Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Fisiologi Cairan Tubuh

No description
by

ubay sc

on 16 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Fisiologi Cairan Tubuh

Fisiologi Cairan Tubuh
Gizi d III
Mia Zulfiana
Prangga Asih W

Fungsi cairan tubuh
antara lain :
Bila kekurangan air, suhu tubuh akan menjadi panas dan naik.
1. Mengatur suhu tubuh
2. Melancarkan peredaran darah
Jika tubuh kita kurang cairan, maka darah akan mengental. Hal ini disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk
kebutuhan dalam tubuh. Proses tersebut akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung.
3. Membuang racun dan sisa makanan
Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. Air membersihkan
racun dalam tubuh melalui keringat, air seni, dan pernafasan.
4. Kulit

Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air dalam tubuh berguna untuk menjaga
kelembaban, kelembutan, dan elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh.
5. Pencernaan

sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena

gerakan usus menjadi lebih lancar, sehingga feses pun keluar dengan lancar.
Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke
6. Pernafasan
Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam bekerja memasukkan oksigen
ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar tubuh. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas
ke kaca, maka akan terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca.

7. Sendi dan otot


Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. Otot tubuh akan mengempis apabila tubuh
kekurangan cairan. Oleh sebab itu, perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko
kejang otot dan kelelahan.

8. Pemulihan penyakit
Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai berfungsi untuk menggantikan
cairan tubuh yang terbuang.

Cairan tubuh dibagi dalam :
yaitu cairan yang terdapat dalam sel-sel seluruh tubuh. Sekitar 40% berat badan kita merupakan air yang terdapat di dalam sel.
1. Cairan intraseluler
yaitu cairan yang terdapat dalam sel-sel seluruh tubuh. Sekitar 40% berat badan kita merupakan air yang terdapat di dalam sel. cairan intrasel berfungsi sebagai medium/tempat terjadinya reaksi kimia dalam tubuh.
1. Cairan intraseluler
, yaitu cairan yang terdapat di luar sel tubuh, jumlahnya sekitar 20% berat badan,Cairan ekstraseluler berfungsi sebagai medium untuk transportasi substansi kimia antara sel satu dengan sel yang lain. yang terbagi pula dalam :
2. Cairan ekstraseluler
a. Cairan intristisial atau cairan antar sel, yang berada diantara sel-sel.
b. Cairan intra vaskuler, yang berada dalam pembuluh darah, berupa air dalam plasma darah.
c. Cairan transeluler, yang berada dalam rongga-rongga khusus, seperti cairan otak (likuor serebrospinal), bola mata, sendi, dll
fungsi cairan tubuh dibagi menjadi dua macam:
a. cairan intrasel berfungsi sebagai medium/tempat terjadinya reaksi kimia dalam tubuh.
b. Cairan ekstraseluler berfungsi sebagai medium untuk transportasi substansi kimia antara sel satu dengan sel yang lain.
khusus
cairan
elektrolit
tiga fase
Fase I :
Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi, dan nutrisi dan oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal.

Fase II :
Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel

Fase III :
Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial masuk ke dalam sel.

Homeostasis cairan tubuh
Homeostasis fungsinya adalah untuk menyeimbangkan jumlah cairan didalam tubuh. Air mengalami proses kehilangan yang tidak terelakkan setiap saat melalui ginjal,kulit, dan paru-paru.
Air dari dalam tubuh diperoleh dengan dua cara :

1.Dengan kebiasaan minum, diperoleh dan diatur oleh rasa haus dan kebiasaan minum.
Pada bagian hipotalamus dari otak terdapat “pusat minum” yang bereaksi terhadap
dehidrasi.

2.Dengan memakan makanan yang mengandung air.
 

