Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

PENILAIAN KEMBALI ASET TETAP (Revaluasi Aset)

No description
by

ghina maulani fadhila

on 1 October 2017

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of PENILAIAN KEMBALI ASET TETAP (Revaluasi Aset)

DEFINISI REVALUASI ASET TETAP
Menurut Waluyo & Ilyas (2002 : 122) Revaluasi Aset Tetap adalah penilaian kembali aset tetap perusahaan, yang diakibatkan adanya kenaikan nilai aset tetap tersebut dipasaran atau karena rendahnya nilai aktiva tetap dalam laporan keuangan perusahaan yang disebabkan oleh devaluasi atau sebab lain, sehingga nilai aset tetap dalam laporan keuangan tidak lagi mencerminkan nilai yang wajar.

ALASAN WAJIB PAJAK MELAKUKAN REVALUASI ASET TETAP
Untuk meningkatkan nilai perusahaan
Untuk meningkatkan biaya penyusutan aktiva tetap dimasa datang
Untuk meningkatkan keakuratan perhitungan penghasilan maupun biaya
Agar neraca perusahaan menunjukan posisi kekayaan perusahaan yang sebenarnya.
SIAPA YANG DAPAT MELAKUKAN REVALUASI ASET?
Wajib Pajak Badan Dalam Negri
Bentuk Usaha Tetap (BUT)
Wajib Pajak Orang Pribadi yang Melakukan Pembukuan
ASET TETAP YANG DAPAT DINILAI KEMBALI
Aset tetap perusahaan yang dapat dinilai kembali adalah aset tetap berwujud :
Yang terletak atau yang berada di Indonesia.
Yang dimiliki dan dipergunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan yang merupakan objek pajak.

TUJUAN REVALUASI ASET
Tujuan penilaian kembali aset tetap perusahaan dimaksudkan agar perusahaan dapat melakukan perhitungan penghasilan dan biaya lebih wajar sehingga mencerminkan kemampuan dan nilai perusahaan yang sebenarnya.


PENILAIAN KEMBALI ASET TETAP (Revaluasi Aset)
Nadia (1501103010013)
Ghina Maulani Fadhila (1501103010006)
Ananta Yulia Romenda (1501103010012)
Yuliana Saputri (1501103010002)
NILAI PASAR ATAU NILAI WAJAR
Penilaian kembali aset tetap perusahaan harus dilakukan berdasarkan nilai pasar atau nilai wajar aset tetap tersebut yang berlaku pada saat penilaian kembali yang ditetapkan oleh perusahaan jasa atau ahli penilai yang diakui/ memperoleh izin pemerintah.


DASAR- DASAR PERHITUNGAN PPH ATAS SELISIH PENILAIAN ASET TETAP
TATA CARA PERMOHONAN PENILAIAN KEMBALI
Wajib pajak harus mendapatkan persetujuan Direktur Jenderal Pajak
Mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Wilayah Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar, paling lambat 30 hari kerja setelah tanggal dilakukannya penilaian kembali aset tetap dengan melampirkan sebagai berikut:
1. Fotokopi surat izin usaha jasa penilai yang terlegalisir
2. Laporan penilaian perusahaan jasa penilai
3. Daftar Penilaian Kembali Aset Tetap Perusahaan untuk Tujuan Perpajakan.
4. Laporan Keuangan tahun buku berakhir sebelum penilaian kembali aset tetap yang telah diaudit akuntan publik.
5. Surat Keterangan tidak mempunyai tunggakan pajak dari Kepala Kantor Pelayanan Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar.


DASAR PENYUSUNAN ASET TETAP
Dasar penyusutan fiskal aset tetap perusahaan
yang telah memperoleh persetujuan penilaian kembali
mulai bulan dilakukannya penilaian kembali adalah Nilai Sisa Buku fiskal yang baru.
Penyusutan fiskal aset tetap perusahaan
yang tidak memperoleh persetujuan penilaian kembali
menggunakan dasar penyusutan fiskal dan sisa masa manfaat fiskal semula sebelum dilakukannya penilaian kembali.


BATAS WAKTU PEMBAYARAN
Pajak penghasilan fiskal yang terutang atas selisih lebih penilaian kembali aset tetap perusahaaan
harus dibayar lunas ke kas negara dengan menggunakan Surat Setoran Pajak(SSP) paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah tanggal diterbitkannya keputusan Persetujuan Direktur Jenderal Pajak
atau paling lambat tanggal jatuh tempo setiap angsuran pembayaran dalam hal wajib pajak memperoleh keputusan Persetujuan Kepala Kantor Wilayah atau Keputusan Persetujuan Direktur Jenderal Pajak.

