Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kelompok 3

No description
by

fery fauzan

on 5 April 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kelompok 3

Iqbal Aditya N. ( 2013010137 )
Putri Yohana Maulidah ( 2012020009 )
Feri Fauzan ( 2012010008 )
Raysa ( 2012010006 )
Hafiz ( 2012020003 )
Rizki Apriansyah ( 2012010011 )
Kelompok 3
Rumusan Masalah
Adalah Penilaian kembali aset tetap perusahaan, yang mengakibatkan adanya kenaikan nilai aset tetap tersebut dipasaran / karena rendahnya nilai aset tetap dalam laporan keuangan perusahaan yang disebabkan oleh devaluasi atau sebab lain, sehingga nilai aset tetap dalam laporan keuangan tidak lagi mencerminkan nilai yang wajar.
Revaluasi (Penilaian Kembali Aktiva Tetap)
Metode penyusutan yang dipergunakan adalah metode garis lurus (straight line method) dan metode saldo menurun (declining balance method). Wajib pajak diperkenankan untuk memilih salah satu metode untuk melakukan penyusutan.

Metode Dan Tarif Penyusutan
Penyusutan,Amortisasi, & Revaluasi
Contohnya :
Amortisasi
Contoh
1. Apa pengertian dari Penyusutan ?? 3. Apa pengertian dari revaluasi ??
2. Apa Pengertian dari Amortisasi ??

Penyusutan
Adalah alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi.
Ketentuan tentang penyusutan menurut undang-undang pajak tercantum pada Pasal 11 ayat (1) Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 36 Tahun 2008
Untuk menghitung besarnya penyusutan harga tetap berwujud dibagi menjadi dua golongan, yaitu:
Harta berwujud yang bukan berupa bangunan
Harta berwujud yang berupa bangunan
Saat penyusutan dapat dimulai pada:
1. Bulan dilakukannya pengeluaran
2. Untuk harta yang masih dalam pengerjaan, penyusuyannya dimulai dari bulan pengerjaan harta tersebut selesai
3. Dengan ijin dari Direktur Jendral Pajak, penyusutan dapat dimulai pada bulan harta berwujud mulai digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan atau pada bulan harta tersebut mulai menghasilkan.
PT Agri Jaya pada bulan Juli 2009 membeli sebuah alat pertanian yang mempunyai masa manfaat 4 tahun seharga Rp 1.000.000,00. Penghitungan penyusutan atas harta tersebut adalah sebagai berikut:
Alternatif I : Metode Garis Lurus

Penyusutan tahun 2009:
6/12 x 25% x Rp 1.000.000,00 = Rp 125.000,00
Penyusutan tahun 2010:
25% x Rp 1.000.000,00 = Rp 250.000,00
Penyusutan tahun 2011:
25% x Rp 1.000.000,00 = Rp 250.000,00
Penyusutan tahun 2012:
25% x Rp 1.000.000,00 = Rp 250.000,00
Penyusutan tahun 2013:
Sisanya disusutkan sekaligus = Rp 125.000,00

Alternatif II Metode Saldo Menurun
Penyusutan tahun 2009 :
6/12 x 50% x Rp 1.000.000 = Rp 250.000
Penyusutan tahun 2010 :
50% x (Rp 1.000.000 – Rp 250.000) =
50% x Rp 750.000 = Rp 375.000
Penyusutan tahun 2011 :
50% x (Rp 750.000 – Rp 375.000) =
50% x Rp 375.000 = Rp 187.500
Penyusutan tahun 2012 :
50% x (Rp 375.000 –Rp 187.500)
50% x Rp 187.500 = Rp 93.750
Penyusutan tahun 2013 :
Sisanya disusutkan sekaligus = Rp 93. 750

