Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Tugas AUDIT

No description
by

sabrina hakim

on 18 September 2012

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Tugas AUDIT

Oleh : Kelompok V PERENCANAAN AUDIT DAN PROSEDUR ANALITIS 1. Perencanaan (OLEH: Sabrina)
2. Menerima Klien dan Melakukan Perencanaan Audit awal (OLEH: Sabrina)
3. Memahami Bisnis dan Industri Klien (OLEH: Adi)
4. Menilai Risiko Bisnis Klien (OLEH: Adi)
5. Melaksanakan Prosedur Analitis Pendahuluan (OLEH: Mipta)
6. Ikhtisar Bagian dari Perencanaan Audit (OLEH: Mipta)
7. Prosedur Analitis (OLEH: Akbar)
8. Lima Jenis Prosedur Analitis (OLEH: Dio)
9. Rasio Keuangan yang Umum (OLEH: Samuel) Cakupan Bahasan Oleh : Sabrina Hakim (30) 1. Perencanaan Auditor harus merencanakan pekerjaan secara memadai dan jika digunakan, asisten harus direvisi dengan semestinya.
Perencanaan .... Lalu, mengapa perencanaan audit sangat penting ? 1. Untuk memungkinkan auditor mendapatkan bukti yang tepat yang mencukupi pada situasi yang dihadapi
2. Untuk membantu menjaga biaya audit tetap wajar
3. Untuk menghindarkan kesalahpahaman klien Alasannya : Risiko Audit 1. Risiko audit yang dapat diterima Yakni ukuran seberapa besar auditor bersedia menerima bahwa laporan keuangan salah saji secara material setelah audti diselesikan dan pendapat wajar tanpa pengecualian telah dikeluarkan 2. Risiko Inheren Yakni ukuran penilaian auditor atas kemungkinan adanya salah saji yang material dalam suatu saldo akun sebelum mempertimbangkan kefektifan pengendalian internal
Oleh : Sabrina Hakim (30) 2. Menerima Klien dan Melakukan Perencanaan Audit Awal 1. Auditor memutuskan apakah akan menerima klien baru atau terus melayani klien yang ada sekarang.
2. Auditor mengidentifikasi alasan klien mengapa menginginkan atau membutuhkan audit.
3. Untuk menghindari kesalahpahaman, auditor harus memahami syarat-syarat penugasan yang ditetapkan klien.
4. Auditor mengembangkan strategi audit secara keseluruhan, termasuk staf penugasan dan setiap spesialis audit yang diperlukan Perencanaan audit awal mempertimbangkan 4 hal : Oleh : Adi Triyono (1) 3. Memahami Bisnis dan Industri Klien "Auditor harus memperoleh pemahaman yang memadai tentang entitas dan lingkungannya, termasuk pengendalian internalnya, untuk menilai risiko salah saji yang material pada laporan keuangan baik karena kekeliruan, maupun kecurangan, dan untuk merancang sifat, penetapan waktu, serta luas prosedur audit selanjutnya."
Standar pekerjaan lapangan kedua menyatakan : Body Body Body Body Body Body Body Body Body Body Body Body Body MENCAKUP :
- Industri dan lingkungan eksternal
- Operasi dan proses bisnis
- Manajemen dan tata kelola
- Tujuan dan strategi
- Pengukuran dan kinerja Memahami bisnis dan industri klien
Alasan Utama untuk mendapatkan pemahaman industri klien dan lingkungan eksternal:

1. Risiko yang berkaitan dengan industri tertentu.
2. Familiaritas dengan risiko-risiko inheren tertentu.
Contohnya : keusangan persediaan dalam industri pakaian jadi, piutang usaha dalam industri pinjaman konsumen, kerugian dalam industri asuransi.
3. Memahami persyaratan akuntansi yang unik untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan klien telah sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi.



Memahami Industri dan Lingkungan Eksternal Auditor harus memahami :
Faktor-faktor seperti sumber utama pendapatan, pelanggan dan pemasok kunci, sumber pembiayaan, dan informasi tentang pihak terkait yang dapat menunjukkan area dimana risiko bisnis klien meningkat.