Wajib pajak melakukan pengalihan aset tetap perusahaan yang telah memperoleh persetujuan penilaian kembali sebelum berakhirnya masa manfaat baru, maka atas pengalihan tersebut dikenakan tambahan Pajak Penghasilan yang bersifat final sebesar 20% (dua puluh persen) dari selisih lebih nilai penilaian kembali diatas nilai sisa buku fiskal semula tanpa dikompensasikan dengan sisa kerugian fiskal tahun-tahun sebelumnya dan harus dibayar lunas ke Kas Negara paling lambat 15 (lima belas) hari kerja setelah akhir bulan terjadinya pengalihan aset tetap.
WAJIB PAJAK MELAKUKAN PENGALIHAN
Pengalihan aset tetap perusahaan yang bersifat force majeur berdasarkan keputusan atau kebijakan pemerintah atau keputusan pengadilan.
Pengalihan aset tetap perusahaan dalam rangka memenuhi persyaratan penggabungan, peleburan atau pemekaran usaha untuk tujuan perpajakan.
Penarikan aset tetap perusahaan dari penggunaan karena mengalami kerusakan berat yang tidak dapat diperbaiki lagi.
UNSUR – UNSUR PENGECUALIAN PENGALIHAN ASET
REVALUASI ASET TETAP MENURUT AKUNTANSI
Penilaian kembali aset tetap perusahaan harus dilakukan berdasarkan nilai pasar atau nilai wajar aset tetap tersebut yang berlaku pada saat penilaian kembali aset tetap
Nilai pasar atau nilai wajar yang ditetapkan oleh perusahaan jasa penilai atau ahli penilai ternyata tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
Penilaian kembali aset tetap perusahaan dilakukan dalam jangka waktu paling lama satu tahun sejak tanggal laporan perusahaan jasa penilai atau ahli penilai.
Selisih antara nilai pengalihan aset tetap perusahaan dengan nilai sisa buku fiskal pada saat pengalihan merupakan keuntungan atau kerugian berdasarkan ketentuan Undang-Undang Pajak Penghasilan.
Selisih lebih penilaian kembali aset tetap perusahaan di atas nilai sisa buku komersial semula setelah dikurangi dengan Pajak Penghasilan harus dibukukan dalam neraca komersial pada perkiraan modal dengan nama “Selisih Lebih Penilaian Kembali Aset Tetap Perusahaan Tanggal....”
Pemberian saham bonus atau pencatatan tambahan nilai nominal saham tanpa penyetoran yang berasal dari kapitalisasi selisih lebih penilaian kembali aset tetap perusahaan,sampai dengan sebesar selisih penilaian kembali secara fiskal.
Dalam hal selisih lebih penilaian kembali aset secara fiskal lebih besar daripada selisih lebih penilaian kembali secara komersial, pemberian saham bonus atau pencatatan tambahan nilai nominal saham tanpa penyetoran yang bukan merupakan Objek Pajak hanya sampai dengan sebesar selisih penilaian kembali secara komersial.

DASAR PENYUSUTAN DALAM REVALUASI ASET TETAP
Untuk melakukan penilaian kembali aset tetap , adapun beberapa ketentuan berikut :
Dasar penyusutan fiskal aset tetap yang telah memperoleh persetujuan penilaian kembali adalah nilai pada saat penilaian kembali.
Masa manfaat fiskal aset tetap yang telah dilakukan penilaian kembali aset tetap perusahaan disesuaikan kembali menjadi masa manfaat penuh untuk kelompok aset tersebut.
Perhitungan penyusutan dimulai sejak bulan dilakukannya penilaian kembali aset tetap perusahaan.
Untuk bagian tahun pajak sampai dengan bulan sebelum bulan dilakukannya penilaian kembali aset tetap perusahaan berlaku ketentuan sebagai berikut:

Dasar penyusutan fiskal aset tetap adalah dasar penyusutan fiskal pada awal tahun pajak yang bersangkutan.
Sisa masa manfaat fiskal aset tetap adalah sisa manfaat fiskal awal tahun pajak yang bersangkutan.
Perhitungan penyusutannya dihitung secara prorata sesuai dengan banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak tersebut.
Penyusutan fiskal aset tetap yang tidak memperoleh persetujuan penilaian kembali aset tetap perusahaan,tetap menggunakan dasar penyusutan fiskal dan sisa manfaat fiskal semula sebelum dilakukannya penilaian kembali aset tteap perusahaan.


PENGARUH DARI REVALUASI ASET TETAP
Memberikan informasi laporan keuangan yang menggambarkan keadaan ekonomi sebenarnya,
Berpengaruh terhadap beban pajak pph badan, laporan keuangan komersial, arus kas, dan neraca.
Revaluasi aset ini merupakan rencana jangka panjang untuk tax planning.
Akan timbul laba/rugi revaluasi aset tetap yang menjadi bagian dari pendapatan komprehensif perusahaan.

Dalam hal besarnya Pajak Penghasilan yang terutang lebih dari Rp. 2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah). Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan pembayaran secara angsuran lebih dari 1 (satu) tahun hingga paling lama 5 (lima) tahun kepada Direktur Jenderal Pajak.

SELISIH LEBIH REVALUASI = NILAI REVALUASIAN – NILAI BUKU FISKAL
PPH FINAL = X % x SELISIH LEBIH REVALUASI
Full transcript