Loading presentation...

Present Remotely

Send the link below via email or IM

Copy

Present to your audience

Start remote presentation

  • Invited audience members will follow you as you navigate and present
  • People invited to a presentation do not need a Prezi account
  • This link expires 10 minutes after you close the presentation
  • A maximum of 30 users can follow your presentation
  • Learn more about this feature in our knowledge base article

Do you really want to delete this prezi?

Neither you, nor the coeditors you shared it with will be able to recover it again.

DeleteCancel

Make your likes visible on Facebook?

Connect your Facebook account to Prezi and let your likes appear on your timeline.
You can change this under Settings & Account at any time.

No, thanks

KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA

No description
by

Fauziyyah Nurfitriani

on 21 March 2014

Comments (0)

Please log in to add your comment.

Report abuse

Transcript of KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA

KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA
Persamaan Multiplier Perekonomian Terbuka
Keseimbangan Perekonomian Terbuka
Hal-hal yang diterangkan:
Sirkulasi aliran pendapatan dalam perekonomian terbuka
Faktor-faktor yang menentukan ekspor dan impor
Fungsi ekspor, impor dan perubahannya
Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka
1. Syarat Keseimbangan dalam perekonomian terbuka.
2. Keseimbangan menurut pendekatan Y = AE
3. Keseimbangan menurut pendekatan suntikan - bocoran.
4. Perubahan-perubahan keseimbangan.
Contoh angka mengenai keseimbangan dalam perekonomian.

Apabila kegiatan ekspor dan impor diperhitungkan dalam penentuan keseimbangan pendapatan nasional, maka analisis mengenai kegiatan ekonomi dalam sesuatu negara telah sepenuhnya menggambarkan keadaan yang sebenarnya wujud dalam realitas. Maka dalam kegiatan ekonomi yang sederhana, perekonomian dapat dibedakan kepada empat sektor, yaitu ditambah dengan sektor luar negeri, dimana kegiatan ekspor dan impor dijalankan. Analisis penentuan pendapatan nasional dalam perekonomian seperti itu dinamakan sebagai: keseimbangan pendapatan nasional dalam ekonomi empat sektor atau perekonomian terbuka, yaitu perekonomian yang menjalankan kegiatan ekspor dan impor. Maka analisis keseimbangan tersebut boleh juga dinamakan sebagai keseimbangan makroekonomi.
Analisis pengeluaran agregat (AE) tersebut dapat lebih disempurnakan dengan menganalisis keseimbangan makroekonomi yang memperhatikan pula efek perubahan harga-harga ke atas keseimbangan tersebut. Memperhatikan efek perubahan harga keatas keseimbangan ekonomi dinamakan analisis permintaan agregat-penawaran agregat atau lebih popular dikenal sebagai analisi AD-AS. Analisis keseimbangan pendapatan nasional yang dibahas dari Bab Empat hingga bab ini dinamakan analisis Keynesian sederhana atau analisis "Simple Keynesian".

SIRKULASI ALIRAN PENDAPATAN PEREKONOMIAN TERBUKA
Perekonomian terbuka atau perekonomian adalah suatu sistem ekonomi yang melakukan kegiatan ekspor dan impor dengan negara-negara lain di dunia ini. Dalam perekonomian terbuka sektor-sektor ekonominya dibedakan kepada empat golongan, yaitu: rumah tangga, perusahaan, pemerintahan, dan luar nergeri.

EKSPOR , IMPOR DAN PENGELUARAN AGREGAT
Dalam ekonomi yang melakukan perdagangan luar negeri, aliran pendapatan dan pengeluaran yang berlaku adalah seperti yang ditunjukan oleh gambar berikut.

Apabila aliran-aliran tersebut diperhatikan dengan teliti akan didapati bahwa aliran yang berlaku dalam perekonomian terbuka adalah berbeda dengan perekonomian tiga sektor sebagai akibat dari wujudnya kegiatan ekspor dan impor.

