Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Stratifikasi Sosial

No description
by

Adnan Taufiq Mustafidz

on 13 October 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Stratifikasi Sosial

Stratifikasi Sosial
Kelas Sosial
"Suatu strata (lapisan) orang-orang yang berkedudukan sama dalam rangkaian kesatuan status sosial"
Sifat & Sistem Lapisan Sosial
Stratifikasi Sosial Tertutup (Close Social Stratification)
Sistem stratifikasi sosial tertutup ini membatasi atau tidak memberi kemungkinan seseorang untuk pindah dari suatu lapisan ke lapisan sosial yang lainnya, baik ke atas maupun ke bawah. Dalam sistem ini, satu-satunya jalan untuk masuk menjadi anggota dari suatu strata tertentu dalam masyarakat adalah dengan kriteria kelahiran.
Dalam hal ini anggota kelompok hanya dapat melakukan mobilitas yang bersifat horizontal.

Salah satu contoh sistem stratifikasi sosial tertutup adalah sistem kasta pada masyarakat Bali. Di Bali, seseorang yang sudah menempati kasta tertentu sangat sulit, bahkan tidak bisa pindah ke kasta yang lain. Seorang anggota kasta teratas sangat sulit untuk pindah ke kasta yang ada di bawahnya, kecuali ada pelanggaran berat yang dilakukan oleh anggota tersebut.
Objek Penentu Klasifikasi Sosial
Kriteria atau ukuran yang umumnya digunakan untuk mengelompokkan para anggota masyarakat ke dalam suatu lapisan tertentu adalah sebagai berikut :

a. Kekayaan
Kekayaan atau sering juga disebut ukuran ekonomi. Orang yang memiliki harta benda berlimpah (kaya) akan lebih dihargai dan dihormati daripada orang yang miskin.

b. Kekuasaan
Kekuasaan dipengaruhi oleh kedudukan atau posisi seseorang dalam masyarakat. Seorang yang memiliki kekuasaan dan wewenang besar akan menempati lapisan sosial atas, sebaliknya orang yang tidak mempunyai kekuasaan berada di lapisan bawah.
Kelas Sosial & Sub Kultur
Bahwa kelas sosial memiliki suatu hubungan dengan sub-kultur
Makna Kelas Sosial
Conclusion
Dengan adanya stratifikasi sosial diharapkan agar kita sebagai individu dapat memahami dan saling bertoleransi terhadap perbedaan yang ada.
Klasifikasi Sosial
a. Kelas sosial atas lapisan atas ( Upper-upper class)
Kelas sosial pertama : keluarga-keluarga yang telah lama kaya.
b. Kelas sosial atas lapisan bawah ( Lower-upper class)
Kelas sosial kedua : belum lama menjadi kaya
c. Kelas sosial menengah lapisan atas ( Upper-middle class)
Kelas sosial ketiga : pengusaha, kaum profesional
d. Kelas sosial menengah lapisan bawah ( Lower-middle class)
Kelas sosial keempat : pegawai pemerintah, kaum semi profesional, supervisor, pengrajin terkemuka
e. Kelas sosial bawah lapisan atas ( Upper lower class)
Kelas sosial kelima : pekerja tetap (golongan pekerja)
f. Kelas sosial lapisan sosial bawah-lapisan bawah ( Lower-lower class)
Kelas sosial keenam : para pekerja tidak tetap, pengangguran, buruh musiman, orang bergantung pada tunjangan.
1. Upper-upper class
2. Lower-upper class
3. Upper-middle class
4. Lower-middle class
5. Upper-lower class
6. Lower-lower class
Stratifikasi Sosial Terbuka (Open Social Stratification)
Sistem stratifikasi sosial terbuka ini memberi kemungkinan kepada seseorang untuk pindah dari lapisan satu ke lapisan yang lainnya, baik ke atas maupun ke bawah sesuai dengan kecakapan, perjuangan, maupun usaha lainnya. Atau bagi mereka yang tidak beruntung akan jatuh dari lapisan atas ke lapisan di bawahnya.

Masyarakat dengan sistem pelapisan social yang bersifat terbuka ini akan lebih mudah melakukan gerak mobilitas sosial, baik horizontal maupun vertikal. Tentu saja sesuai dengan besarnya usaha dan pengorbanan yang dikeluarkan untuk mencapai strata tertentu.
c. Keturunan
Ukuran keturunan terlepas dari ukuran kekayaan atau kekuasaan. Keturunan yang dimaksud adalah keturunan berdasarkan golongan kebangsawanan atau kehormatan. Kaum bangsawan akan menempati lapisan atas seperti gelar :
– Andi di masyarakat Bugis,
– Raden di masyarakat Jawa,
– Tengku di masyarakat Aceh, dsb.

d. Pendidikan
Pendidikan bukan sekedar memberikan keterampilan kerja, tetapi juga melahirkan perubahan dalam keseluruhan cara hidup seseorang seperti perubahan mental, selera, minat, tujuan, etika, cara berbicara dan sebagainya. De Fronzo (1973) menemukan bahwa dalam segi sikap pribadi dan perilaku sosial para pekerja kasar sangat berbeda dengan para karyawan kantor. Namun demikian, perbedaan itu sebagian besar tidak tampak bilamana tingkat pendidikan mereka sebanding.

