Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Perumusan Pancasila dalam Persidangan BPUPKI

No description
by

Rani Andri

on 10 September 2013

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Perumusan Pancasila dalam Persidangan BPUPKI

Conclusion
Perumusan Pancasila dalam Persidangan BPUPKI

Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia 

Dalam bahasa Jepang : Dokuritsu Junbi Chōsakai
BPUPKI dibentuk pada tanggal 29 Mei 1945, dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan.
BPUPKI beranggotakan 62 orang yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Raden Pandji Soeroso dan Ichibangase Yosio (berkebangsaan Jepang).
Tugas BPUPKI adalah memmpertimbangkan masalah-masalah pokok dan kemudian merumuskan rencana pokok bagi Indonesia Merdeka.
BPUPKI mengadakan dua kali sidang, yang pertama tanggal 29 Mei 1945 sampai 1 Juni 1945 dan yang kedua pada 10-17 Juli 1945.

Isi Piagam Jakarta dirumuskan sebagai berikut :
Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya,
Kemanusiaan yang adil dan beradab,
Persatuan Indonesia,
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan,
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.


Panitia itu beranggotakan sembilan tokoh nasional yang juga tokoh-tokoh BPUPKI :
Ir. Soekarno (Ketua),
Drs. Moh. Hatta,
Mr. A.A. Maramis,
Abikusno Cokrosutoso,
Abdulkahar Muzakkir,
Haji Agus Salim,
Mr. Achmad Soebarjo,
K.H.A Wachid Hasyim,
Mr. Moh. Yamin.
Panitia Kecil (Panitia Sembilan) tersebut berhasil menetapkan rancangan Pembukaan Undang-Undang Dasar yang kemudian dikenal dengan nama Piagam Jakarta atau Jakarta Charter.

Pada tanggal 1 Juni 1945 Ir. Soekarno mengemukakan pendapatnya, yaitu:
Kebangsaan Indonesia;
Internasionalisme atau Peri-Kemanusiaan;
Mufakat atau Demokrasi;
Kesejahteraan Sosial;
Ketuhanan Yang Maha Esa.
Kelima asas itu, “atas petunjuk seorang ahli bahasa”, oleh Ir. Soekarno diberi nama Pancasila, kemudian diusulkan menjadikan dasar Negara Indonesia.
Dalam masa sidang tersebut belum didapat kata sepakat mengenai Dasar Negara Indonesia. Sidang berikutnya ditunda sampai bulan Juli.
Sesudah sidang pertama BPUPKI, berlangsung pertemuan diluar sidang. Pada kesempatan itu dibentuk sebuah panitia yang kemudian dikenal dengan sebutan Panitia Sembilan

Perumusan Pancasila dalam Persidangan BPUPKI

Sidang pertama BPUPKI

Dalam persidangan ini dibicarakan masalah dasar negara. Beberapa orang tokoh yang mengemukakan pendapatnya dalam mengusulkan dasar negara, yaitu: Mr. Muh. Yamin, Ir. Soekarno dan Prof. Mr. Supomo.
Pada 29 Mei 1945 Mr. Muhammad Yamin mengusulkan lima pokok yang akan dijadikan dasar negara, yaitu:
Peri Kebangsaan;
Peri Kemanusiaan;
Peri Ketuhanan;
Peri Kerakyatan;
Kesejahteraan Rakyat.
Pada 31 Mei 1945 Prof. Dr. Mr. Supomo berpidato tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan dasar negara yang berisikan lima asas, yaitu:
Paham negara persatuan;
Perhubungan negara dan agama;
Sistem badan permusyawaratan;
Sosialisme negara;
Hubungan antar bangsa.


Sidang Kedua BPUPKI (10 Juli – 17 Juli 1945)


Dalam sidang kedua ini, yang dibahas adalah Rancangan Undang-Undang Dasar beserta pembukaannnya. Panitia perancang UUD yang diketuai Ir. Soekarno, menyetujui bahwa Pembukaan UUD diambilkan dari Piagam Jakarta. Untuk merumuskan UUD panitia perancang membentuk lagi panitia kecil, yang diketuai oleh Prof. Dr. Hoesein. Pada 14 Juli 1945 Ir. Soekarno melaporkan hasil kerja panitia perancang UUD kepada sidang, yaitu:

(a) Pernyataan Indonesia Merdeka;
(b) Pembukaan Undang-Undang Dasar;
(c) Undang-Undang Dasar (Batang Tubuh).


Akhirnya, sidang BPUPKI menerima hasil kerja panitia itu. Setelah BPUPKI berhasil menyelesaikan tugasnya maka pada 7 Agustus 1945 BPUPKI dibubarkan.


Badan Penyelidik Usaha-usaha Kemerdekaan Indonesia 

Dalam bahasa Jepang : Dokuritsu Junbi Chōsakai
BPUPKI dibentuk pada tanggal 29 Mei 1945, dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan.
BPUPKI beranggotakan 62 orang yang diketuai oleh Dr. Kanjeng Raden Tumenggung (K.R.T.) Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Raden Pandji Soeroso dan Ichibangase Yosio (berkebangsaan Jepang).
Tugas BPUPKI adalah memmpertimbangkan masalah-masalah pokok dan kemudian merumuskan rencana pokok bagi Indonesia Merdeka.
BPUPKI mengadakan dua kali sidang, yang pertama tanggal 29 Mei 1945 sampai 1 Juni 1945 dan yang kedua pada 10-17 Juli 1945.
Full transcript