Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KEMISKINAN DAN KESENJANGAN GLOBAL

No description
by

dyah wijayanti

on 11 June 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KEMISKINAN DAN KESENJANGAN GLOBAL

Respon dunia internasional : Adanya kepedulian lembaga internasional yang berupaya mengentaskan kemiskinan dengan programnya masing-masing. Seperti World Bank dan IMF dengan SAPs (Structural Adjustment Program), UNDP, ILO, UNICEF, WTO, dan sebagainya.

Kemiskinan dan kesenjangan global adalah masalah yang sangat kompleks, yang memerlukan kerjasama dari banyak pihak. Pengentasan dari kemisikinan dan kesenjangan oleh suatu negara merupakan pekerjaan rumah bagi masing-masing negara yang menginginkan rakyatnya makmur dan sejahtera, sedangkan peran lembaga internasional dalam pengentasan ini hanya sebagai alat bantu dari usaha-usaha masing-masing negara yang berada dibawah naungannya.

Definisi Kemiskinan
Menurut konsepsi ortodoks, kemiskinan adalah situasi dimana orang-orang mengalami un-or under employed.

Menurut Caroline Thomas, kemiskinan adalah hasil globalisasi budaya Barat dan kehadiran pasar.

Menurut Piven, Cloward, dan Swanson, kemiskinan adalah kerangka pemenuhan material.
Data Kemiskinan Global
Population living in Absolute Poverty (less than 1.25$ per day) by World Region (1981-2011) – Max Roser

Solusi
Melalui Millenium Development Goals (MDGs).

Melibatkan persoalan kelembagaan (berupa tantangan atau aturan).

Menciptakan birokrasi yang efektif yang mampu melakukan intervesi pasar secara efektif pula.

Memanfaatkan sumber daya yang ada untuk menarik investasi.

Penyebab Kemiskinan dan Kesenjangan Global
Kelompok 7

Afrizal Fauzan Notari
Avinda Dwi Novianto
Bagaskara Sagita Wijaya
Dyah Novita Rizka .W.
Fatmawati

Kesimpulan
Millenium Development Goals (MDGs) merupakan suatu bentuk komitmen negara-negara didunia untuk mengambil berbagai langkah guna mengatasi kemiskinan global.
MDGs memiliki beberapa tujuan pokok, yakni :
1) Memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrim.
2) mewujudkan pendidikan dasar untuk semua.
3) mendorong kesetaraan gender dan perempuan.
4) menurunkan angka kematian anak.
5) meningkatkan kesehatan ibu.
6) memerangi HIV/AIDS, malaria serta penyakit lain,
7) memastikan kelestarian lingkungan hidup. 8)mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan.
KEMISKINAN DAN KESENJANGAN GLOBAL
Menurut Wold Bank, penyebab masalah ini karena 3 faktor, sbb:

1. Rendahnya pendapatan dan aset untuk memenuhi pendapatan.

2. Ketidakmampuan untuk bersuara dan ketiadaan kekuatan di depan institusi negara dan masyarakat.

3. Rentan terhadap guncangan ekonomi.

Penyebab kemiskinan berkaitan erat dengan kekurangan materi, rendahnya penghasilan dan adanya kebutuhan sosial. Dimana:
Pertama, kekurangan materi ini adalah keadaan dimana seseorang mendapat kesulitan dalam mendapatkan barang-barang kebutuhan dasar.

Kedua, rendahnya penghasilan adalah keadaan dimana adanya kekurangan penghasilan dan kekayaan yang memadai.

Ketiga, kesulitan memenuhi kebutuhan sosial termasuk keterkucilan sosial (sosial exclusion) dipahami sebagai situasi kelangkaan pelayanan sosial dan rendahnya aksesibilitas lembaga-lembaga pelayanan sosial, seperti pendidikan, kesehatan, dan informasi.




Sebenarnya jika melihat penyebab permasalahan antara kemiskinan dan kesenjangan, keduanya berdasar pada hal yang sama, yaitu ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan pokok. Dan ketika pembangunan dilakukan dengan terus mengejar pertumbuhan ekonomi tanpa distribusi yang adil maka timbullah kesenjangan.

