perubahan besar dalam memproduksi barang. Yang melopori perubahan adalah Inggris
 Tahap – tahap :
Revolusi industri I : Teknik kuno, (Kayu , batu bara) di Inggris
Revolusi industri II : Teknik baru, ( listrik, bensin) Di AS, Jerman
Revolusi Industri III : Biotehnik, (atom, nuklir) Di Amerika , Uni Soviet
 Akibat :
1. Bidang Ekonomi :Harga barang murah dan upah buruh murah
2. Bidang social : Urbanisasi besar-besaran
3. Bidang politik : Berkembang imperialisme modern

3. Spanyol

Spanyol daerah Amerika (terutama Amerika Tengah dan Amerika Selatan) menjadi sasaran untuk memperoleh logam mulia sebanyak-banyaknya, sehingga Amerika mendapat julukan Eldorado (negeri emas dan perak).
Perang Salib mengakibatkan terjadinya perdagangan antara negara-negara Eropa dengan negara-negara Timur Tengah. Namun, jalur perhubungan darat ke India (jalur Kafilah) sangat berbahaya dan mahal. Sampai akhirnya Vasco Da Gama dari Portugis menemukan jalur laut yang lebih murah dengan berlayar mengelilingi Afrika.
Suatu perjalanan yang dilakukan oleh Columbus untuk mencari jalur yang lebih pendek menuju India berhasil menemukan benua Amerika. Ekspedisi Columbus tersebut dibiayai oleh Spanyol, sehingga membuat Spanyol menjadi negara yang memenangkan perlombaan dalam persaingan untuk mendapatkan barang dagangan berupa emas dan perak, juga daerah untuk memasarkan produknya.

5. Inggris
6. Jerman
Merkantilisme di Jerman dilaksanakan pada masa pemerintahan Kaisar Frederick Wilhelm I dan di sebut "KAMERALISME" yang artinya adalah "kas dari raja". Perekonomian digalakkan dengan cara menarik pajak setinggi-tingginya.

7. Belanda

Merkantilisme lebih ditekankan pada monopoli dagangan, misalnya:
Di Indonesia dengan nama "Verenigde Oost Indische Compagnie" atau VOC Merkantilisme berkembang ketika ekonomi eropa berada dalam masa transisi. Pusat kekuasaan yang sebelumnya dipegang oleh para bangsawan digantikan oleh negara nasional. Merkantilisme memusatkan perhatian pada bagaimana perdagangan ini memberi keuntungan yang sebesar-besarnya bagi negara.
Perubahan penting lainnya adalah penemuan pencatatan ganda dan akuntansi modern. . Pasar-pasar baru dan pertambangan baru mendorong perdagangan internasional hingga ke tingkat yang tak dapat dibayangkan sebelumnya. Pertambangan ini mendorong pergerakan harga dan peningkatan dalam volume aktivitas perdagangan itu sendiri. Sebagian besar negara eropa pada abad ke-16 sampai abad ke-18 menganut sistem ekonomi merkantilisme ini, seperti Inggris yang pada saat itu merupakan negara industri terbesar di dunia, Prancis, Belanda, dan negara-negara lainnya.
Merkantilisme menyulut terjadinya kekerasan di eropa abad ke-17 hingga abad ke-18. Karena kekayaan dunia dipandang sebagai tetap, maka satu-satunya cara meningkatkan kekayaan negara adalah dengan mengambilnya dari negara lain. Sejumlah perang, yang paling diingat adalah perang Anglo-Dutch dan perang Franco-Dutch , dapat dihubungkan secara langsung dengan teori merkantilisme ini. Peperangan yang tak ada akhirnya dari periode ini juga membuat merkantilisme dilihat sebagai komponen penting dari kesuksesan militer. Terjadi era imperialisme, dimana negara berusaha mengumpulkan koloni yang dapat menjadi sumbe bahan mentah dan pasar eksklusif. Selama masa merkantilis, kekuasaan eropa menyebar ke seluruh dunia. Sebagaimana ekonomi domestik, ekspansi ini sering kali dilakukan di bawah perlindungan dan dukungan perusahaan dengan monopoli yang dijamin pemerintah di beberapa bagian tertentu di dunia, seperti Dutch East India Company atau Hudson’s Bay Company

KELOMPOK 1
XI - IIS - 3
Merkantilisme adalah suatu sistem politik ekonomi dimana:
1. Negara/raja memiliki wewenang yang besar dalam sistem ekonomi
2. Kemakmuran suatu negara/raja diukur dari jumlah logam mulia yang dimiliki
3. Perdagangan luar negeri/ perdagangan internasional merupakan jalan utama memperoleh kekayaan (logam mulia)

