Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Kertas kerja Pemeriksaan

No description
by

Dzulhaj Muzaki

on 5 April 2015

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Kertas kerja Pemeriksaan

Manfaat Kertas Kerja
Tujuan Pembuatan Kertas Kerja
Pengelompokan KKP
Tujuan Pembuatan
Menghubungkan catatan klien dengan laporan audit yang dihasil-kan oleh auditor.
Mendukung pendapat auditor & bukti bahwa auditor telah melak-sanakan audit yang memadai.
Menguatkan simpulan-simpulan auditor dan kompetensi auditnya.
Mengkoordinasi dan mengorganisasi semua tahap audit yang terdiri dalam berbagai waktu, tempat, dan pelaksana.
Memberikan pedoman dalam audit berikutnya.
Sebagai dasar perencanaan audit tahun selanjutnya.
Sebagai catatan bahan bukti dan hasil pengujian yang telah dilakukan.
Sebagai dasar untuk menentukan jenis laporan audit yang pantas.
Sebagai dasar untuk supervisi audit oleh supervisor dan partner.
File KKP
Manfaat Kertas Kerja
Arsip kertas kerja yang secara relatif tidak mengalami perubahan. Arsip ini dapat digunakan berulang ulang untuk beberapa periode pengauditan.
Contoh : Akte pendirian,Accounting manual (pedoman akuntansi), Kontrak kontrak, Notulen rapat.
Tujuan permanent file :
(1) Sebagai acuan yang digunakan untuk pemeriksaan tahun-tahun mendatang.
(2) Memberikan ringkasan mengenai kebijakan dan organisasi klien bagi staff yang baru pertamakali menangani pemeriksaan laporan keuangan.
(3) Untuk menghindari pengulangan pembuatan kertas kerja yang sama dari tahun ke tahun.
Kertas Kerja Pemeriksaan
Pengertian Kertas Kerja Pemeriksaan
Kertas kerja pemeriksaan adalah semua berkas-berkas yang berisi seluruh informasi yang diperoleh, analisis yang dibuat, dan kesimpulan yang didapat selama me-laksanakan audit. Kertas kerja pemeriksaan terdiri dari semua dokumen yang dibuat sendiri dan juga yang diperoleh dari hasil kerja auditor sebagai dasar informasi yang dipakai untuk membuat suatu kesimpulan dan opini yang berasal :
1. Pihak klien
2. Analisa yang dibuat oleh auditor
3. Pihak ketiga
Kertas kerja
Mendukung pendapat audior atas laporan keuangan auditan
Menguatkan simpulan- simpulan auditor dan kompetensi auditnya
Mengkoordinasikan dan meng-organisasi semua tahap audit

Memberikan pedoman dalam audit berikutnya.
Kertas Kerja dikelompokkan menjadi :
Current File
Arsip pemeriksaan tahunan yang diperoleh dari pemeriksaan tahun berjalan, informasi dari current file pada umumnya mempunyai manfaat untuk tahun yang diperiksa.
Contoh : Neraca saldo, Berita acara kas opname, Rekonsiliasi bank, Rincian piutang, Rincian persediaan Rincian utang, Rincian biaya dan lain lain.
Permanent file
Corespondence file
merupakan arsip surat menyurat, facsimili dan lain lain.
Jenis KK
Pada dasarnya ada beberapa jenis kertas kerja audit.
Namun demikian ada enam jenis tipe kertas audit yang biasanya dikenal, yaitu :
Secara garis besar dikelompokan dalam 6 tipe yaitu :



1. Program Audit ( Audit Program )
2. Daftar Saldo Kerja ( Working Trial Balance )
3. Ringkasan Jurnal Penyesuaian ( Adjustment )
4. Skedul Utama ( Lead Schedule / top schedule )
5. Skedul Pendukung ( Supporting Schedule )
6. Memorandum Audit dan Dokumentasi Informasi Penguat
Jenis Kertas Kerja
INDEKS KERTAS KERJA
Ada tiga metode pemberian indeks terhadap kertas kerja:
Indeks angka
Indeks kombinasi angka dan huruf
Indeks angka berurutan

Draft laporan audit (audit report)
Laporan keuangan auditan
Ringkasan informasi bagi reviewer
Program audit
Laporan keuangan atau lembar kerja yang di buat oleh klien
Ringkasan jurnal adjustment
Working trial balance
Skedul utama
Skedul pendukung

