Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

Copy of Teori Implementasi : Debat Top-down/Bottom-up

No description
by

krisna dewi

on 27 May 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of Copy of Teori Implementasi : Debat Top-down/Bottom-up

Teori Implementasi : Debat Top-down/Bottom-up
Studi Implementasi berawal pada Tahun 1970-an ketika Erwin Hargrove (1973) menulis "missing link"dalam studi proses kebijakan dan Jeffrey Presman dan Aaron Wildavsky menulis buku yang sangat berpengaruh yang berjudul implementasi.
Perdebatan top-down/bottom-up dipengaruhi oleh pertanyaan tentang bagaimana memisahkan implementasi dari formasi kebijakan, yang merupakan sebagian dari permasalahan yang lebih luas tentang bagaimana mengidentifikasi fitur-fitur/ciri-ciri sebuah proses yang sangat kompleks yang terjadi melampaui waktu dan ruang dan mencakup banyak aktor.
Penemuan "Missing Link"
Analisis Lipsky tentang perilaku staff depan dalam agensi pengiriman kebijakan yang disebutnya'birokrasi level jalan' telah memberikan pengaruh penting terhadap studi implementasi. Ia dihadirkan sebagai bapak pendiri perspektif 'bottom-up'.
Michael Lipsky
Jeffrey Pressman dan
Aaron Wildavsky
Para Penulis Perspektif Top-down Klasik
Implementasi menurut Pressman dan Wildavsky secara jelas didefinisikan dalam hal hubungannya dengan kebijakan sebagaimana tersurat dalam dokumen ofisial. Mereka mengatakan : Sebuah kata kerja seperti 'implementasikan' harus mempunyai objek seperti kebijakan dan selanjutnya kebijakan normalnya mengandung tujuan dan alat untuk mencapai tujuan tersebut
Karya original Pressman dan Wildavsky mengarah pada sebuah pendekatan "model rasional"yaitu kebijakan menetapkan tujuan; riset implementasi dikaitkan dengan pertimbangan mengenai apa yang kemudian membuat pencapaian terhadap tujuan-tujuan yang sulit.
Donal Van Meter dan Carl Van Horn
Dalam mengembangkan kerangka teori kedua cendikia Amerika ini menyatakan bahwa mereka diarahkan oleh 3 badan literatur (1975:453).
Teori organisasi , khususnya karya-karya untuk perubahan organisasi
Studi-studi pengaruh kebijakan publik khususnya pengaruh keputusan yudisial
Sejumlah studi terhadap relasi inter-pemerintah, khususnya karya dari Derthick (1970,1972) dan tentunya Pressman dan Wildansky
PeVan Meter dan Van Horn menyuguhkan sebuah model dimana 6 variabel terjalin secara dinamis untuk menghasilkan sebuah 'performans'outcome. Jelasnya mereka melihat implementasi sebagai sebuah proses yang berawal dari keputusan kebijakan awal.