Secara fisik, ekspor diartikan sebagai pengiriman dan penjualan barang-barang buatan dalam negeri ke negara-negara lain. Pengiriman ini akan menimbulkan aliran pengeluaran yang masuk kedalam sektor perusahaan. Dengan demikian pengeluaran agregat akan meningkat sebagai akibat dari kegiatan mengekspor barang dan jasa dan keadaan ini menyebabkan peningkatan dalam pendapatan nasional.
Secara fisik, impor merupakan pembelian dan pemasukan barang dari luar negeri kedalam suatu perekonomian. Aliran barang ini akan menimbulkan aliran keluar atau bocoran dari aliran pengeluaran dari sektor rumah tangga ke sektor perusahaan. Aliran ini menurunkan pendapatan nasional yang dapat dicapai. Dengan demikian, sejauh mana ekspor dan impor mempengaruhi keseimbangan pendapatan nasional tergantung pada ekspor neto, yaitu ekspor dikurangi impor. Apabila ekspor neto positif, pengeluaran agregat dalam ekonomi akan bertambah. Keadaan ini akan meningkatkan pendapatan nasional dan kesempatan kerja.


SIRKULASI ALIRAN
PENDAPATAN
Perhatikan kembali gambar 6.1. Penggunaan faktor-faktor produksi oleh sektor perusahaan akan mewujudkan aliran pendapatan ke sektor rumah tangga. Aliran pendapatan tersebut meliputi gaji dan upah, sewa, bunga dan keuntungan, yaitu seperti yang ditujukan oleh aliran 1. Aliran pendapatan ini telah dikurangi oleh pajak keuntungan perusahaan, tetapi belum dikurangi oleh pajak pendapatan perseorangan atau individu.

Rumah tangga, yang menawarkan faktor-faktor produksi kepada perusahaan untuk memperoleh berbagai pendapatan diatas, akan menggunakan dan membelanjakan pendapatan mereka untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang berikut:
i. Membayar pajak individu kepada pemerintah.
ii. Pendapatan disposebel yang diterima rumah tangga terutama akan
digunakan untuk membeli barang dan jasa yang diproduksikan didalam
negeri.
iii. Mengimpor barang-barang yang diproduksikan di negara-negara lain.
iv. Menabung sisa pendapatan yang tidak digunakan kedalam institusi atau
badan keuangan seperti bank perdagangan, bank tabungan dan institusi
penggabungan lainnya.


KOMPONEN PENGELUARAN AGREGAT
Dalam perekonomian terbuka pengeluaran ke atas barang dalam negeri akan bertambah sebagai akibat dari ekspor, yaitu pengeluaran oleh negara-negara lain. 
Berdasarkan kepada aliran-aliran pengeluaran keatas produksi sektor perusahaan dan keatas barang impor, yaitu seperti yang ditunjukan oleh Gambar 6.1, dapatlah disimpulkan bahwa dalam ekonomi terbuka pengeluaran agregat meliputi lima jenis pengeluaran berikut:
i. Pengeluaran konsumsi rumah tangga keatas barang-barang yang
dihasilkan didalam negeri (C)
ii. Investasi perusahaan (I) untuk menambah kapasitas sektor perusahaan
menghasilkan barang dan jasa.
iii. Pengeluaran pemerintah keatas barang dan jasa yang diperoleh
didalam negeri (G).
iv. Ekspor, yaitu pembelian negara lain ke atas barang buatan perusahaa
perusahaan didalam negeri (X)
v. Barang impor, yaitu barang yang dibeli dari luar negeri (M).