Proses kehilangan air terjadi dalam empat cara:

1.Sebagai urine sekitar 1,5 L per hari
2.Dengan ekspirasi udara dari paru-paru sekitar 400ml per hari
3.Dalam feses sekitar 100ml per hari
4.Melalui kulit sebagai keringat, jumlahnya sesuai dengan temperature kelembaban dan sirkulasi udara.

Perpindahan dan tubuh
terjadi dalam yaitu :

Komposisi
Cairan Tubuh

Lebih kurang 60% berat badan orang dewasa pada umumnya terdiri dari cairan (air dan elektrolit). Rata-rata seseorang memerlukan sekitar 11 liter cairan tubuh untuk nutrisi sel dan
pembuangan residu jaringan tubuh. Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit.
+60%
-
-protein, berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur dalam tubuh manusia.
-urea, sebagai hasil sisa metabolism.
-glukosa, sebagai sumber energy utama dalam tubuh manusia.
-oksigen, sebagai bahan utama dalam proses respirasi atau pernapasan.
-karbon dioksida, sebagai hasil dari proses respirasi
dan asam-asam organic lainnya.

Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik, seperti :
Sedangkan elektrolit tubuh mencakup

(Na+) :
- Sodium penyeimbang cairan di ruang eesktraseluler
- Sodium adalah komunikasi antara nerves dan musculus
Membantu proses keseimbangan asam-basa dengan menukar ion hidrogen pada ion sodium.
(K+) :
- Menjaga keseimbangan kalium di ruang intrasel
- Mengatur kontrasi (polarissasi dan repolarisasi) dari muscle dan nerves.
(Ca++) :
- Membentuk garam bersama dengan fosfat, carbonat, flouride di dalam tulang  dan gigi untuk membuatnya keras dan kuat
- Meningkatkan fungsi syaraf dan muscle
- Meningkatkan efektifitas proses pembekuan darah dengan proses pengaktifan   protrombin dan thrombin

Sodium
Potassium
Calcium
(Cl -) :
- Kadar berlebih di ruang ekstrasel
- Membantu proses keseimbangan natrium
- Komponen utama dari sekresi kelenjar gaster
(HCO3 -) :
- Bagian dari bicarbonat buffer sistem
- Bereaksi dengan asam kuat untuk membentuk asam karbonat dan suasana garam untukmenurunkan PH.
( H2PO4- dan HPO42-) :
- Bagian dari fosfat buffer system
- Berfungsi untuk menjadi energi pad metabolisme sel
- Bersama dengan ion kalsium meningkatkan kekuatan dan kekerasan tulang
- Masuk dalam struktur genetik yaitu : DNA dan RNA.

Chloride
Bicarbonat
Fosfat
berfungsi sebagai tekanan yang mempengaruhi proses filtrasi.
Sedangkan adalah
tekanan yang berfungsi untuk menembus membran masuk kedalam area yang lebih banyak mengandung molekul yang tidak dapat melewati membran (protein,lemak,dll).

Tekanan hidrostatik
tekanan osmotik
Metode perpindahan dari cairan dan elektrolit tubuh dengan cara :

Diffusi
Filtrasi
Osmosis
Transport aktif
fungsinya untuk mengembalikan partikel yang telah berdifusi secara pasif dari daerah yang konsentrasinya rendah ke daerah yang konsentrasinya lebih tinggi. Perpindahan seperti ini membutuhkan energi (ATP) untuk melawan perbedaan konsentrasi.
Transport aktif
Difusi merupakan pergerakan acak molekul dari konsentrasi tinggi ke rendah.
Fungsi difusi adalah mencapai keseimbangan konsentrasi dari molekul.
Diffusi

Osmosis merupakan pergerakan acak molekul dari konsentrasi rendah ke tinggi.
Fungsi osmosis adalah mencapai keseimbangan konsentrasi dari molekul. .