e. Pekerjaan
Pekerjaan merupakan salah satu penentu kelas sosial. Pada masyarakat primitif pembuat tombak, pembuat sampan, dan dukun memiliki status sosial yang jelas berdasarkan jenis pekerjaan mereka. Orang-orang Cina Klasik menghormati ilmuwan dan memandang rendah serdadu; Orang Nazi Jerman bersikap sebaliknya.
Budaya Miskin
Lewis & Kerbo, Setuju bahwa orang orang miskin hidup dalam suatu sub-kultur dan sebagai akibat dari adanya kesamaan pengalaman. Mereka memiliki pola kebiasaan tertentu yang diwariskan.
Menentukan Pola Interaksi Sosial
Semakin rendah kelas sosial seseorang,semakin dikit pula perkumpulan dan hubungan sosialnya.
Menentukan Pola Pikir & Pemahaman Agama
Para ahli setuju bahwa semakin kaya suatu negara maka semakin sekuler masyarakatnya, Dan semakin miskin suatu negara semakin religius masyrakatnya
Menentukan
Kesempatan Hidup
Menemukan Kebahagiaan
Etnosentrisme
Motivasi
" Cenderung memandang rendah orang-orang yang dianggap asing, etnosentrisme memandang dan mengukur budaya asing dengan budayanya sendiri "
Hubungan antara gizi dan kemiskinan
Anak orang kaya bekemungkinan tidak bahagia, karena acap kali merasa bosan
Keinginan untuk merubah masa depan, status dan kelas sosial.
Teori Stratifikasi Sosial
Teori Evolusioner-fungsionalis (Talcott Parsons)
Menjelaskan bahwa evolusi sosial secara umum terjadi karena sifat kecenderungan masyarakat untuk berkembang yang disebut sebagai kapasitas adaptif. Kapasitas adaptif adalah kemampuan masyarakat untuk merespon lingkungan dan mengatasi berbagai masalah yang selalu dihadapi manusia sebagai makhluk sosial.
Teori Surplus dari Gerhard Lenski
Berasumsi bahwa manusia adalah makhluk yang mementingkan diri sendiri dan selalu berusaha untuk mensejahterakan dirinya. Individu berperilaku menurut kepentingan pribadi, bekerja sama dengan sesama jika terkait dengan kepentingannya dan akan berebut dengan sesama jika melihat kesempatan terbuka bagi kepentingannya.
Teori Kelangkaan
Teori ini beranggapan bahwa penyebab utama timbulnya stratifikasi disebabkan tekanan jumlah penduduk. Tekanan penduduk yang semakin besar menyebabkan semakin kuatnya egoisme dalam pemilikan tanah, dan hubungan produksi (dalam pemikiran Marxisme) telah menghilangkan apa yang disebut sebagai pemilikan bersama.
Unsur-Unsur Lapisan Masyarakat
1. Kedudukan (status)
Kedudukan di artikan sebagai tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial.
Masyarakat pada umumnya mengembangkan 2 macam kedudukan
a. Ascribed-status, yaitu kedudukan seseorang dalam masyarakat tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan rohaniah dan kemampuan.
b. Achieved-Status adalah kedudukan yang dicapai oleh seseorang dengan usaha-usaha yang disengaja, kedudukan ini tidak diperoleh atas dasar kelahiran. Tetapi terbuka bagi siapa saja tergantung dari berbagai kemampuan.

2. Peranan (role)
Merupakan aspek dinamis kedudukan (status). Apabila seseorang melaksanakn hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya maka dia menjalankan suatu peranan.
– Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat.
– Suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat
– Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat.
Mobilitas Sosial
Suatu proses pergerakan naik(social climbing) atau turunnya(social sinking) status seseorang atau kelompok masyarakat.
Menurut HORTON, mobilitas sosial adalah suatu gerak perpindahan dari suatu kelas sosial ke kelas sosial lainnya.
Mobilitas sosial vertikal.
Mobilitas sosial vertikal yaitu, mobilitas sosial yg terjadi antara kelas sosial bawah dan kelas sosial atas.
mobilitas vertikal ada 2 yaitu;
Social climbing:
Pergerakan naiknya status seseorang atau kelompok sosial.
bentuknya:
1. naiknya orang yg berstatus rendah ke kelas yg status sosialnya tinggi.
2. terbentuknya kelas sosial baru yg menempati atau menggeser kelas sosial tertinggi yg ada didalam kelompol tsb.
Social sinking:
Pergerakan turunnya status seseorang atau kelompok sosial.
bentuknya:
1. turunnya kedudukan seseorang ke kedudukan yg lebi rendah.
2 . tidak dihargainya lagi suatu kedudukan sebagai lapisan sosial atas.
Mobilitas sosial horizontal:
Perpindahan status seseorang atau kelompok orang dalam lapisan yg sama.
Ciri utama dalam mobilitas sosial horizontal adalah tidak ada perpindahan lapisan sosial.
bentuknya:
1. mobilitas antar wilayah meliputi transmigrasi, commuter, sirkuler(bagi yg ngekost), emigrasi, imigrasi, ruraliasi, urbanisasi.
Full transcript