Contoh : munculnya teknologi baru atau pesaing yang lebih kuat, ketergantungan pada beberapa pelanggan utama dapat menimbulkan kerugian yang material akibat piutang tak tertagih atau persediaan yang usang.

Operasi dan proses bisnis Tata kelola perusahaan meliputi struktur organisasi klien, serta aktivitas dewan direksi dan komite audit.

Untuk mendapatkan pemahaman akan sistem tata kelola klien, auditor harus memahami :
- Anggaran dasar dan anggaran rumah tangga,
- mempertimbangkan kode etik perusahaan,
- dan membaca notulen rapat perusahaan.

Manajemen dan tata kelola Kunjungan ke Pabrik dan Kantor :

Kunjungan ke fasilitas klien dapat membantu auditor memperoleh pemahaman yang lebih baik, mengamati kegiatan perusahaan dan bertemu dengan karyawan kunci.

Dengan demikian, auditor dapat menilai pengamanan fisik aktiva dan menginterpretasikan data akuntansi yang berkaitan dengan aktiva, misalnya persediaan barang dalam proses dan peralatan pabrik. Sehingga auditor dapat dengan lebih baik mengidentifikasi risiko inheren, seperti peralatan yang tidak digunakan atau persediaan yang mungkin tidak dapat dijual.

Pihak yang berkaitan (related party) didefinisikan sebagai:

Perusahaan afiliasi, pemilik utama perusahaan klien, atau pihak lainnya yang bersangkutan dengan klien itu, di mana salah satu pihak dapat mempengaruhi manajemen atau kebijakan operasi pihak lain itu.

Contoh : transaksi penjualan atau pembelian antara perusahaan induk dengan perusahaan anak, pertukaran peralatan antara dua perusahaan yang dimiliki oleh pihak yang sama, pinjaman kepada pejabat perusahaan.

Strategi adalah pendekatan yang diikuti oleh entitas untuk mencapai tujuan organisasi.

Auditor harus memahami tujuan klien yang berkaitan dengan :
- Reliabilitas pelaporan keuangan
- Efektivitas dan efisiensi operasi
- Ketaatan pada hukum dan peraturan

Auditor membutuhkan pengetahuan tentang operasi untuk menilai risiko bisnis dan risiko inheren klien dalam laporan keuangan.


Tujuan dan strategi klien Sistem pengukuran kinerja klien meliputi indikator kinerja utama yang digunakan manajemen untuk mengukur kemajuan pencapaian tujuan, seperti penjualan dan laba bersih
Pengukuran kinerja meliputi analisis rasio dan tolok ukur atau benchmarking terhadap pesaing utama.

Sebagai bagian dari pemahaman atas bisnis klien, auditor harus melakukan analisis rasio atau mereview perhitungan klien atas rasio kinerja yang penting.

Ukuran dan kinerja Oleh : Adi Triyono (1) 4. Menilai Risiko Bisnis Klien Auditor menggunakan pengetahuan yang diperolehnya dari pemahaman strategis atas bisnis dan industri klien untuk menilai risiko bisnis klien (client business risk), yaitu risiko bahwa klien akan gagal dalam mencapai tujuannya. Risiko bisnis klien dapat timbul dari banyak faktor yang mempengaruhi klien dan lingkungannya, seperti teknologi baru yang mengikis keunggulan kompetitif klien, atau klien gagal melaksanakan strateginya sebaik pesaing.

Perhatian utama auditor tertuju pada risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan yang disebabkan oleh risiko bisnis klien.
Contoh : prusahaan sering sekali melakukan akuisisi atau merger strategis yang bergantung pada keberhasilan penggabungan operasi antara dua tau lebih perusahaan. Jika sinergi yang direncankan tidak berkembang, nilai aktiva tetap dan goodwill yang dicatat dalam akuisisi dapat menurun, yang akan mempengaruhi kewajaran penyajian laporan keuangan.
Oleh : Moch. Mipta Hudin (23) 5. Melaksanakan Prosedur Analitis
Pendahuluan Auditor melaksanakan prosedur analitis pendahuluan untuk memahami dengan lebih baik bisnis klien dan untuk menilai risiko bisnis klien. Salah satu prosedur tersebut membandingkan rasio klien dengan benchmark industri atau pesaing untuk mengindikasikan kinerja perusahaan. Pengujian pendahuluan seperti itu dapat mengungkapkan perubahan yang tidak biasa dalam rasio yang dibandingkan dengan tahun sebelumnya, atau dengan rata – rata industri, sehingga membantu auditor mengindikasikan area yang mengalami kenaikan risiko salah saji yang membutuhkan perhatian lebih lanjut selama audit.