Osmosis
Filtrasi terjadi karena adanya perbedaan tekanan antara dua ruang yang dibatasi oleh membran. Cairan akan keluar dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah. Jumlah cairan yang keluar sebanding dengan besar perbedaan tekanan, luas permukaan membran dan permeabilitas membran. Tekanan yang mempengaruhi filtrasi ini disebut tekanan hidrostatik. fungsinya untuk menyaring/memfiltrat cairan.
Filtrasi
selesai

Organ yang berperan dalam pengaturan keseimbangan cairan meliputi:

Ginjal
Fungsi-fungsi utama ginjal dalam mempertahankan keseimbangan cairan:
- Pengaturan volume dan osmolalitas melalui retensi dan eksresi selektif cairan tubuh.
- Pengaturan kadar elektrolit dalam dengan retensi selektif substansi yang dibutuhkan .
- Pengaturan pH melalui retensi ion-ion hidrogen.
- Ekskresi sampah metabolik dan substansi toksik.
Oleh karena itu gagal ginjal jelas mempengaruhi keseimbangan cairan, karena ginjal tidak dapat berfungsi.
Jantung dan pembuluh darah
Kerja pompa jantung mensirkulasi darah melalui ginjal di bawah tekanan yang sesuai untuk menghasilkan urine. Kegagalan pompa jantung ini mengganggu perfusi ginjal dan karena itu mengganggu pengaturan air dan elektrolit.
Paru-paru
Melalui ekhalasi paru-paru mengeluarkan air sebanyak +300L setiap hari pada orang dewasa. Pada kondisi yang abnormal seperti hiperpnea atau batuk yang terus-menerus akan memperbanyak kehilangan air; ventilasi mekanik dengan air yang berlebihan menurunkan kehilangan air ini.
Kelenjar pituitary
Hipotalamus menghasilkan suatu substansi yaitu ADH yang disebut juga hormon penyimpan air, karena fungsinya mempertahankan tekanan osmotik sel dengan mengendalikan retensi atau ekskresi air oleh ginjal dan dengan mengatur volume darah.
Kelenjar adrenal
Aldosteron yang dihasilkan/disekresi oleh korteks adrenal (zona glomerolus). Peningkatan aldosteron ini mengakibatkan retensi natrium sehingga air juga ditahan, kehilangan kalor. Sedangkan apabila aldosteron kurang maka air akan banyak keluar karena natrium hilang. Kortisol juga menyebabkan retensi natrium.
Kelenjar paratiroid
Mengatur keseimbangan kalsium dan fosfat melalui hormon paratiroid (PTH). Sehingga dengan PTH dapat mereabsorbsi tulang, absorbsi kalsium dari usus dan reabsorbsi kalsium dari ginjal.

Darah di dalam tubuh berfungsi

• sebagai media transport dengan membawa berbagai zat makanan yang diserap dari saluran pencernaan menuju ke seluruh jaringan tubuh,

• mengangkut hasil-hasil metabolisme dari berbagai sel ke berbagai organ,

• ekskresi,

• alat respirasi O2 dari paru-paru ke jaringan tubuh, CO2 dari jaringan tubuh ke paru-paru, dan

• sekresi dari berbagai kelenjar endokrin (hormon, enzim)


Fungsi protein plasma antara lain :

• menimbulkan tekanan koloid osmotik darah
• memelihara tekanan normal darah dan suspensi elritrosit, serta balance pH drh
• menghasilkan antocorpora (antibodi)
• mempengaruhi kelarutan seperti karbohidrat, lemak, vitamin dan lain-lain
• mengangkaut Ca, P, Fe dll. dalam bentuk albumin

Fungsi cairan otak itu adalah untuk

- nutritif (pemberi makan) otak

- homeostasis (membasahi)

- mengatur tekanan dan pH

- melindungi otak (sebagai bantalan) dari gangguan-gangguan luar.

Cairan Persendian (Synovialis)

Dengan adanya cairan ini persendian dapat bergerak lebih licin namun demikian, hal itu tergantung dari viskositas cairan tersebut.
Full transcript