Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Perlawanan Banten

No description
by

sonia simak

on 8 November 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Perlawanan Banten

Perlawanan Banten
Penyebab Perlawanan Banten Terhadap VOC
Banten adalah penghasil lada terbesar di Jawa Barat dan penghasil beras dengan dibukanya lahan pertanian dan sarana irigasi oleh Sultan Ageng Tirtayasa.
VOC memerlukan tempat yang cocok untuk dijadikan sebagai pusat pertemuan sehingga Banten dipilih sebagai Rendez-vous
Pada saat Sultan Ageng Tirtayasa berkuasa tahun 1651 sampai dengan 1682, VOC dipimpin oleh Joan Maetsuyker yang memimpin VOC dari tahun 1653 sampai 1678.
Mulainya Ketegangan antara VOC dengan Banten :
Kapal-kapal asing yang hendak berdagang di Banten dicegat oleh Belanda.
VOC menggunakan siasat lain, yaitu dengan memberikan hadiah menarik dan berupaya memperbaharui perjanjian tahun 1645, akan tetapi hal tersebut ditolak oleh Sultan Ageng Tirtayasa

Profil Sultan Ageng Tirtayasa
Beliau adalah pahlawan yang berasal dari provinsi Banten. Lahir pada tahun 1631. Beliau putra dari Sultan Abdul Ma’ali Ahmad dan Ratu Martakusuma yang menjadi Sultan Banten periode 1640 - 1650.

Sultan Ageng tidak hanya mendobrak perekonomian rakyat menjadi lebih baik tetapi juga berperan besar di bidang keagamaan.

Awal Perlawanan dan Kronologis Perlawanan Kesultanan Banten Terhadap VOC Tahun 1651-1682
Raden Ageng Tirtayasa
Sisa - sisa istana Surosowan
Nama Kelompok :
Latar Belakang
Jatuhnya kota Konstantinopel sebagai pusat perdagangan rempah-rempah ke tangan Turki Usmani pada tahun 1453.
Belanda berinisiatif untuk medatangi langsung sumber rempah-rempah
Belanda ( dalam bentuk VOC yang memiliki hak octroi) kemudian menjadi tertarik dengan Banten karena Banten merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Nusantara pada abad ke 16.
Jatuhnya Konstantinopel
Akhir Perlawanan Banten Terhadap VOC
VOC bersedia membantu Sultan Haji mendapat tahta kesultanan Banten dengan mengajukan empat syarat
pada tanggal 14 Maret 1683. Sultan Ageng Tirtayasa berhasil ditangkap, namun Pangeran Arya Purbaya berhasil lolos.
Pada tanggal 17 April 1684, ditandatanganilah perjanjian dalam bahasa Belanda, Jawa, dan Melayu yang berisi 10 pasal

Kesimpulan
Pada rentang waktu antara 1651 sampai dengan 1682, Banten mampu memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya dengan swasembada beras dibawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa. Dengan kondisi alam dan letak geografis inilah yang membuat VOC dibawah pimpinan Gubernur Jendral Joan Maetsuyker (1653-1678) berkeinginan untuk menguasai Banten, menjadikannya sebagai pusat pertemuan (Rendez-vous) sekaligus memonopoli perdagangan rempah-rempah, khususnya lada. sampai pada akhirnya terjadi perang saudara yang menyebabkan berakhirnya kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1682.
Awal Perlawanan dan Kronologis Perlawanan Kesultanan Banten Terhadap VOC Tahun 1651-1682
Kondisi, Posisi, dan Kedudukan Banten
Banten terletak di pertengahan teluk dan dilindungi oleh sebuah benteng
Saat itu, Banten sudah berkembang sebagai kota pelabuhan yang ramai, dimana terdapat para pedagang Cina, Arab, Portugis, dan Inggris selain dari pedagang Belanda dan pribumi
Dalam hal politik, Banten dibawah kekuasaan Sultan Ageng Tirtayasa mampu menjaga stabilitas politik
Berkali-kali Sultan Ageng Tirtayasa menentang Belanda, terutama VOC.
Munculnya Kembali Perlawanan Banten dan Politik Adu Domba VOC
Cara yang dilakukan adalah dengan mengadakan kerja sama dengan kesultanan Cirebon dan kesultanan Mataram
Ditambah, dengan terjadinya perpecahan di dalam kesultanan Banten sendiri, antara Sultan Haji dengan Sultan ageng Tirtayasa (bersama Pangeran Arya Purbaya)
Febrian Akhmad Baehaqi
Lisa Dwi Viranda
Shinta
Sonia Simak
Kelas : XI MIA 1
Kelompok 4
Full transcript