Tujuan utama dari perencanaan audit adalah memahami bisnis dan industry klien yang akan digunakan untuk menilai risiko audit yang dapat diterima, risiko bisnis klien, dan risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan.

Perencanaan audit :
Menerima klien dan melakukan perencanaan audit awal
Memahami bisnis dan industri klien
Menilai risiko bisnis klien
Melaksanakan prosedur analitis pendahuluan
Menetapkan materialitas dan menilai risiko audit yang dapat diterima serta risiko inheren
Memahami pengendalian internal dan menilai risiko pengendalian
Mengumpulkan informasi untuk menilai risiko kecurangan
Mengembangkan rencana audit dan program audit secara keseluruhan
6. Ikhtisar Bagian dari
Perencanaan Audit Prosedur analitik merupakan bagian penting dalam proses audit dan terdiri dari evaluasi terhadap informasi keuangan yang dibuat dengan mempelajari hubungan yang masuk akal antara data keuangan yang satu dengan data keuangan lainnya, atau antara data keuangan dengan data nonkeuangan.

Tahap Pendahuluan/Tahap Perencanaan dengan tujuan:
· Memahami bidang usaha dan industri klien
· Menilai kelangsungan hidup perusahaan
· Mengindikasikan kemungkinan salah saji
· Mengurangi pengujian rinci

Tahap Pengujian dengan tujuan:
· Mengindikasikan kemungkinan salah saji
· Mengurangi pengujian rinci

Tahap Penyelesaian dengan tujuan:
· Mengindikasikan kemungkinan salah saji
· Menilai kelangsungan hidup perusahaan






7. Prosedur Analitis Dalam setiap kasus, auditor membandingkan data klien dengan :

1.Membandingkan data klien dengan industri.
2. Membandingkan data klien dengan data yang serupa pada periode sebelumnya.
3. Membandingkan data klien dengan data yang diperkirakan klien.
4. Membandingkan data klien dengan data yang diperkirakan oleh auditor.
5. Membandingkan data klien dengan hasil perkirakaan yang menggunakan data non keuangan.


8. Lima Jenis Prosedur Analitis Advantage: membantu memahami bisnis klien dan sebagai sebuah indikasi dari kemungkinan kegagalan keuangan

Disadvantage :kemungkinan perbedaan dari sifat informasi keuangan antara klien dan industri yang mempengaruhi komparabilitas data
1. Membandingkan data klien dengan industri Dengan mebandingkan data tahun berjalan dengan tahun sebelumnya auditor dapat menentukan data mana yang akan mendapat perhatian lebih karena terjadi perubahan yang signifikan. Dalam prosedur ini ada tiga contoh yang umum yaitu:

Membandingkan saldo tahun ini dan tahun sebelumnya
Membandingkan rincian total saldo dengan rincian yang sama untuk tahu sebelumnya
Menghitung hubungan ratio dan persentase untuk dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
2. Membandingkan data klien dengan data yang serupa pada periode sebelumnya. Kebanyakan perusahaan menyiapkan anggaran untuk berbagai aspek dan hasil keuangannya. Karena anggaran merupakan ekspektasi klien, auditor harus menyelidiki perbedaan signifikan antara hasil yang dianggarkan dan hasil aktual karena hal ini dapat mengandung salah saji yang potensial. Jenis prosedur ini biasanya digunakan untuk mengaudit unit pemerintah lokal, negara bagian, dan federal

3. Membandingkan data klien dengan data yang diperkirakan klien. Prosedur tersebut dilakukan dengan cara auditor menghitung saldo hasil dugaan atau anggaran untuk dibandingkan dengan saldo yang sebenarnya.
Pada jenis prosedur ini, auditor membuat estimasi tentang rupa saldo akun yang seharusnya dan membandingkan dengan saldo di neraca atau laporan laba rugi, atau membuat proyeksi berdasarkan tren historis