Jadi, Merkantilisme adalah paham politik ditandai dengan adanya campur tangan pemerintah secara menyeluruh dalam perekonomian guna memupuk kekayaan logam mulia sebanyak-banyaknya sebagai standard kekayaan, kesejahteraan dan kekuasaan Negara tersebut dengan perdagangan internasional
Annesya Widiarti Mia Utari
Diza Noor F. Mira Hildayanti
Febry M. Farhan M. Rizaldy Muchtar
Gian Martin Rendra Haris Pratama
Tokoh - Tokoh Merkantilisme
Merkantilisme baru diperkenalkan pertama kali oleh Victor de Riqueti, Marquis de Mirabeau pada tahun [1763], dan dipopulerkan oleh Adam Smith pada tahun 1776
Adam Smith
Victor de Riqueti, marquis de Mirabeau
1. Munculnya Negara merdeka di Eropa (Inggris, Perancis, Jerman, Italia, dan Belanda)
2. Negara tersebut ingin mempertahankan kedaulatan, kebebasan, dan kesejahteraan rakyatnya.
3. Diperlukan kondisi perekonomian yang kuat agar tetap mampu bertahan.
4. Ditetapkan logam mulia sebagai standart ukuran kekayaan suatu Negara.
5. Dibuka jaringan perdagangan, diadakan pelayaran serta eksplorasi ke wilayah-wilayah baru.

Tujuan dari merkantilisme adalah:
1. Memperbanyak aset dan modal negara/raja
2. Melindungi perkembangan industri perdagangan dan melindungi kekayaan negara
3. Untuk membiayai negara/raja sebagai satu-satunya penguasa ekonomi
4. Membiayai dan memperkuat armada perang

Dua jenis Merkantilisme yang bisa dibedakan berdasarkan cara mencapai kemakmuran, yaitu:

A. Kelompok Bullionist
Kelompok bullionist berkembang sebagai awal perkembangan kelompok merkantilist murni,dipelopori oleh Gerald Malynes. Kelompok ini mengaitkan kemakmuran negara dengan banyaknya logam mulia. Semakin besar stok logam mulia di dalam negeri, semakin makmur, megah dan berkuasa negara tersebut.

Kebijakan kelompok ini adalah
- mendorong ekspor sebesar-besarnya, (kecuali logam mulia)
- melarang impor dengan ketat, (kecuali logam mulia)
- surplus ekspor harus dibayar dengan logam mulia

B. Merkantilist Murni

Kata kunci merkantilist murni adalah aspek suku bunga. Suku bunga rendah akan menguntungkan pencari kredit, dan diperlukan untuk mendorong kegiatan ekonomi. Agar kegiatan ekonomi dapat berkembang maka harga barang juga harus meningkat dan peningkatan harga barang dapat terjadi apabila jumlah uang beredar meningkat. Agar uang bertambah maka jalan yang paling mudah adalah melakukan perdagangan internasional. Oleh karena itu setiap negara wajib berusaha memperoleh neraca perdagangan yang menguntungkan (favorable balance of trade).

Pendukung utama kelompok merkantilis murni adalah Thomas Mun (Inggris), Colbert(Perancis), Von Hornigh (Jerman) dan Becker (Austria).
1. Ekonomi : Berupaya mendapatkan emas sebanyak-banyaknya.
2. Tariff : pembatasan impor dengan tarif tinggi untuk barang dari negara lain.
3. Industri : Menggalakkan industri barang jadi untuk mengingkatkan ekspor.
4. Perkapalan : Act of Navigation sangat membantu perkapalan Inggris.
5. Penduduk : Meningkatkan jumlah penduduk agar bisa meningkatkan jumlah output produk Industri.
6. Kolonial : Negara daerah jajahan dipergunakan sebagai penjual hasil dan laveransi bahan dasar.




Ekspansi yang dilakukan Jepang selama periode awal Perang Dunia ke II hingga dibomnya Hiroshima dan Nagasaki mencerminkan betapa prinsip Merkantilis yang ada yaitu mencari daerah jajahan, pemasaran produk serta mencari bahan mentah dan rempah – rempah yang jelas banyak terdapat di Bumi Asia.

