Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Perkembangan Politik pada Masa Awal Kemerdekaan

No description
by

Ibeth Agustina Dewi

on 13 May 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Perkembangan Politik pada Masa Awal Kemerdekaan

Perkembangan Politik pada Masa Awal Kemerdekaan dan Pembentukan TNI
Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pusat
Pada tanggal 19 Agustus 1945, presiden Soekarno, Wakil Presiden Moh. Hatta, dan 8 orang lainnya, berkumpul di jalan Gambir Selatan No. 10 membahas mengenai orang-orang yang akan menjadi anggota KNIP.
KNIP bertugas sebagai penasehat presiden sebelum dibentuk MPR dan DPR. Anggota KNIP berjumlah 60 orang diketuai oleh Kasman Singodimedjo dan Suwiryo sebagai sekretarisnya, dilantik pada tanggal 29 Agustus 1945 di Gedung Komedi, Pasar Baru, Jakarta.
Partai yang terbentuk
Partai yang terbentuk:
1. Partai Majelis Islam Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) 7 November 1945
2. Partai Nasional Indonesia (PNI)
Januari 1946
3.Partai Komunis Indonesia (PKI) Januari 1947
4. Partai Sosialis Indonesia (PSI) Maret 1947
5. Partai Kristen Indonesia (Parkindo) April 1947
6. Partai Murba November 1948
7. Partai Katholik Desember 1949
Latar Belakang
Perkembangan situasi politik Indonesia pada awal kemerdekaan sangat dipengaruhi oleh pembentukan KNIP serta dikeluarkannya Maklumat Politik 3 November 1945 oleh Moh. Hatta.
Isi maklumat tersebut menekankan pentingnya kemunculan partai-partai politik di Indonesia. Partai politik harus muncul sebelum pemilihan anggota Badan Perwakilan Rakyat yang dilangsungkan pada Januari 1946.
Pada tanggal 16 Oktober 1945, KNIP mengadakan rapat pleno, dihadiri Wakil Presiden Moh. Hatta, beliau  mengeluarkan Keputusan Presiden No. X, isinya tentang memberikan kekuasaan dan wewenang legislative kepada KNIP untuk ikut serta menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). 
Atas desakan dari Syahrir, maka Wakil Presiden mengeluakan maklumat Wakil Presiden 3 November 1945, yang isinya:
1.      Pemerintah menghendaki adanya partai-partai politik, sebagai wadah aspirasi rakyat.
2.      Pemerintah berharap agar partai-partai politik telah tersusun sebelum pemilihan anggota Badan Perwakilan Rakyat pada Januari 1946.
Pada tanggal 25-26 November 1945, Sutan Syahrir mengesarkan progja BP KNIP, sebagai berikut:
1.   Kedudukan komite nasional
2.   Pembentukan partai-partai politik
3.   Penetapan bersama pemerintah mengenai politik dalam dan luar negeri.
4.   Usul tentang perubahan pemerintahan lama yang disertai dengan pertanggungjawaban kementrian dan susunan Dewan Kementrian baru.
5.   Penyusunan dan penyempurnaan peran KNIP dari presidensil menjadi parlementer.
Keragaman Ideologi Partai Politik di Indonesia
Maklumat Politik 3 November 1945, yang dikeluarkan oleh Moh. Hatta, hadir sebagai sebuah peraturan dari pemerintah Indonesia yang bertujuan mengakomodasi suara rakyat yang majemuk. Akibatnya, munculah partai-partai politik dengan berbagai ideologi. Partai-partai politik tersebut mempunyai arah dan metode pergerakan yang berbeda-beda.
Kemunculan partai-partai berhaluan sosialis-komunis pada awalnya merupakan bentuk pertumbuhan demokrasi di Indonesia. Namun, seiring perkembangannya, partai tersebut menerapkan cara revolusioner yang tidak dapat diterima oleh masyarakat Indonesia.
Setelah siswa mengikuti kegiatan pembelajaran ini, diharapkan siswa dapat:
1. Mengevaluasi pembentukan partai-partai politik.
2. Menganalisis pembentukan Tentara Nasional Indonesia.
Lahirnya TNI
*22 Agustus 1945 Badan Keamanan Rakyat (anggota PETA, Kaigun dan Heiho)-Hasil sidang PPKI
*5 Oktober 1945 Tentara Keamanan Rakyat
(TKR)-Jepang menyerah kepada sekutu
*3 Juni 1947 Tentara Republik Indonesia (TRI)-Standar Militer Nasional
*Desember 1949 Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS)-gabungan TNI dan KNIL
*17 Agustus 1950 Angkatan perang Republik Indonesia (APRI)-RIS dibubarkan
*1962 ABRI Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI)-TNI dan Polri bersatu
*1 April 1999 Tentara Nasional Indonesia (TNI)-TNI dan Polri dipisah
Tugas Individu di Buku Masing-Masing:
1. AFNEI
2. Pertempuran 5 Hari di Semarang
3. Peristiwa Medan Area
4. Insiden Bendera
5. Pertempuran Ambarawa
6. Pertempuran Surabaya
7. Bandung Lautan Api
8. Perjanjian Linggarjati
9. Agresi Militer I
10. Komisi Tiga Negara & Perundingan Renville
11. Agresi Militer II
12. PDRI
13. Serangan Umum 1 Maret 1949
14. Perjanjian Roem-Royen
15. Peristiwa Yogya Kembali
16. Konferensi Inter Indonesia
17. Konferensi Meja Bundar & Pengakuan Kedaulatan
18. Pembentukan negara RIS
Tujuan pembelajaran:
1. Menghayati nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
2. Meneladani perilaku tanggung jawab para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia
3. Menganalisis perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman Sekutu

Teknis Permainan:
- Setiap individu bergiliran mengocok angka dadu dan menjawab pertanyaan dari setiap berhentinya angka dadu
- Pertanyaan yang diajukan berasal dari siswa (yang telah ditugaskan sebelumnya)
-Diberikan kesempatan dua kali mengocok dadu apabila mendapat angka 6 dari hasil mengocok dadu
- Terdapat gambar tangga yang memudahkan siswa menyelesaikan permainan dan didalamnya terdapat suatu perintah khusus
- Terdapat gambar ular yang memiliki arti siswa harus kembali ke nomor yang lebih rendah dan didalamnya terdapat suatu perintah khusus
- Bila siswa kurang tepat atau ragu dalam menjawab, boleh meminta bantuan kepada siswa yang dipercayai olehnya untuk memberikan bantuan
- Nilai tambahan akan diberikan pada siswa yang menjawab dengan benar ketika dipercaya memberikan bantuan
- Jika yang dipercaya masih kurang tepat dalam memberikan jawaban, maka siswa giliran selanjutnya akan memulai kocokan dadu dari nomor sebelumnya
- Permainan dikatakan selesai apabila kotak nomor 100 berhasil dijawab, atau waktu sudah menunjukkan 5 menit sebelum jam belajar sejarah usai.
Full transcript