Adalah pengurangan nilai aktiva tak berwujud seperti, merek dagang, hak cipta, dan lain - lain, secara bertahap dalam jangka waktu tertentu pada setiap periode akuntansi.
Harta tak berwujuddigolongkan menjadi :
1. Kelompok 1 : kelompok harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 4 tahun.
2. Kelompok 2 : kelompok harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 8 tahun.
3. Kelompok 3 : kelompok harta tak berwujud yang mempunyai masa mafaat 16 tahun.
4. Kelompok 4 : kelompok harta tak berwujud yang mempunyai masa manfaat 20 tahun.
Metode Dan Tarif Amortisasi
Harga perolehan harta tak berwujud dan pengeluaran lainnya termasuk biaya perpanjangan hak guna bangunan, hak guna usaha, hak pakai, dan muhibah (goodwill) yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun diamortisasi dengan metode garis lurus ( straight line method) dan metode saldo menurun (declining balnce method).
Contoh
PT Asti Jaya pada tanggal 4 Januari 2009 mengeluarkan uang sebanyak Rp 100.000.000 untuk memperoleh hak lisensi dari Phoenyxcycle Ltd selama 4 tahun untuk memproduksi Sepeda Phoenix. Penghitungan amortisasi atas hak lisensi tersebut adalah sebagai berikut:
Alternatif I : Metode Garis Lurus
Amortisasi tahun 2009 :
25% x Rp 100.000.000,00 = Rp 25.000.000,00
Amortisasi tahun 2010 :
25% x Rp 100.000.000,00 = Rp 25.000.000,00
Amortisasi tahun 2011 :
25% x Rp 100.000.000,00 = Rp 25.000.000,00
Amortisasi tahun 2012 :
25% x Rp 100.000.000,00 = Rp 25.000.000,00
Alternatif II : Metode Saldo Menurun
Amortisasi tahun 2009 :
50% x Rp 100.000.000,00 = Rp 50.000.000,00
Amortisasi tahun 2009 :
50% x (Rp 100.000.000,00 – Rp 50.000.000,00)
50% x Rp 50.000.000,00 = Rp 25.000.000,00
Amortisasi tahun 2011 :
50% x (Rp 50.000.000,00 – Rp 25.000.000,00)
50% x Rp 25.000.000,00 = Rp 12.500.000,00
Amortisasi tahun 2012 :
Diamortisasi sekaligus = Rp 12.500.000,00
Perbedaan nilai buku dengan nilai riil aktiva perusahaan dapat mengakibatkan kurang serasinya perbandingan antara penghasilan dengan beban, dan nilai buku dengan nilai interinsik perusahaan. Untuk mengurangi perbedaan tersebut, kepada wajib pajak perlu diberikan kesempatan untuk penilaian kembali aktiva tetap.
Aktiva tetap yang dapat dilakukan penilaian kembali adalah:
1. Seluruh aktiva tetap berwujud, termasuk tanah yang berstatus hak milik atau hak guna bangunan; atau
2. Seluruh aktiva tetap berwujud tidak termasuk tanah, yang terletak atau berada di Indonesia, dimiliki dan dipergunakan untuk mendapatkan, menagih dan memelihara penghasilan yang merupakan Objek Pajak.
Pada akhir tahun 2008, PT Sukses melakukan penilaian kembali aktiva tetapnya. Nilai buku fiskal aktiva yang dinilai kembali per 31 desember 2009 adalah Rp. 100.000.000,00. Nilai wajar aktiva tersebut adalah Rp. 150.000.000,00. Besarnya PPh atas selisih lebih penilaian kembali aktiva adalah sebesar :
Nilai wajar aktiva Rp. 150.000.000,00
Nilai buku fiskal aktiva Rp. 100.000.000,00 -

Selisih lebih penilaian kembali aktiva Rp. 50.000.000,00
PPh = Rp 50.000.000,00 x 10%
= Rp 5.000.000,00 ( bersifat final )
Kesimpulan
Kesimpulan & Saran
1. Metode penyusutan garis lurus yang diterapkan perusahaan pada aktiva tetap yang dimiliki perusahaan adalah sangat tepat. Beban penyusutan yang dihasilkan dengan menggunakan metode garis lurus setiap tahunnya akan sama apabila perusahaan menggunakan aktiva tetap yang relatif sama setiap tahunnya. Dengan menggunakan metode ini maka beban penyusutan yang dialokasikan akan sama setiap tahunnya.

2. Beban penyusutan yang dihasilkan dengan menggunakan metode penyusutan saldo menurun membebankan biaya penyusutan yang relatif besar pada tahun pertama dan semakin menurun pada tahun-tahun berikutnya, sehingga laba yang diperoleh perusahaan pada tahun pertama kecil dan meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Saran :
1.Metode penyusutan garis lurus yang diterapkan perusahaan sudah tepat, selama tidak ada perubahan tingkat efisiensi operasi dan pemeliharaan yang relatif konstan setiap bulannya. Namun dengan pertimbangan perubahan yang kerap terjadi pada biaya reparasi dan pemeliharaan sejumlah aktiva tetap seperti mesin dan kendaraan, penulis menyarankan agar perusahaan menerapkan metode penyusutan yang sesuai dengan aktiva tetap yang bersangkutan.
2. Bagi peneliti lain yang ingin meneliti lebih lanjut mengenai metode penyusutan sebaiknya memilih satu metode saja untuk lebih mengetahui pengaruh dan hubungannya metode penyusutan tersebut terhadap laba suatu perusahaan sehingga penelitian yang dilakukan dapat memberikan hasil yang lebih tepat.
Full transcript