Setelah kekalahan besar Jepang di Perang Dunia II, sistem ekonomi Jepang terjadi evolusi perekonomian yang Merkantilis menjadi Neo-merkantilis , buktinya mulai dari tahun 1960-an Jepang mengeluarkan kebijakan – kebijakan ekonomi yang jauh bertentangan dengan prinsip pasar bebas dan globalisasi. Pemerintah Jepang ingin sector – sector kunci perekonomian untuk berkembang dan memberikan perlindungan, proteksi dan subsidi kepada sector – sector tersebut dari kompetisi dengan Negara lain. Pemerintah tetap mempertahankan hak untuk mengintervensi dan mengatur kurs mata uang asing, dengan ini dia dapat membatasi arus investasi asing, hak untuk mengelola akusisi teknologi asing oleh perusahaan-perusahaan domestic dan hak untuk mempengaruhi komposisi perdagangan luar negri.Bank Ekspor Jepang dan Bank Pembangunan Jepang di-setup sebagai mesin guna mengaliri dana kepada perusahaan – perusahaan yang dibina oleh pemerintah.
Yang juga memiliki peran utama dan membuat Jepang “Take Off” dari Negara berkembang menjadi Negara maju adalah ide dimana Kementrian Industri dan perdangangan Internasional (MITI) yaitu sebuah departemen setingkat kementrian di Jepang yang mengatur produksi dan distribusai barang dan jasa. Badan ini mengembangkan :
1. Rencana dan rancangan terkait struktur industry jepang,
2. Mengendalikan perdagangan luar negeri Jepang
3. Menjamin aliran tetap barang- barang di dalam perekonomian Nasional
4. Mendorong perkembangan industry di bidang manufaktur, pertambangan dan distribusi
5. Serta mengawasi usaha usaha untuk mendapatkan bahan mentah dan sumberdaya energy yang dapat diandalkan
Oleh karena itu kemajuan dan kesuksesan ekonomi Jepang merupakan langkah yang digerakkan secara terpusat dan dipantau oleh pemerintah, serta pengalokasian sumber – sumberdaya tidak dilepaskan begitu saja kepada Pasar bebas. Hal ini menunjukkan dengan jelas bahwa “Macan Asia” yang menggenggam ekonomi dunia ini tidak mengikuti ajaran ortodhoks, tetapi justru intervensi pemerintah-lah yang menggerakkan Jepang untuk menuju kepada posisi dimana saat ini dia capai. Perekonomian “macan” secara prinsip adalah perekonomian berbasis konsumen, dimana ekspo merupakan mesin penggerak ekonomi. Tepat seperti prinsip dalam merkantilisme atau kini evolusi nya yaitu neo-merkantilisme.

4. Perancis
4. Perancis
Peletak dasar merkantilisme di Perancis adalah Raja Louis ke XI. Masa kejayaan merkantilisme di Perancis terjadi di bawah menteri keuangan Jean Colbert padan masa pemerintahan Raja Louis XIV, sehingga merkantilisme di Perancis dikenal dengan sebutan Colbertisme dengan tujuan utama memajukan industri. Isi peraturan Colbertisme adalah:
A. Menghapus daerah bea cukai dalam negeri sehingga peredaran barang menjadi lebih lancar dan harganya lebih murah
B. Dilarang mengimpor barang yang dapat dihasilkan sendiri atau barang impor tersebut dikenakan pajak yang tinggi.
C. Produksi dalam negeri yang diperlukan dilarang untuk di ekspor. Namun barang dari luar negeri yang sangat diperlukan untuk mengembangkan ekonomi diberikan keringanan atau dibebaskan dari pajak impor.

Peletak dasar merkantilisme di Inggris adalah Raja Henry VII dengan jalan meningkatkan industri topi dan meningkatkan perpajakan untuk memajukan pelayaran/perdagangan. Dari politik merkantilisme muncul perserikatan dagang seperti "EAST INDIAN COMPANY" atau EIC. EIC memperoleh hak istimewa yaitu hak monopoli dagang serta hak merampas negeri di India, Kanada, dan Amerika Utara. Merkantilisme di Inggris mengalami masa kejayaan pada masa perdana menteri Oliver Cromwell yang mengeluarkan "ACT OF NAVIGATION" yaitu peraturan tentang pelayaran dengan tujuan melindungi perdagangan di Inggris dari negara-negara saingannya.
Isi Act Of Navigation adalah :
A. Barang-barang dari daerah jajahan Inggris hanya boleh di angkut dengan kapal-kapal Inggris
B. Barang-barang dari negara Eropa hanya boleh di angkut dengan kapal dari Inggris.
C. Pelayaran di pantai Inggris hanya untuk kapal Inggris

Dampak Merkantilisme Eropa pada Sejarah Dunia
1. Ekonomi Kerajaan Inggris semakin meningkat pada zaman Raja Henry VII
2. Merkantilisme mendorong pemerintah untuk menguasai daerah lain yang akan dimanfaatkan sebagai daerah monopoli perdagangannya
3. Melahirkan terbentuknya persekutuan dagang masyarakat Eropa, seperti EIC di India dan VOC di Indonesia
4. Merkantilisme melahirkan kapitalisme. Kapitalisme melahirkan imprealisme
5. Aktifnya perdagangan internasional
6. Berkembangnya teknologi-teknologi baru, misalnya Act of Navigation yang sangat membantu perkapalan Inggris, penemuan mesin uap dalam rangka efisiensi produksi membawa Inggris pada revolusi industri
JEAN BABTIS COLBERT (1619 – 1683)

Adalah pejabat Perancis yaitu menteri utama dibidang ekonomi & keuangan dalam pemerintahan Raja Louis xvi. Pada masa ini perdagangan dianggap sumber utama kemakmuran, konsekuensinya, kedudukan kaum saudagar semakin penting. Terjadi aliansi antara saudagar & penguasa. Kaum saudagar memperkuat & mendukung kedudukan penguasa. Penguasapun memberi bantuan & perlindungan berupa monopoli, proteksi, dan keistimewaan-keistimewaan lainnya.

Tokoh-Tokoh Merkantilisme
DAVID HUME (1711 – 1776)
Seorang filsuf yg menulis buku of the balance of trade, membicarakan tentang harga-harga yg sebagian dipengaruhi oleh jumlah barang dan sebagian lagi ditentukan oleh jumlah uang
Full transcript