4. Membandingkan data klien dengan data yang diperkirakan oleh auditor Prosedur tersebut dilakukan dengan cara auditor menghitung saldo yang diharapkan dengan menggunakan data non keuangan untuk dibandingkan dengan saldo aktual sebagai pengujian atas kelayakan pendapatan yang dicatat.
Contoh: ketika mengaudit hotel estimasi dapat dilakukan dengan mengalikan jumlah kamar dengan tarif, tingkat hunian rata-rata dan sebagainya.
5. Membandingkan data klien dengan hasil perkiraaan yang menggunakan data non keuangan Oleh ; Samuel Johanes (31) 9. Rasio Keuangan yang Umum Rasio Keuangan sering digunakan pada tahap perencanaan dan review akhir atas LapKeu yang telah diaudit.

Rasio dapat digunakan Auditor untuk melakukan analisis tambahan dan pengujian audit, serta bidang permasalahan yang dihadapi perusahaan dimana auditor dapat memberikan bantuan.

Rasio dapat dikaitkan dengan Neraca Saldo sehingga perhitungannya dapat diperbaharui secara otomatis ketika ayat jurnal penyesuaian dibuat pada laporan klien.

Rasio keuangan pengukur likuiditas RASIO KAS (untuk mengevaluasi kemampuan membayar utang dengan segera)
= kas + sekuritas/kewajiban lancar
RASIO CEPAT (konversi aktiva menjadi kas sebelum utang dapat dibayar)
= kas + sekuritas + piutang usaha bersih/kewajiban lancar
RASIO LANCAR (hampir sama seperti rasio cepat, tetapi memasukkan persediaan kRASIO KAS
untuk mengevaluasi kemampuan membayar utang dengan segera)
= kas + sekuritas/kewajiban lancar
RASIO CEPAT (konversi aktiva menjadi kas sebelum utang dapat dibayar)
= kas + sekuritas + piutang usaha bersih/kewajiban lancar
RASIO LANCAR (hampir sama seperti rasio cepat, tetapi memasukkan persediaan ke dalam penghitungan)
= aktiva lancar/kewajiban lancar

= aktiva lancar/kewajiban lancar
Perputaran Piutang Usaha (untuk menilai kelayakan penyisihan piutang tak tertagih)
= penjualan bersih/piutang kotor rata-rata
Jumlah Hari Penagihan Utang
= 365 hari/perputaran piutang usaha
Perputaran Persediaan (mengidentifikasi keusangan persediaan yang potensial)
= HPP/persediaan rata-rata
Jumlah Hari Penjualan Persediaan
= 365 hari/perputaran persediaan
Rasio aktivitas likuiditas UTANG TERHADAP EKUITAS (mengetahui luas penggunaan utang dalam membiayai aktivitas perusahaan)
= total kewajiban/total ekuitas

TIMES INTEREST EARNED (mengetahui apakah perusahaan dapat membayar bunga dengan leluasa, dengan asumsi laba stabil)

= laba operasi/beban bunga
Rasio untuk mengetahui kemampuan memenuhi kewajiban utang jangka panjang LABA PER SAHAM
= laba bersih/rata-rata saham biasa yang beredar
PERSENTASE LABA KOTOR
= (penjualan bersih – HPP)/penjualan bersih
MARJIN LABA
= laba operasi/penjualan bersih
PENGEMBALIAN ATAS AKTIVA
= laba sebelum pajak/aktiva total rata-rata
PENGEMBALIAN ATAS EKUITAS SAHAM BIASA
= (laba sebelum pajak – dividen saham preferen)/ekuitas pemegang saham rata-rata

Rasio Profitabilitas Sekian dan Terima Kasih :)) ADA PERTANYAAN ?? Oleh : Moch. Mipta Hudin (23) Oleh : M.Akbar (24) Oleh : Dio Virgiawan (11) PERENCANAAN AUDIT DAN PROSEDUR ANALITIS KELOMPOK : V presents : BAB 8 Adi Triyono (1)
Dio Virgiawan (11)
moch. Mipta Hudin (23)
M. Akbar (24)
Sabrina Hakim (30)
Samuel Johanes (31)
Full transcript