6 Variabel yang diidentifikasi dalam model Van Meter dan Van Horn :
Standar kebijakan dan tujuan yang mengelaborasi keseluruhan tujuan keputusan kebijakan.
Sumber-sumber dan insentif yang tersedia
Kualitas hubungan inter-organisasi
Karakteristik agensi implementasi
Lingkungan sosial, ekonomi dan politik
Disposisi atau respon para implementor
Eugene Bardach
Karya Bardach memperlihatkan eksposisi yang sangat jelas bahwa implementasi merupakan sebuah proses politik dan implementasi yang berhasil dari sebuah perspektif 'top-down' harus mencakup sebuah keberlanjutan penyelesaian secara lengkap
Titik awal untuk Sabatier dan Mazmanian adalah ekspektasi implementasi kebutuhan kebijakan level atas dan kemudian mempertanyakan:
Paul Sabatier dan
Daniel Mazmanian
Sejauh apa tindakan para ofisial yang melakukan implementasi dan kelompok-kelompok target dari kebijakan tersebut?
Sejauh apa tujuan tercapai melampaui waktu?
Apa yang menjadi faktor prinsip yang mempengaruhi output kebijakan dan pengaruhnya?
Bagaimana kebijakan direformulasi seiring waktu berdasarkan pengalaman??
Fenomena yang diidentifikasi pada pertanyaan ke-4 akan menjadi titik awal studi implementasi baru.
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses implementasi mencakup :
Faktor yang mempengaruhi traktabilitas/ketaatan terhadap masalah
Variabel yang non-statutory (tidak berdasar undang-undang) yang mempengaruhi implementasi
Kemampuan undang-undang untuk menyusun implementasi
Pandangan top-down mereka berdasarkan bahwa mereka yang membuat kebijakan dipilih secara demokratis.
Brian Hogwood dan
Lewis Gunn
Hogwood dan Gunn menawarkan proposisi yang dapat dibaca sebagai rekomendasi pagi para pembuat kebijakan, yaitu :
bahwa keadaan eksternal untuk agensi yang melaksanakan implementasi tidak menentukan batasan-batasan yang melumpuhkan
bahwa waktu yang tepat dan sumber-sumber yang memadai tersedia untuk program tersebut
bahwa tidak hanya tidak ada batasan dalam hal keseluruhan sumber-sumber tetapi ada kombinasi yang diperlukan terhadap sumber-sumber aktual yang tersedia
bahwa kebijakan yang diimplementasikan berdasarkan pada sebuah teori sebab-akibat yang valid
bahwa hubungan antara sebab-akibat bersifat langsung dan bahwa ada sedikit intervensi
bahwa ada sebuah agensi implementasi tunggal yang tidak bergantung pada agensi lain
bahwa ada komunikasi sempurna dan koordinasi diantara semua yang terlibat
bahwa mereka yang berada dalam otoritas dapat meminta dan mendapatkan kepatuhan sempurna
Tantangan Bottom-up
Benny Hjern
Keputusan para birokrat level jalan, rutinitas yang mereka bangun dan peralatan yang mereka temukan untuk mengatasi ketidakpastian dan tekanan kerja secara efektif menjadi kebijakan publik yang mereka laksanakan.
Kebijakan yang ia pelajari bergantung pada interaksi antara sejumlah organisasi yang berbeda.
Ia melihat aktivitas dalam struktur implementasi yang dibentuk dari dalam kelompok organisasi dan dibentuk melalui proses seleksi konseptual
Susan Barrett dan
Colin Fudge
Kesimpulan
Debat antara perspektif top-down/bottom-up dalam upaya untuk mensintesiskan pendekatan-pendekatan tersebut, mengambil ide-ide kunci dari masing-masing.

Kesamaan yang benar dari elemen-elemen di dalam perdebatan adalah difokuskan pada cara realistis untuk merasakan proses implementasi.

Pendekatan campuran dapat digunakan atau bahwa pendekatan yang benar tergantung dari isu yang ada.

Perdebatan normatif tidak dapat dipecahkan dengan mudah, mewujudkan sikap-sikap alternatif pada akuntabilitas demokrasi, disini sintesis tergantung kepada pengakuan legitimasi formulasi yang kompleks dari topik tersebut.
Terimakasih
Menurut Bardach, proses implementasi perlu dirasakan seperti mencakup 'games' dan ia menguraikan varietas luas games yang dapat dimainkan. Karenanya, ia menyarankan 2 set rekomendasi bagi orang-orang atas/top, salah satunya berkenaan dengan perlunya perhatian besar dalam proses 'penulisan skenario' untuk menyusun games dalam cara yang benar guna mencapai outcame yang diinginkan. Dan adanya perhatian untuk 'memperbaiki game', hal ini mencakup dua penggunaan terkait dalam mosi memperbaiki.
Menurut Barrett dan Fudge apabila implementasi didefinisikan sebagai menempatkan kebijakan agar berdampak, maka kompromi yang dilakukan oleh para pembuat kebijakan akan dianggap sebagai kegagalan kebijakan. Kemudian mereka menawarkan formulasi seperti yang dikemukakan Hjern yaitu bahwa jika implementasi dilihat sebagai sesuatu yang harus dilakukan, maka performa adalah tujuan utamanya dan kompromi adalah alat untuk mencapai itu.
Full transcript