Mengapa dijadikan Isu Global



dikarenakan masih banyak negara yang mengalami masalah ini. Dan faktanya, banyak kemiskinan dan kesenjangan masih menjadi persoalan serius yang belum bisa diatasi hingga saat ini. Bahkan dalam konteks tertentu, semakin buruk. Kesenjangan sendiri, merupakan pembahasan utama dalam penetapan kebijakan pembangunan ekonomi di negara berkembang sejak puluhan tahun lalu. Perhatian ini timbul karena ada kecenderungan bahwa kebijakan pembangunan yang dirancang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi justru memperburuk kondisi kesenjangan ekonomi antar wilayah dalam suatu negara.






Definisi Kesenjangan
Kesenjangan adalah adanya jarak yang cukup jauh antara dua karakter atau orang yang berbeda baik dari segi sektor ekonomi, sosial, dsb.

kesenjangan sebagai suatu bentuk adanya ketimpangan dalam distribusi pembangunan yang terjadi di banyak negara berkembang merupakan dampak dari kepercayaan para pembuat kebijakan dalam pembangunan yang menitikberatkan laju pertumbuhan tinggi yang akan memberikan
trickle down effect
.


Peran Lembaga-lembaga Internasional dalam Kemiskinan dan Kesenjangan Global
Oleh karena isu ini tidak berhubungan langsung dengan kepentingan-kepentingan negara maju, akibatnya isu ini jelas menjadi tanggung jawab lembaga-lembaga internasional yang menaungi banyak negara untuk kesejahteraan bersama sebagaimana pemberantasan kemiskinan menjadi prioritas utama dalam pembangunan internasional.
Lembaga-lembaga ini yaitu : World Bank, IMF, UNDP, ILO, UNICEF, WTO, dan sebagainya

Data sources : WorldBank (http://data.worldbank.org/topic/poverty)

MDGs
Respon Internasional atas Kemiskinan dan Kesenjangan
IMF dan SAPs


Dibanyak Negara, SAPs ini menghancurkan capital socialIni terjadi karena peran SAPs untuk hal-hal berikut:
1. Pengahupusan tarif yang membantu industry-industri kecil local agar mampu bertahan hidup berhadapan dengan perusahaan besar global.
2. Penghapusan berbagai peraturan dalam negeri yang mungkin dapat menghambat atau terlalu banyak mengatur masuknya investasi luar negeri.
3. Penghapusan control harga bahkan berkenaan dengan kebutuhan pokok, seperti pangan dan air sekalipun-tetapi secara tidak adil mewajibkan pemberlakuan control atas upah.
4. Pengurangan secara drastic berbagai pelayanan social dan badan-badan yang melaksanakannya – seperti pelayanan kesehatan dan perawatan medis, bantuan usaha kecil, angkutan sanitasi, air, pelatihan kerja, dan lain-lain.
5. Penghancuran secara agresif atas program-program rakyat yang menjadi sarana bagi bangsa-bangsa untuk bisa mencapai kemandirian dalam hal kebutuhan pokok, seperti pangan, angkutan, insutri dasar dan sumber-sumber daya dasar.
6. Perubahan yang dipaksakan secara cepat atas perekonomian dalam negeri untuk menekan produksi ekspor yang biasanya dikelola tanpa ketatalaksanaan langsung investor asing dan korporasi global.


Agenda WTO
agenda utama WTO adalah meliberalisasi perdagaan dunia secara progresif. Dengan demikian, ia menghilangkan segala variasi yang bisa jadi memperlambat laju gerak operasi global perusahaan-perusahaan besar terpenting sewaktu mereka mencari sumber-sumber daya baru, pasar dan tenaga kerja yang murah

Kebijakan tersebut membangkrutkan banyak usaha kecil dan menengah di Negara-negara berkembang yang perujung pada pengangguran. Pengangguran menjadi titik awal kemiskinan karena menganggur berarti tidak mempunyai pendapatan.
Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan kesenjangan dalam akses pendidikan dan kesehatan atau bisa dikategorikan infrastruktur hal ini berarti setiap orang seiring bergulirnya waktu, dapat mengakses infrastruktur kesenjangannya semakin kecil.
Namun, ternyata pembangunan malah memperbesar jurang pendapatan antara orang kaya dengan orang miskin. Ternyata dari grafik ini semakin menegaskan pendapat “yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin”

Full transcript