Dengan demikian komponen pengeluaran agregat dalam ekonomi terbuka adalah: pengeluaran rumah tangga ke atas barang buatan dalam negeri, investasi, pengeluaran pemerintah, pengeluaran keatas barang impor dan pengeluaran orang luar negeri ke atas barang buatan dalam negeri (ekspor). Pengeluaran agregat tersebut (AE) dapat dinyatakan dengan menggunakan formula berikut:
 
AE = Cdn + I + G + X + M


PENENTU EKSPOR DAN IMPOR
Untuk mengetahui ciri-ciri tersebut perlulah dilihat faktor-faktor penting yang akan mempengaruhi ekspor dan impor sesuatu negara. Untuk mengetahui ciri-ciri tersebut perlulah dilihat faktor-faktor penting yang akan mempengaruhi ekspor dan impor. Kedua hal tersebut akan diterangkan dalam uraian berikut:


Faktor-faktor yang Menentukan Ekspor
Faktor yang lebih penting lagi adalah kemampua dari negara tersebut untuk mengeluarkan barang-barang yang dapat bersaing dalam pasaran luar negeri. Maksudnya, mutu dan harga barang yang diekspor tersebut haruslah paling sedikit sama baiknya dengan yang diperjualbelikan dalam pasar luar negeri. Cita rasa masayarakat di luar negeri terhadap barang yang ekspor keluar negara sangat penting peranannya dalam menentukan ekspor ke suatu negara. Semakin banyak jenis barang yang mempunyai keistimewaan yang sedemikian yang dihasilkan oleh suatu negara, semakin banyak ekspor yang dapat dilakukan.
Dalam persoalan ini ciri ekspor adalah sama dengan investasi perusahaan dan pengeluarana pemerintah, yaitu jumlahnya tidak ditentukan oleh pendapatan nasional. Sesuai dengan cirinya ini fungsi ekspor adalah seperti yang digambarkan dalam Gambar 6.2.

Fungsi ekspor bagian (a) menunjukan ekspor adalah pengeluaran otonomi, yaitu tingkatnya tidak dipengaruhi oleh pendapatan nasional. Grafik (b) menunjukan perubahan ekspor. Pada mulanya fungsi ekspor adalah X0. Kenaikan ekspor memindahkan fungsi ekspor dari X0 menjadi X1.
Faktor-faktor yang menentukan impor
Fungsi impor adalah kurva yang menggambarkan hubungan antara nilai impor yang dilakukan dengan dengan tingkat pendapatan masyarakat dan pendapatan nasional yang dicapai dengan kata lain impor adalah pengeluaran terpengaruh yang berarti semakin tinggi pendapatan nasional maka semakin tinggi pula impor. Dalam Gambar 6.3 digambarkan fungsi impor dan perubahannya.
Gambar (a) menunjukan fungsi impor bagi suatu masa tertentu. Pertama, dapat dimisalkan nilai impor adalah proporsional dengan pendapatan nasional, maka persamaan fungsi impor adalah M=mY . Dapat pula dimisalkan sebagian dari impor tidak dipengaruhi oleh pendapatan nasional. Fungsi impor haruslah digambarkan oleh fungsi M=M0+mY. Dalam pemisalan seperti ini formula fungsi impor akan dinyatakan dengan menggunakan persamaan: M=M0+mY.
Gambar (b) menunjukan perubahan impor yang berlaku dari waktu ke waktu. Gambar b (i) pergeseran M1 ke M2 menggambarkan kecondongan mengimpor berkurang. Perubahan M1 dan M3 menggambarkan kecondongan masyarakat untuk mengimpor semakin meningkat.
Dalam gambar b (ii) ditunjukan perubahan fungsi impor yang sejajar. Perubahan fungsi impor dari M1 ke M3 menggambarkan impor semakin meningkat pada setiap tingkat pendapatan nasional. Fungsi impor yang mengalami perubahan dari M1 ke M2 menggambarkan pengurangan impor pada setiap tingkat pendapatan nasional.


KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN TERBUKA
SYARAT KESEIMBANGAN PEREKONOMIAL TERBUKA
eseimbangan pendapatan nasional akan dicapai pada keadaan dimana (i) penawaran agregat sama dengan pengeluaran agregat, dan (ii) suntikan sama dengan bocoran.