Susunan Kertas Kerja
Kriteria Pembuatan KKP yang Baik
Kertas kerja pemeriksaan harus mempunyai tujuan.
Misal cash count sheet dapat ditaksir dengan angka pada neraca.
Harus dicegah menulis kem-bali kertas kerja pemeriksaan sebab banyak kerugiaannya antara lain: membuang waktu, dapat salah menyalin.
Dalam kertas kerja pemeriksaan (KKP) harus dijelaskan prosedur audit apa yang dilakukan
dengan menggunakan audit tick mark. Misal cek penjumlahan dengan carafooting dan cross
footing.
Kertas kerja pemeriksaan harus diindex atau cross index.
Ada beberapa cara penggunaan index:
1. Alphabetis = A-Z
2. Numeric = I, II, dsb
3. Gabungan =A1, A2, dsb.
Kertas kerja harus diparaf oleh orang yang membuat dan mereview working papers sehingga dapat diketahui siapa yang bertanggung jawab.
Setiap pertanyaan yang timbul pada review notes harus ter-jawab, tidak boleh ada ”open question” (pertanyaan yang belum terjawab).
Pada kertas kerja pemeriksaan harus dicantumkan:
a. Sifat dari perkiraan yang diperiksa.
b. Prosedur pemeriksaan yang dilakukan
c. Kesimpulan mengenai kewajaran perkiraan yang diperiksa.
Hal-hal tambahan:
a. Kertas kerja pemeriksaan harus rapi dan bersih.
b. Kertas kerja pemeriksaan harus mudah dibaca (jelas).
c. Bahasa yang digunakan (Indonesia dan Inggris) harus baik.
d. Jangan hanya memphoto copy data dari klien tanpa diberi suatu penjelasan.
Dibagian muka file kertas kerja pemeriksaan harus dimasukkan Daftar Isi dan Index kertas
kerja pemeriksaan dan contoh paraf seluruh tim pemeriksa yang terlibat dalam penugasan audit tersebut.

Pemilikan dan Penyimpanan
Kertas Kerja Pemeriksaan
1. Kertas kerja pemeriksaan adalah milik akuntan publik. Hak auditor sebagai pemilik kertas kerja pemeriksaan terkait pada batasan-batasan moral yang dibuat untuk mencegah kebocoran- kebocoran yang tidak semestinya mengenai kerahasiaan data klien.
2. Walaupun sebagian kertas kerja akuntan publik dapat digunakan sebagai sumber referensi bagi klien, namun kertas kerja pemeriksaan tersebut tidak dapat dianggap sebagai bagian atau pengganti dari catatan akuntansi klien.
3. Bila ada pihak lain yang ingin meminjam atau review kertas kerja pemeriksaan, baru bisa diberikan atas persetujuan tertulis dari klien yang bersangkutan, sebaiknya hanya bagian yang diperlukan saja yang dipinjamkan atau diperliatkan.
4. Akuntan publik harus mengambil langkah-langkah yang tepat untuk keamanan kertas kerja pemeriksaannya dan menyimpan kertas kerja tersebut sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku (minimal lima tahun).
Pada akhir pemeriksaan suatu pemeriksaan umum, KAP akan memberikan suatu laporan akuntan yang terdiri dari:
1. Lembaran opini yang merupakan tang-gung jawab akuntan public, dimana akuntan publik memberikan pendapatnya terhadap kewajaran laporan keuangan yang disusun oleh manajemen dan merupakan tanggung jawab manajemen

2. Laporan keuangan yang terdiri dari : Neraca, Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Arus Kas, Catatan atas Laporan Keuangan.
Laporan Audit (Audit Report)
Terdapat beberapa jenis pendapat akuntan yang diberikannya berkenaan dengan suatu pemeriksaan umum, yaitu :
1. Pendapat wajar tanpa pengecualian WTP (unqualified opinion).
2. Pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelasan WTPDP (unqualified opinion with explanatory language).
3. Pendapat wajar dengan pengecualian WDP (qualified opinion).
4. Pendapat tidak wajar TW (adverse opinion).
Pernyataan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion).
Jenis-Jenis Pendapat Akuntan
Bentuk Baku Laporan Auditor
Unsur pokok laporan auditor adalah :
Judul yang memuat kata independen dalam paragraf pembukaan
Suatu pernyataan bahwa laporan keuangan yang disebutkan telah diaudit oleh auditor
Suatu pernyataan bahwa laporan keuangan adalah tanggung jawab manajemen dan tanggung jawab auditor terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan
Suatu pernyataan bahwa audit dilaksanakan berdasarkan standar auditing yang ditetapkan IAI
Suatu pernyataan bahwa standar auditing tersebut mengharuskan auditor merencanakan dan melaksanakan auditnya dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material
Suatu pernyataan bahwa audit meliputi : pemeriksaan atas dasar pengujian,bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.Penentuan prinsip akuntansi yang digunakan dan estimasi-estimasi signifikan yang dibuat manajemen,juga penilaian penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
Suatu pernyataan auditor yakin bahwa audit yang dilaksanakan memberikan dasar yang memadai untuk memberikan pendapat.
Suatu pendapat mengenai apakah laporan keuangan menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material,posisi keuangan perusahaan pada tanggal neraca dan hasil usaha dan arus kas untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Tanda tanagn,nama rekan,nomor izin akuntan publik,nomor izin usaha KAP
Tanggal laporan auditor
Indeks & susunan KK
Full transcript