Penawaran dan Pengeluaran Agregat dalam Perekonomian Terbuka
Dalam perekonomian terbuka barang dan jasa yang diperjualbelikan didalam negeri terdiri dari dua golongan barang: (i) yang diproduksikan didalam negeri dan meliputi pendapatan nasional (Y), dan (ii) yang diimpor di luar negeri.

Suntikan dan Bocoran dalam Perekonomian Terbuka
Dalam pendekatan suntikan-bocoran, keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka dicapai dalam keadaan berikut:
I + G + X = S + T + M
Uraian berikut menerangkan mengapa kesamaan tersebut perlu dicapai untuk menentukan keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka.
KESEIMBANGAN DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA
Keseimbangan pendapatan nasional dalam perekonomian terbuka ditunjukan dalam Gambar 6.4
PERUBAHAN-PERUBAHAN KESEIMBANGAN
Kenaikan dalam pengeluaran rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah atau ekspor akan menaikkan pendapatan nasional. Kenaikan pengeluaran agregat juga akan menimbulkan proses multiplier sehingga pada akhirnya menyebabkan pertambahan pendapatan nasional adalah lebih besar dari pertambahan pengeluaran agregat yang berlaku.
Perubahan komponen yang meliputu bocoran ( S, T atau M) akan menimbulkan akibat yang sebaliknya dari yang ditimbulkan oleh komponen pengeluaran agregat. Kenaikan tabungan, atau pajak atau impor akan mengurangi pendapatan nasional. Proses multiplier akan menyebabkan pendapatan nasional berkurang lebih besar dari kenaikan bocoran.
Dalam Gambar 6.5 ditunjukan dua contoh yang menggambarkan efek perubahan salah satu komponen pengeluaran agregat dan bocoran keatas keseimbangan dan keatas pendapatan nasional. Dalam bagian (a) ditujukan akibat pertambahan ekspor (ΔX) dan dalam bagian (b) ditujukan efek pertambahan impor (ΔM).


Gambar a(i) menggunakan pendekatan penawaran agregat-pengeluaran agregat untuk menunjukan perubahan keseimbangan yang berlaku. Gambar a(ii) menunjukan perubahan keseimbangan dengan menggunakan pendekatan suntikan bocoran.
Gambar b(i) menunjukan akibat kenaikan impor (ΔM) ke atas keseimbangan. Gambar b(ii) ditujukan akibat kenaikan impor dengan menggunakan pendekatan suntikan-bocoran.


MULTIPLIER DALAM PEREKONOMIAN TERBUKA
Multiplier dalam ekonomi tiga sektor adalah lebih besar dari multiplier dalam ekonomi empat sektor, seterusnya akan diterangkan pada bagaimana menentukan persamaan multiplier untuk perekonomian terbuka.


Membandingkan Multiplier Perekonomian Tertutup dan Terbuka
Dalam perekonomian tertutup tiada ekspor dan impor. Dengan demikian dalam perekonomian tersebut berlaku keadaan berikut: (a) C = 500 + 0,8Yd, (b) T = 0,25Y, (c) G = 1000 dan I = 500. Dalam perekonomian seperti yang diasumsikan ini multiplier (Mtp) adalah:








Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa multiplier untuk perekonomian terbuka adalah lebih kecil dari multiplier untuk perekonomian tertutup. Keadaan yang demikian adalah keadaan yang selalu berlaku dan sebabnya adalah karena impor diasumsikan adalan proposional dengan pendapatan nasional (M = mY). Ciri ini menyebabkan tingkat bocoran semakin besar dan mengurangi saiz MPCy dan multiplier.
Multiplier adalan nisbah pertambahan pendapatan nasional dengan pertambahan pengeluaran agregat. Dengan demikian multiplier dalam perekonomian terbuka bagi sistem pajak proposional adalah:



Apabila sistem pajak adalah pajak tetap dalam persamaan multiplier diatas nilai t = 0. Maka multiplier dalam ekonomi terbuka yang bersistem pajak adalah:



Full transcript